(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 9 ]

Untitled-2 copy

HELLO SMART PLAYBOY

WARNING!! NC-17

Cast:

  • SHINee
  • Choi Sarang (YOU)

Minor Cast:

  • G-Dragon (Big Bang)
  • Lee Hyukjae (SuJu)

Keterangan:

  • Lee Taemin at Juliette Japan era
  • Choi Minho at Juliette Japan era
  • Kim Keybum at Juliette era
  • Kim Keybom at RDD wears black tuxedo era
  • Lee Jinki at Shawol 1st Japan concert
  • Kim Jonghyun at Replay Japan era
  • G-Dragon at Heartbreaker era
  • Lee Hyukjae at Mr. Simple era

Disclaim: Tuhan yang menciptakan mereka, lima bintang besar yang bersinar, SHNee. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

Selamat membaca!

…………………………………………………………

Last chapter…

“Kau puas, hah? Mama Jinki telah membatalkan perjodohanku dengan Jinki itu semua gara-gara kau, Sarang! Kau menyogok Mama Jinki!! Aku tahu!!” balasnya berteriak. Membuatku malu saja sebagai putri dari Choi Minseok.

“Aku tidak serendah itu, Jiyoung. Tutup mulutmu!” bentakku sambil mendorong pundaknya pelan.

“KAU!!”

PLAK!!!

……………………………………………..

CHAPTER 9

(Author POV)

“Pergi kau, Jiyoung! Jangan mengganggu kenyamanan pengunjung cafeku!” teriak Sera cukup kasar pada Jiyoung setelah melihat Jiyoung menampar pipi Sarang.

“Siapa kau? Jangan ikut campur ke dalam masalahku dengannya!” timpal Jiyoung sambil menunjuk Sarang yang tengah menarik Sera untuk mundur beberapa langkah.

“Jiyoung, dengar! Aku tidak akan kembali pada Jinki apapun yang terjadi. Masalah Aunty yang lebih memilihku untuk menjadi menantunya seharusnya itu membuatmu lebih sadar kalau kau itu bukan sesuatu yang penting jika dibandingkan denganku. Ayo, Sera..”

Jiyoung terdiam di tempat setelah mendengar perkataan Sarang yang sangat menusuk itu.

*

“AKU TIDAK TERIMA KAU DITAMPARNYA, SARANG!” teriak Sera yang sepertinya sudah naik darah.

“Aku tidak apa-apa, Sera. Sudah, lupakan saja. Itu bukan hal yang sangat penting,” ujar Sarang sambil meminum es kolanya dengan santai.

“Apa? Kau..” perkataan Sera di potongnya.

“Aku membawa mobil sendiri, kau tahu? Kini kau harus mengakuinya kalau aku bukan penakut lagi.”

Sera hanya membuang napas dengan perlahan sambil melihat pipi kanan Sarang yang kemerahan. Tidak lucu, Sarang.

“Ah, apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Sarang.

“Baiklah.. Hmm, tentang Keybom oppa.”

DEG!

“Sera, aku mohon, kau kekasih Keybom oppa! Dan kau pasti tahu bagaimana sifatnya yang maniak! Bukannya kau suka dengan sifatnya yang seperti itu? Jadi kau harus menuruti semua yang diinginkannya! Aku! Aku yang menjadi korban!”

“Sarang..”

“Maafkan aku.. Tapi aku takut, Sera!”

“Aku belum siap.”

“Kau harus siap!” seru Sarang sambil menatap Sera dengan sungguh. “Besok aku ingin kau datang ke rumahku. Bantu aku menyiapkan persiapan untuk pesta musim panas. Tapi pagi hari. Kemungkinan orang tuaku datang di siang atau malam hari.”

“Aku akan datang..” ucap Sera tampak tidak yakin. Jantungnya berdetak cepat karena takut bertemu dengan Keybom dan namja itu menuntut sesuatu.

“Ya, Sera! Apa kau tahu? Mama Jinki memberiku gaun mewah!”

“Oya? Lalu?”

*

“Sarang?”

Sarang tidak menggubris panggilan Taemin yang datang dari arah dapur.

“Ya!” seru Taemin sambil menarik lengan Sarang dan menatap pipi kanan yeoja itu. “Pipimu kenapa?” tanya Taemin sambil memegang pipi Sarang sedikit ragu.

“Kau pasti tidak percaya..”

“Katakan!”

“Aku ditampar oleh Jiyoung! Dan ini lebih menegaskan kalau aku tidak akan kembali lagi pada Jinki meskipun Aunty memaksa aku dengan barang mewah agar aku kembali pada Jinki.” jawab Sarang. Kini air matanya mengalir dengan lancarnya. “Kalau seperti ini aku akan mati perlahan, Taemin..”

“Mwo? Seharusnya kau balas cakar dia dengan kuku tajammu, singa betina,” ucap Taemin dan seketika mendapat pukulan singkat di pundaknya. “Aku bercanda..”

“Sudah lepaskan!” pinta Sarang sambil menghentakkan tangan kanannya agar terlepas dari jeratan Taemin.

“Sarang, apa kau tahu kalau Minho oppa sudah tidak berhubungan lagi dengan Heera nuna?” tanya Taemin dan itu sangat membuat Sarang terkejut.

“KAU TIDAK BERCANDA?!” seketika air mata Sarang mengering dan terhenti.

“Tidak!”

“Apa penyebabnya?”

“Karena Heera nuna lebih mencintai SHINee dibanding Minho hyung!”

==’

*

(Keybum POV)

“AKU TIDAK SUKA KAU MENGATURKU SEPERTI INI!! MAKAN BELASAN MACAM OBAT, VITAMIN, MAKANAN TAWAR, TIDAK ENAK, MINUMAN BERSERAT DENGAN TAKARAN YANG DITENTUKAN, HARUS TIDUR DENGAN POSISI SEPERTI INI, SEPERTI ITU, BERJEMUR BERAPA PULUH MENIT, BERJALAN TIDAK JELAS KESANA KEMARI, LALU APA LAGI YANG KAU INGINKAN, HAH?! MENYURUHKU UNTUK MEMAKAN EKSTASI?!”

Wanita itu tetap berdiri di tempat, menatapku dengan lembut kemudian senyumnya mengembang. Dasar yeoja aneh. Bisa-bisanya dia mengatur hidupku.

“Sudah selesai, Tuan? Saatnya makan obat..”

APA?!! Jadi dia anggap apa teriakanku tadi?! ARGH!

“Kau benar-benar tidak sopan! Apa kau tahu kau itu bukan siapa-siapa! Kau itu hanya… ARGH!!!”

Tiba-tiba aku merasakan pusing yang sangat mengganggu di kepala kiriku. Aku remas rambutku dengan keras. Pusing sekali!

“Itu akibatnya kau terus berteriak-teriak tidak jelas. Lebih baik diam, ikuti semua perintahku jika kau ingin cepat sembuh. Ini obatnya..”

Aku menatapnya geram dan meraih mangkuk kecil yang berisikan obat itu. Dengan cepat aku minum satu-persatu. Dan memang jika setelah aku memakan obat, pusingku akan menghilang perlahan. Dan ketika aku berteriak kembali, pusing itu akan terasa lagi.

Aku mulai mengantuk. Dan… tertidur.

(Beberapa puluh menit kemudian..)

Aku sudah terbangun dari tidur singkatku. Rasa pusingnya hilang. Kini aku ditemani robot kesayanganku yang sangat setia. Sangat setia!

Aku perhatikan tingkahnya. Si suster keramas. Ah, ya, memang rambutnya selalu terlihat basah setiap pagi hari. Aku sedikit curiga kalau dia bukanlah seorang suster. Bukan! Bukannya aku menyangka dia sesosok hantu. Tapi mana mungkin dia secekatan itu dan mempunyai alat kesehatan sangat lengkap di dalam tas besarnya.

“Tuan, diminum vitaminnya,” pintanya sambil memberikan nampan kecil dengan obat di atasnya.

Kini aku menurut. Ternyata benar, marah-marah itu melelahkan dan membuatku bosan dan terlihat bodoh. Bagaimana aku bisa sembuh dan menyingkirkan virus-virus itu?

“Siapa kau?” tanyaku setelah menelan dua macam vitamin yang diberikannya.

“Aku? Kim Soona.”

Aku hanya mendengus singkat dan meneruskan kegiatan romantisku dengan robot yang sedari tadi memegang erat jemariku.

“Kau terlihat cocok dan tampak normal dengan robot itu.”

“Tentu saja. Aku sangat mencintainya melebihi siapapun,” jawabku sambil mengelus bibir bawah Lady. Ada satu debu yang menempel.

“Lady Jane.. Kau tidak pernah membuatku marah..” ujarku sedikit menyindirnya.

Aku bisa mendengar suster itu tertawa secara diam-diam dan menggeleng kecil lalu melanjutkan meracik obat di atas sofa.

“Malam ini kau bisa makan bersama saudaramu. Kau sudah sembuh. Ini obat terakhir dan sepertinya besok aku sudah kembali,” ucap Soona sambil membungkus obat bubuk itu.

“Kembali? Memang kau bekerja dimana?” tanyaku sambil menekan tombol off di jam tangan. Secara otomatis robot kesayanganku kembali pada tempat semula.

“Di rumah sakit Seoul Medical Center.”

“Menjadi perawat?”

“Kau pikir menjadi apa lagi,” jawab Soona sambil menyerahkan bungkusan obat itu padaku.

“Berapa umurmu?”

“Dua puluh satu.”

“Older..Hm, nuna..” ujarku diam-diam tersenyum. Dia seorang nuna. Aku lebih suka yeoja yang lebih tua dariku.

“Memangnya kenapa? Aku tahu aku terlihat lebih muda,” kata Soona yang kini sudah duduk di pinggiran tempat tidurku. Sementara aku masih terduduk di atas tempat tidur.

“Ya, aku sempat mengira kau seumuran denganku. Maafkan aku atas kejadian tadi dan sebelum-sebelumnya. Aku frustasi.” Aku merakit kembali robot kecilku yang sedari tadi tercecer di atas tempat tidurku.

“Aku sering mengatasi pasien yang lebih parah darimu. Kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu..”

“Aku tidak merasa bersalah. Hanya mengakui kesalahanku.”

“Haha! Itu sama saja..” ucap Soona sambil tertawa kecil. Secara tidak sadar aku ikut tertawa.

“Apa kau mempunyai cairan penetralisir? Punyaku habis.”

*

(Minho POV)

Aku tidak menyangka Heera semaniak itu pada Kpop. Dia lebih mementingkan menonton SHINee di studio Mubank daripada kencan denganku. Bukan hanya itu! Wallpaper handphone, skin BB, video-video dalam BB dan laptopnya. SEMUANYA SHINEE!

Dan setelah aku meminta untuk mengakhiri hubungan, dia baik-baik saja dan tetap tersenyum! Apa aku dianggap tidak penting olehnya? Aku putra dari Choi Minseok! Choi Minseok! Hah..

“Tidak berciuman lagi?” tanya Keybom yang menghampiriku di balkon atas ini.

“Kau ingin aku menciummu sekarang juga?” balasku.

“Aku tidak keberatan.” Sepertinya otak namja ini mulai tidak beres.

Aku hanya mendengus sambil mendorong bahunya pelan.

“Mana kekasihmu?” tanya Keybom. Aku menundukkan kepalaku sejenak dan mengangkatnya kembali. Melihat pemandangan labirin yang begitu keren.

“Aku single..”

Keybom tertawa dengan renyahnya. Aku menoleh kearahnya. Dia menggeleng padaku.

“Ada yang lucu?” tanyaku.

“Kau yang lebih dulu mendapatkan yeoja dan kini kau juga yang lebih dulu single.”

“Aku akan mencari lagi yang lebih banyak. Dan bagaimana kabarmu dengan Sera?”

“Buruk. Aku belum mendapatkan apa-apa darinya.” Keybom tertawa kecil sambil merapikan rambut.

“Itu tidak penting. Yang penting kalian saling mencintai.”

“Aku tidak akan bisa mencintai seseorang jika aku belum berciuman atau melakukan hal semacam itu.”

Aku membuang napas panjang. Teringat kejadian Keybom dan Sarang. Benar-benar tidak layak! Mereka adik dan kakak. Keybom memang benar-benar maniak.

“Aku melihatnya..” ujarku.

“Melihat apa?”

“Kau dengan Sarang malam itu.”

“Hahaha!” Dia kembali tertawa dengan keras. “Haaasshh.. Kau ingin tahu? Aku menginginkannya lagi..”

“What a freakin hell guy you are! She is our lilsist..”

“Elias.. kau harus merasakannya..”

“Aku menyayanginya dan tidak akan pernah melakukannya dengan adikku sendiri..”

Keybom tertawa kembali. “Hah, aku akan menyiapkan tuxedo untuk pesta besok lusa. Ikut?”

“Ide bagus..”

*

“Apa? Kiriman lagi?” tanya Sarang tidak yakin sambil bangkit dari kursinya. Taemin yang tengah berbaring di atas tempat tidur Sarang hanya mendongak.

Sarang meraih box berukuran sedang dan membukanya perlahan. Mahkota..

“Aunty.. Kau tidak perlu memberiku semua ini. Percuma..” ujarnya lalu menutup kembali box itu dan diserahkannya pada pelayan.

“Apa kembali pada Jinki hyung sangat sulit? Menurutku diteror Aunty girang lebih menakutkan daripada diteror Jiyoung,” ujar Taemin.

“Dia tidak segirang itu, Bambino. Dan apa kau tahu? Pipiku masih terasa perih!”

Taemin menuruni tempat tidur Sarang dan duduk di samping nunanya itu. “Aku ikut prihatin,” ujarnya.

Sialan, batin Sarang.

“Bambino, apa Jinki akan hadir di pesta itu?” tanya Sarang sambil menyandar nyaman di sofa.

“Tentu saja. Dia putra dari Presiden Korea. Mana mungkin tidak datang,” jawab Taemin sambil mengelus polos pipi kanan Sarang dengan telunjuknya. Sarang tidak melawan.

“Apa Jiyoung juga akan hadir di pesta itu?”

Taemin berpikir beberapa saat. “Aku tidak begitu yakin. Tapi ayahnya seorang pebisnis sukses kalau tidak salah. Berdoa saja..”

“Aku tidak akan ikut.” Sarang beranjak dan Taemin kembali menariknya untuk duduk.

“Apa kau mempunyai alasan cukup hebat? Dad tidak akan mudah percaya.”

“Haaah, kau benar.”

“Jangan takut. Aku akan selalu bersamamu di pesta itu, Sarang..”

Sarang menoleh pada Taemin. Taemin tersenyum manis dan memeluk Sarang dengan asal.

“Singa betina yang manja!” ucap Taemin sambil memencet ujung hidung Sarang dengan gemas.

“Lepaaaass!!”

“Tidak mau~”

“Aaaaa, Bambino!”

“Tidak bisaaa~”

**

Keesokan harinya..

“Cepat masuk!”

“Tidak, Sarang.”

“Ayooo!!”

“Aku takut!”

“Jangan membuatku kesal!”

Sudah hampir lima menit Sarang menarik lengan Sera untuk masuk ke dalam rumah dan menemaninya menyiapkan perlengkapan pesta. Karena dirinya tahu Sera sering pergi ke pesta dan berdandan sempurna.

Tidak lama Keybom datang hanya menggunakan kaus tanpa lengan berwarna hitam dan celana jeans ukuran tanggung sambil mengemut lollipop.

Sera terdiam. Dan Sarang ikut terdiam. Mereka berdua menatap Keybom seakan semuanya baik-baik saja.

“Honey..” panggil Keybom sambil tersenyum manis dan menghampiri Sera. Permen lollipopnya dia masukkan ke dalam mulut Sera yang sedikit terbuka itu. Langsung saja Keybom menarik lengan Sera dari genggaman Sarang.

“Oppa! Sera.. Aku butuh Sera untuk membantuku menyiapkan pesta,” ucap Sarang dengan tempo yang melambat.

“Jangan ganggu kami. Ayo, hon!” ajak Keybom yang langsung saja menarik Sera ke lantai dua dan memasuki kamarnya.

Sarang hanya terdiam. “Lihat Keybom oppa. Apa dia tidak merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan padaku malam itu. Huh! Tuhan, aku hanya memohon selamatkanlah Sera..”

“Hap!”

Sarang memutar kepalanya dan mendapati Minho yang kini memeluknya. Sarang hanya tertawa ketika Minho mengelitiknya pelan.

“Hyung! Jangan peluk Sarang seperti itu!” Taemin yang datang dari arah yang sama dengan Keybom, mengerutkan keningnya.

“Kenapa?” tanya Minho yang belum juga melepas pelukannya. “Katakan saja kalau kau cemburu, Taeminnie!” ujar Minho sambil tertawa kecil.

“Bukan. Sarang akan ketagihan dan selalu menginginkan lebih,” celetuk Taemin. Sarang memelototinya.

Terdengar ketukan langkah dari lantai dua. Ketiga orang itu mendongak dan mendapati Keybum dan Soona tengah menuruni tangga.

“Sus, kau akan pulang?” tanya Sarang yang kini sudah berdiri di samping Minho dan Taemin.

“Kau benar, dear. Kakakmu membaik sangat cepat,” jawab Soona sambil membawa koper dan peralatan kesehatannya.

“Ayo, aku akan mengantarmu sampai depan,” ajak Keybum yang memakai jaket biru muda cukup tebal.

“Hah? Aku dengar dari Bom hyung kalau kau tidak menyukai Soona nuna,” ucap Taemin tanpa memikirkan perkataannya lebih dulu. Soona hanya tertawa kecil.

“Kau mempercayai si bakteri berjalan itu?” tanya Keybum lalu menarik Soona untuk cepat menuju depan rumah karena satu supir sudah siap mengantar Soona.

Setelah mereka berdua berada di depan rumah, Sarang memukul lengan Taemin cukup keras. Minho tertawa tertahan.

“Kau! Kalau bicara dipikir dulu, Bambino!”

“Tapi aku tidak berbohong, Sarang! Bom hyung sendiri yang berbicara seperti itu padaku!” ujar Taemin membela diri.

“Sudah, sudah! Taem, kau sedang fitness?” tanya Minho.

“Ya, aku sedang fitness bersama Bom hyung. Tapi dia menghilang. Apa kau melihatnya?”

“Sudahlah, bersamaku saja. Sekaligus aku butuh bantuanmu. Bye, Sarang!”

Kini Sarang sendiri. Lagi. Tidak ada yang membantunya dan menemaninya.

*

“Duduk disini..”

Sera menuruti perintah Keybom dan duduk di atas tempat tidur.

“Asal kau tahu saja, aku juga tidak ingin kau hamil. Aku masih muda, fresh dan masa depanku pasti cerah. Mana mungkin aku akan melakukan sesuatu sampai sejauh itu!” jelas Keybom sambil menggenggam jemari Sera. “Tapi jika memang aku ingin melakukannya, aku akan memakai pelindung. Jadi kau aman.”

“ANDWAE!” teriak Sera sambil menarik tangan yang digenggam Keybom.

“Aku juga belum pernah melakukannya, Sera. Aku tahu itu perbuatan dosa dan zinah! Tuhan membencinya,” ucap Keybom layak ustadz kecek-kecek.

“Berciuman juga dosa!” timpal Sera.

“Tapi itu sedikit. Jadi setelahnya kita tobat. Berciuman, tobat, berciuman, tobat dan seterusnya. Hehe.” Keybom nyengir kuda dan mengaitkan lengan kanannya di leher Sera. “Hon..”  ucap Keybom berbisik bernada manja dan mulai menghembuskan napas panasnya di leher Sera.

“Oppa..”

CUP!!

Jarak wajah mereka sangat dekat. Sera terkejut dengan perlakuan Keybom yang sangat tiba-tiba itu.

Keybom tersenyum penuh arti dan mulai menjilat bibir bawah Sera secara perlahan dan itu membuat Sera sedikit menikmatinya dengan menutup mata.

Tangan kanan Keybom menekan dagu Sera agar terbuka dan memudahkan jalan masuk lidah kecilnya untuk masuk ke dalam mulut Sera.

Sementara tangan kirinya yang terasa panas hanya meremas lengan Sera. Karena jika tidak begitu, Keybom takut tangannya itu melakukan sesuatu yang lebih parah. Ini masih permulaan.

“Buka mulutmu, hon..” ucap Key ditengah kegiatannya. Sera yang mendengar perintah itu menuruti Keybom dan mulai membalas semua perlakuan yang di berikan Keybom padanya.

“Hasshh..” desah Keybom yang sedang menciumi dan meninggalkan kissmark di leher jenjang Sera. Rambut Sera yang diikat atas membuat Keybom lebih mudah melakukan aksi itu.

Sera mulai berkeringat. Keybom mengetahuinya. Dengan perlahan Keybom membuka outfit Sera dengan tidak melepas ciuman lambat itu.

“Kita percepat..” ucap Keybom nyaris tidak terdengar.

Keybom menghisap bibir atas Sera dan bergantian menuju bibir bawah disertai geraman rendah dan desahan yang keluar. Lidahnya dengan lincah melumat habis mulut Sera. Sesekali lidah Sera dihisapnya dan membuat Sera mendesah hebat.

“Hmmmcchh, slrpp.. AHH, FUCK, yeah!! Hmmhh, sspppch aah..” Keybom mendesah tidak karuan mendapat balasan yang sangat menakjubkan dari Sera. Melebihi Sarang! Sera cepat menguasai bagaimana cara berciuman yang benar.

Keybom menciumi rahang bawah Sera dan turun menuju leher dan menggigit leher Sarang kecil sementara mereka berdua mengambil napas.

“Ahh, aw..” gumam Sera. Kedua tangannya hanya dapat meremas rambut Keybom. Sesekali mencengkram lengan telanjang Keybom dengan kuat.

Dengan perlahan Keybom menidurkan Sera. Aksinya dimulai kembali. Bibir kecilnya menciumi leher bawah Sera dan mendekati ke dada. Sementara kedua tangannya menyusup masuk ke dalam tanktop Sera dan meremas-remas kecil pinggang Sera yang melekuk indah itu.

Kakinya terbuka dengan tubuh Sera yang berada di bawahnya. Sera yang mendapat ciuman panas di dada atasnya hanya dapat memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya.

Lalu Keybom memutar badan Sera sampai yeoja itu menelungkup di atas kasur. Keybom memeluk dengan erat kekasihnya itu sambil mendesah dan menggigit telinga kanan Sera. Kedua tangannya dengan nakal bermain di dada Sera. Tapi yeoja itu menikmatinya dengan desahan dan gumaman kecil tidak jelas. Itu semua membuat Keybom semakin bereaksi saja.

Keybom menghentikan kegiatannya dan beralih memandangi mata Sera yang kini menatapnya sayu. Bibirnya tersenyum dan memamerkan gigi putih rapinya lalu disusul tawa kecil. Jantung Sera berdetak cepat seketika.

Keybom mengecup lambat bibir Sera secara romantis dan penuh penghayatan.

“Aku mencintaimu, Sera..”

Untuk pertama kalinya, Sera mendengar kata-kata itu dari mulut Keybom.

*

(Jinki POV)

Di kaca besar itu terdapat pantulan diriku. Aku terlihat tampan memakai tuxedo hitam ini. Dengan model rambut yang kuubah menjadi sedikit pendek dan kecoklatan.

Mama sudah memastikan bahwa Sarang akan datang ke pesta musim panas itu besok malam. Dan Papa juga akan mengumumkan diriku pada publik. Hah, mengapa baru sekarang?

Satu lagi yang membuatku sangat bahagia. Papa juga akan mengumumkan kalau aku, seorang Lee Jinki akan bertunangan dengan putri dari Choi Minseok, Choi Sarang dari perusahaan besar mobil Toyoto. Dan bukan Han Jiyoung.

Tapi, apakah Sarang akan bahagia melihatku? Selama ini aku mengirimnya pesan tapi tidak ada respon sedikit pun darinya. Apa Jiyoung masih mengganggunya?

‘Nareul mukgo gadundamyeon sarangdo mukinche!’

Jinki mengangkat telepon genggamnya tanpa melihat siapa yang memanggil.

“Yoboseyo..” ucap Jinki sambil membuka kancing tuxedonya dengan tangan yang lain.

“Lihat ke belakang!” pinta si penelepon. Jinki berbalik. Dengusan kesal keluar setelah melihat siapa sosok yang tengah mendekat itu.

“Aku tahu kau pasti membeli tuxedo di butik ini. Kita memang satu selera dari dulu, Jinki,” ujar Jiyoung sambil membantu mengancingkan tuxedo Jinki.

“Aku sedang membukanya. Dan kau mengancingkannya lagi? Kau ingin membuatku bosan harus membukanya dua kali?” tanya Jinki ketus.

“Ah? Maaf.. Aku kira kau baru saja mencobanya..”

Jinki menepis tangan Jiyoung. “Biar aku saja yang membukanya.”

Jiyoung menghembuskan napasnya perlahan. Tapi senyumnya mengembang kembali. “Apa kau datang bersama Papa?” tanya Jiyoung.

“Papa? Papa mana yang kau maksud?” Jinki balik bertanya sambil memberikan tuxedo putih itu pada pelayan.

“Papa.. Papamu..” jawab Jiyoung sedikit ragu.

“Lancang sekali.”

“Jinki.. Kau kenapa? Kau membenciku?” tanya Jiyoung. Air matanya sudah tergenang. Sebelumnya Jinki tidak pernah bersikap seperti itu padanya

“Kenapa? Kau baru menyadarinya? Kemana saja kau?” Jinki berjalan cepat meninggalkan Jiyoung menuju kassa. Tapi Jiyoung yang belum mendapat kesimpulan yang jelas tetap mengikuti Jinki.

“Memangnya apa salahku? Sarang. Pasti dia penyebabnya, kan? Dia selalu mengadu padamu tentangku, kan? Katakan padaku, Jinki!” paksa Jiyoung sambil menarik lengan Jinki. Tapi Jinki hanya tersenyum pada pelayan toko itu dan keluar menuju mobilnya setelah membayar tuxedo yang dia pilih. “Jinki!” teriak Jiyoung sekali lagi. Jinki menggeram kesal dan berbalik pada Jiyoung sambil mengerutkan keningnya dalam.

“Sarang tidak pernah membicarakanmu sepatah kata pun! Lepaskan aku!” Jinki menghentakkan lengan kanannya dan cepat masuk ke dalam mobil.

Dari luar Jiyoung mengetuk-ngetuk kaca pintu Jinki dengan air mata yang terus saja mengalir deras. Dan seperti di sinetron-sinetron Indonesia, Jiyoung terus berlari ketika mobil Jinki melaju. Sampai sudah tidak terkejar lagi, Jiyoung terduduk di atas aspal sambil menangis. Tiba-tiba hujan turun dengan deras.

Seharusnya dalam keadaan Jiyoung yang sangat terpuruk seperti ini ada seorang namja lain yang datang dan memberinya payung. Ternyata memang benar.

“Maaf, neng. Jangan duduk di jalanan. Ada mobil yang mau parkir. TRUUUSS, TRUUUSS! PRIIIIITT!”

==’

*

(Sarang POV)

“Kau sudah cantik, princess..” ucap Minho oppa yang sepertinya memerhatikanku yang tidak pernah berhenti merapikan baju dress ini.

“Haha! Kau aneh dengan warna pink itu, singa betina! Minho hyung berbohong!” celoteh Taemin. Anak itu minta dihajar! Huh, Minho oppa juga ikut tertawa.

Menyambut Dad, Bunda dan Mom yang lain memang selalu mewah seperti ini. Karena kami jarang sekali bertemu. Dad yang meminta. Agar semua anak Dad hidup rukun dan mandiri. Itu semua sudah terbukti.

Pintu utama mulai terbuka. Terlihatlah mobil limosin putih. Bibirku tersenyum ketika Dad sudah terlihat jelas dan disusul dengan Moms.

Ingin secepatnya aku memeluk mereka! Mom Isabelle, Mom Kireina, Bunda dan Mom Jireon. Tapi tidak bisa. Para anak hanya bisa berjajar sesuai tanggal kelahiran dan mereka akan memeluk kami bergantian secara berurut.

“Bunda!” teriakku pada Bunda ketika dirinya menuruni mobil limosin dan bergandengan dengan Mom Isabelle. Bunda hanya tersenyum dan melambaikan tangannya padaku. Tuhan, aku senang sekali!

Dad telah memeluk GD oppa, Keybom oppa, Keybum oppa dan Minho oppa sambil berbicara sedikit pada mereka. Kini giliranku.

“Saraaang!” seru Dad sambil memelukku dengan erat. Sangat erat. Ya, aku sangat merindukan Dad. Sudah tiga bulan aku tidak bertemu dengannya. Juga Bunda. Apalagi Mom yang lain.

“Dad! Kau jahat! Tidak setiap bulan menemuiku!” seruku dengan manja. Tentu saja. Aku yeoja satu-satunya disini. Lihat wajah si bambino! Dia cemburu, eh? Aahahhahhaaa~

“Maafkan Dad, sayang. Sebagai permintaan maaf, Dad sudah menyiapkan hadiah spesial untukmu,” jawab Dad sambil tersenyum dan mengacak rambutku pelan.

Aku merindukan wajah ini. Wajah yang sangat tampan dan berwibawa. Hmm, dia terlihat mirip sekali dengan Minho oppa. Tentu saja. Dad adalah campuran dari Libanon dan Jepang. Jepang! Yeah.. Asal Minho oppa dari sana. Dan Toyoto adalah nama keluarga besar.

“Dear..” sapa Mom Isabelle dan berhambur memelukku. Aku berseru dan balas memeluknya. Mom Isabelle sangatlah modis dan terlihat seperti Barbie. Aku selalu didandaninya jika dia sedang tidak ada inspirasi untuk mendesain baju.

“Sarang..” Kini Mom Kireina yang memelukku. Mom Kirei sama seperti namanya. Cantik. Ya, dia sangat cantik. Hobinya bermain musik dan melukis. Banyak sekali hasil karyanya adalah gambarku. Aku senang jika berada di dekatnya. Orangnya lemah lembut.

“BUNDAAAAA!” teriakku sambil menangis. Aku sangat-sangat-sangat merindukan Bunda. Menurutku secantik-cantiknya para Moms lebih cantik bundaku! Dia sangat sempurna.

“My little girl..”

Aku menangis bahagia. Dan tidak lama aku memeluk Mom Jireon. Mom yang pintar memasak. Aku memanggilnya umma sesekali.

Lalu kami semua duduk di meja makan. Momen yang sangat aku rindukan. Samping kananku bambino dan samping kiriku Minho oppa. Selalu seperti ini. Hanya saja kali ini ditambah GD oppa, Keybom oppa dan Keybum oppa.

Wangi masakan yang sangat menusuk tercium sangat jelas dari arah dapur. Aku kelaparan. Para Moms memang hebaaat! Ya, mereka yang memasak.

“Semuanya, matikan ponsel. Jangan ada yang menerima telepon saat kita makan malam..” ucap Dad. Aku merogoh ponselku di saku kecil dress ini. OFF!

Baiklah. Kini namaku berubah menjadi Cherry. Begitu juga dengan yang lain. Aiden untuk Keybum oppa, Neiden untuk Keybom oppa, Elias untuk Minho oppa, Nikky untuk Taemin dan Dragon untuk GD oppa. Tapi Dad sudah terbiasa dengan ‘Sarang’ dan ‘Taemin’. Jadi tidak masalah.

Begitupun dengan bahasa yang digunakan. Full bahasa inggris. Karena Dad tidak biasa berbahasa Korea. Juga dengan para Moms yang berasal dari luar Korea.

“Bagaimana dengan karirmu, Dragon?” tanya Dad pada GD oppa. Okay, tanya jawab dimulai. Kebiasaan Dad jika keluarga sudah berkumpul seperti ini.

“Aku sedang naik daun, dad. Menjadi artis di YG entertainment juga sebagai aransemen lagu. Tetap di jalur musikku..” jawab GD oppa sambil tersenyum.

“Neiden?” Kini beralih pada Keybom oppa yang duduk tidak jauh dari Dad.

“Sekarang bukan hanya microsoft yang mengontrakku. Kini intel inside juga produk Apple. Minggu ini aku sedang menyusun proyek besar dan siap mencetak dollar banyak. Dad tidak perlu khawatir,” jawab Keybom oppa dengan senyuman yang itu! Yang tidak aku suka jika sedang menggodaku.

“Great. Aiden?”

“Aku tengah merancang robot pendeteksi virus. Berapa puluh rumah sakit di Jepang memesannya padaku. Dan kini aku sedang dalam penelitian membuat robot yang lebih sempurna dari Lady Jane.”

Dad terkekeh. “Kekasihmu itu? Haha. Elias?”

“Perusahaan besar di Kanada tertarik dengan sketsa kota dalam air yang kubuat. Dan kini aku sedang merancangnya. Aku akan berusaha dengan giat, Dad.”

Dad mengangguk dan tersenyum bangga pada keempat anaknya yang sedang beranjak dewasa. Aku harus menjawab apa kali ini? Gawat. Aku hanya memenangkan lomba pengetahuan umum dan artikel. Hanya itu! Tidak menghasilkan uang sama sekali. Hanya piala dan piagam emas saja. HANYA ITU!!

“Putriku, Cherry? Apa yang sudah kau raih selama Dad tidak bersamamu?”

“Menjadi juara satu di perlombaan artikel tingkat nasional dan juara satu perlombaan pengetahuan umum tingkat nasional. Hanya itu, Dad. Maafkan aku..” ucapku sambil menundukkan kepala. Kini aku benar-benar malu! Sangat payaaaah! Apalagi kini semua mata terarah padaku.

“Dan juara dua public speaking! Dia dikalahkan oleh namja yang bernama Lee Jinki! Sarang selalu kalah jika di tandingkan dengan namja itu, Dad. Payah sekali, bukan?”

TAEMIN!!!! AARRGGHHH!! MEMALUKAAAANN!! AWAS KAAAU!!

“Ah, Lee Jinki.. Dad tahu siapa dia.”

DEG! Kini semua mata yang tertuju pada Dad.

“Ya, dia, Dad! Putra dari Presiden itu, kan? Apa Dad tahu? Sarang pernah berhubungan dengan Jinki hyung. Sebenarnya hubungan mereka belum berakhir. Sarang menggantungkan hubungannya. Dia terlalu labil,” tambah Taemin sambil mengangguk dan membinarkan matanya kearah Dad. Tidak lucu, bambino! Cerewet! XP

“Bambino!” Aku menendang betisnya sebisa mungkin. Dia hanya tersenyum puas kearahku. Ih!

Semua tertawa. Lihat! Bambino sudah sukses mempermalukanku di depan semua oppa yang tampan ini.

“Daripada dia, Dad! Ternyata selama ini dia adalah seorang pawang ular dan buaya!” ujarku sambil mendorong bahu Taemin. Semua tertawa.

“Mereka peliharaanku, Sarang! Dasar kau, singa betina!” balas Taemin.

“Mana mungkin binatang peliharaan sebuas itu kau simpan di dalam kamar. Seharusnya kau beruntung ketika kau bangun tidur, semua anggota tubuhmu dalam keadaan utuh!”

“Itu karena Dadang dan Asep menyayangiku! Aku lebih yakin kau yang tega memakan anggota tubuhku, Sarang!” ucap Taemin.

Aku mendengus kasar. “Jika aku benar seorang singa seperti yang kau kira, aku tidak akan memakanmu! Kau kurus kerontang seperti itu! Perutku tidak akan kenyang dalam sekali lahap!”

“Singa betinaaaaa!”

“Bambino si pawang ular dan buaya!”

“Sarang si singa betina loser!”

“Bambimmmpphh..”

Minho oppa membekap mulutku dan berbisik, “sudah Sarang, Bambino hanya anak kecil. Tidak pantas kau yang seorang putri cantik beradu mulut dengannya..”

Dengan seketika aku terdiam setelah mendengar perkataan Minho oppa. Itu memang benar! Aku melirik kearah Dad. Dad tengah tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

“Kalian belum berubah..” ujar Dad. Aku bisa merasakan hembusan napas Taemin di telingaku. Masih ingin mengajak ribut?

“Tidak biasanya mereka seperti ini, Dad,” kata Keybum oppa. Dia sudah membaik.

“Nikky, bagaimana denganmu? Apa yang kau dapat?” tanya Dad yang sudah mulai serius meskipun segurat senyum masih terpampang jelas di bibirnya.

“Tentu saja banyak menjuarai berbagai lomba dan selalu nomor satu. Selain itu aku juga menghasilkan uang. Tidak seperti Sarang,” jelasnya dengan lirikan tajam di akhir. Apa-apaan anak ini?! ARGH!!

“Ya, juara memakan kerupuk, memasukkan benang ke dalam jarum, memecahkan kantung air, menggigit sendok dengan kelereng di atasnya. Dasar, Bambino!” ucapku dengan volume standar dan sedikit tertahan. Semua tertawa. Terutama tawa Keybom oppa yang terdengar sangat keras dan membahana. Rasakan bambino!

Aku bisa merasakan Minho oppa menyengol lenganku pelan. Aku berputar kearah Minho oppa. “Oppa! Diam saja. Jangan mengganggu. Aku sedang dalam keadaan upset..” pintaku pada Minho oppa. Dia hanya membuang napas panjang.

“Tidak akan ada yang mempercayaimu, loser.” Taemin berdeham kecil dan mengeluarkan secarik kertas panjang. Huh! “Juara satu debat bahasa inggris tingkat asia, scrabble tingkat nasional, sekaligus dengan telling story dan speech contest, juara umum 2nd grade tingkat nasional, murid berpotensi tertinggi, murid berprestasi tingkat asia, murid terdisiplin tingkat nasional, freestyle skateboard di Ausi, sebagai kapten basket sekolah dan memenangkan juara satu se Asia, sebagai…”

“Cukup, Taemin..” perintah Dad.

“Sekian dan terimakasih..” ucap Taemin yang lebih menekankan ucapan itu padaku tepat di telinga kanan. AKU DENGER, WOY! #ganyante

“Dimana kau mendapatkan uang?” tanya Dad. Eat that, Taemin!

“Aku menjual semua koleksi binatang-binatang langka yang telah kudapat pada Museum di Paris melewati internet. Juga organ-organ hewan berbadan medium yang sangat terawat pada rumah sakit yang membutuhkan cepat dan aku jual mahal,” jelas Taemin sambil mendelik tajam kearahku.

“Bagus.. Mulailah dari yang terkecil. Dad yakin kau juga akan menjadi namja yang sukses, Nikky..”

“Tentu saja,” balas Taemin dengan dehaman kecil di akhir. Aku tahu kau menyindirku yang tidak bisa apa-apa.

“Baiklah. Hm, selama Dragon, Neiden, Aiden dan Elias tinggal disini, banyak yang memberi kabar pada Dad tentang para yeoja dan beberapa namja yang mempunyai hubungan khusus dengan kalian.” Dad membenarkan posisi duduknya. “Dragon bersih dari gosip. Neiden, kau mempunyai satu. Ini peningkatan. Kau tidak mempunyai kekasih lebih dari tujuh seperti di Amerika, bukan?” tanya Dad sambil menaikkan sebelah alisnya.

Keybom oppa tertawa kecil. “Aku sudah berubah, Dad..” ujar Keybom sambil memajukan sedikit badannya dan menatapku dengan jahil sambil tertawa. Apalagi maksud saudara lelakiku yang satu itu? Huh!

“Aiden.. Ah, Dad mendengar kau sakit. Dan ketika Sarang meminta salah satu servant untuk memanggil satu perawat, servant itu menghubungi Dad dan Dad menyuruhnya untuk memanggilkan Soona. Dokter spesialis lulusan termuda di Jerman. Kau mengenalnya kan, Aiden?” tanya Dad.

Aku yakin bukan hanya aku saja yang terkejut. Tapi semua! Kecuali GD oppa aku yakin itu.

“Jadi.. Soona.. dia seorang dokter?” tanya Keybum oppa perlahan pada Dad. Hm, aku tahu. Keybum oppa pasti menyukai yeoja yang bersih dan bebas dari virus. Apalagi Soona onnie seorang dokter. Wow!

“Dad setuju jika kau bersamanya, Aiden. Bukankah kau adalah seseorang yang menyukai kebersihan dan sesuatu yang steril?”

“Ya, antiseptik berjalan,” celoteh Keybom oppa. Aku tertawa. Begitu juga dengan Taemin, Minho oppa dan GD oppa. Ahaha! Antiseptik berjalan? Julukan apa itu? Lawak XD

“Hm, Minho. Kau baru saja single? Karena seorang gadis yang terlalu mencintai idolanya?” tanya Dad lagi. Kini pada Minho oppa. Waw, aku harus berhati-hati. Ternyata secara tidak langsung Dad memperhatikan kegiatan anak-anaknya melewati mata-mata.

“Ya, Dad..” jawab Minho oppa sambil menundukkan kepalanya. Aku menoleh kearahnya sambil tersenyum. Minho oppa yang menatapku langsung saja mengacak rambutku pelan dan mengelusnya.

“Jangan cepat mengambil keputusan. Dad tahu kau sangat menyayanginya. Buatlah dia lebih menyayangimu dari pada idolanya..”

“Tapi Dad, aku..”

“Terus mencoba dan jangan menyerah.” Dad mengambil napas panjang. “Dan kau, Cherry. Kau mendapatkan namja yang sempurna dan dia adalah putra dari Presiden Korea. Itu hebat!” puji Dad padaku. Aku tersenyum lepas.

“Jika aku tidak memaksanya itu semua tidak akan terjadi. Di awal Sarang sangat membenci Jinki hyung, Dad!”

Terimakasih kuucapkan pada Taemin yang sudah memperjalas masalah itu.

“Ya, Taemin.. habiskan saja dulu susu murnimu.”

Aku terkekeh hebaaat! Rasakan kau bambino!

“Bagaimana perasaanmu pada Jinki?”

“Uh, aku.. aku akan mengakhiri hubungan kami, Dad.”

“Katakan alasanmu..”

Oke, jantungku mulai berdetak sangat cepat. “Sebelumnya hubungan kami baik-baik saja. Tapi setelah datangnya orang ketiga, hubungan kami tidak sebaik dulu. Dan wanita itu selalu mencoba untuk menyakitiku, Dad. Aku takut..” jelasku.

“My dear, ketika Dad mendapat kabar bahwa hubungan kau dengan Jinki sudah tidak sebaik dulu, Dad sangat khawatir padamu. Dad lebih setuju kau bersamanya..”

DEG!

Minho oppa menggenggam tangan kiriku di bawah meja. Sedangkan aku hanya menggigit bibir bawahku cemas.

“Sebenarnya dari hari kemarin Dad sudah sampai di Korea dan mendatangi rumah Presiden Lee lebih dulu. Mereka menginginkan dirimu untuk menjadi menantunya. Demi masa depan kepemimpinan di Korea juga berdampak besar. Jadi Dad menyetujui kau akan dijodohkan dengan Jinki. Saat itu juga Presiden akan memutuskan untuk mengumumkan pada rakyat bahwa putranya yang masih disembunyikan statusnya itu sudah mempunyai calon dan dapat dipercaya menjadi Presiden Korea di masa depan,” jelas Dad panjang lebar. Aku hanya bisa menarik napas dengan berat.

Jujur saja. Kali ini aku lebih nyaman sendiri. Ditemani bunga mawar putih yang tiap harinya dikirim Jonghyun oppa.

“Mulanya Dad dan keluarga Presiden Lee akan memberimu pesta kejutan ketika Nyonya Lee memintamu untuk datang ke rumah Jinki. Tapi kau tidak datang..” lanjut Dad.

Huh, pantas saja waktu itu Aunty menyuruhku untuk datang ke rumahnya. Bagaimana jika nanti aku bertemu dengan Jinki?

“Kau harus tampil cantik di pesta itu. Karena kau akan menjadi sorotan penting. Kau sudah menerima bingkisan gaun mewah dari Nyonya Lee?”

Aku mengangguk.

“Bagus..”

“SARAAAANG~,”panggil seseorang dari arah dapur. Mom Jireon. Dia pasti mengajakku untuk membuat waffel. Mungkin itu akan sedikit membuang pikiran buruk yang terus menghantui pikiranku?

“Maaf, Dad. Sepertinya ada yang harus aku kerjakan sebagai wanita..”

Aku bangkit dari kursiku. Aku bisa melihat Minho oppa dan Taemin menatapku khawatir. Hei, aku baik-baik saja. Hanya sedikit kebingungan. Apa yang harus aku lakukan?

“Dan kau, Nikky. Mengapa kau belum juga berubah?”

“Aku adalah Dad masa depan..”

Kulangkahkan kakiku menuju dapur dan memulai proses membuat waffle coklat. Benar saja. Ternyata Mom Jireon tidak bosan mengajakku membuat waffle bersama.

*

Akhirnya makan malam yang menghabiskan waktu 4 jam itu selesai. Huh, padahal hanya makan malam. Tapi tidak masalah. Karena aku jarang berkumpul dengan keluarga lengkap seperti ini. Ditambah oppadeul.

Memang sangat menyenangkan. Tapi aku tidak suka jika Dad atau Mom Jireon membahas pertunanganku dengan putra Presiden Korea itu. Lee Jinki. Yang masih berstatus sebagai kekasihku. Ya, kekasih gantungku.

Bunda yang menjadi satu-satunya harapanku tidak bisa berbuat apa-apa. Jika Dad sudah memutuskan sesuatu, semua tidak bisa diganggu gugat.

Dan si Bambino! Aku benar-benar kesal padanya hari ini! Mengapa anak kecil itu sangat menyebalkan? Mempermalukanku..

Drrt..

From: Jinki

Sarang ^^ jalja~

Jinki. Mengapa kau tidak pernah bosan mengirimku pesan? Padahal aku tidak pernah lagi membalas pesanmu dan mengabaikannya begitu saja.

“Sarang!” seru Taemin yang sudah menutup pintu kamarku dengan rapat. Anak itu benar-benar watados. Wajah tanpa dosa!

“Telingaku sedang malas berinteraksi dengan suaramu, Bambino,” ucapku sambil menutup seluruh badanku dengan selimut.

“Lupakan kejadian tadi. Aku hanya ingin memastikan kalau kau sedang dalam keadaan bahagia setengah mati, bukan?”

Taemiiiin, apa yang sedang kau bicarakan. Aku sudah mengantuk.

“Maksudmu?”

“Kau sudah bertemu jodohmu. Jinki hyung. Kau senang, kan, Dad telah menjodohkanmu dengan putra Presiden? Namja yang kau suka?” tanya Taemin sambil menahan selimutku agar tidak dapat kutarik kembali.

“Not really..” jawab sekenanya sambil menutup mataku.

“Buka matamu Saraaaang~.”

Kurasakan Taemin membuka kelopak mataku secara paksa. ARGH! PENGGANGGU!!

“Keluar, Taemiiiin!”

“Jawab dulu pertanyaanku. Bagaimana perasaanmu sekarang?” tanya Taemin. Aku membuka mataku dan menatapnya lurus.

“Aku tidak ingin dijodohkan.”

“Meskipun Jinki masih berstatus sebagai kekasihmu?”

“Meskipun Jinki masih berstatus sebagai kekasihku.” Aku sedikit meniru pertanyaannya.

“Apakah Jiyoung tetap menjabat sebagai pengganggu?” tanya Taemin. Mengapa anak ini ingin tahu urusanku saja.

“Kau yang pengganggu!”

“Sebelumnya aku meminta maaf karena sudah mengatakan ini ribuan kali. Kita sedarah, kau tahu. Itu haram, Sarang! Kau tidak bisa mencintaiku sebagai kekasih,” jawab Taemin lempeng. Aku mendengus kasar dan memukul lengannya.

“Kau pengganggu waktu tidurku!” bantahku sambil menarik paksa selimut sampai leherku.

“Aku kira. Padahal aku sudah senang mengetahuinya. Yasudah, aku tidur..” Taemin beranjak dan berjalan menuju pintu kamarku dan menghilang.

“Bambino pengganggu..”

Setelah sekian lama aku berhasil menahan diri untuk tidak bertemu dengan Jinki, ternyata aku berhasil tidak terlalu bergantung dan merindukannya. Aku bisa merelakannya untuk Jiyoung.

Tapi sepertinya usahaku sia-sia. Jinki tetap mengejarku dan Jiyoung tetap menerorku. Hidupku benar-benar tidak tenang. Apalagi ditambah Aunty yang terlalu terobsesi menjodohkanku dengan Jinki sampai-sampai mengundang Dad datang ke rumahnya. Ini parah.

Jadi intinya aku sudah bisa melupakan Jinki. Yang menjadi masalah hanya pertunangan itu. Bagaimana caranya agar semua itu batal? Aku tidak bisa menyangkal keputusan Dad. Dad terlalu berkuasa.

Lebih baik aku cepat tidur dan lihat saja besok. Ya, besok akan menjadi hari yang sangat bersejarah.

Haaaaahh..

**

(Author POV)

Sarang bisa bernapas lega karena malam ini dia berdandan bersama para Moms. Dan masalah gaya rambut, Mom Isabelle cukup ahli. Yang penting Sarang sudah tampil sangat cantik di keseluruhan.

“Ayo masuk, Sarang!” perintah GD dari dalam mobil Alphard putih.

“Aku ingin bersama Mommy, oppa~,” jawab Sarang sedikit manja dan sudah bersiap masuk ke dalam pintu mobil limosin yang terbuka.

“Kau tidak sopan. Kau ini adikku. Menurut!”

Sarang tidak bisa berbuat apa-apa jika penyakit darah tinggi GD kumat. Hanya menurut dan semuanya akan baik-baik saja.

Sarang memasuki mobil Alphard, bergabung bersama kelima saudara lelakinya. Wajahnya benar-benar tidak secerah biasanya. Tidak ada semangat.

“Princess, terseyumlah..” pinta Minho yang berada di samping kanannya. Sarang hanya tersenyum hambar.

“Tenang saja, Sarang. Aku akan selau bersamamu.” Taemin berucap sambil merapikan tuxedo birunya yang menyala.

“Hm, anak kecil sok dewasa,” komentar Keybom yang berada di jok belakang bersama Keybum.

“Aku suka Taemin yang dewasa..” bela Sarang. Taemin hanya tersenyum penuh kemenangan kearah Keybom.

Keybom tertawa rendah dan melirik kembarannya. Mereka memakai tuxedo yang sangat berbeda. Keybom cenderung casual. Sementara Keybum tidak. Tuxedo abu seperti orang kantoran.

“Yang seperti ini terlihat tua..” Keybom kembali berucap dan menyadarkan Keybum yang tengah mengetik pesan pada seseorang.

“Jadi yang kau maksud tua itu aku?” yakin Keybum. Keybom mengangguk tanpa dosa dan memasang headphone pinknya.

“Girlish..” kesal Keybum.

*

Suasana pesta sangat meriah. Ratusan mobil mewah terpakir rapi di halaman depan ball room.

Terlihat dari arah sini pintu masuk utama terbuka sangat lebar dan terdapat karpet merah panjang terhampar disana. Akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai di dekat karpet merah.

Setelah Dad dan para Moms turun, disusul anak-anaknya. Benar saja, Sarang menggandeng lengan Taemin dan lengan Minho.

Mereka diserang ratusan blitz dari kamera milik wartawan. Sarang harus terbiasa dengan ini. Hanya untuk hari ini. Tidak untuk hari-hari kedepan. Silau.

Gaun merah Sarang terlihat begitu mempesona. Bertali spagethi dengan panjang menutupi high heels. Dibagian bawah gaun itu terdapat gradasi dengan warna merah sedikit tua menambah kesan elegan.

Rambut panjang berwarna merah tuanya dia gerai indah dan dipasangkan mahkota pemberian Aunty di atas kepalanya dengan cantik.

Perhatian para putra dari pebisnis kaya terpaku pada Sarang. Hm, putri pesta sudah datang. Kabar angin tentang akan dijodohkannya putra presiden dengan putri Toyota sudah menyebar.

“Anak-anak, kemari..” perintah Dad pada anak-anaknya yang kini tengah mengambil segelas minuman yang tersedia disana.

Dad menarik Sarang untuk berada lebih dekat dengannya.

“Semuanya, kenalkan, dia Han Youngjin. Sahabat terdekat Dad ketika kuliah di Oxford. Sarang..” Minseok mempersilakan putrinya untuk memeluk Tuan Han lebih dulu.

Lama. Cukup lama Tuan Han itu memeluk Sarang. Membuat Sarang kebingungan. Apa yang harus dia lakukan?

“Kau sudah besar. Terakhir aku melihatmu ketika kau masih di gendong oleh ibumu,” jelas Tuan Han. Sarang hanya bisa tersenyum dan melirik ibunya. Ibunya hanya menunduk dan tidak mengeluarkan ekspresi.

Lalu giliran para lelaki yang memeluk Tuan Han.

“Dia adalah seorang pengusaha sukses. Kalian harus mengenalnya. Uh, Youngjin, dimana putrimu?” tanya Minseok.

“Dia sedang bersama kakaknya menuju tempat ini, begitu kan, Mam?” tanya Tuan Han pada istrinya yang tidak pernah bosan tersenyum.

“Itu dia..” ucap Nyonya Han. “Yeoja yang memakai gaun biru tua dan merah muda.”

Mata Sarang dan Taemin terbelalak seketika melihat yeoja yang memakai gaun merah muda. Jiyoung! Benar dengan apa yang ditakutkan Sarang. Jiyoung pasti muncul di pesta ini.

Dan hal yang paling disayangkan, mengapa paman sebaik ini mempunyai anak sejahat Jiyoung? batin Sarang.

“Kenalkan, ini Han Jiyoung, putri keduaku yang tidak lama ini baru pulang dari Amerika,” kenal Tuan Han.

Jiyoung hanya tersenyum dan membungkukkan badannya sopan. Tapi setelah mengangkat badannya, Jiyoung melayangkan tatapan tajam dan senyuman sinis pada Sarang.

Taemin yang melihat itu hanya menggenggam tangan Sarang dengan kuat. Aku bersamamu..

“Dan ini, Han Yoona..”

“Aku mengenalnya. Dia artis SME. Yoona! Sudah lama kita tidak berbincang setelah acara itu,” ucap GD yang langsung saja mendekati Yoona dan meminta ijin pada semua untuk berjalan-jalan kecil sebelum pesta yang sebenarnya dimulai.

Kini Minseok dan Tuan Han berpisah dan berbincang dengan para pengusaha sukses lainnya. Begitu juga dengan para Moms.

Minho, Keybum dan Keybom bermain di meja biliard yang tidak jauh dari sana. Sementara Taemin dan Sarang selalu saja berdua. Melihat-lihat keadaan pesta yang mulai ramai.

Tidak lama keadaan ricuh. Ternyata Presiden Korea baru saja datang. Para pengaman sudah bersiap berjajar di karpet merah itu.

Sarang ikut tertarik dan melihat proses datangnya presiden yang sangat dibanggakan itu.

Tidak lama sosok Presiden dan ibu negara, siapa lagi kalau bukan Aunty sudah berjalan menyusuri karpet merah. Pakaian mereka terlihat sangat mahal dan berkualitas tinggi.

Jantung Sarang semakin berdetak kencang ketika melihat sosok Jinki yang terlihat sangat berbeda seperti terakhir dirinya bertemu.

Jinki berjalan berdampingan dengan sang kakak, Lee Chaerin. Tatapan Jinki benar-benar sorotan tatapan cerdas, ramah dan berwibawa. Banyak sekali yang bertanya, siapa dia?

Seperti halnya Chaerin. Wanita itu juga tidak langsung dikenali oleh rakyat bahwa dirinya anak dari Presiden Korea. Tapi setelah Chaerin sudah mendapat calon yang sempurna, baru dirinya diketahui orang banyak. Dan kini banyak yang berhipotesa bahwa Jinki adalah anaknya yang sudah mendapat calon sempurna. Hm, kita lihat saja.

Minseok menyambut datangnya Presiden Korea itu. Ya, akan menjadi besanan. Jinki yang berada di belakang Papanya mengedarkan pandangan dan akhirnya menemui sosok Sarang yang tengah berdiri sambil menggenggam erat tangan kanan Taemin. Bibirnya tersenyum lebar dan perlahan mendekati Sarang.

“Jinki hyung!” sapa Taemin dengan riangnya seperti biasa.

“Taemin, kau sangat tampan!” puji Jinki dengan tawa kecil. Sarang yang melihat itu ingin sekali lari sekencang mungkin dan menjerit sekeras-kerasnya. Dia senang! Dia sangat merindukan sosok itu.

“Aku haus. Aku titip singa betinaku padamu, hyung.”

Jinki hanya tertawa.

Akhirnya Taemin meninggalkan mereka berdua. Ya, mereka berdua yang tengah menjadi sorotan utama. Hampir semua mata melihat kearah Jinki dan Sarang.

“Sarang.. Aku merindukanmu..”

“Ah? Hm..”

“Bagaimana kabarmu?” tanya Jinki dengan lembut sambil sedikit menundukkan kepalanya agar dapat melihat wajah cantik Sarang dengan jelas.

“Baik,” jawab Sarang singkat. Terlalu gugup untuk menjawab sedikit panjang. Dirinya khawatir jika suaranya terdengar bergetar dan kaku. Itu akan sangat memalukan.

“Mengapa kau tidak membalas pesanku?” tanya Jinki lagi. Kini tangan kanannya meraih jemari kiri Sarang.

“Aku.. hm, saldoku habis. Oh, tidak. Aku..” jawab Sarang tidak jelas. Jinki hanya tertawa renyah dan mencubit ujung hidung Sarang sekilas.

Sarang merasakan jantungnya berdetak sangat cepat dan semakin cepat. Tidak berani untuk menatap mata Jinki yang begitu teduh.

“Simpan saja semua alasanmu..” Jinki berdeham kecil di akhir.

Bola mata Sarang tidak bisa diam di satu tempat. Terus saja berlarian kesana kemari. Dia sangat gugup!

“Kau sudah lebih baik?” Kini Sarang berani bertanya.

“Kau peduli padaku, Sarang? Terimakasih. Aku senang,” jawab Jinki tetap dengan suara lembut dan menenangkannya itu.

“Aku hanya bertanya..” timpal Sarang. Masih membiarkan jemarinya yang berada di dalam genggaman Jinki.

“Aku hanya mengambil kesimpulan..”

“Oh..”

“Sarang, aku masih mencintaimu..”

“Ah?”

Jinki mendekatkan bibirnya ke telinga kanan Sarang. “Aku mencintaimu, kau dengar?” ulang Jinki lalu tertawa kecil. Sarang mulai salah tingkah.

“Ya..”

“Kau bisa mendengarnya dengan jelas?”

“Hm..”

“Apa perlu aku mengulanginya lagi dengan suara yang cukup keras?”

“Tidak perlu. Cukup aku saja yang mendengarnya.”

Jinki tertawa pelan. “Dan kau juga masih mencintaiku. Benar seperti itu, bukan?” tanya Jinki penuh harap. Sarang mulai terbata, mencari jawaban.

“Sarang! Ah, Jinki, maaf mengganggu..” Minseok, ayah Sarang sudah berada di sampingnya.

“Ah, tidak, Paman. Kalau begitu aku kembali pada Dad,” ucap Jinki. “Sarang!” panggilnya cepat. Jinki mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum lepas lalu meninggalkan Sarang dengan berlari kecil.

“Kalian berdua terlihat sangat cocok! Hah, kau harus bersiap-siap. Karena pembukaan pesta adalah ketika Presiden mengumumkan bahwa putranya akan bertunangan bersama putri Dad yang sangat dibanggakan ini..”

Jantung Sarang semakin berdetak keras. Semuanya tidak bisa berjalan seperti yang dia inginkan. Tiba-tiba tubuhnya menjadi dingin dan ingin membuang air kecil.

Sarang berjalan mencari-cari letak toilet tanpa sepengetahuan Taemin yang katanya akan selalu bersama Sarang. Tapi apakah masuk ke toilet juga harus bersama Taemin. Tidak. Lagipula, dimana anak itu?

Setelah menemukan toilet wanita dan membuang air kecil, Sarang menatap pantulan dirinya di depan cermin sejenak.

“Aku sempurna..” hiburnya pada dirinya sendiri.

‘Jinki, lihat! Setelah bertemu denganmu aku berubah lagi seperti ini..’ batin Sarang.

Kakinya melangkah keluar toilet. Tapi tiba-tiba dirinya menabrak seseorang yang juga baru keluar dari toilet pria.

“Uh, Sarang? Kau Sarang, kan? Masih mengingatku?” tanya namja berambut full blonde itu.

Seketika Sarang mengangguk. Ya, dia mengenali namja itu.

“Eunhyuk oppa? Annyeong..” sapa Sarang. Eunhyuk membalas dengan senyumannya yang manis.

“Kau datang juga. Orang tuamu pemilik Toyoto, bukan?”

“Ya.. Kau tahu.. Bagaimana denganmu, oppa?”

“Hm, orangtuaku yang mempunyai ball room ini. Ya, apakah kau ingin pergi ke satu tempat yang indah di tingkat atas ball room ini? Disana ada teropong bintang yang besar. Kau bisa melihat bintang disana,” ajak Eunhyuk yang terlihat sangat berbeda dibanding dengan Eunhyuk yang ditemui Sarang ketika di Couple Party.

“Not bad..” jawab Sarang. Kebetulan sekali. Sarang ingin menemukan pemandangan indah sejenak untuk menenangkan keadaannya.

Eunhyuk menarik lengan Sarang menuju lift. Hanya ada mereka berdua di dalam lift itu.

“Kau sangat cantik malam ini, Sarang..”

“Ah, terimakasih..” jawab Sarang sedikit  malu.

Tiba-tiba Eunhyuk melingkarkan lengan kanannya di pundak Sarang dan membekap hidung Sarang. Seketika Sarang tidak sadarkan diri.

*

“Dimana Sarang?”

“Aku tidak tahu, Dad..” jawab Taemin cemas sambil terus mencoba menghubungi Sarang. Tapi selalu saja begitu. Tidak aktif.

Sebelum acara dimulai, Minseok dan Presiden Lee berbincang lebih dulu di salah satu meja VIP. Tentu saja bersama Jinki yang tengah dalam proses pendekatan dengan Minseok.

Tidak lama Minho, Keybum, Keybom dan GD ikut berkumpul di meja itu. Semuanya cemas. Tidak ada kabar sedikit pun dan tidak ada yang tahu seorang pun kemana Sarang pergi.

“Tuan Choi, bagaimana kalau pengumuman pertunangan diumumkan di acara yang lebih khusus? Mungkin putrimu belum siap..”

“Ah, baiklah kalau begitu. Kita mulai saja pestanya dengan pengenalan Jinki pada publik..”

Jinki tidak bisa berpikir jernih kali ini. Pikirannya hanya tertuju pada Sarang yang tiba-tiba menghilang. Masalah pidato singkat yang akan dibacakannya malam ini sudah tidak dipikirkan.

“Papa, aku ingin mencari Sarang,” pinta Jinki sambil berbisik di telinga ayahnya itu.

“Kau harus berpidato beberapa menit lagi, Jinki. Biarkan saja saudaranya yang mencari. Sarang tidak akan lepas dari genggamanmu,” ujar Presiden Lee pada anaknya sambil tersenyum berwibawa.

Jinki hanya bisa menghembuskan napas panjang dan mengingat teks pidatonya kembali.

Tapi tiba-tiba dirinya mengetik pesan pada Taemin untuk menyerahkan urusan Sarang padanya.

Taemin tidak merasakan hanphonenya bergetar. Dirinya langsung berinisiatif untuk mencari Jiyoung lebih dulu di ball room ini. Minho dan Keybum mengikuti. Keybom dan GD mencari Yoona untuk menanyakan dimana Jiyoung. Mengapa Jiyoung? Karena semua letak permasalahan pertunangan ini ada pada dirinya sebagai pihak kontra.

“Tidak ada..” ujar Taemin.

*

Sarang mencoba menjerit sebisa mungkin di gudang kain yang cukup besar ini. Mulutnya di ikat oleh kain. Juga tangan dan kakinya yang diikat kencang pada kursi.

Eunhyuk dan Jiyoung tertawa puas melihat putri cantik yang menjadi sorotan di pesta itu kini tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kau pikir kau bisa mendapatkan Jinki semudah itu, Sarang? Tidak. Aku akan tetap bertingkah sampai aku mendapatkan Jinki dan kau keluar dari kehidupannya.”

‘Biarkan aku berbicara, Jiyoung!’ jerit Sarang dalam hati. Dirinya sudah lemas karena setelah dirinya sadar dan dalam keadaan diikat, dirinya tidak berhenti berteriak dan mengguncang-guncangkan tubuhnya.

Eunhyuk yang puas melihat kakak dari Taemin, musuh terbesarnya, mendekati Sarang dan mengelus pinggiran pipi yeoja itu secara perlahan. Sarang hanya memalingkan wajahnya agar Eunhyuk tidak menyentuh sembarangan. Bawahan mereka yang berjumlah dua orang ikut tertawa.

“Aw, kau manis sekali..” bisik Eunhyuk yang kini mengangkat dagu Sarang dengan telunjuk kanannya.

“Aku serahkan dia padamu, oppa. Aku harus kembali ke acara pesta untuk mencairkan suasana. Ahahaha!”

Jiyoung melangkah menuju jalan rahasia dan keluar di tempat yang berbeda, dekat toilet. Bibirnya tersenyum puas sambil merapikan gaun merah mudanya.

Taemin yang sudah berjanji akan selalu bersama Sarang membenci dirinya sendiri. Dia tidak menepati janji. Mana Sarang? Dia tidak ada di sampingnya sekarang.

“Jiyoung!” panggil Taemin pada Jiyoung yang baru saja keluar dari toilet.

“Taemin! Hai! Aku masih tidak percaya kalau orangtua kita bersahabat,” balas Jiyoung sambil tersenyum semanis mungkin pada Taemin.

“Dimana Sarang?” tanya Taemin langsung pada topik. Jiyoung mengerutkan keningnya.

“Hah? Memangnya dia menghilang? Mengapa bisa?” tanya Jiyoung dengan aktingnya yang sempurna. Tapi percuma saja. Taemin tahu Jiyoung menyimpan kebohongan.

“Cepat katakan dimana Sarang!” teriak Taemin sedikit tertahan. Dia tidak ingin mengganggu ketenangan pesta ini.

“Jadi kau menuduhku? Mengapa kau hanya menuduhku, Taemin? Aku tidak tahu apa-apa! Aku baru saja keluar dari toilet!”

Taemin hanya mendengus kasar. Tidak lama semua hyungnya datang menghampiri Taemin.

“Aku bertemu dengan Yoona dan ternyata benar, yeoja ini pergi ke toilet. Sepertinya Sarang memang kabur. Bukan di sembunyikan, Taemin..” ucap GD. Semua ikut mengangguk. Tapi tidak semudah itu Taemin percaya.

Dua jam sudah berlalu. Taemin tidak tenang dengan hilangnya Sarang. Langsung saja dirinya mengambil langkah untuk memanggil para bodyguard yang ikut mengantar keluarganya.

Tidak lama empat bodyguard itu datang. Sedikit menarik perhatian para pengunjung pesta. Termasuk keluarga Jinki yang memang duduk bersama keluarganya.

Taemin berlari menyusuri semua tempat bersama dua bodyguard. Sementara dua yang lainya berpencar.

Setelah menaikki beberapa lantai sampai lantai teratas, Taemin tertarik dengan satu pintu yang berada sangat pojok. Kakinya melangkah dengan perlahan.

Tangan kanannya yang sudah sangat bertenaga menekan knop pintu itu. Terkunci.

“Sarang! Kau berada di dalam?!” teriak Taemin.

Sarang yang mendengar suara Taemin dari arah luar mencoba menjerit. Tapi Eunhyuk yang sedari tadi menjamahnya menyuruh Sarang untuk tutup mulut.

“Sarang! Aku tahu kau di dalam! Tenang, aku akan mendobrak pintu ini!!”

Dengan dibantu satu bodyguard berbadan besar, hanya dua dobrakan saja pintu itu sudah terbuka.

Kini terlihatlah Sarang yang tengah terikat di satu kursi sambil menatap Taemin sayu. Cepat bebaskan aku!

“Cepat buka talinya!” perintah Taemin pada dua bodyguard setelah dirinya berhasil membuka ikatan kain di mulut Sarang dan memeluk nunanya itu.

“Sarang.. kau baik-baik saja?” tanya Taemin. Sarang hanya terisak dan memeluk Taemin seerat mungkin. “Aku tahu Jiyoung yang melakukan ini..”

Sarang belum juga melepas pelukannya. Tapi Taemin yang mendengar  isakan Sarang yang juga sedikit bergetar karena kedinginan langsung saja membuka tuxedonya dan dipakaikan ke pundak Sarang.

“Kita pulang..”

Taemin menggendong nunanya itu dengan mudah. Tidak lama dua bodyguard yang lain datang.

“Geledah gudang ini dan ikat mereka! Aku tahu ada manusia lain yang berkomplot dengan Jiyoung..” perintah Taemin sambil keluar menuju gudang dengan satu bodyguard yang mengikuti di belakangnya.

“Baik, Tuan muda!”

*

“Sarang sudah bersamaku..” ucap Taemin pada Minho lewat telepon genggamnya. Mata bulatnya menatap Sarang yang tengah tertidur di dadanya. Tangan kirinya semakin erat memeluk Sarang.

“Jika kalian tidak percaya, nikmati dan lanjutkan saja pestanya. Aku akan menjaga Sarang dirumah..”

KLIK!!

Matanya melihat satu pesan yang belum terbuka di layar handphonenya. Jinki. Dengan cepat Taemin menghubungi Jinki. Panggilannya belum dijawab juga. Mungkin Jinki hyung tengah sibuk bersama ayahnya, batin Taemin.

“Sarang, maafkan aku..” ujar Taemin dengan kecupan kecil di puncak kepala Sarang.

*

(Taemin POV)

Kugenggam tangannya dengan erat. Dia kedinginan. Aku hanya bisa menggsosok-gosok kedua telapak tangannya dengan tanganku.

‘Nuna neomu yeppo~’

Handphoneku berdering. Aku segera mengangkatnya. Jinki hyung.

“Ya, hyung?”

“Dimana Sarang? Apa kau sudah menemukannya?” tanya Jinki hyung terdengar sangat khawatir.

“Dia bersamaku. Kami sudah di rumah. Dia baik-baik saja. Hanya kelelahan. Hyung jangan khawatir.”

“Ah, syukurlah. Kalau begitu jaga dia, Taemin. Masih banyak yang harus aku kerjakan. Kalau tahu seperti ini, lebih baik statusku sebagai anak Presiden disembunyikan saja.”

Aku hanya tertawa mendengarnya. “Good luck, hyung.”

“Ne, sampaikan pada Sarang, aku mencintainya!”

“Ne..”

Aku menghembuskan napas panjang dan menyimpan handphoneku di atas meja kecil samping tempat tidur Sarang.

“Taemin..” gumamnya kecil. Aku terkejut dan bangkit dari pinggiran tempat tidurnya. “Taemin, aku takut…”

“Sudah, Sarang. Kau sudah berada di rumah bersamaku. Tidak ada yang menyakitimu..” ujarku sambil mengusap rambutnya dengan lembut. Matanya sembab. Dia pasti sudah menangis.

Sarang membenarkan posisinya dan sedikit bangun menjadi setengah duduk. Aku membantunya memberi bantal untuk menjadi sandarannya.

“Kau sudah merasa lebih baik?” tanyaku. Dia belum juga menatapku. Tiba-tiba air matanya keluar. Sarang..

“Aku bertemu dengan Eunhyuk oppa..”

WHAT?! Eunhyuk hyung? Bagaimana bisa dia berada di pesta itu?

“Lalu?”

“Ketika aku keluar dari toilet, aku bertabrakan dengannya. Dia tersenyum, menyapaku, dan aku senang karena dia tidak sejahat ketika pertama kali aku melihatnya. Lalu dia mengajakku ke suatu tempat dimana aku bisa melihat banyak bintang melalui teleskop. Kau tahu saat itu aku ingin sekali menghindari pesta jadi aku ikut saja dengannya. Dan ketika di dalam lift, aku tidak tersadar..” jelasnya panjang lebar padaku. Aku hanya mengangguk.

“Kau bertemu dengan Jiyoung?”

“Ketika tersadar, aku menemukan keadaanku yang tengah terikat sangat kencang di kursi. Dan mulutku juga dibekam. Aku melihatnya. Jiyoung.. Dia bekerjasama dengan Eunhyuk oppa. Dan setelah Jiyoung meninggalkan tempat itu.. Eunhyuk oppa..” ceritanya menggantung. Tiba-tiba Sarang memelukku dan menangis lagi.

“Kau diapakan oleh Eunhyuk, Sarang?” tanyaku yang sudah tidak bisa menahan amarah.

“Aku takut, Taemin..” jawabnya. Aku bisa merasakan tubuhnya bergetar.

Eunhyuk. Baiklah! Aku akan menyerahkan Taehee padamu. Ambil saja dia! Aku lebih mementingkan Sarang daripada yeoja itu.

Handphoneku berdering tanda telepon masuk. Hm, bodyguardku. Mereka pasti sudah menangkapnya.

“Kalian menemukan namja berambut full blonde?”

“Ya, Tuan muda. Lalu apa yang harus kami lakukan?”

“Jemput Taehee dan serahkan yeoja itu padanya.”

“Baiklah, Tuan..”

Tangisan Sarang belum juga berhenti. Aku kembali mengusap punggungnya lagi di pelukanku ini. Lalu aku mencoba menghubungi Taehee. Nada sambung mulai terdengar.

“Yoboseyo.. Taehee, ini aku.. Taemin..” ucapku sedikit ragu.

“Yeobo! Ada apa menghubungiku? Kau merindukanku?” tanya Taehee dengan nada yang sangat ceria. Bagaimana ini?

“Kau menyayangiku?”

“Ah.. Taemin, apa maksudmu?”

“Kau menyayangiku?”

“Tentu saja! Ada apa ini?”

“Kalau kau menyayangiku, kembali lah pada Eunhyuk hyung.”

“Apa? Tapi.. kenapa harus kembali?”

“Jika tidak, nunaku akan terus disakitinya. Dia yang menjadi korban.. Kau tahu aku sangat menyayangi nunaku lebih dari apapun..”

“Iya, Taemin. Aku tahu.. Tapi apa kau yakin? Aku tidak ingin lepas darimu..”

“Kita sahabat..”

“Tapi..”

“Sahabat akan abadi.”

“Baiklah.. Terimakasih atas segala kebaikanmu, Taemin..”

“Ne, beberapa menit lagi bodyguarku akan menjemputmu. Bersiaplah. Kamsahamnida, Taehee.. saranghae..”

KLIKK!

Aku lebih merapatkan pelukanku dan mencium kepala Sarang. Kakakku telah dijamah oleh Eunhyuk hyung. Aku tidak terima..

Maafkan aku Sarang..

Aku memang bukan adik yang baik untukmu..

Yang tidak bisa menjaga kakaknya..

“Sarang..”

Aku menoleh ke asal suara. Mom Alamanda. Baiklah, aku serahkan Sarang pada ibunya..

**

(Author POV)

Beberapa hari telah berlalu. Keadaan Sarang semakin membaik setelah malam itu. Dan Taemin selalu ada di sampingnya. Dia tidak ingin mengulangi kesalahan yang kedua kalinya.

Jonghyun tidak pernah berhenti memberikan sebuket bunga dan macam-macam kartu ucapan yang cantik. Sarang menyimpan semua bunga itu di rumah kaca taman belakang dan mengoleksi kata-kata ucapan itu di satu box khusus.

Mama Jinki juga tidak bosan menanyakan kabar Sarang dan memberinya pernak-pernik unik atau kaus santai atau barang apapun yang disukai Sarang melewati box yang tidak pernah bosan datang ke rumahnya.

Karena sampai saat ini Sarang tidak ingin bertemu Jinki. Dan bodyguard yang telah dikerahkan itu percuma. Sarang selalu saja mendapat teror Jiyoung dari manapun.

Setelah pesta itu, keesokannya Jinki datang ke rumah Sarang. Tapi dengan cepat Sarang mengunci pintu kamarnya karena tidak ingin bertemu dengan Jinki.

Jinki hampir menyerah dengan semua usahanya.

Okay.. Kini Taemin hidup single. Taehee, Heesa dan Saera di lepasnya. Dirinya hanya akan melindungi Sarang. Taemin trauma jika Eunhyuk akan menyakiti nunanya lagi. Atau Jiyoung yang beberapa hari yang lalu mengirim pesan teror pada Sarang.

Keybom tetap langgeng dengan Sera. Dan hubungan mereka semakin dekat saja. Karena Sera yang sudah ketagihan dengan ‘kegiatan’ itu jadi Keybom semakin cinta pada Sera dan mengeksplor style berciuman yang lainnya.

Keybum? Dia sedang dekat dengan Soona. Setiap hari Keybum menemani Soona untuk makan siang dan menjemputnya jika sedang tidak sibuk dengan pekerjaannya. Mereka terlihat sangat cocok.

Apa kau percaya? Minho kembali pada Heera. Kini dirinya mencoba untuk menerima Heera apa adanya. Tadinya ketika Minho meminta Heera untuk kembali, Heera tidak mau karena takut tidak membahagiakannya lagi.

Tapi setelah Minho mengundang SHINee khusus di ruang tertutup dan meminta mereka untuk membantunya kembali pada Heera, akhirnya Heera setuju untuk bertemu dan mendapat kejutan dengan adanya SHINee yang berada di satu ruangan dengannya.

Selain itu Heera juga berbincang banyak dengan para member, berfoto dan apa kalian percaya juga? Mereka bertukar PIN dan nomor handphone sampai berteman baik dengan SHINee. Minho tidak masalah dengan itu. Karena Heera semakin mencintai dirinya.

Hmm, sepertinya hubungan GD dengan Yoona semakin memanas saja. Infotainment menggosipkan mereka berpacaran dan benar saja.

Bagaimana dengan Jinki? Dia hanya bisa melamun selama liburan musim panas ini. Papanya terus menuntut agar dirinya bisa mendapatkan Sarang bagaimana pun caranya. Karena hari esok Papanya akan mengumumkan berita perjodohannya dengan Sarang.

*

Kini Sarang tengah menyusun bunga mawar putih yang dia tanam di pinggiran kolam renang dengan para pelayan yang membantu.

Tiba-tiba ponselnya berdering. Dia segera mengangkat setelah menyimpan gunting yang dia gunakan untuk membuang daun yang mengering.

“Bambino..”

“SARANG! JINKI HYUNG KECELAKAAN DI JALAN GWANGJU! CEPAT!! AKU SEDANG DALAM PERJALANAN. KABARNYA SANGAT PARAH SEKALI!!”

KLIK!!

“TAEMIN!! TAEMIN, HALLO!!”

“Jinki.. Jinki kecelakaan.. sangat parah?”

TBC ;]

………………………………………………..

HEHEHEHE ==v

Gimana menurut kalian chapter 9 ini?

Huaa ternyata Sarang salah tingkah pas ketemu Jinki di pesta!

Dan pengumuman pertunangan mereka gagal dipublikasikan. Jiyoung berhasil. Tapi tetep gak berhasil nyuri hati Jinki.

Trus disini tuh keliatan banget sayangnya Taemin ke Sarang sebagai adik cihuuyy :*

Serbom dan Soonkey jadi nih! Haha.. Minho juga sama Heera. Pengen dong dikasih ketemu sama SHINee huaaa XD

Oke, author mau nanya lagi nih sama prediksi kalian..

Apa perasaan Sarang berubah setelah tahu Jinki kecelakaan?

Kekeke~

Ditunggu sangat komentarnya yaaa readersku :*

Saranghae~

………………………………………………..

23 thoughts on “(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 9 ]

  1. Uwooooooooo #teriak ala tarzan…
    G nyangkaa publishnya secepat ini saeng, tak kirain harus nunggu sebulanan lagi… ~(˘▾˘~) ~(˘▾˘)~ (~˘▾˘)~ senengnya…

    TETEP MENGOCOK PERUt… Y Tuhanku… G berhenti ngakak…bahasa nyelenehnya y Tuhan… buahahahahahaha #ngakak gegulingan diaspal buahahahaha
    Sumpah nama nama binatangnya taemin itu selalu bikin ngakak, buahaha asep? Dadang eh? Lomba makan kerupuk? Demi apaaaa….buahahaha ampun deh saeng, sumpah suka banget dengan gaya bahasamu yg nyeleneh, cetar membahana ulalala ~(˘▾˘~) ~(˘▾˘)~ (~˘▾˘)~

    Ckckck, emang g diragukan lagi, keturunan choi minseok otak encer smua ckckck. -__-“, bikin iri (-..-)”
    Dan…kyaaaaaa suka suka sukaa dengan sikap taemin…y owoh perhatiannya dengan sarang (˘̩̩̩^˘̩̩̩ƪ). Sweet banget sih taemin ini. #ciumTaemin (`˘зε˘`) . Rela mutusin pacarnya yg tak seberapa itu demi nunanya ♥(>̯┌┐<)•°. Aaaa, suka saat adegan taemin gendong sarang, aaaaa #ngebayangin adegan gendong menggendong saat didrama boys before flower. saat goo jun pyo gendong jandi yg ditimpukin telur, ya ampun swettnyaaa. Aaaa taemin sarang aku padamu nakkk (♥▿♥ʃƪ)

    Seneng gila dengan keybom yg uda g "nakal" lagi dengan sarang fiuhhh syukurla… #lap Keringat pke bibir Jaejoong
    Hoaaa, sepertinya abang-abangnya (?) Sarang uda berpasangan smua. Keybom uda, keybum uda, minho kembali dengan heera (oalaah, saya juga mau ih bertemu dengan shinee -___-"), GD lgi dengan dgn yoona. Tinggallah sarang dan taemin. Huaaaa, dan itu saat dipesta, sarang masih grogi dengan jinki…huaaaaa g rela, maunya dia sama taemin aja, berdua, (`˘зε˘`) #plakplakplakk. (⌣́_⌣̀)
    Nanti klo sarang sama jinki, huaaa taemin sendirian dong….. (˘̩̩̩^˘̩̩̩ƪ) Jadi lebih baik taemin sama onni aja. ‎​(•͡˘˛˘ •͡). #geretTaemin ke KUA eh (?), ditendang Jaejoong (?) Xixixixi~

    Oalahh sepertinya komennya kepanjangan (-__-") sekian dan terima kasih saeng #sambil nari perut (?)
    Ditunguu partt selanjutnya saengggg #GaNYANTE…Hwaiting. (っ˘з(˘⌣˘`)♡

  2. lanjut juseyoooo hahahah taeminnya itu loh bikin greget, serasa yang jadi sarang itu aku thor XD pengen dong di perhatiin taemin hoho…ditunggu next chapternya jangan lama2 ya thor….

  3. Jujur aja, entah mengapa aku lebih suka Sarang ama Taemin!! jujur deh..

    aaa stiap baca ff ini pasti tambah cinta ama Bambino!!
    lanjut deh thor, jgn lama2 publish’a yaa

  4. Beneran deh.-. Aku bakalan seneeeng banget kalau Sarang sama Taemin. Kesiannya mereka saudara._.
    Mending Taemin ama Sarang aja dah >< kesian itu Taemin udah mutusin semua Pacarnya cuma buat Sarang, Aku juga ga rela Kalau Sarang sama Jinki #Parah.-. Tapi emang bener…kalau kataku Sarang cocoknya sama Taemin._. . Btw Next Chap publish-nya jangan lama2 yaww~

  5. *lanjutan*Sarang Taemin Moment haha~ Kesukaanku ini mah:3 seneng banget bagian SarangTaemin. Salting sendiri bacanya ><. Lanjutkan terus Hwaiting!

  6. Aduh ga sabar banget chap selanjutnya, tjorr mangat chap 10 nya lebih bagus, aku berharap endingnya sama taemin ya hehe

  7. eonni aku penggemar berat hello smart playboy!!!!! Duhh pengen banget deh jadi sarang… Udah disayang Taemin di kejar-kejar Jinki…. Huhuhuuu u,u lanjutannya secepatnya ya eonni aku tungguuuuuu

  8. kyaaaa sera-keybom nc-17 /.\
    tp syukur dehh seenggaknya dia g akan ngeganggu sarang lg..
    Wahhh dady nya sarang daebak punya 4 istri dan semuanya brhubungan dg baik../prokprok/
    Tapi tapii. aku sedikit curiga.., ad apa dg tuan Han dan bundanya sarang…jangan2..seperti yg prnh dblg keybom..kalo sarang bkn saudara kandung mrka…Omo! jgn2 sarang ank kandungnya tuan Han.Mkanya dia cukup lama meluk sarang…
    Wahh kalo kyk gt, mending sarang sama bambino aja dehh..mrk cocok koq…hubungan prsaudaraan mrk emg aneh sihh ya dr awal…
    Jinki? sama gue aja /geret jinki/ xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s