(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 8 ]

Untitled-2 copy

HELLO SMART PLAYBOY

Cast:

  • SHINee
  • Choi Sarang (YOU)

Minor Cast:

  • G-Dragon (Big Bang)

Keterangan:

  • Lee Taemin at Juliette Japan era
  • Choi Minho at Juliette Japan era
  • Kim Keybum at Juliette era
  • Kim Keybom at RDD wears black tuxedo era
  • Lee Jinki at RDD era
  • Kim Jonghyun at Replay Japan era
  • G-Dragon at Heartbreaker era

Disclaim: Tuhan yang menciptakan mereka, lima bintang besar yang bersinar, SHNee. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

======

Ps: maaf disini banyak kiss scene dan adegan syurr~  ._.v

======

 

Selamat membaca!

…………………………………………………………

Last chapter…

‘Sepertinya aku pernah melihatnya,’ batin ahjumma itu.

Akhirnya ahjumma itu mengambil satu tiket lalu disusul Sarang. Setelah mereka berdua berjalan berlawanan arah, tiba-tiba ahjumma itu sedikit tersentak.

“Sarang? Kau Choi Sarang?” panggil ahjumma pada Sarang. Sarang yang merasa namanya dipanggil, berhenti melangkah dan berbalik kearah ahjumma.

“Ne?”

………………………………………………

CHAPTER 8

 

Ahjumma itu berjalan sedikit tergesa menghampiri Sarang dengan senyuman yang mengembang di wajahnya. Sarang hanya mengernyitkan keningnya tidak mengerti. Siapa dia?

“Perkenalkan, saya Mama Jinki. Kau mantan kekasih anakku, bukan?” tanya ahjumma itu dengan wajah melemas.

Sarang sedikit terkejut. Wow, kalau begitu seorang ibu negara tengah berada di hadapanku. “Uh, annyeong haseo, aunty. Hmm, aunty mengenalku?” Sarang balas bertanya.

“Tentu saja. Jinki memasang banyak fotomu di kamarnya. Bagaimana bisa saya tidak mengenalmu. Dear, apa kau tahu Jinki tengah sakit?”

“Ne? Ah, saya tidak tahu,” jawab Sarang sedikit khawatir di nada bicaranya.

“Jinki sakit demam tinggi dari hari sabtu malam. Dia selalu mengigau tidak jelas. Sarang, bolehkah saya meminta sesuatu padamu, dear? Saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.”

“Apa itu aunty?”

“Jadilah kekasihnya lagi..”

DEG!

“Hmm, aunty, maaf, bukannya Jinki akan segera bertunangan dengan Jiyoung?” tanya Sarang yang melupakan kondisi Keybum saat ini. Begitupun dengan ibu Jinki.

“Ah, Tidak! Rencananya hari ini saya akan membatalkan perjodohan. Ini semua demi Jinki. Kau tahu seorang ibu sangat menyayangi anaknya,” jelas ibu Jinki yang tidak sepenuhnya benar.

“Tapi, aku takut Jiyoung..”

“Akan kukerahkan seluruh bodyguard untuk melindungimu jika dia berani melakukan apapun. Bagaimana?” tawar ibu Jinki sambil tersenyum kearah Sarang.

“Ah?”

*

Keybum sudah sadar. Kali ini matanya terbuka dengan napas yang masih sesak karena hidungnya yang tersumbat. Sementara Sarang masih saja membisu sambil menyandarkan kepalanya di kaca mobil dan melihat pemandangan kota dengan kosong.

Ibu Jinki meminta Sarang untuk datang menjenguk Jinki hari esok sekaligus memberinya empat bodyguard. Jujur saja, dirinya sangat malas bepergian dan lebih memilih berdiam diri di rumah. Dan meskipun ibu Jinki akan memberikan apapun agar dia datang, dia tidak akan datang.

“Sarang..” panggil Keybum dengan suara parau. Sarang menoleh. “Aku sakit?” tanya Keybum. Sarang mengangguk. “Ini tidak dapat dipercaya,” gumamnya sambil membuang napas panjang.

“Memangnya kenapa, oppa? Kau kan manusia juga..” celoteh Sarang yang masih belum dapat berpikir jernih.

“Ya, manusia yang kini mengidap penyakit, berbakteri ganas, ratusan juta virus menjalar di seluruh tubuhku. Ah, God! Forgive me.. ARGH!” teriak Keybum sambil meremas rambutnya pelan karena teringat kembali kejadian malam tadi.

“Jika kau teratur memakan obat, kau akan cepat sembuh. Percayalah padaku..”

“Bayangkan! Terakhir aku mengidap virus ketika aku duduk di bangku elementary 3rd grade dan itu sangat menyiksa! Itulah alasan mengapa aku mulai hidup bersih,” jelas Keybum.

“Tapi kau hanya demam biasa, tenang saja,” ucap Sarang sambil meletakan telapak tangan kanannya di kening Keybum. “Oppa, aku masih belum mengerti. Kau sudah tahu benar jalur labirin di rumah kita?” tanya Sarang sambil melihat belasan macam bungkus obat yang di pegangnya milik Keybum.

“Apa kau lupa kalau balkon kamarku langsung menghadap labirin? Aku bisa menghapalnya dalam lima menit.”

Sarang ternganga saking terkejut.

“Bahkan jalur syaraf otakmu pun aku dapat menghapalnya dalam hitungan menit. Kau tidak percaya? Aku akan membuat robot manusia nyaris sempurna seperti milikku jika kau mau.”

“Ah, tidak usah, oppa. Aku percaya.. Dan.. mengapa kau bisa sakit? Bukannya kamarmu sangat bersih dan terjaga dari bakteri?” tanya Sarang perlahan. Keybum mulai merasakan sesak di paru-parunya.

“Aku ingin tidur..”

*

Sarang menuruni mobil setelah beberapa servant membantu Keybum untuk beristirahat. Tidak lama seorang perawat yang diminta Sarang untuk menjaga Keybum datang.

“Maaf, nona. Saya Kim Soona. Perawat berkelas tinggi lulusan BSI yang Anda pesan untuk merawat pasien yang bernama Keybum,” sapa seorang yeoja yang sudah mengenakan seragam suster dengan lengkap. Tapi tidak berwarna putih. Melainkan pink muda di campur dengan ungu tua. Beghaol getoh.

“Hmm.. BSI?” tanya Sarang kurang yakin.

“Barisan Suster Internasional,” jawab Soona dengan cepat. Takutnya Sarang salah pengertian dengan singkatan.

“Baiklah, Servant!” panggil Sarang sambil menepukkan tangannya dua kali. Tidak lama seorang servant datang dan membungkukkan badannya pada Sarang. “Tolong antarkan Soona-sshi ke kamar Keybum oppa. Terimakasih,” perintah Sarang sambil tersenyum pada Soona. Soona hanya membungkukkan badannya sopan dan berlalu mengikuti servant.

Sarang berjalan dengan lemas ke arah pintu utama. Kakinya terhenti untuk menengok ke dalam garasi mobil raksasa. Hmm, Taemin dan GD oppa sedang keluar, batinnya. Lalu Sarang melanjutkan tujuannya kembali. Ingin cepat-cepat masuk ke dalam kamar dan tidur beberapa menit. Lelah sekali hari ini.

Rumahnya terdengar sepi. Hanya alunan musik Jazz yang terdengar dari speaker yang terpasang di setiap sudut ruangan.

Kini kakinya menaikki anak tangga dengan malas. Matanya menangkap enam foto raksasa yang berjajar rapi dan terpajang di dinding samping tangga besar kali ini. Dari GD yang berada paling atas lalu ke Keybom, Keybum, Minho, dirinya dan Taemin. Ternyata Sarang baru menyadari itu. Kemana saja?

Ah! Akhirnya tangga terakhir sudah terlewati. Sarang merapikan rambut panjangnya yang tergerai dan sedikit mendesah panjang.

Tiba-tiba matanya terbelalak, melihat Minho yang tengah berciuman dengan Heera di balkon lantai dua ini. Entah mengapa Sarang tidak ingin cepat-cepat beranjak dan malah memperhatikan gerak-gerik mereka secara rinci di balik tembok.

Ketika Minho tersenyum menggoda lalu mencium bibir Heera dengan lembut, ketika Minho menekan dagu Heera dan melumatnya habis, ketika Minho lebih merapatkan jarak tubuhnya dengan Heera dan rambut lurus yeoja itu terbang terterpa angin lalu Minho menciumi lehernya dan ketika Minho menjilat secara sensual permukaan bibir Heera yang tengah terbuka kecil. Itu semua membuat jantung Sarang terasa dipukul-pukul genderang besar dan menyebabkan sesak napas akut.

Dengan cepat Sarang berbalik dan kini sosok Keybom sudah berada tepat di hadapannya. Sama seperti jarak Minho dengan Heera. Sangat dekat dan rapat. Mata Sarang terbelalak penuh sementara Keybom tersenyum penuh arti dan meminta Sarang agar tidak bersuara.

Sarang menelan ludahnya dengan susah payah. Terdengar Keybom tertawa rendah dan itu membuat Sarang takut.

“Itu bukan tontonan untuk anak kecil yang tidak tahu apa-apa sepertimu,” ucap Keybom sedikit berbisik. Sarang bergumam tidak jelas.

“Aku sudah delapan belas dan bukan anak kecil lagi seperti apa yang kau katakan, Keybom oppa..” balas Sarang dengan menekankan nama kakaknya itu di akhir.

“Kalau begitu lakukan denganku,” ucap Keybom sambil menarik tangan Sarang secara kasar.

Minho yang tengah berbisik di telinga Heera menoleh kearah Sarang dan Keybom.

“Oppa, annyeong~,” sapa Sarang mencoba terlihat wajar. Minho dan Heera hanya tertawa kecil dan melanjutkan kegiatan itu lagi.

BLAM!

Suara pintu kamar Sarang yang ditutup keras oleh kaki Keybom. Sepertinya dia sudah mahir.

“Buktikan padaku!” pinta Keybom sambil berjalan mendekati Sarang yang terus saja mundur kearah meja belajar.

“Aku tidak akan melakukannya denganmu! Kau milik Sera!” sergah Sarang yang sudah terkunci dan terduduk di atas meja belajar sambil menahan dada Keybom yang terus saja mendekat.

“Aku tidak mengatakan itu. Sera bukan milikku. Dia masih utuh milik orang tuanya. Tapi kau berbeda. Kau adikku dan itu sudah jelas kalau kau juga milikku, chagii~,” ucap Keybom mendesah di akhir.

“Oppa, kau membuatku takut!” seru Sarang sambil menutup wajahnya karena Keybom sudah berhasil merobohkan benteng pertahanan Sarang.

“Sera masih belum siap berciuman denganku karena dia belum pernah mendapatkan pengalaman sebelumnya. Tapi kau sudah mendapatkan dua ciuman, Sarang! Dua ciuman, bayangkan! Keybum dan Taemin. Aku juga ingin merasakan bagaimana rasa bibirmu. Dan aku yakin kau tahu aku selalu kehausan dengan sentuhan wanita..” bisiknya di akhir lagi dan itu membuat Sarang semakin takut.

“Aku tetap tidak mau, oppa!” rengek Sarang.

Tapi tiba-tiba Keybom membuka lebar kaki Sarang dan menarik yeoja itu lebih dekat dengannya, masih dalam keadaan duduk dan Keybom berdiri. Sarang hanya berteriak terkejut ketika Keybom menariknya.

“Ayo kita lakukan dengan perlahan saja,” pinta Keybom sambil menahan kedua paha Sarang dan terus saja mencoba mengendus kedua pipi Sarang.

“Oppa, aku adikmu!” teriak Sarang sambil menahan lengan berotot(?) Keybom.

“Aku tahu. Tapi entah mengapa aku tidak yakin kalau kau adik kandungku..” jawab Keybom sambil menghisap aroma tubuh Sarang di bawah telinga yeoja itu.

Dengan cukup kuat Sarang melepas jeratan Keybom di kedua pahanya dan mundur beberapa senti.

CKLEK!!

Keybom menarik kembali kaki Sarang yang melingkar di tubuhnya lalu menciumi leher Sarang sampai yeoja itu mendesah hebat dan merasakan aliran darah yang menderas.

“Hyung..” panggil Taemin sambil berjalan masuk menghampiri mereka berdua.

Sarang sudah merasa lemas dan meneggelamkan wajahnya di dada Keybom beberapa saat.

“Ada apa, Taemin?” tanya Keybom. Senyuman jahilnya keluar.

“Mengapa kau tidak mengajakku bergabung?”

GUBRAK! Taemin terkekeh kecil sambil menarik lengan Sarang untuk turun dari atas meja belajar dan berdiri di sampingnya.

“Sarang, kau berantakan sekali,” komentar Taemin sambil merapikan kembali pakaian Sarang.

“Huh, ternyata kau memang masih kecil. Kau kalah jauh dengan anak usia 15 tahun di Amerika sana.” Keybom melengos pergi keluar kamar.

Dengan seketika Sarang berhambur memeluk Taemin dengan erat sambil menangis terisak di dada adiknya itu.

“Aku.. Aku takut..” bisik Sarang. Taemin hanya tersenyum simpul dan mengusap rambut Sarang sekilas.

“Keybom hyung memang seperti itu. Sudahlah, lupakan saja..”

Pelukan mereka belum juga terlepas. Sarang masih merasakan ketakutan yang luar biasa. Belum pernah dia dipaksa oleh seseorang untuk berbuat seperti itu.

TOK TOK TOK!!

“Maaf, Nona, ada kiriman bunga..” ucap seorang pelayan yang tengah berdiri di depan pintu kamar Sarang yang terbuka.

“Masuk dan simpan saja di atas meja rias!” perintah Taemin yang masih memberikan ketenangan untuk Sarang dan memeluknya erat. Pipinya menyentuh rambut Sarang yang lembut dan wangi.

Pelayan itu masuk ke dalam kamar dengan ragu dan menyimpan sebuket bunga mawar putih tepat seperti yang diperintahkan Taemin.

Taemin mengangguk kecil setelah pelayan itu membungkukkan badan dan berjalan ke luar kamar.

‘Tuan muda emang laki! ROSO!’ seru pelayan itu di dalam hati.

“Ayo kita lihat siapa yang memberimu bunga mawar putih itu, Sarang!” ajak Taemin sambil menundukkan kepalanya, mencari dimana wajah nunanya itu tenggelam.

Taemin merasakan kepala Sarang yang menggeleng dan tetap membisu. Shock? Mungkin saja. (#np b2st-shock)

“Jadi kau ingin memelukku terus seperti ini, Sarang? Kau nyaman berada di pelukanku? Okay, aku tahu itu..”

BUG~

Taemin merasakan pukulan kecil di dadanya. Namja itu tertawa rendah dan kembali mengelus rambut panjang Sarang sekilas.

Beberapa belas menit kemudian..

“Sarang? Hei.. Apa kau tidak pegal?” tanya Taemin sambil melonggarkan sedikit tangan kanannya yang sedari tadi menjadi penyangga kepala Sarang.

Taemin terkejut ketika kepala Sarang terkulai ke arah belakang dengan beberapa helai rambut yang menghalangi wajah Sarang. Jantung namja itu berdetak cepat seketika hanya melihat leher putih Sarang.

“Kau.. Sarang.. kau tertidur? Bagaimana bisa?”

Tanpa ba-bi-bu Taemin mengangkat tubuh nunanya itu dan dibaringkannya secara damai di atas tempat tidur. Setengah badan Sarang diselimutinya.

Bibir Taemin tersenyum perlahan melihat Sarang lalu berjalan menuju luar kamar. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti melihat satu benda yang terdapat di atas meja rias itu.

“Hmm, Kim Jonghyun. Hallo, Sarang! Aku merindukanmu. Kau inspirasiku ;]. Ucapan apa ini? Dasar Jonghyun hyung player..”

*

“Kau jangan banyak bergerak, Tuan.” Soona membenarkan posisi kaki Keybum yang menekuk. Tapi dengan cepat Keybum menepis tangan Soona.

“Aku tidak memintamu untuk merawatku!” bentak Keybum. “Aku tidak sakit! Keluar kau!” teriaknya lagi dari atas tempat tidur sambil meremas kepala bagian kirinya.

Soona mengambil napas dalam dengan rileks. “Aku tahu kau tidak sakit, Tuan. Kau hanya sedang tidak enak badan,” ucap Soona tetap terdengar normal, tidak ada ketakutan atau dendam pada Keybum.

“Apa kau bodoh, hah? Itu sama saja! Keluar kau! Aku bisa merawat diriku sendiri!” teriak Keybum dengan alis yang saling bertautan dalam pada Soona.

“Kalau begitu aku akan menyiapkan makan malam untukmu. Butuh ketelitian untuk menghitung berat nasi dan takaran sayur yang tepat. Baringkan badanmu dengan benar dan kurangi teriakan seperti tadi. Tidak baik untuk orang yang sedang tidak enak badan sepertimu.”

Sosok Soona tenggelam di balik pintu yang tertutup.

“ARGH!!!” Keybum menutup kepalanya dengan bantal saking frustasi.

*

Tidak terasa waktu makan malam sudah tiba. Menu malam ini sangat istimewa. Temanya adalah Italian Food. Pasta dan Salad segar sudah berada di hadapan mereka masing-masing, kecuali Keybum yang hanya berbaring di atas tempat tidur ditemani oleh Soona.

Denah meja makan:

 

Keybom           Keybum

Minho                                                 GD

Sarang               Taemin

 

Keadaan selalu saja berisik oleh Taemin dan Keybom yang tidak pernah ada habisnya mempunyai topik yang menarik untuk diperbincangkan di berbagai genre. Comedy, Romance, Angst, Thriller, Horror bahkan NC 21.

Sarang belum juga menyantap pasta lezat yang menggiurkan di hadapannya. Matanya hanya menatap makanan itu dengan kosong. Minho yang berada di samping kirinya tersenyum manis melihat adik yeojanya ini.

“Princess..” ujar Minho sambil mengusap pipi Sarang lembut. Sarang langsung tersadar dari lamunannya dan tersenyum hambar pada Minho.

“Ya, oppa?”

“Kau tidak menyukai pasta?” tanya Minho sesekali melihat kearah piringnya dan menggulung pasta itu di garpu.

“Ah, ani, ani! Aku suka.. hanya saja..”

“Buka mulutmu,” suruh Minho sambil menyodorkan pasta miliknya ke arah mulut Sarang yang kini terbuka.

“Huah! Pedas sekali!” seru Sarang sambil mengernyitkan dahinya. Minho hanya terkekeh.

“Ah, tunggu..sausnya..”

Tiba-tiba Minho meraih serbet yang berada di atas paha Sarang dan di sapukannya di ujung bibir Sarang dengan lembut.

“Tersenyumlah dan habiskan makan malammu. Aku tahu ada sesuatu yang menghantui pikiranmu kali ini. Haha..”

Sarang beradu pandang dengan mata tajam Keybom yang berada tepat di depannya. Lalu dengan cepat Sarang menundukkan kepalanya dan memakan pasta dengan tidak berselera.

Taemin yang berada di samping kanannya melirik Sarang lalu beralih ke Keybom yang tengah tersenyum penuh arti dan menggeleng kecil beberapa kali sambil melahap kentang goreng.

‘Benar-benar maniak,’ batin Taemin.

“Guys, bagaimana kalau kita berpesta di clubing room setelah ini? Merayakan hari debutnya aku menjadi salah satu anggota Big Bang!” tawar GD dengan suara melengking.

“Setuju!” seru Keybom. Taemin dan Minho mengangguk dan ikut berseru.

“Taemin! Kau masih kecil. Tidak baik..” ucap Sarang penuh kekhawatiran pada adik lelakinya itu.

“Aku namja.”

“Selalu itu alasanmu. Meskipun kau namja, tapi umurmu belum memenuhi syarat untuk bermabuk-mabukkan..” ujar Sarang sambil merapikan poni Taemin yang sedikit acak-acakan.

“Tapi Sarang, aku juga ingin bersenang-senang dengan para hyungku..” gumam Taemin memelas.

“Kalau begitu kau ikut saja, Sarang,” celetuk Keybom yang kini menopangkan dagunya di atas kedua tangan yang terkepal dan sikut bertumpu di atas meja makan. Matanya menatap Sarang jahil.

“Terimakasih,” jawab Sarang terdengar sinis. Tawa Keybom membahana seketika.

“Jika kau mau, ikut saja. Kami tidak melarang,” ucap GD sambil tersenyum pada Sarang. Sarang yang baru saja melihat momen indah itu hanya membelalakkan matanya tidak percaya.

“Tidak, terimakasih, oppa..” jawab Sarang sedikit ragu dan tidak berani menatap mata GD. Terlalu menakutkan seperti naga! ==’

“Sarang, please! Kami bersenang-senang di club bawah tanah rumah ini. Tidak  di tempat lain. Okay? Kau mengijinkan aku, bukan?” pinta Taemin yang tetap kekeh.

“Kau tanggung sendiri akibatnya,” jawab Sarang sambil melahap dan menyeruput pastanya.

“YESS!!”

*

(Sarang POV)

 

Keybom~ Keybom~ Keybom~

HUAAAA!!

Mengapa bayangan itu tidak juga pergi? Aku benar-benar takut! Yang dilakukannya padaku kasar sekali. Bagaimana nasib Sera? Aku khawatir dia akan mendapatkan kelakuan lebih keras dari Keybom oppa.

Tatapan matanya benar-benar menakutkan! Senyumannya benar-benar mengerikan! Tawanya benar-benar membuatku merinding hebat!

Aku masih ingat betul ketika hidungnya mengendus leherku.. disitu! Disitu aku merasakan lemas yang luar biasa. Apa yang terjadi? Apa aku sakit? Apa diantara jutaan virus yang menempel di tubuh Keybum oppa sebagian menempel di tubuhku? Hah..

Sekilas aku ciumi lagi bunga mawar putih pemberian Jonghyun oppa. Baiklah, kekesalan padanya sedikit terobati. Aku senang dia mengatakan kalau aku adalah inspirasinya. Semoga saja itu berguna untuk dia dan musiknya. Yeah, musik! Huh..

Aku tatap pantulan wajahku di cermin yang dikelilingi beberapa lampu bohlam ini. Bibirku sudah ditempeli oleh tiga orang! Taemin, Keybum oppa dan Jinki.. Ah, Jinki. Bagaimana kabarmu? Maaf, aku tidak bisa datang memenuhi permintaan ibumu. Entah mengapa itu terasa sulit. Lebih baik aku sendiri saja.

Hah, tapi aku ingin sekali mengetahui kabarnya. Jika aku bertanya pada Sera, aku yakin dia pasti memberitahu pada Jinki kalau aku menanyakan keadaannya. Bagaimana kalau aku tanya Taemin saja?

Pukul berapa sekarang? Dua belas malam. Apa mereka sudah selesai berpesta?

Kulangkahkan kakiku menuju kamar Taemin. Aku sudah mengetuknya tiga kali dan tidak ada balasan. Mereka pasti sedang mabuk di club room. Tapi aku yakin Taemin tidak akan meminum alkohol. Aku tahu dia anak yang baik.

Okay, aku berjalan cukup jauh untuk menuju ruang bawah tanah yang memang hanya terdapat club room yang cukup besar. Hanya digunakan oleh keluarga saja.

Aku menekan angka 728 dan pintu club pun terbuka. Terdengar suara musik hiphop yang menggema dan yaks.. bau alkohol. Mataku mulai menjelajah ke isi ruangan remang-remang ini. Hanya lampu disko saja yang menyinari. Dimana Taemin?

Itu dia! Aku melihatnya tengah duduk santai di salah satu kursi bar seorang diri dan terlihat wajahnya sangat gembira! Apa itu? Banyak sekali botol bir kosong di depannya.

Aku lirik ke tempat lain. Minho oppa, Keybom oppa dan GD oppa tengah mabuk berat dan berdansa tidak beraturan dengan satu botol bir di masing-masing kepalan.

“Taemin!” panggilku dengan suara cukup keras. Dia menoleh dan tersenyum lepas. Aku duduk di sampingnya.

“Ini benar-benar hebat!” seru Taemin. Wajahnya tetap terlihat polos.

“Kau tidak minum, kan, Taemin?” tanyaku sambil meneliti keadaannya dari atas sampai bawah. Dia baik-baik saja.

“Siapa bilang? Aku minum. Semua botol kosong ini aku yang menghabiskan. Aku juga heran. Mengapa aku tidak mabuk? Sedangkan yang lain baru meminum tiga botol saja sudah gila seperti itu,” ujar Taemin sambil menunjuk kearah semua hyungnya yang tengah tertawa keras tidak jelas. Menakutkan!

“Taemin! Kau tidak berbohong, kan? Kau meminum.. satu, dua tiga, empat, lima, enam, TUJUH! TUJUH BOTOL!! BAGAIMANA BISA?!” seruku sambil menepuk pipinya beberapa kali. Benar! Dia terlihat biasa saja. Tidak mabuk sedikit pun.

“Aku juga tidak tahu,” timpal Taemin lemas. “Sarang, aku sudah mengantuk,” ucap Taemin setelah menguap lebar sambil bangkit dan berjalan menuju pintu keluar.

Aku masih terdiam tidak percaya. Bambinoku..

Ah! Aku jadi lupa tujuan utamaku menghampirinya kesini. Dan sekarang dia sudah keluar meninggalkanku.

“Taemin!” panggilku sambil beranjak dari kursi bar ini.

Tapi tiba-tiba aku merasakan lengan kananku di cengkram kuat oleh jemari seseorang. Aku menoleh dan dengan cepat namja itu mendorongku sampai tubuh bagian belakangku terbentur tembok. Keybom oppa. God.. help!

“Sarang, kali ini aku tidak akan membiarkanmu lepas begitu saja..” ujarnya. Bau alkohol menyerbu sekitarku.

Sebelah mata abunya yang tidak tertutup rambut menatapku dengan tajam namun sayu. Aku mencoba berteriak meminta tolong pada Minho oppa. Tapi percuma! Dia tengah duduk di salah satu sofa sambil menutup matanya dan mengangguk-angkukan kepalanya mengikuti detakan musik yang dimainkan oleh GD oppa di papan DJ.

“Oppa! Jangan mencobbbhhmmp..”

Mataku terbelalak ketika dirinya menutup mulutku dengan mulutnya setelah menyeringai kecil. Kedua tanganku dikuncinya oleh kedua tangan kuatnya di tembok sampingku.

God.. akhirnya.. semua yang aku takutkan terjadi..

Aku mencoba sebisa mungkin melawan dan menendangnya. Tapi tidak bisa! Dia terus saja melumat habis bibirku sampai aku kehabisan napas.

“Aw..” aku mengaduh ketika giginya menggigit gemas bibir bawahku dan dihisapnya kuat. Geraman rendahnya terdengar jelas dan itu membuatku.. sedikit.. ah!

Kini lidahnya yang mempermainkan lidahku dengan lincah dan sepertinya sudah sangat terlatih.

Keybom oppa menggeram kecil dan tersenyum puas di tengah kegiatannya sedang menciumiku. Bisa kurasakan kedua tangannya meremas lenganku.

Dengan sedikit sulit aku menggoyangkan kepalaku sampai ciumanya terlepas. Perih sekali. Aku kulum bibir bawahku untuk menahan rasa perih itu.

“Aaaah,” desahku sangat terkejut ketika Keybom oppa menghisap kuat leherku dan menjilatinya secara sensual.

“Kau menikmatinya, eh?” tanya Keybom oppa dengan tawa rendah di telinga kiriku lalu kembali menciumi bibirku dengan tangannya yang menjalar di punggung panasku.

Kini kedua tanganku sudah tidak di kuncinya lagi. Tapi aku merasa aneh, mengapa aku tidak bisa menghindar? Tidak mungkin aku menyukai permainannya.

Jilatan dan hisapannya terhenti. Bibirnya yang terbuka sedikit, hanya menekan bibirku. Napasnya memburu. Aku bisa melihat mata abunya dari sedikit cahaya lampu putar tidak jauh di sampingku.

Aku mendorong tubuhnya kuat setelah kesadaranku pulih. Tapi percuma. Aku malah menyadarkannya dari lamunan singkat itu. Dia kembali menjilati bibir atasku.

Dengan cukup berani aku sedikit menekankan ciuman ini dan menggigit bibir bawahnya keras. Sangat keras sampai dia mengaduh dan mundur beberapa langkah dariku. Aku bisa melihat darah yang keluar dari bibir bawahnya samping kanan. Tidak terlalu ujung tapi aku cukup puas melihatnya terluka seperti itu. Dia sedikit menjilat darahnya.

“I like that, baby..” Keybom oppa tersenyum penuh arti dengan memamerkan deretan gigi rapinya sambil mendekatiku kembali.

Daguku diangkatnya dan kini satu ciuman terakhir yang dia berikan. Dengan darahnya yang kini sedikit terasa di lidahku.

“Kau-benar-benar-memuaskan..” bisiknya sambil berlalu dan menghampiri GD oppa dan Minho opa yang kini sudah berhenti minum dan mencoba mengembalikan kesadarannya.

Aku lemas..

Keybom oppa.. kau.. haish!

**

(Author POV)

 

Sarang menatap pantulan dirinya di depan cermin kamar mandi yang cukup besar itu. Ya, kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.

Perlahan air matanya turun. Bibir memerah, hidung dan matanya juga seperti itu. Kedua tangannya terkepal di atas kramik wastafel bernuansa hitam.

Dengan cepat dirinya menyalakan air kran dan mencuci permukaan bibirnya beberapa kali lalu menatap pantulan dirinya kembali. Tangisannya semakin menjadi.

“Bundaaaaa..” panggilan Sarang pada ibunya jika berada di Indonesia. Berbeda jika di Korea. Dirinya memanggil Mommy. Tidak ada seorang pun yang akan mengerti.

Sarang kembali mencuci bibirnya dengan kedua tangan bergantian. Tapi dirinya terlanjur tidak kuat dan menangis hebat dengan kedua telapak tangan yang menutupi wajahnya.

“Keybom oppa bukan kakakku! Dia penjahat! Aku membencinya! Aku tidak akan lagi berbincang bahkan menatap matanya! Kau monster, Keybom oppaaaa!!!” teriaknya masih di dalam kedua telapak tangan.

Perlahan Sarang menurunkan telapak tangannya dan berniat untuk mencuci muka. Tapi gelap. Semuanya gelap.

“KYAAAAAAAA!!!!!”

Sarang menjerit hebat dan berusaha sebisa mungkin keluar dari kamarnya. Ketakutan, ya, yeoja itu ketakutan akan gelap. Siapa yang pertama dicarinya? Tentu saja Taemin, si Bambino.

BRAK BRAK BRAK!!

Sarang menggebrak pintu kamar Taemin dengan keras bertujuan agar Taemin cepat membukanya. Dan memang benar!

“Kau berisik, Sarang!” bentak Taemin.

Setelah mendengar suara Taemin, Sarang mencari lengan Taemin di kegelapan ini. Dan hap! Dapat.

“Aku takuuuut!” rengek Sarang sambil mencengkram lengan Taemin dengan erat.

“Sebentar lagi juga semua lampu menyala, Singa betina! Sekarang kau yang pantas di panggil Bambino! Dasar Bambino!” ujar Taemin sambil berusaha menutup kembali kamarnya dengan Sarang yang masih berada di luar.

“Kau jahaat!!” teriak Sarang memekakan telinga. Tanpa peduli apapun yeoja itu menyerobot masuk ke dalam kamar Taemin dan mencari tempat tidur.

Sesekali Sarang terkejut dengan sesuatu yang dia tendang atau injak cukup kasar yang berada di lantai Taemin. Tapi dirinya tidak peduli.

Taemin hanya membuang napas dengan tidak sabar dan ikut mencari dimana letak tempat tidurnya.

“Kau yakin akan tidur di sampingku?” tanya Taemin yang sudah merasakan rambut panjang Sarang yang menyentuh pundaknya. Ya, Taemin selalu tidur topless seperti itu.

“Lebih baik dibanding aku tidur seorang diri di dalam kamarku,” jawab Sarang. Matanya masih terbuka dan semuanya sangat gelap.

“Aku namja. Apa kau tidak takut?” tanya Taemin dengan suara lembut dan nyaris berbisik. Sarang menoleh kearah suara Taemin yang berada di samping kirinya lalu memalingkan wajahnya kembali.

“Kau bukan namja. Kau Bambino!” tukas Sarang sambil memukul sembarang kearah Taemin.

“Awch! Apa kau tahu tadi kau memukul apa? Aku tidak akan bertanggung jawab jika sesuatu yang kau pukul itu berdiri dan menyerangmu,” ucap Taemin disusul desahan kecil.

“Gunakan bahasa yang dapat dimengerti manusia sempurna sepertiku.” Sarang memang benar-benar tidak mengerti dengan apa yang di maksud Taemin.

Taemin tertawa kecil dan dengan tepat memeluk pinggang Sarang dengan lembut.

“Kau tetap tidak takut jika aku memelukmu seperti ini?” tanya Taemin yang masih saja dengan suara lembut dan sedikit paraunya. Terlalu banyak minum, eh?

“Sudah biasa..” jawab Sarang mencoba untuk berpikir jernih. Pasti Taemin hanya menggodaku saja, batin Sarang.

Taemin mendesah dan memeluk pinggang Sarang semakin erat. “Sepertinya aku mabuk,” kata Taemin sambil menempelkan bibirnya di leher Sarang. “Dan aku ingin melakukan sesuatu. Kau tahu?” tanya Taemin yang membuat Sarang tersengat sedikit listrik karena dapat merasakan bibir Taemin yang bergerak-gerak di lehernya.

Sarang menggeleng dan Taemin merasakan itu. Taemin tertawa kecil. “Sudah kuduga.”

“Jauhkan wajahmu dari leherku, Taemin!” sentak Sarang sambil mendorong wajah Taemin menjauh. Tapi Taemin lebih menenggelamkan wajahnya lagi. Sarang tidak bisa berbuat apa-apa.

Sunyi. Semua sunyi sepi di keadaan gelap total ini.

Lima belas menit kemudian..

Taemin mengerang kecil sambil membalikkan tubuh Sarang sampai terbaring sempurna. Taemin menatap mata Sarang dalam dibantu cahaya bulan yang menyerobot masuk melalui celah kecil.

Perlahan wajahnya mendekati Sarang. Bibir Taemin yang sedikit basah mencium pipi dan hidung beberapa kali. Sampai Taemin mendekatkan bibirnya ke bibir sarang, dan akhirnya bibir mereka bertemu. Tidak ada perlawanan. Sepertinya Sarang mulai menikmati permainan lidah Taemin di dalam mulutnya.

Erangan dan desahan mereka berdua memecahkan sunyi di kegelapan ini. Menikmati kegiatan yang jarang dilakukan dan terasa dirindukan walaupun tidak sejauh ini? Bisa saja.

Tangan kanan Taemin tidak henti-hentinya mengelus rambut dan pipi kanan Sarang bergantian. Sedangkan tangan kirinya bertugas menekan kepala belakang Sarang agar ciuman mereka semakin dalam.

“Sarang..” ucap Taemin sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam baju Sarang. Jemari panjangnya mencari-cari kail bra yang dikenakan Sarang dengan lincah. Dalam satu gerakan kecil kail itu terlepas.

“Taemin.. jangan, Taemin!” rintih Sarang sambil berusaha menarik lengan Taemin yang kini bergerilya di punggungnya sambil menciumi leher yang sudah menegang.

“Tidak, Sarang. Aku tetap akan melakukan ini lebih jauh. Kumohon jangan menolak..”

“Aw!!!!” pekik Sarang ketika Taemin menggigit bibir bawahnya.

Kini Sarang terduduk di atas tempat tidur. Kepalanya berputar ke kanan dan ke kiri. Lampu sudah menyala. Dan Taemin tengah tertidur pulas di sampingnya.

“Ternyata hanya mimpi. Benar-benar menyeramkan. Aku tidak menyangka Bambino ini sebuas itu. Hah, itu tidak mungkin..” ujarnya sambil mengatur napas.

Sarang memutar kepalanya mencari dimana Taemin meletakkan jam dinding. Hm, pukul lima pagi.

Wow, kamar ini terlihat berubah meskipun kesan black and white lebih dominan. Tidak ada lagi toples besar yang berisikan binatang mati atau organ dalam kadal, sapi dan semacamnya.

Tapi dipenuhi lukisan abstrak, foto pemandangan yang dia ambil, kupu-kupu cantik yang dia jadikan koleksi.

Sarang tersenyum kecil dan menuruni tempat tidur Taemin. Tiba-tiba kakinya merasakan sesuatu yang terasa kasar dan.. bersisik?

Perlahan Sarang menunduk dan kontan matanya terbelalak sangat lebar! SANGAT LEBAR!

“KYAAA!! ULAAAR!!” Sarang berteriak histeris dan langsung saja berdiri tegak di atas tempat tidur Taemin.

Matanya belum terlepas dari ular piton raksasa yang kira-kira berdiameter 15cm itu. Kakinya dia tendang-tendang kearah paha Taemin, menyuruhnya agar cepat bangun karena seekor hewan buas, SANGAT BUAS berada di dalam kamarnya.

“Saraaaang..” rengek Taemin sambil menutup kepalanya dengan bantal lain.

“ULAR!! ADA ULAR BESAR, BAMBINOOO!!” teriak Sarang, kini mengguncang badan Taemin secepat mungkin.

“ARGH! Dia Dadang! Ular pitonku! Jika kau berteriak-teriak seperti itu, dia akan menerkammu! Jadi tutup mulutmu kalau kau ingin tetap hidup!” perintah Taemin yang kini sudah duduk tegak di atas tempat tidurnya.

Sarang menutup mulutnya dengan rapat. Seluruh badannya bergetar hebat. Dengan perlahan Sarang berjalan melewati Taemin dan menuruni tempat tidur dengan tidak sabar.

“Kau sangat gila, gila, gila, gila, Taemin!” ucap Sarang sambil mencengkram lengan Taemin dengan keras.

“Apa pendapatmu untukku berubah lagi setelah kau melihat ini?” tanya Taemin sambil tersenyum jahil.

Taemin menuruni tempat tidurnya lalu berusaha menarik sesuatu yang berada di bawah tempat tidurnya itu. Sarang yang melihat Taemin dengan sedikit penasaran, melangkah mundur.

“Bambino..” ucap Sarang tidak percaya ketika Taemin sudah berhasil mengeluarkan sesuatu berekor panjang dan bersisik lebih besar dan keras.

“BU.. BUHAYAAAAAAAAA!!!”

Dengan secepat kilat Sarang berlari keluar kamar Taemin.

“HAHAHAHAHAHAAA!! Asep, Dadang, lihat! Singa betina seharusnya berani bertarung dengan kalian..” ucap Taemin pada kedua binatang peliharaannya sambil mengusap-ngusap moncong Asep, si buayanya.

*

“Tadi malam benar-benar menyenangkan..” ucap GD membuka percakapan. “Thankyou, guys!”

“Yeah, sangat-sangat-sangat menyenangkan!” tambah Keybom sambil tersenyum penuh arti dan melahap roti isi yang manjadi menu sarapan pagi ini.

Minho hanya tertawa kecil. Dia tahu apa yang dilakukan Keybom pada Sarang semalam. Dan itu membuatnya sedikit khawatir dengan keadaan Sarang kali ini. Yeoja itu belum juga turun untuk sarapan bersama.

“Taemin, Sarang belum bangun?” tanya Minho sambil memakan keju secara terpisah dari roti.

“Aku tidak tahu,” jawab Taemin sambil terkekeh kecil, mengingat tragedi Sarang pukul lima pagi tadi.

Tidak lama ketukan sandal terdengar sangat lambat menuruni tangga. Keempat pasang mata tertuju padanya. Sarang hanya menunduk.

“Selamat pagi, semua!” sapa Sarang mencoba terlihat wajar dan menganggap kejadian malam tadi hanya mimpi buruk saja.

“Pagi, Princess..” balas Minho sambil mengelus puncak kepala Sarang dengan sayang.

Keybom terdiam sejenak dan menatap Sarang yang berada di depannya dengan kosong. Akhirnya mata yeoja itu kembali beradu dengan Keybom. Jantungnya kembali berdetak dan ketakutan itu muncul kembali.

Minho berdeham kecil. “Ayo, jangan diam saja! Dimakan rotinya, cutie..” perintah Minho. Sarang mengangguk kecil dan menggigit bibir bawahnya.

“Bom hyung, bibirmu kenapa? Barusuh? (sariawan),” tanya Taemin polos. Keybom hanya tertawa sambil mengunyah rotinya.

“Tidak. Ada yang menggigitnya. Sepertinya yeoja itu terlalu bernafsu sampai bibirku berdarah,” jawab Keybom dengan santainya. Minho semakin tidak tenang saja. Apalagi Sarang. Bagaimana jika Taemin tahu?

“Hah apakah secara tidak langsung itu artinya kau sudah berciuman dengan seseorang? Aku rasa tadi malam bibirmu baik-baik saja. Memangnya ada yeoja yang ikut serta? Sera nuna mungkin?” tanya Taemin kembali. Masih saja belum puas dengan jawaban Keybom. Apa harus lebih jelas?

“Tidak..” jawab Keybom singkat.

“Lalu? Hah? Apa mungkin Sarang? Haha. Itu mustahil..” ucap Taemin lalu meminum habis susu murninya di dalam gelas tinggi.

“Kau pikirkan saja..” balas Keybom sambil tertawa kecil dan menatap Sarang lalu mengedipkan sebelah matanya.

Sarang hanya memutar kedua bola matanya dan berdecak kecil. Menyebalkan sekali Keybom oppa!

‘Dibidibidip.. bolgot kariseuma Minho, dibidibidib.. my name is Minho, dibidibidib uri bitnaneun SHINee, We are living in the SM TOWN!’

Suara handphone Sarang berbunyi menandakan telepon masuk. Sarang membungkukkan badannya pada semua suadaranya dan berjalan menjauh. Siapa ini? Nomor tidak dikenal..

“Yoboseyo?” tanya Sarang.

“Sarang, ini aunty! Bagaimana? Kau datang ke rumahku siang ini, bukan?” tanya aunty yang terdengar sangat bersemangat.

“Uh, maaf aunty. Sepertinya aku tidak bisa,” jawab Sarang sedikit memelas.

“Mengapa? Aunty akan menyiapkan acara penyambutanmu..”

“Ne? Ah, sebaiknya jangan. Karena sepertinya aku tidak akan kembali pada Jinki dan akan memutuskan hubungan kami. Aku sedang ingin sendiri.”

“But, dear…”

“Please! Jangan memaksaku, aunty. Tolong sampaikan salamku untuk Jinki. Annyeong..”

KLIKK!

Sarang kembali duduk di kursi meja makannya dan melanjutkan sarapan. Dia tidak sadar kini banyak mata yang menatapnya ingin tahu.

“Siapa?” tanya Taemin singkat.

“Aunty.. uh, Mama Jinki maksudku,” jawab Sarang sambil sedikit berpikir, memikirkan apa dia tidak akan menyesal dengan perkataannya tadi di telepon? Akan memutuskan hubungan?

“Wow! Calon mertua,” celetuk Minho sambil melirik Sarang jahil. Sarang hanya memanyunkan bibirnya.

“Nona, ada kiriman bunga..” ucap seorang pelayan yang berseragam hitam putih yang baru saja datang.

“Ah? Kau simpan saja di meja kecil itu!” pinta Sarang. Sang pelayan menuruti.

“Pasti dari Jonghyun hyung,” tebak Taemin. Tidak ada satupun yang menggubrisnya.

“Aku ingin menjenguk saudara kembarku.” Keybom menyelesaikan sarapan paginya yang belum habis menyeluruh.

*

(Keybom POV)

 

Sudah lama aku menahan tawa. Kira-kira apa penyebab Keybum si antiseptik berjalan itu bisa jatuh sakit? Apa hanya melihat Sarang yang tengah mandi dia bisa terserang virus dengan mudah? Hahaha!

CKLEKK!!

Aku membuka pintu kamarnya tanpa ketuk. Hm, ada seorang suster yang menjaga rupanya. Waw, dia cantik. Keybum sedikit beruntung. Ya, hanya sedikit. Dibanding aku yang sudah mendapat ciuman Sarang yang sangat panas.

“Ya!” sapaku pada Keybum yang tengah merakit satu robot kecil di atas tempat tidurnya sementara si suster tengah menyiapkan sarapan pagi.

“YA!! KELUAAAARR!! JANGAN SENTUH APAPUN TERMASUK KARPET KAMARKU!! INI SEMUA STERIL!!” teriak Keybum. Lihatlah ekspresinya yang konyol.

“Aku sehat,” ucapku singkat. Dia terdiam. Haha..

“Karena kau sudah bersahabat dengan virus-virus itu. Jangan menambah penyakitku!”

“Kenapa kau bisa jatuh sakit?” tanyaku tanpa memperdulikan perkataannya.

“Apa pedulimu?”

“Kau melihatnya dengan jelas? Sarang? Ruangan perawatan?”

“Itu karena kau yang tidak memberitahuku ketika Sarang tengah berada di dalamnya. Untung saja kaca box shower itu tertutup penuh oleh uap dari air hangat yang dipakai Sarang,” jelas Keybum. Aku mengangkat sebelah alis tebalku.

“Tidak terlihat jelas? Hanya bayangan abstrak kau bisa jatuh sakit parah seperti ini? What a silly!” Aku tertawa rendah.

“Tentu saja tidak. Konyol..”

“Lalu?”

“Tidak penting..”

“Kau ingin aku memberitahu Sarang?”

“Okay, saat aku mandi, aku lupa melepas bajuku! Jangan tertawa!”

“…HAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!!”

“Hentikan tawamu!” perintah Keybum.

Aku hentikan tawaku perlahan. Eh? Aku merasakan sesuatu yang pahit di dalam mulutku. “KHOEKK!! CUHH! YAKS!!”

SIALAN! Dia melempar satu obat tablet ke dalam mulutku. Pahit!

Kini giliran Keybum yang tertawa sambil menutup mulutnya. Aku tidak akan membalas dendam padamu, saudara kembarku.

“Ya, bibirmu terluka? Apa satu jenis virus yang tidak terdefinisi perlahan menggerogoti anggota tubuhmu?” tanya Keybum dengan senyuman sinisnya. Apalagi yang dia katakan.

“Semalam aku berpesta dengan Sarang. Dan kami berciuman,” ucapku diakhiri dengusan singkat dan senyuman puas.

“Aku tidak percaya sepenuhnya. Kau berpesta itu sudah tidak asing. Tapi Sarang? Berciuman? Itu tidak mungkin..”

“Dia yang menggigit bibirku sampai berdarah dan berbekas seperti ini. She is a great kisser, you know that..” ujarku sambil tertawa kecil. Keybum hanya menatapku tidak percaya dan menyipitkan matanya. Napasnya terlihat tidak teratur. Apa dia cemburu?

“Tuan, sarapan pagi..” ucap seseorang dari arah belakangku. Suster itu.

“Sampai kapanpun aku tidak akan memakan makanan tawar itu!” bentaknya pada sang suster. Tapi suster itu tetap tersenyum. Rambutnya yang panjang masih basah dan tergerai terlihat berkilau terkena cahaya matahari. Jangan sampai aku tertarik lagi pada orang asing ini. Sarang dan Sera sudah cukup. Hah, sulit sekali untuk berubah.

“Makan itu, antiseptik berjalan!” bisikku pada Keybum. Dia mendelik tajam kearahku. Aku hanya tertawa.

“Tuan, kau sedang tidak enak badan. Jadi kau harus banyak makan,” ucap suster.

“Sudah kukatakan beribu kali, aku TIDAK MAU, dasar kau suster keramas!!!” bentak Keybum.

Sumpah deh, itu pasti nyesek banget si suster. Dipanggil suster keramas? Omegeh..

*

(Author POV)

 

Hari sudah beranjak menuju siang. Tidak ada seorang pun yang meninggalkan rumah. Jarang-jarang.

“SEMUANYA BERKUMPUL!!” teriak GD lewat toak yang diberikan servant.

Tapi belum ada satu dari lima saudaranya yang datang. Sarang tengah menerima telepon dari Mama Jinki kembali yang tidak juga menyerah untuk meminta Sarang datang ke rumahnya.

Taemin yang entah apa yang tengah dilakukannya di dalam kamar kesayangan. Mungkin bermain dengan binatang buas itu.

Keybum sakit, Keybom sedang berfantasi di atas sofa balkon dengan headphone pink yang menghiasi rambut hitam kemerahannya.

Sementara Minho tengah asyik berchating bersama teman lama di Amerika menggunakan aplikasi MiRC. Dan melihat-lihat profil melewati Friendster.

“Servant, toak ini tidak berguna. Mungkin sebaiknya aku menyampaikan lewat speaker saja..”

Tidak lama sang servant membawakan mic noncable pada GD yang tengah memegang kertas, berisi pengumuman penting itu.

“Ehm, check yall! Listen to this, check.. YA!! KALIAN!! LIMA BERENYIT!! DENGARKAN AKU!! BESOK LUSA DAD DAN KEEMPAT MOM KITA AKAN DATANG UNTUK MENGHADIRI PESTA MUSIM PANAS PARA PENGUSAHA SUKSES DI KOREA!! JADI KITA HARUS TAMPIL PALING SEMPURNA KARENA AKAN MENJADI SOROTAN PENTING DAN BANYAK WARTAWAN DARI DALAM DAN LUAR NEGERI YANG DATANG UNTUK MEWAWANCARAI DAD!! SELAIN ITU PRESIDEN KOREA JUGA MENGHADIRI ACARA INI!! SIAPKAN PAKAIAN PESTA TERBAIK!! JANGAN SAMPAI MEMALUKAN KELUARGA KITA!! TERUTAMA KAU, SARANG!! KAU SELALU TAMPIL MENGKHAWATIRKAN DAN SULIT BERGAUL JUGA TERTINGGAL FASHION TRENDI DIANTARA KITA BERENAM!! JADI AKU MINTA TOLONG PADAMU AGAR JANGAN MENYEPELEKAN ACARA INI!! THANK GUYS!!” teriak GD sedikit susah payah berteriak di depan mic dan suaranya yang menggelegar seisi rumah ini.

Tidak lama Sarang muncul dengan wajah masamnya menghampiri GD dari lantai dua, tidak terima dengan pendapat GD yang menurutnya tidak sepenuhnya benar.

“Oppa, aku tidak seburuk itu!” sergah Sarang.

“Tunjukan padaku gaun terbaikmu!” perintah GD sedikit membuat Sarang kalap. Dia sesekali bahkan setahun sekali pun jarang pergi ke pesta meskipun orangtuanya memaksa. Mungkin gaun terakhir yang dia punya saat dirinya duduk di bangku jhs.

“Uh..”

“Pergi dan cari gaun termewah!” GD yang mempunyai sifat sedikit galak mendelik tajam pada Sarang. Sarang yang mendapat tatapan itu hanya mencoba bernapas normal. Ketakutan.

“Baiklah, aku panggilkan supir dulu..”

“Mencobalah bersikap mandiri! Untuk apa kau mempunyai mobil?” tanya GD ketus.

“Aku.. Aku tidak bisa. Aku tidak biasa membawa mobil..” jawab Sarang sedikit tersendat sambil menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap GD yang berada beberapa meter darinya.

“Hh, come on!”

Tiba-tiba GD menarik pergelangan Sarang dan membawanya menuju garasi raksasa dimana terdapat banyak mobil milik keluarganya.

“Ambil kunci mobilmu!” suruh GD pada Sarang setelah mereka sampai di depan box berkode yang berisi puluhan kunci mobil.

Sarang memasukkan kode dan box itu pun terbuka. Sarang menyapukan penglihatannya untuk mencari kunci mobil dengan kepala berbentuk love berwarna pink.

“Ini, oppa..” ucap Sarang masih dalam keadaan tidak mengerti dan ketakutan.

“Aku akan mengajarimu.”

“Ne? Oppa..”

*

“Masuk, kau, Sarang!” teriak GD dari dalam mobil setelah sampai di arena latihan untuk Sarang. Jalanan yang sangat ramai.

“Tidak, oppa!” jawab Sarang dengan teriakan kembali. Kini beberapa puluh pasang mata mulai tertarik pada yeoja itu.

Tidak lama GD keluar dari dalam mobil dan menarik lengan Sarang secara paksa.

“Cepat masuk! Aku tidak ingin orang-orang melihatku yang notabennya seorang artis terkenal tengah memaksa gadis standar dipinggiran jalan!”

Sarang membelalakkan matanya dan mendengus kasar. Tangannya yang lain berusaha melepas cengkraman tangan GD.

Tidak lama seseorang berjalan mendekati mereka dengan alat rekam yang cukup lengkap.

“GD, maaf, siapa yeoja yang tengah bersamamu ini?” tanya seorang reporter. GD tersenyum ramah. Tidak ingin imejnya hancur di depan para fans yang menonton.

“Tolong aku!” teriak Sarang tiba-tiba. GD melotot kearahnya. “Aku dipaksa harus ikut shopping dengannya! Aku tidak mau!”

“Maaf, dia berbohong. Dia adikku..” sergah GD tetap berusaha tersenyum di depan kamera.

“Adik? Bukannya kau hanya mempunyai adik namja?”

“Sudah kubilang dia berbohong!” teriak Sarang.

Lima belas menit kemudian seseorang bertubuh tinggi tegap,tampan, berambut putih datang.

“Sarang..” panggilnya dengan suara sangat berat dan rendah. Sarang hanya terpaku melihatnya dengan jarak sangat dekat. Tidak pernah sebelumnya.

“TOP.. Kau benar-benar TOP?!! KYAAAA!!” jerit Sarang sambil berhambur dan menarik-narik jaket TOP yang terbilang mahal. Tapi TOP hanya tersenyum dan memegang kedua bahu Sarang.

GD memutar kedua bola matanya.

“Dia Sarang, adik Gdragon. Aku mengenalnya. Sarang, kau harus menurut dengan apa yang dikatakan GD. Kau ingin mahir menyetir mobil, bukan?” tanya TOP lembut. Sarang mengangguk semangat. “Baiklah, cepat masuk, gunakan sabuk pengaman dan happy driving! Oppa masih banyak pekerjaan.”

“Bye, oppa! Sampai jumpa! Kau memang sangat baik. Tidak seperti si naga ini. Bababaaay!” teriak Sarang sampai mobil TOP melaju jauh.

“Merepotkan saja..” bisik GD dan semua kembali normal.

*

(Keybom POV)

 

Aku tidak mengerti. Bibirku selalu saja tersenyum jika mengingat kejadian tadi malam. Malah selalu saja tertawa kecil. Aku senang? Tentu saja. Sulit sekali mendapat ciuman dari seorang Sarang. Dan aku sangat terkejut ketika dirinya menggigit bibir bawahku. Itu sangat seksi, kau tahu? Haha..

Drrtt..

Satu pesan? Sera.

 

From Sera:

Oppa, aku merindukanmu..

 

From Bom:

Aku ingin kita berciuman.

 

From Sera:

Mengapa jawabanmu selalu seperti itu?

 

From Bom:

Aku ingin kita berciuman.

 

From Sera:

Aku belum siap. Sudahlah oppa, aku lelah jika jawabanmu seperti itu setiap kali aku memberimu pesan.

 

Dasar. Aku kira dia lebih hebat dari Sarang. Ternyata.. Sampai kapan dia akan terus sepeti ini. Kalau begitu lebih baik aku memutuskan hubunganku dengannya saja. Sepertinya suster si antiseptik lebih menarik. Hah.. Tapi mana mungkin. Dia seorang nuna. Aku tidak suka.

“Tuan..”

Samar-samar aku mendengar suara panggilan. Kubuka headphoneku dan kuputar kepalaku. Ternyata servant.

“Ya, sir?” tanyaku.

“Ada kiriman bingkisan dari seseorang untuk Nona Sarang.”

“Mengapa kau berikan padaku?” tanyaku lagi sambil menerima satu bingkisan berwarna biru elegan yang cukup besar.

“Karena Nona Sarang tidak ada di rumah dan orang yang memberi ini berpesan untuk dititipkan saja pada saudaranya.”

“Memang kemana Sarang?”

“Belajar mengendarai mobil bersama Tuan GD dua jam yang lalu.”

“Kemana?”

“Jalan Gumyeon.”

“WHAT?! Bukannya jalan  itu sangat ramai sekali?”

Servant hanya mengangguk. Aku mendesah panjang. Dasar GD. Itu jalur berbahaya untuk pemula.

“Baiklah kau boleh kembali!” perintahku dan dia menurut.

Kubuka dengan perlahan tutup box ini. Waw, gaun berwarna merah beserta high heels. Tunggu, ada suratnya juga.

 

From: Mama Jinki

Sarang, my dear, ini kuberikan gaun termahal yang dirancang oleh perancang terkenal di Paris. Pakailah ini ke pesta musim panas nanti. Kau pasti akan tampil paling cantik. Arasso? Aunty menyayangimu :*

 

Hah, memaksa Sarang untuk kembali ke pelukan Jinki dengan gaun mahal seperti ini? Aku tahu Sarang tidak silau dengan harta. Tentu saja, dia sudah mempunyai apapun yang dia inginkan.

“Besok saja, GD oppa, aku sudah lelah! Mencari gaun itu hal yang mudah!” teriak seseorang yang sudah sangat kukenal suaranya. Ya, Sarang. Dia sudah pulang.

“Kau sudah mempermalukanku di depan para wartawan, dan kau juga sudah lancar membawa mobil dan apalagi masalahmu, hah? Aku menyerah! Silakan saja permalukan keluarga kita!” balas GD hyung dengan suara yang membahana.

Aku berjalan santai menghampiri mereka yang tengah berdebat keras sambil membawa bingkisan itu.

“Baby, kau tidak perlu membuang habis tenagamu untuk membeli gaun. Karena sudah ada seseorang yang memberimu satu,” ucapku sambil menyerahkan padanya. Haha, dia masih marah padaku. Mengambil bingkisan yang kuulurkan saja sangar dan kasar seperti itu.

“Berikan padaku!” sergah GD hyung sambil merebut bingkisan itu yang sudah tepat di pegangan Sarang.

GD hyung membuka lebar gaun itu dan di pasangkannya di tubuh Sarang bagian depan.

“SEMPURNA!!!”

*

(Sarang POV)

 

“SEMPURNA!!!”

Baiklaaaah, itu bagus. Aku sudah tidak ingin membuang habis tenagaku untuk mencari gaun bodoh untuk pesta idiot.

“Itu pemberian dari Mama Jinki dan khusus untuk kau kenakan di pesta itu. Jadi kusarankan kau harus memakainya, Sarang. Sepertinya ahjumma itu sudah mengeluarkan banyak uang untuk satu gaun itu.”

Keybom oppa tersenyum simpul lalu berjalan menuju tangga dengan headphone yang terpasang di lehernya.

“Sudah, kau tidak perlu mencari gaun lagi. Dan aku sudah menyesal karena telah mengajarimu menyetir mobil.”

Suruh siapa juga yang ingin diajari mobil. Aku memang sudah bisa. Hanya tidak berani saja. Dasar GD oppa menyebalkaan!!

Aku pandangi lagi gaun merah ini dari atas sampai bawah. Memang sangat indah dan sangat cantik. Aku menyukainya. Tapi aku merasa bersalah pada Aunty. Bagaimana bisa aku memakai ini dan aku mengabaikan permintaannya untuk menjenguk Jinki.

Jinki..

‘Dibidibidip.. bolgot kariseuma Minho, dibidibidib.. my name is Minho, dibidibidib uri bitnaneun SHINee, We are living in the SM TOWN!’

“Yoboseyo..”

“Sarang! Aku ingin bertemu! Temui aku di cafe sekarang juga!”

“Baiklah..”

KLIKK!!

Okay, aku akan membawa mobil sendiri menuju cafenya. Mungkin saja keahlianku membawa mobil bisa diakui Sera yang masih aja tidak percaya bahwa aku bisa.

“Pelayaaan! Tolong simpan ini juga sepatunya ke dalam ruangan pakaianku!”

*

BLAM!!

I DID IT!!

Aku sudah tahu, aku akan berhasil membawa mobil merahku ini dengan selamat sampai cafe Sera, Haha. Yeoja itu harus tahu dan percaya.

“YAA!!!”

BRUK!!

Aw.. Sakit.. Aku mengusap telapak tanganku yang menjadi tumpuan agar aku tidak terjatuh setelah didorongnya. Aku mendongakkan kepalaku. Ternyata yeoja kasar itu. Jiyoung. Dengan cepat aku berdiri dan menatapnya tajam.

“Apa yang kau inginkan?!” tanyaku mencoba bersabar dan menahan sakit.

“Kau puas, hah? Mama Jinki telah membatalkan perjodohanku dengan Jinki itu semua gara-gara kau, Sarang! Kau menyogok Mama Jinki!! Aku tahu!!” balasnya berteriak. Membuatku malu saja sebagai putri dari Choi Minseok.

“Aku tidak serendah itu, Jiyoung. Tutup mulutmu!” bentakku sambil mendorong pundaknya pelan.

“KAU!!”

PLAK!!!

 

TBC ;]

 

 

9 thoughts on “(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 8 ]

  1. kasian banget sarang… aduh keybom jahat masa adik sendiri digtukan jg sih….
    balik sm jinki aj sdh biar g diapa2kn sm keybommm….

  2. Ckckck….dasar emaknya si jinki ini emang benar-benar…dulu aja ngelarang, eh pas taunya sarang anak pengusaha yg tajir dan kece abiss langsung deh keluar otak matrenya…. -__-”

    Bahahahaha, sumpah itu sikeybum lebainya y owohh… *pletak. Wuahahah
    Oalaaa, ternyata begono, karna balkon kamarnya keybum mengarah kelabirin makanya keybum bisa nolongin sarang tak kirain dikasih tau si taem taem…hahaha
    Ckck, sepertinya keluarga sarang emang diwarisi otak-otak encer…saya juga mauuu #plakk.abaikan

    Dan demi apaaa…ya Tuhan si keybom itu emang benar-benar minta ditampolll Щ(ºДºщ) , mesumnya benar-benar akutt…aduhhh gatal ini tangan minta ngegeplak kepalanya keybom, simesum itu beraninya dengan sarang, padahal dia adiknya (۳˚Д˚)۳. Astaga untung aja taemin datang tepat waktu. grrrr. Dan apa-apaan itu? Dia merasa klo sarang bkn adik kandungnya, aishhh jangan sampe firasatny it benar, g rela…ga rela (۳º̩̩́Дº̩̩̀)۳ ƪ°͡▿▿▿▿▿▿°͡ƪ , ta ta tapi lain halnya klo ternyata taemin dan sarang bukan kakak adik kandung, rela deh, rela BANGET kalo itu emang benaran muahahahahahaahaha dan kesal sekaligus jengkell, saat bagian sarang dan keybom ciuman waktu pestaa huaaaaa (˘̩̩̩^˘̩̩̩ƪ) ga rela (˘̩̩̩^˘̩̩̩ƪ) g relaa…apalagi sarang menikmatinya…y Tuhan g relaaaa (˘̩̩̩^˘̩̩̩ƪ)

    Kyaaaaaa dan g berhenti senyam-senyum saat bagian SATE (sarang dan taemin *plakk)…. Y owohhh manisnya mereka berdua….aisshh suka suka pke Banget saat taemin meluk sarang, saat taemin mulai menunjukkan perhatiannya dengan sarang, saat sarang bermimpi berciuman dengan taemin….demi apaaa kyaaaa disitu sarang dengan senang hati membalas taeminnn ♥(>̯┌┐̯┌┐<)•° …ditunggu part 9nya saeng…
    Hwaiting ┌( ˘̶̀▽˘̶́ )9 ( ◦˘ з(◦'ںˉ◦)~♡

  3. Aku lebih seneng Sarang sama Taemin hoho~ seneng banget pas Moment Sarang tidur disebelah Taemin terus ciuman *~* eh ternyata itu hanya mimpi. Cuma kok bisa aja ya Sarang mimpi ciuman ama Taemin’-‘?apa Sarang mulai mencintai Taemin?#Plaakk. Tapi Rela aja sih aku kalau Sarang akhir2nya ama Taemin, rela banget malah *v* . Abis itu pas yang katanya Keybom nyium Sarang yang lagi dikamar, itu ngenes banget._. untung ada Taemin nongol, terus mereka pelukan Kyahahaha>..

  4. Annyeong thor… Aku reader baru disini!!

    :D

    Ff nya daebak!!!

    Aduh itu keybom -,- yadong akut tingkat dewa(?) … Ah itu pas bad scene taem-rang aku kira beneran 0_0 taunya mimpi hahaha … And thor, ad 1 yg kupertanyakan…. Ah mereka itu adek kakak kndung bukan ne??!! Klo kandung brarti brother/sister complex dong O_O ah jngan dong bwt aja salah 1 sodara si sarang itu ga 1 darah(?) , dan akhirnya mereka ber 1 deh#komengje, itu keybum aduh +_+ kelewat lebaynya ampe sgitunya …. Aa penasaran nih, di tunggu ne next chap nya :D jngan lama” ne :D

    Fighting!! Finghting!!! :* :* :* #nyium author ampe bibirnya dower#pllaak

  5. Aishhh!!! kalonaku jadi sarang aku akannlangsung kabur dari rumah..tuhh rumah mskipunnmewah tapinsangat sangat tidak aman terutama karena kberadaan keybom..astaga tuhh naja emg maniak…minho liat knp dia mmbiarkan nya? ishh g hbs pikir sama saudara2 sarang…
    Mendingan GD dehh yaa…taemin jg msh mnding lh… fiuhhh..
    Udhlah sarang balikan aj sama jinki..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s