EXO FF: POOR PRINCESS [ CHAP 3 – END ]

POOR PRINCESS

POOR PRINCESS

Cast:

  • Dio (EXO)
  • Byun Baekhyun (EXO)
  • Lee Ryuee, YOU

Minor Cast:

  • EXO
  • Lee Hyora (fictional)

Disclaim:

yang menciptakan mereka, dua belas bintang besar yang eksotis, EXO. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

Happy reading!

…………………………………………………………………….

CHAPTER 3 – END

“Ha? Aku kira kau saudaranya. Kau bukan Lay?”

“Lay? Siapa dia? Bukan. Aku Dio. Ayo katakan padaku, siapa dia sebenarnya? Aku hanya mengenalnya sebagai waitress di cafe langgananku.”

“Nuna adalah puteri kedua dari Tuan Lee Jongwoon.”

DEG!!

“MWO??! Lee Jongwoon… bangsawan yang kaya raya? Pengusaha sukses? Dia puteri keduanya?”

“Ne…”

My God..

Aku kira ahjusshi hanya mempunyai satu anak yeoja dan satu anak namja. Lee Hyora dan Lee Xiumin. Mengapa saat mom dan dad mengajakku bertemu dengan keluarga Lee Jongwoon dia tidak ada? Aku hanya mengenal Hyora dan Xiumin hyung.

Hmm.. pantas saja mom dan dad merasa pernah bertemu dengan Ryuee sebelumnya. Mungkin dia sedikit mirip dengan Hyora? Ah, tidak kukira. Ryuee lebih cantik.

Aku baru teringat seminggu yang lalu ketika Ryuee mendorong Hyora di cafe. Sepertinya mereka adik-kakak yang tidak akur.

“Dio?”

Ryuee terbangun dari tidurnya. Mungkin dia terkejut dengan teriakanku tadi. Aku benar-benar kaget mendengarnya. Bagaimana bisa dia menjadi waitress di cafenya sendiri?

Dia berjalan kearahku. Aku menahan tubuhnya yang sedikit goyah. Tubuhnya sangat lemas.

“Dio, jaketmu sudah ku cuci. Sehun, tolong ambilkan jaketnya di lemari pakaianmu!”

“Bodoh! aku akan membawamu ke dokter sekarang.”

“Aku baik-baik saja, Dio.”

“Namamu Sehun? Okay kau tunggu disini. Hyung akan membawanya ke dokter.”

“Dio…”

“Panggil aku Dio oppa, bocah!”

Ryuee terus meronta mencoba untuk menolak. Tapi aku memegangnya kuat dan tidak melepaskannya.

Aku membantu Ryuee untuk masuk ke dalam mobilku. Setelah ku tutup pintunya, aku beranjak ke kursi kemudi dan bersiap untuk mengantar Ryuee ke dokter terbaik. Aku tidak ingin dia sakit.

 

*

(Hyora POV)

 

Hahahahahaha..

Lee Ryuee. Lisaria Fairy Plaincassie.

Adikku tersayang. Nasibmu memang sangatlah buruk. Aku harap kau bisa lebih bersabar.

Sekarang Baekhyun sudah menjadi milikku. Jangan harap kau akan mendapat perhatian lebih darinya.

Hmm dan sepertinya teror untukmu sudah berakhir. Kau tidak akan merasa terganggu lagi. Teror itu adalah aku. Aku ingin kau menderita, Ryuee. Karena kurasa semua tidak adil. Semua orang lebih mengagumimu dari pada aku.

Dan waktu itu, di caffe. Aku melihat Dio. Dan kau menumpahkan pesanannya. Hahahaha. Kau pasti akan mendapat bencana besar, Ryuee. Dia adalah orang terpandang dan mana mungkin akan memaafkanmu dengan mudah.

Kyungsoo yang lebih di kenal Dio. Dia terlihat berbeda setelah satu tahun yang lalu, terakhir aku bertemu dengannya di bandara bersama kakaknya, Suho. Dia mengatakan akan belajar management di Amerika jalur axel. Dan mungkin dia sudah menyelesaikan kuliah singkatnya itu.

Dia sangat tampan. Do Kyungsoo. Jujur, aku sangat menyukainya. Meskipun dia bukan seorang artis, tapi dia mempunyai harta lebih banyak dari artis terkaya di Korea ini. Termasuk Baekhyun yang penghasilannya sudah di atas rata-rata.

Beruntung sekali yeoja yang mendapatkannya. Dia namja yang paling sempurna yang aku kenal. Semua yang yeoja itu inginkan pasti akan diberi. Kalau saja aku. Tapi itu sangatlah mustahil. Karena Dio adalah namja yang dingin dan jarang bergaul dengan yeoja.

Huuuhh untung saja waktu itu, pertemuan keluargaku dengan keluarga Dio, Ryuee tidak datang. Salah sendiri dia menyibukkan diri dengan olimpiade Fisika di sekolahnya. Jadi, Dio tidak mengenalinya sebagai nona besar. Tapi sebagai waitress. Haha.

Siang ini aku dan teman-teman girlbandku sedang memanjakan diri di salah satu salon termewah di Seoul. Secara, aku terkenal di Korea. Aku harus berpenampilan sempurna. Apalagi aku paling kaya dan cantik di girlbandku ini.

Salon yang kukunjungi ini berada di gedung kesehatan. So, semua dokter terbaik berkumpul disini. Dokter bedah, mata, syaraf, jantung, semua ada.

Aku tidak ragu dengan perawatan kulit yang kulakukan di sini luar dalam dan rela mengeluarkan uang sebanyak apapun agar penampilanku selalu terlihat sempurna.

Seorang stylish sedang sibuk mengeringkan rambutku yang basah. Sedangkan teman-temanku sudah selesai karena perawatan mereka tidak terlalu banyak seperti aku.

“Hyora! Kemari! Bukannya itu Dio?” teriak Jireo yang sedang berdiri melihat kearah luar kaca.

Aku menyimpan majalah yang sedang kubaca dan berjalan menghampirinya. Kini Sui, Cocca dan Lyle juga ikut melihat kearah luar.

Dio. Dia bersama seorang yeoja. Mataku terbelalak melihatnya ketika aku lebih menajamkan penglihatanku. Ternyata yeoja itu Ryuee! Bagaimana bisa? Harusnya Ryuee sedang mendapat pelajaran darinya! Tuhan, kau tidak adil!

“Dia adikmu, Hyora!” seru Sui. Aku hanya diam menatap dingin kearah mereka.

“Bukannya kau sudah menjatuhkan dia kedalam masalah besar dengan Dio?” tanya Lyle. Aku masih terdiam.

“Lihat! Mereka dekat sekali! Wah ternyata Dio lebih tampan aslinya daripada di foto.”

“Diam kalian semua!!!!”

Semua diam seketika. Aku kembali duduk, membiarkan stylish tadi meneruskan pekerjaannya. Kali ini pikiranku kalut.

Aku tersaingi lagi olehnya. Tapi bagaimana bisa? Aku masih tidak percaya. Ryuee hanya seorang waitress dan Dio seorang anak bangsawan kaya bisa tertarik dengannya? Hello~ Ryuee level yang sangat rendah untuk Dio.

Tiba-tiba Baekhyun datang untuk menjemputku. Aku tidak meyapanya dengan senyuman. Kali ini yang aku inginkan adalah untuk mendapatkan dan merebut Dio dari Ryuee. Dia saja bisa sedekat itu. Apalagi aku?

“Chagiya…”

“Hmm?” sahutku.

“Sudah selesai? Nanti sore ada wartawan yang ingin mewawancarai kita.”

“Oh…” jawabku sambil melihat-lihat baju keluaran terbaru Han Sang Bek yang sempurna di majalah yang sedang kubaca.

“Hyora lihat aku! Kau kenapa?” tanya Baekhyun.

“Aku baik-baik saja, Baekhyun! Sudahlah, kau pulang saja. Aku masih ingin berada di sini berjam-jam.”

“Wartawan itu?”

“Beritahu saja dimana tempatnya? Aku akan kesana membawa mobilku sendiri dan kau tidak usah menjemputku.”

“Okay, Kamenashi Kazuya Resto. Sampai jumpa disana, chagi..”

“Yeah…”

Baekhyun keluar dari salon ini dengan wajah yang sulit di tebak. Sepertinya dia tidak mengerti apa yang terjadi denganku.

“Ya, Catherine Regina Plaincassie!” serunya.

“Mwo Sui? Jangan memanggil nama itu. Sangat mengganggu.”

“Dio!! Dia sudah keluar bersama adikmu!”

Aku beranjak lagi untuk melihat mereka berdua menuju mobil. Tapi…. lihat! Dio mengusap wajah Ryuee dan mengacak rambut Ryuee pelan. Mereka tertawa. Hah! Mengapa aku selalu kalah darimu, Ryuee?

“Aku harus bisa merebutnya!” seruku. Teman-teman hanya melihatku aneh. Okay aku punya Baekhyun. Tapi Dio jauh lebih sempurna.

“Jadi kau juga menyukainya? Jangan harap kau bisa mendapatkan Dio, Hyora!”

Aku menoleh ke sumber suara. Dia…

**

(Your POV)

 

Liburan sekolah sudah terlewat satu minggu dan aku masih belum terlepas dari hukuman yang di berikan dad meskipun aku mendapat peringkat ke dua di kelas setelah Lay. Lay memang genius. Sangat sulit untuk mengejarnya. Dan sudah lima hari yang lalu dia terbang ke Amerika berharap mendapat scholarship di salah satu universitas favorite. Aku sangat merindukannya.

Aku yakin hari ini dad sudah ada di rumah dan beristirahat untuk sejenak dari pekerjannya yang tidak pernah berhenti. Jujur, aku sangat ingin menemuinya. Tapi tidak ada keberanian sedikitpun. Aku sangat takut jika dad masih marah padaku. Juga Xiumin oppa. Aku belum pernah menemuinya lagi karena dad melarangnya untuk menemuiku. Hyora, I hate you!

Aku sudah kembali lagi bekerja. Dan tersisa dua belas hari lagi aku bebas dari hukuman. Tidak terasa. Dan kini hari-hariku selama bekerja terasa lebih indah. Karena ada Dio oppa. Bukan keributan yang muncul. Tapi perhatiannya padaku membuat aku menghapus image sombong pada dirinya. Ternyata dia namja yang baik.

Tapi artis itu. Nicole, selalu saja melakukan suatu hal bodoh padaku dan terus mencoba membuat kesalahan seakan aku yang melakukannya dan berharap aku akan di pecat dari cafe ini. What a silly! No way! Freakin’ idiot…

Tidak hanya Nicole. Tapi Hyora juga. Yeah, si nenek sihir itu. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Dia lebih sering datang sendiri jika mengunjungi cafe ini. Kemana Baekhyun oppa?

Dan kalian tahu? Aku sangat terkejut ketika Hyora mengenal Dio oppa. Dengan sengaja aku selalu memperhatikan mereka di balik meja kasir jika mereka sedang berbincang. Aku bisa melihat kalau Hyora seperti menyukai Dio oppa. Dia memang yeoja maruk! Aku lebih menyukai Sehun sebagai saudaraku.

Tidak jauh berbeda dengan Nicole, Hyora selalu mencoba membuat Dio oppa marah padaku. Dengan segala cara. Kehebatannya adalah mengadu domba. Seperti yang dia lakukan pada dad dan juga Baekhyun oppa. Aku yakin. Untungnya Dio oppa tidak mudah tertipu.

Yang paling aneh, sudah tiga kali Hyora dan Nicole beradu mulut dan membuat perhatian  banyak pelanggan. Kedua artis girlband yang sangat tidak akur. Aku sudah bisa menebak penyebabnya adalah Dio oppa.

Dio oppa. Yeah, sudah seharusnya aku memanggil dia dengan tambahan oppa di akhir. Aku sudah banyak berbincang dengannya setelah pulang dari dokter beberapa hari yang lalu.

Aku sudah mendengar banyak cerita darinya. Tentang pertemuan keluargaku dengannya yang tidak sempat kuhadiri karena ada kegiatan penting dari sekolahku.

Orangtuanya dan orangtuaku menjalin persahabatan dan menjadi partner bisnis.

Dan masalah Nicole? Dio oppa tidak menyukainya karena Nicole pernah berbuat tidak wajar pada Dio oppa dengan memberinya obat tidur ketika Dio oppa sedang berada di pub sendiri dan Nicole disana. Setelah Dio oppa tertidur, Nicole membawanya ke satu hotel. Tapi untung saja Suho oppa cepat datang dan menyelamatkan Dio oppa.

Yang membuat Dio oppa tambah membencinya, Nicole tidak pernah berhenti mendekati dan mengejarnya kemana saja Dio oppa pergi termasuk dimana tempat Dio oppa memilih tempat sekedar untuk bersantai menikmati waktu.

Seperti biasa aku sudah menyiapkan Pearlescent blue, minuman favorite Dio oppa. Tidak lama lagi dia akan datang. Soeun selalu menggodaku jika mendapatiku sedang membuat minuman ini oleh tanganku sendiri. Haha. Aku baru saja bisa. Terlebih ketika Dio oppa lebih  menyukai Pearlscent yang kubuat.

Hmm, dia sudah datang. Suho oppa ikut dengannya. Sesuai dengan tebakanku, mereka duduk di meja nomor tujuh. Aku berjalan sambil membawa minuman ini untuk Dio.

“Ehm! Do you have another one for me, Ryuee?” tanya Suho oppa sambil menatapku nakal. Dio oppa tertawa pelan sambil mengocok minuman yang kuberikan untuknya.

“Thankyou, Ryuee. Kau terlihat lebih baik sekarang.”

Aku hanya tersenyum. Dan beralih pada Suho oppa.

“Baiklah, bagaimana kalau Sapphire blue?” tawarku padanya.

“Nice!”

Aku menjatuhkan diri di atas kursi yang berada di belakang meja cashier. Menunggu pesanan Suho oppa selesai. Tidak lama aku melihat Baekhyun oppa datang bersama teman girlband Hyora. Tumben. Tapi dimana dia? Lee Hyora?

Aku sedikit memanjangkan leherku, melihat kearah luar. Ternyata dia sedang perang mulut bersama Nicole. Lagi dan lagi. Hobi mereka hanya mencari sensasi dengan hasil nihil.

Tiba-tiba handphoneku berdering menandakan telfon masuk. Aku megangkatnya dengan cepat ketika aku melihat nama Lay tertera di layar.

“Yeoboseyo..” sapaku.

“Ryuee! Aku sudah mendapatkan scholarship di Oxford! Terimakasih karena kau selalu mendukungku!” Aku tersenyum mendengarnya.

“Chukkae! Sekarang kau dimana?” tanyaku.

“Aku akan pulang akhir liburan sekolah nanti. Tenang saja, aku sudah membelikanmu banyak oleh-oleh. Kau pasti menyukainya.”

“Okay, thankyou, Lay. Huwaa can’t wait!!”

“Haha. Hei, bagaimana pekerjaanmu? Hubunganmu dengan artis itu?”

“Pekerjaanku membaik dan Baekhyun oppa sudah menjadi kekasih Hyora.”

“MWO?!! Bagaimana bisa? Benar-benar kakakmu itu.”

“Sepertinya Hyora mengadu dombaku dengan Baekhyun oppa. Dan kau tahu? Aku sedang dekat dengan seorang namja dan Hyora juga berusaha merebut dia dariku. Hah~”

“Siapa namja itu?”

“Dio.”

“Dio maksudmu?”

“Kau tahu?”

“Tentu saja. Dia yang membantuku untuk mendapat scholarship disini. Haha.”

“Really? Kau mengenalnya dimana?”

“Kau tahu bukan aku mengikuti Cozinus? Dia ketua organisasi itu sekarang.”

Ah ya, tentu saja. Perkumpulan para murid namja yang genius. Dia lolos organisasi itu. Dan apa? Dio oppa menjadi ketua? Memang sejenius apa dia?

“Wait, wait, wait! Atau mungkin namja yang kau ceritakan waktu itu adalah dia? Namja yang cuek dan sombong?”

“AH YA!!! Kau benar, Lay. Dan sekarang aku sedikit menyukainya.”

“Hahahaha. Ryuee, aku lebih setuju kau dengan Dio hyung. Dia sangat mengagumkan. Benar-benar tipe sempurna untuk yeoja dan aku adalah dia yang selanjutnya. Haha.”

Aku tertawa tidak tertahan mendengar Lay kembali mengoceh tidak jelas seperti biasa. Aku benar-benar sangat merindukannya. Kalau saja dia disini, pasti dia selalu menemaniku dan dapat membantu masalahku.

“Kita lihat saja nanti. Lay, bagaimana kalau nanti kita lanjutkan? Aku masih harus bekerja.”

“Baiklah..”

“Bye!”

**

(Baekhyun POV)

 

Belakangan ini Hyora sering terlihat menghindariku. Aku juga heran dengannya. Hampir setiap hari dia selalu mengunjungi cafenya dan aku selalu di abaikan. Hari ini, aku ikut dengannya meskipun Hyora melarangku. Memang kenapa? Ada larangan untukku datang kesini? Tidak, tentu saja.

Hyora belum juga masuk dan bergabung bersama kami, sedangkan aku dan teman-temannya sudah duduk di bagian medium untuk kursi yang lebih dari empat buah.

“Sui, bagaimana hubunganmu dengan Eunhyuk hyung?” tanyaku pada Sui yang berada tepat di sampingku.

“Selalu bertambah baik. Kau lihat ini!” Sui merogoh dompet tebalnya lalu memperlihatkan foto mereka berdua yang tengah makan eskrim satu untuk berdua.

“Selamat kalau begitu..”

“Eh, Lyle! Mumpung aku ingat. Sekarang bagianmu, bukan?”

Aku melihat kartu kredit berwarna pink di tangan Sui. Terlihat tidak asing. Aku merebut kartu itu dari tangannya. Dan membaca satu nama tertera disana. Lisaria Fairy Plaincassie. Ini kartu kredit Ryuee. Ternyata benar. Bagaimana bisa ada di tangan mereka? Sepertinya aku harus mengeluarkan bakatku sekarang.

“Haha. Bagaimana bisa kartu kredit miliknya ada pada kalian?” tanyaku mencoba lebih memihak pada mereka.

“Kau tahu mengapa Ryuee menjadi seorang waitress disini? Dia mendapat hukuman dari appanya karena dia mengeluarkan uang sangat banyak menggunakan kartu kreditnya. Padahal kami yang memakai. Hyora memang cerdas. Haha,” jelas Sui.

“Oh… Sangat cerdas!” ucapku sinis sambil memelototinya juga yang lain.

Dengan cepat aku mencari Ryuee yang mungkin tengah bekerja. Aku sangat merasa bersalah padanya. Seharusnya aku sudah tahu kalau sifat Hyora itu sangatlah buruk dan tidak menyayangi adiknya.

“Ryuee..” panggilku ketika dia sedang menyerahkan pesanan pelanggan di depannya. Aku mengetahui mereka. Dio dan Suho. Anak keluarga bangsawan itu.

“Baekhyun oppa..” sahutnya sedikit terkejut. Aku memberikan kartu ini padanya.

“Lihat ini! Tidak seharusnya kau melakukan ini semua. Kau tidak melakukan kesalahan apapun,” ucapku sambil melepas celemeknya.

Hyora datang menghampiriku, menghampiri kami.

“Dia! Dia yang melakukan itu! Dia yang mengambil kartu kreditmu dan membiarkan teman-temannya menggunakan kartu itu seenaknya.” tunjukku kearah Hyora yang baru menyadari rahasianya terbongkar. Aku bisa melihat matanya menatap tajam kearah teman-temannya yang juga berdiri tidak jauh dari sini.

“Ayo, ikut aku!”

Aku menarik tangannya keluar, menuju mobilku. Aku akan membawa Ryuee ke rumahnya dan menjelaskan semuanya pada ahjusshi.

“Baekhyun tunggu!” teriak Hyora. Aku tidak memperdulikannya dan dengan cepat menancap gas mobilku melesat kearah jalanan.

*

(Your POV)

 

“Ahjusshi…”

Panggil Baekhyun oppa pada appa yang terlihat sedang bersantai di taman belakang, di pinggir kolam renang. Dia tersenyum melihat Baekhyun oppa lalu melirik kearahku yang sedang bersembunyi di belakang Baekhyun oppa. Dad sama sekali tidak tersenyum padaku.

“Baekhyun. Ada apa, nak?” Baekhyun oppa menyerahkan kartu kreditku. Dad mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“Hyora yang mengambilnya dan membiarkan teman-teman girlbandnya menggunakan kartu itu.”

“DAD!!!” teriak Hyora yang baru sampai. Air matanya keluar.

“Hyora… apa benar kau yang melakukannya? Dad kecewa padamu. Dad kira kau telah berubah dan bisa menyayangi adikmu. Kemari, Ryuee.”

Dengan ragu aku masuk ke dalam pelukan dad yang sangat aku rindukan. Lalu terdengar ketukan sepatu. Aku mendongakkan kepalaku melihat Xiumin oppa menuruni anak tangga dan semakin cepat ketika mengetahui kedatanganku. Bibirnya tersenyum lepas.

“Dad… maafkan aku…”

“Kelakuanmu itu seperti anak yang tidak berpendidikan, Hyora. Dad salah telah mempercayaimu. Seharusnya kau yang pantas di beri hukuman.”

Aku memeluk Xiumin oppa dan menangis bahagia di pelukannya karena kakak yang sangat aku rindukan berada di sampingku sekarang.

“Jangan dad… bagaimana dengan pekerjaanku?”

“Kau keluar dari girlbandmu itu! Semenjak kau menjadi artis, dad tidak suka dengan perilakumu yang semakin hari semakin liar.”

Baekhyun oppa tersenyum kearahku. Aku membalasnya meskipun sedikit kaku karena perasaanku masih terasa sakit ketika dia menyentakku beberapa minggu yang lalu. Hatiku memang sensitif. Meskipun Baekhyun oppa yang sudah menolongku.

“No, Dad!”

Hyora berlutut di hadapan dad. Tapi dad mengabaikannya dan mulai melangkah, bibirnya tersenyum. Aku mendapati sosok Dio oppa yang sedang tersenyum dan berjalan kearah dad. Punggungnya membungkuk. Dad memeluk Dio oppa. Segera aku menghapus air mataku.

Wow! Sehun. Dio oppa membawa Sehun kemari. Aku tersenyum senang dan berhambur memeluk Sehun, adikku yang paling aku sayangi ketimbang si nenek sihir.

“Sehun…”

“Nuna,” sahutnya. Matanya menyipit karena tersenyum lebar. Aku mencubit pipinya gemas.

“Ryuee. Dad belum mengenalkan Kyungsoo padamu. Kemari!”

Aku berhenti mencubit Sehun dan menghampiri dad perlahan. Dio oppa tersenyum malu.

“Okay, sepertinya aku harus pulang.”

“Terimakasih, Baekhyun,” ucap dad pada Baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum hambar dan meninggalkan rumahku dengan raut wajah yang sedikit murung. Maafkan aku dan terimakasih, Baekhyun oppa.

“Dan kau, Hyora! Dad memberimu hukuman selama tiga bulan sebagai office girl di cafe.”

“WHAT?!! Dad please! Lebih baik menjadi waitress!”

“Jangan melawan!”

“I hate you, Ryuee!”

Hyora menangis sejadi-jadinya dan berlari menuju kamarnya. BUG!! Terdengar bantingan keras pintu kamar Hyora. Tapi kami hanya tertawa. Sangat menyenangkan *evilaugh*.

Kini Sehun sedang berbincang dengan Xiumin oppa di taman belakang. Aku baru menyadari kalau para pelayan banyak yang menonton drama kecil ini. Haha. Termasuk Alena yang kini tengah melambaikan tangannya kearahku dan tersenyum.

Dad membawaku dan Dio duduk di ruang tengah yang cukup luas. Aku duduk bersebelahan dengan Dio oppa.

“Jadi kalian sudah saling mengenal?” tanya dad memulai pembicaraan dan meminum secangkir juice yang baru saja di berikan oleh salah satu pelayan.

“Ne..” jawabku dan Dio oppa hampir bersamaan.

“Kalau dad tidak memberikanku hukuman, mungkin aku tidak akan mengenal Dio oppa,” ucapku malu-malu.

“Meskipun buruk di awal,” tambah Dio oppa. Aku menyenggol lengannya pelan. Dio oppa tertawa kecil.

“Kalian terlihat berbeda,” kata dad dengan senyum penuh arti. Aku terdiam.

“Terlihat seperti itu? Sepertinya ahjusshi benar. Karena kami saling menyukai mungkin menjadi berbeda. Ahjusshi mengijinkanku untuk menjadi kekasih Ryuee, bukan?” Jawaban Dio oppa benar-benar membuat jantungku berdetak lebih cepat tidak karuan. Aku takut dad mengusirnya.

“Sebaiknya jangan, ahjusshi…”

Kita semua menoleh ke asal suara. Ternyata Suho oppa.

“Suho!” seru dad dan memeluk Suho oppa. Lalu Suho oppa duduk di samping adiknya.

“Mungkin Dio akan lebih perhatian pada mobilnya dibanding  memperhatikan Ryuee. Haha.”

Kami semua tertawa. Tapi aku tertawa sedikit garing karena aku masih belum bisa mengendalikan perasaanku sekarang. Apa aku benar-benar menyukai Dio oppa?

“Ahjusshi percaya pada Kyungsoo. Dia pasti akan menjaga Ryuee dengan baik. Itu juga akan mempererat hubungan keluarga ahjusshi dengan keluarga kalian, bukan?” Suho oppa dan Dio oppa tertawa.

“Dad…” gerutuku.

“Dad mempercayakanmu pada Kyungsoo, Ryuee. Jangan sampai membuat dad kecewa apalagi jika dad mendengar kata pisah dari kalian. Kyungsoo adalah namja yang pantas untukmu, putri dad yang paling dad sayangi.” Aku melirik Dio oppa yang tengah memandangku. Argh, wajahku pasti memerah.

“Ehm! New couple!” aku menatap tajam kearah Suho oppa. Semua tertawa.

**

Sudah lima hari aku menjalani hubungan dengan Dio oppa. Lay yang sudah kuberitahu hanya tertawa dan mengucapkan selamat. Hmm, banyak sekali perubahan yang terjadi di sekitarku sekarang..

Sehun tinggal bersamaku, di rumah ini. Aku benar-benar menyayanginya sebagai adik laki-lakiku. Dia juga merasa senang dan kami bisa terus bersama. Yeay! Aku sangat suka di panggil nuna. Apalagi oleh Sehun yang sangat lucu. Untungnya Alena dapat berbagi Sehun denganku. Haha.

Yang paling mengagetkan, Baekhyun oppa telah menjalin hubungan dengan Nicole. Yeah, aku hanya bisa mendukung Baekhyun oppa. Aku tidak bisa melarangnya. Meskipun aku tahu kalau Nicole sedikit stress terhadapku dulu. Tapi itu dulu. Semoga saja dengan mereka menjadi sepasang kekasih, hubunganku dengan Dio oppa juga tidak akan terganggu.

Hyora? HAHAHAHAHAHA.

Aku dan Dio oppa selalu sengaja datang ke cafe itu hanya untuk melihat kakakku tersayang sedang menyapu lantai, membersihkan meja, kaca dan sebagainya. Haha. Banyak artis yang tidak memandangnya lagi. Kasihan sekali bukan? Apalagi girlbandnya sudah bubar. Mereka menjadi yeoja biasa sekarang.

Hidup memang adil. Aku ingin hidup selamanya bersama orang-orang yang menyayangiku.

Dad, Xiumin oppa, Suho oppa, Lay, Sehun, Alena juga Dio oppa yang selalu setia di sampingku…

“Saranghae, Ryuee,” bisiknya di telinga kiriku. Aku menghadap kearahnya.

“Nado, Dio oppa…”

Dio oppa mendekatkan wajahnya kearah wajahku. Aku mulai menutup mataku dan…

“Nuna! Jaketnya pas sekali!” teriak Sehun yang tiba-tiba menghampiri kami di balkon rumah ini.

“Sehun…” ucapku dan Dio oppa hampir bersamaan.

“Mianhae!!!!” teriaknya dengan memasang ekspresi shock lalu berlari meninggalkan kami. Haha dia sangat lucu.

“Padahal sedikit lagi…” gumam Dio. Aku tertawa dan mengelus pipi lembutnya.

Dio oppa memelukku dari belakang dan menopangkan dagunya di pundak kananku.

“I love you, nona malang.”

“Aku tidak suka panggilan itu untukku.”

“Baiklah… I love you, waitress.”

Aku mencubit lengannya yang melingkar di perutku. Terdengar jelas tawa rendahnya tepat di telinga kananku. Juga nafasnya yang lembut, selalu membuatku nyaman dan tidak ingin berada jauh darinya.

“Saranghae, chagiya…”

 

 

>THE END<

 

22 thoughts on “EXO FF: POOR PRINCESS [ CHAP 3 – END ]

  1. k enapa cepat bget endx… alurx jadi ngebut bget… tpi gpp dah.,
    chingu electric kpn publis…?
    d.o ryuee chukkhae., kekeke.. sehunnie daebak menghancurkan moment hohoho

  2. aigoo, akhirnya setelah sekian lama menunggu *lebay*
    ceritanya bagus, tapi kayanya alurnya terlalu cepet *soktau*
    hehehe berharap ada sequelnyaa

  3. Annyeong thor~ saya baru pertama kali ngomen di blog ini xP..

    Baca dari part 1-end nyengir2 sendiri di kamar..wkwkwk…

    Uwaaaaa thorrr akhirnyaa happy ending :3 hyora jahat banget sih iuuuuhh -,-

    Thor2, lebih enak, kasih seq dong xD ㅋㅋㅋ

  4. Huaa suka banget ceritanyaaaaaa

    Lanjutin sampe nikah + punya anakkk

    Seru banget pasti…

    Ditunggu iyaa

    -maap baru pertama baca ff , jadi norak-

  5. Ceritanya seeerruuuu !!
    Hahah kasian si Hyora jadi office girl, alurnya sedikit kecepetan tapi feelnya kena banget ..
    Ditunggu cerita lain yang cetar membahana hehe

  6. Huuaaa,. . Keren asslii daebak thor,:*

    ffx kece abiis thor,

    terus buat ff yg keren2 lgi yah thor,
    hwaiting Thor ,! !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s