(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 7 ]

Untitled-2 copy

HELLO SMART PLAYBOY

Cast:

  • SHINee
  • Choi Sarang (YOU)

Minor Cast:

  • G-Dragon (Big Bang)

Keterangan:

  • Lee Taemin at Juliette Japan era
  • Choi Minho at Juliette Japan era
  • Kim Keybum at Juliette era
  • Kim Keybom at RDD wears black tuxedo era
  • Lee Jinki at RDD era
  • Kim Jonghyun at Replay Japan era
  • G-Dragon at Heartbreaker era

Disclaim: Tuhan yang menciptakan mereka, lima bintang besar yang bersinar, SHNee. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

 

Selamat membaca!

…………………………………………………………

Last chapter…

Banyak yang berubah..

Tapi ada satu yang sangat membekas pada Sarang. Kemana Taemin? Dia tidak lagi mengunjungi kamarnya setiap malam.

Belasan pesan yang tidak pernah bosan datang padanya yang dikirim Jinki tidak mengobati. Karena teringat kembali pada Jiyoung. Tidak ingin mencari mati, eh?

“Sepertinya aku benar-benar membutuhkan Kim Jonghyun..”

……………………………………………..

CHAPTER 7

 

(Sarang POV)

 

Sunday, cepatlah datang! Aku tidak ingin menunggu lebih lama. Beberapa menit lagi aku akan mati kebosanan dengan sarang laba-laba yang melekat di tubuhku.

Sepertinya Keybom oppa sudah merasakan kecocokan dengan Sera. Tentu saja aku senang! Hanya saja dia sahabatku, aku tidak mempunyai siapapun kecuali dia yang bersedia menemaniku jika aku tidak mempunyai seseorang yang memberikan perhatiannya padaku. Okay, mungkin ada Jinki… tapi lupakan!

Aku tatap mobil merah menyalaku yang kini sudah terlihat bersih. Memang selalu bersih. Tapi sekarang sangat bersih. Tentu saja, aku jarang memakai mobilku. Paling jauh hanya di sekitar rumahku saja. Kapan Dad akan memberiku ijin untuk membawa mobil sendiri? Aku sudah delapan belas. Taemin saja yang berada di bawahku sudah bebas menggunakan mobil kemanapun. Okay, okaay aku tahu dia seorang namja.

Apa? Diantar supir? Tidak. Aku lebih tega jika Taemin yang mengantarku kemanapun sampai dia bosan dan mulai meracau.

*

Dengan perlahan matahari mulai tenggelam di arah barat. Ya, sekarang pukul empat sore dan tidak ada satupun saudaraku yang sudah kembali.

“Yang aku kerjakan hanya mengisi soal chemy, math dan physic sedari pagi tadi. Apa tidak ada yang lebih menarik, lebih sulit, lebih membuat otakku berpikir?”

Aku mulai berbicara dengan diriku sendiri. Baiklah, mungkin untuk mengusir kebosanan. Tapi itu gila.

Ah, ya! Lebih baik aku mencoba memecahkan arena labirin di halaman belakang saja. Selama aku tinggal di rumah ini aku belum pernah berhasil keluar di pintu yang benar. Selalu saja tersesat. Ah, sudahlah. Mungkin kini otakku bisa berpikir dan tidak membuatku bosan.

Kulangkahkan kakiku dengan cepat menuju halaman belakang. Dan kini arena labirin besar sudah berada di depanku. Tersesat? Tenang saja. Aku membawa cellphone dan jika iya aku tersesat, aku tinggal memanggil kuncennya.

START!

Labirin yang terbuat dari tanaman pagar dan tinggi 3 meter ini sangat terawat. Tapi sayangnya tidak ada seorang pun yang berhasil kecuali Taemin dan kuncen. Baiklah, aku akan memecahkan rekor kali ini.

Kanan, kiri, kiri, kanan, kiri, lurus, kanan, ah buntu! Baiklah, kembali lagi. Ha? Tadi aku belok kearah mana? Sial. Bagaimana bisa aku kebingungan sendiri?

Beberapa puluh menit kemudian..

NO WAAAAAY!! Aku tersesat! Bagaimana ini? Apa aku harus menyerah saja? Baiklah, mungkin tidak sekarang aku memecahkan rekor untuk diriku sendiri.

Kukeluarkan cellphoneku dan menelepon salah satu servant untuk memanggilkan sang kuncen.

“Hello! Servant? Ah, Servant! Tolong panggilkan kuncen labirin! Aku tersesat. Lagi,” pintaku.

“HAH? Maaf Nona, apa kau lupa? Kuncen ahjusshi adalah suami dari salah satu koki disini. Karena semua koki disini dipecat oleh Tuan Keybom, maka kuncen ahjusshi juga ikut pulang dengan istrinya.”

“WHAAT?!! AKU TIDAK INGIN TAHU! CEPAT CARIKAN TAEMIN!!”

“Nona, maaf lagi. Tuan Taemin, Tuan Minho, Tuan Keybom dan Tuan GD mengadakan pesta di salah satu night club cabang Tuan besar di Seoul. Kemungkinan akan kembali tengah malam.”

“KALAU BEGITU TURUNKAN SEMUA SERVANT DAN PELAYAN!! CEPAT!!”

“Nona, bukannya aku tidak mau. Labirin itu sangat besar dan luas sekali. Bagaimana kalau kita semua ikut tersesat?”

KLIK!!

“Hidupkuu..”

Bagaimana ini? Aku akan mati kelaparan disini selamanya? Ah, tidak. Mungkin sampai besok atau larut malam. Tapi.. Daaaaad! Tolong terjunkan helikoptermu untuk menolongku..

Satu jam kemudian..

Aku mati kedinginan. Tubuhku kaku. Berjongkok di salah satu pojok belokan seorang diri. Mataku dan napasku terasa berat. Hanya telingaku yang dapat mendengar kericuhan para servant dan pelayan yang tengah cemas, ketakutan jika aku tidak bisa kembali dan mati, eh? Rasakan! Aku akan menghantui kalian lebih dulu jika aku menjadi roh gentayangan.

“Kau memang merepotkan..”

Tiba-tiba kurasakan dua tangan kuat yang tiba-tiba menggendongku. Aku mencoba menengadahkan kepalaku dan ternyata.. Keybum oppa. Oke, untuk kesekian kalinya kau terlihat keren dimataku \ (>._.<) /

But, wait! Mengapa bisa? Mengapa bisa dia menemukanku disini? Taemin saja butuh lima kali menyusuri labirin ini baru dapat memecahkan jalan. Cerdasss! (y)

Keybum oppa menggendongku dengan selamat sampai aku dibaringkannya di atas tempat tidur. Tidak ada mimik kelelahan setelah mengangkat badanku di wajahnya yang selalu datar itu.

“Jika tidak bisa menemukan jalan kembali, sebaiknya diam. Kau hanya mencari mati dan membuat semua orang cemas.” Keybum oppa tidak menatapku lalu memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana. Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya yang sangat perhatian itu. Unyuu~

“Kau sudah pulang oppa,” ucapku berbeda topik darinya. Keybum oppa hanya mendengus.

“Tidurlah.” Keybum oppa berjalan malas menuju pintu kamarku.

“Chankamaan! Oppa..”

“Ne?”

“Kemari!” pintaku padanya. Ya, sejak dulu aku ingin sekali melakukan ini.

Keybum oppa melangkahkan kakinya sedikit ragu dan menatapku penuh tanya. Aku memintanya untuk sedikit membungkuk. Dan akhirnya aku bisa juga memeluknya, salah satu kakak yang bersikap baik padaku meskipun sikapnya sangat dingin. Aku tidak tahu harus bagaimana jika tidak ada Keybum oppa.

“Gomawo..” kataku padanya. Tetap memeluk Keybum oppa.

“Ah.. ya..”

Degan cepat aku melepasnya. Aku tahu kali ini dia salah tingkah. Napasnya terdengar tidak beraturan dan berat. Hah, oppa~ lihat matanya itu. Sepertinya dia tidak biasa berdekatan dengan yeoja.

Dia kembali melangkah kearah pintu. Namun kini lebih cepat.

“Night, oppa.”

Dia hanya mengibaskan tangan kanannya sampai akhirnya sosoknya menghilang dari pandanganku.

Aku tersenyum.

*

(Keybum POV)

 

“Chankamaan! Oppa..”

“Ne?”

“Kemari!” pintanya padaku. Hah, memangnya apa lagi yang harus aku lakukan?

Aku melangkahkan kakiku sedikit ragu dan menatapnya penuh tanya. Tiba-tiba dia memintaku untuk sedikit membungkuk. Baiklah, mungkin tidak akan ada sesuatu aneh yang akan dia lakukan padaku. Apa ada sesuatu yang perlu dibisikkan? Ah..

DEG!

Apa ini?! Apa?!!! Mengapa.. mengapa dia memelukku? Gawat! Jantungku.. Wangi rambutnya, tubuhnya.. tercium jelas dan..

“Gomawo..” bisiknya tepat di telingaku. Mengapa dia tidak juga melepaskan pelukannya? Aku sesak. Bukan karena dia memelukku sangat erat. Tapi.. aku juga tidak mengerti!

“Ah.. ya..” jawabku susah payah.

AH!! AKHIRNYA!! Akhirnya dia melepaskan pelukannya!! Tuhaaan, terimakasih!

Gawat.. jantungku.. mengapa belum kembali berdetak secara normal? Aku khawatir Sarang mendengarnya. Akan sangat memalukan.

Dengan cepat aku melangkahkan kakiku menuju pintu kamarnya.

“Night, oppa.”

Aku hanya mengangkat tangan kananku kearahnya. Aku tidak ingin wajahku yang terlihat salah tingkah tingkat akut ini terlihat. Tidak perlu dijelaskan, bukan? Karena kalian juga tidak akan mengerti. Abstrak! Dan buruk rupa. Itulah wajahku sekarang.

BLAM!!

Hah, mengapa aku tidak bisa mengontrol diriku? Menutup pintu kamar saja sampai mengeluarkan tenaga seperti menutup pintu baja.

Tadi itu.. Sarang. Ketika menggendong tubuhnya aku seperti tidak merasakan apa-apa bahkan sepertinya kakiku tidak menyentuh tanah.

Dan ketika dia memelukku.. HAISSHH!!

Bagaimana ini? Tidak mungkin aku menyukai adik kandungku sendiri..

*

(Jinki POV)

 

Aku tidak peduli dengan apapun yang dilakukan Jiyoung atau kedua orangtuaku. Aku hanya ingin Sarang. Sarang. Sarang.

“Sarang, Sarang, Sarang, Sarang, Saranghae, saranghaeyo, saranghamnida, sarang burung.. Haaaah..” gumamku tidak jelas.

Aku gila! Sarang, kembalilah padaku! Aku menyesal. Aku menyesal mengapa aku sempat menyukai gadis jahat seperti Jiyoung?

Dan kini kau sudah mendapatkan seorang kandidat setelah kau melepasku? Tidak. Aku tidak akan lepas darimu. Aku tidak peduli. Kau tetap milikku. Tidak akan semudah itu dia mendapatkanmu.

“Jinki..”

Aku memutar kepalaku kearah pintu kamar yang sepertinya dibuka seseorang. Ya, ibuku.

“Ya, Mam?’” tanyaku lemas. Mama tersenyum lalu menghampiriku yang tengah duduk membisu di depan meja belajar ditemani foto-fotoku dengan Sarang yang indah menghiasi meja belajarku. Itu semua membuatku bersemangat, jujur saja! Tapi kini membuatku.. sakit.

“Keluarga Jiyoung sudah sampai. Ayo kita turun dan menyambut mereka!” ajak Mama dengan lembut. Aku memalingkan wajahku darinya dan beralih menatap foto Sarang yang tengah tersenyum lepas dengan pipi kanan yang kucubit kecil.

“Shireo..” ucapku lambat dan malas. Aku sedang tidak enak badan. Sepertinya aku sakit.

“Jinki.. jangan seperti ini. Bukannya kau mengharapkan Jiyoung berada di dekatmu, hm?”

“Tidak sama sekali. Aku hanya ingin Sarang yang berada di dekatku,” jawabku di akhiri hembusan napas panas yang cukup panjang.

“Lupakan yeoja itu! Sudah jelas-jelas Jiyoung adalah yeoja yang pintar, cerdas, anggun, cantik. Dan yang terpenting dia berasal dari keluarga terpandang. Mempunyai pabrik tekstil kualitas ternama yang sudah bercabang di seluruh penjuru negeri ini. Kau harus mempunyai jodoh yang sepadan dengan kita. Ingat, Papa adalah seorang Presiden Korea!” jelas Mama panjang lebar. Aku mendengus kecil. Ya, aku adalah putra dari seorang Presiden Korea yang tidak diketahui oleh rakyat. Jadi aku anak siapa? Ayam? Huh.

“Mama tidak tahu siapa Sarang?” tanyaku berharap ini menjadi kartu As yang sudah lama aku simpan.

“Penting untuk Mama mengetahuinya?”

“Jika mama ingin tahu.”

“Katakan..”

“Dia adalah puteri dari Choi Minseok. Pemilik perusahaan mobil Toyoto yang sudah bercabang di seluruh penjuru dunia ini. Dia pintar, cerdas, pandai bermain segala macam musik, tarian, lebih cantik dari Jiyoung. Dan yang terpenting aku mencintainya. Aku harus mempunyai jodoh yang benar-benar aku cintai. Benar seperti itu, kan, Ma?” tanyaku mengikuti prosedur seperti yang Mama katakan sebelumnya tentang Jiyoung.

Mama menghirup napas dalam-dalam. “Jinki.. Mama akan batalkan pertunanganmu dengan Jiyoung dan ajaklah Sarang bermain ke rumah kita. Mama ingin bertemu dengannya.” Kini Mama berubah. Matanya berbinar. Kematreannya kambuh. Huh, harusnya sedari dulu aku mengatakan ini.

“Terlambat.. semuanya sudah terlambat. Dia sudah mempunyai kekasih baru.” Kulihat Mama terdiam. “Lalu bagaimana dengan Jiyoung dan keluarganya sekarang?” tanyaku diselingi batuk kecil.

“Mengapa kau tidak memberitahu Mama kalau dia adalah anak pemilik Toyoto? Haahh..” gumam Mama memelas. “Kita turun saja dulu dan pikirkan nanti. Mama lebih setuju kau dengan Sarang, Jinki. Ayo, kita turun!”

Mama menarik lenganku. Tapi tiba-tiba tarikannya terhenti.

“ASTAGA!! Kau demam tinggi! Bagus!”

“Ha?” aku melongo kearahnya.

“Jadi acara makan malam dibatalkan. Istirahat yang baik ya, sayang. Mama akan segera kembali setelah mereka pulang! Lalalala~”

Anaknya sakit mama malah bersyukur. Haaah, HASYIM!! Hidungkuuu~ Huaa.. Mataku juga panaaaas~ tersiksa.

**

(Sarang POV)

 

YEAY! Akhirnya hari minggu sudah tiba! Aku tidak sabar bertemu dengan Jonghyun oppa siang ini. Aku harus berdandan dengan cantik agar dia semakin tertarik padaku. Hihi :p

Aku membuka pintu kamarku dengan riangnya. Kulangkahkan kakiku dengan cantik menuju tangga. Tapi tidak sengaja aku melihat satu sosok namja di ujung mata kananku dan membuatku mengurungkan niat untuk segera turun. Lee Taemin.

“Bambino-ya!” panggilku sedikit centil.

Dia terlihat sangat santai dengan pakaiannya. Kaus putih bertuliskan ‘SHINee WORLD’, celana jeans ketat berwarna hitam dan rambut pirangnya dia biarkan tidak tertata.

“Kau masih hidup, eh?” sapa Taemin. Apakah kata seperti itu pantas disebut sapaan? Dasar bambino tidak sopan!

“Apa pedulimu? Keybum oppa sudah menolongku.”

“Aku tahu.” Sejenak Taemin mengedarkan penglihatannya padaku dari ujung ke ujung. “Ya! Mengapa kau berpakaian tidak layak seperti itu?” tanya Taemin tanpa senyuman yang keluar.

Hah? Apa maksud anak ini? Mulai mencari perdebatan baru. Menyesal aku menghampirinya dan memintanya untuk mendoakanku agar acara kencanku dengan Jonghyun oppa berjalan lancar.

Seharusnya aku tahu tanpa doanya pun aku akan menjadi kekasih Jonghyun oppa hari ini.

Dengusan kasar keluar dari hidungku. “Aku pergi,” ucapku ketus dan berpaling darinya.

Hap!

Tiba-tiba tangan kananku di tariknya sampai aku maju beberapa langkah dan menyisakan jarak beberapa senti dengannya.

“Jika kau berpakaian seperti ini, akan banyak namja yang terpikat. Dan kini kau sudah berhasil memikatku, Sarang..”

DEG!

“Terserahlah.”

Tapi tiba-tiba Taemin mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum penuh arti. “Kau cantik,” bisiknya nyaris tidak terdengar.

Kini kedua tangannya memainkan jemari kananku.

“Hm, Sarang. Kau suka pelajaran matematika, ya?”

“Ya, mengapa?” jawabku meskipun tidak tahu kemana arah bicaranya yang terdengar manja.

“Karena kau telah mengintegralkan hatiku,” jawab Taemin.

“Hah?! PLEASE DEH LO YA, NGGAK BANGET! Belajar ma siapa sih?” tanyaku tidak santai. Kata-kata gombal apa itu? Mimik wajahnya berubah memelas.

“Padahal aku sudah menyiapkan ini semalaman, singa betinaaa! Minho hyung yang mengajariku. Tunggu disini! Aku akan memanggilnya!”

Oke, aku menunggu!

Tidak lama Minho oppa datang dan memberi senyuman terindahnya padaku. Sekilas dia mengusap rambutku. Aaaah~ Minho oppa~

“Cepat berikan dia kata-kata gombal itu, hyung!” pinta Taemin pada Minho oppa dengan wajah masam.

“Memang kau gagal?” tanya Minho oppa pada Taemin. Yang ditanya tidak menjawab. Haha! “Oke.”

“Sarang, kau pintar bermain piano ya?” tanya Minho oppa dengan tatapan menggodanya padaku. Dan itu benar-benar menggoda! Huaaaa~

“Iya, oppa. Kok tau siiech?”

“Karena kau telah memencet-mencet hatiku..”

“HUAAAA OPPAA~~ KYAAA!!” jeritku pada Minho oppa sambil bergelayut manja.

Aku lirik Taemin yang sedang ternganga tidak percaya.

“KATA-KATA APA ITU, HYUNG?! SAMA SEKALI TIDAK ROMANTIS!! MILIKKU LEBIH KREATIF!!” omel Taemin. Aku dan Minho oppa hanya tertawa terbahak-bahak melihat ekpresinya yang benar-benar seperti bambino. Ya, anak kecil.

Taemin, kau belum beranjak menjadi remaja semestinya.. Cepat putuskan saja semua pacarmu!

Haha..

*

(Author POV)

 

Jantung yeoja itu berdetak lebih cepat ketika melihat sesosok namja tampan sedang duduk seorang diri sambil mengenakan headphone putih di kedua telinga. Kepalanya mengangguk-angguk mengikuti detakan musik. Namja itu menggigit bibir bawahnya dan tetap mengikuti alunan lagu.

Dengan perlahan Sarang menghampiri namja itu. Siapa lagi kalau bukan Kim Jonghyun. Dari jauh, Sera sedang mengamati Sarang. Tentu saja dengan sepengetahuan Sarang.

“Hello!” sapa Sarang pada Jonghyun.

“Ah!” seru Jonghyun antusias sambil membuka headphonenya dan digantungkan asal di leher. “Sarang. Duduk..”

“Hmm, maaf sudah membuatmu menunggu lama, oppa,” ucap Sarang selembut mungkin dengan senyum yang sedikit sulit dilakukan semestinya. Rasa gugup mengalahkan semuanya.

“Tidak juga. Aku baru sampai. Ah, ya aku sudah memesankanmu vanilla ini. Aku tidak tahu kau suka atau tidak.” Jonghyun terlihat sangat tenang dengan senyuman ramahnya pada Sarang.

“Aku suka!” sergah Sarang dengan cepat. “Terimakasih, oppa..” kata Sarang dengan imutnya. Jika Taemin mendengarnya, dia pasti menyerang Sarang habis-habisan.

“Baguslah kalau begitu,” jawab Jonghyun lalu menghisap moccanya di dalam cangkir pendek. “Sarang, kalau boleh aku tahu, mengapa kau mengajakku untuk bertemu disini?” tanya Jonghyun. Tetap dengan senyum dan gaya santainya. Tapi  tidak bagi Sarang. Tiba-tiba jantungnya serasa memaksa untuk keluar.

“Ah, itu.. masalah.. OH YA!! Ketika aku sakit dan kau datang kerumahku, memberiku bunga mawar putih dan segalanya, lalu kau melihatku dengan seseorang dan kau pergi.. sebenarnya aku.. ingin mengatakan maaf dan terimakasih padamu, Oppa,” jelas Sarang, merasa ada sesuatu yang merasuki tubuhnya sehingga mendapat hidayah(?) dan berbicara lancar-lancar saja.

Jonghyun tertawa kecil. “Maaf untuk apa? Kau tidak melakukan kesalahan sedikit pun kurasa.” Jonghyun mengeluarkan ekspresi yang dapat membuat yeoja di depannya terkapar.

“Maaf karena..”

‘Mana mungkin aku mengatakan maaf karena saat itu aku sedang berpelukan dengan Jinki..’

“Karena aku  tidak membiarkanmu tinggal lebih lama?” Sarang membuang napasnya secara diam-diam melewati hidung.

“Oh.. Tidak masalah. Mungkin aku yang harus meminta maaf karena sudah mengganggumu,” ucap Jonghyun dengan kekehan kecil di akhir. “Lalu ucapan terimakasih? Untuk bunga itu?”

“Ya,” jawab Sarang singkat.

“Hanya itu?”

“Ya.”

“Haha.” Jonghyun kembali tertawa.

“Apa kau tidak mempunyai sesuatu yang harus kau katakan padaku?” tanya Sarang harap-harap cemas.

‘Aku akan menerimamu, oppaaa~’

“Hmm.. sepertinya..” pikir Jonghyun sambil menatap Sarang kosong.

“Tentang semua yang kau katakan pada Taemin tentangku?” tanya Sarang kembali. Matanya terbelalak. Kini dia mengutuk dirinya sendiri. Mengapa bisa dia seberani itu menanyakannya?!

“Jadi kau sudah mengetahuinya?” Jonghyun menegakkan punggungnya dan menatap Sarang dengan berbinar.

Sarang mengangguk perlahan.

“Baiklah, mungkin aku harus mengatakannya secara langsung..”

‘TENTU SAJA, OPPAA!!’ jerit Sarang dalam hati tidak karuan.

“Aku menyukaimu. Aku menyukai segalanya di dalam dirimu. Berparas cantik, cerdas, pintar, terdidik, kritis, spontan, berbakat..” jelas Jonghyun yang membuat Sarang tengah terbang entah sudah sampai langit ke berapa.

“Lalu?”

“Tapi aku hanya akan mengatakannya saja. Bagaimana menurutmu?” tanya Jonghyun yang membuat Sarang kembali ke alam sadarnya secepat kilat. BRUG!! Seperti itu suaranya kurang lebih. *apaan sih*

“Aku tidak mengerti.”

“Aku selalu mengatakan kelebihannya pada setiap yeoja yang kusukai. Termasuk dirimu. Tapi aku tidak mempunyai niat untuk menjalin hubungan yang lebih serius.”

BUG!! CRASH!! BLETAK!! PRANG!! PRING!! PRUNG!! < suara hati Sarang yang hancur.

“Mengapa oppa?” tanya Sarang sedikit tertahan.

“Karena hidupku hanya untuk musik. Aku akan selalu bersama musik sampai aku mati. Karena musik tidak pernah mengecewakanku. Musik selalu membuatku tersenyum dan tidak membuatku khawatir. Musik akan selalu menghiburku dan setia padaku.”

‘CUKUP TAU AJA GUE!!’ teriak Sarang di dalam hati yang sudah diplester meskipun tidak semua (apa coba ni author gaje?! > kan tadi ancur ._.v)

“Terimakasih, Sarang. Kau sudah mendengarkan isi hatiku yang sebenarnya padamu. Kita bisa menjadi teman dekat sekarang.”

“Ah, ne..”

‘Gagagabuhalsuopnenaeyemaryogeun tarak chonsa~ gabuhalsuopnenaeye mabobeun tarak chonsa~’ (#lirikngasal)

Suara handphone Jonghyun terdengar dan namja itu segera mengangkatnya.

“Ne, baby? Oh, okay aku akan kesana sekarang juga. Bye, honey, sweety~.”

Kini Sarang benar-benar stress. Disekelilingnya dipenuhi oleh PLAYBOY!!

*

Taemin masih meluruskan kakinya di atas sofa hitam milik Keybom. Tentu saja di dalam kamar namja yang tidak menyukai kerapihan itu. Tapi yang aneh kali ini adalah Taemin. Mengapa bisa dia merasa nyaman dengan itu?

“Majalah ini benar-benar daebaak~!” gumam Taemin dengan mata yang tidak lepas dari gambar-gambar yang terdapat di majalah Keybom itu.

“Sudah kukatakan padamu..” ucap Keybom sambil mengutak-atik sesuatu di laptop super tipisnya. Seperti biasa, mengolah software. Proyek besar!

“Waah, benar-benar seksi!”

“Sepertinya warna hitam cocok untukmu.” Keybom memberikan pendapat dengan masih terus berkonsentrasi.

“Ah, aku tidak seformal itu. Bagaimana kalau warna kuning?” tanya Taemin sambil melihat satu mobil keluaran terbaru di pabrik milik ayahnya.

“Itu juga bagus..”

Taemin hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan membuka halaman selanjutnya. Tiba-tiba sesuatu yang benar-benar mengejutkan terlihat dan membuat matanya terbelalak penuh!

Foto vulgar Sarang yang dimanfaatkan Keybom terselip cantik di lipatan itu. Taemin membawanya dan menatap foto itu dengan teliti. Benar, ini Sarang.

‘Memangnya hubungan mereka sudah sejauh mana? Mengapa Bom hyung mempunyai fotonya yang sangat terbuka ini? Sedangkan aku melihat pahanya saja secara utuh belum pernah. Apalagi pusarnya, punggungnya, dadanya.. AH, STOP!’

“Hyung.. ini Sarang?” tanya Taemin sambil mengacungkan foto itu kearah kakaknya. Keybom tertawa tak tertahan dan menghampiri adiknya yang kini memasang posisi normal dengan kaku saking terkejut.

“Itu memang dia. Kenapa? Kau suka? Aku sangat suka sekali kalau kau ingin tahu, Bambino.” Kini Keybom memanggilnya seperti itu. Terkadang.

“Dia sendiri yang memberimu ini?” tanya Taemin.

“Tidak. Aku menemukannya dan menjadikan dia alat. Ketika kau melihatku sedang bersamanya di dapur itu, aku sedang memintanya. Kalau dia menolak, maka aku akan menyebarkan foto itu pada netizen. Haha!” jelas Keybom sambil menyenderkan punggungnya dan menghabiskan tawanya.

“Tapi kau tidak menyebarkannya, bukan?”

“Aku tidak sejahat itu.”

Taemin bernapas lega kali ini.

“Kau menginginkan foto itu?” tanya Keybom. “Ambil saja. Aku sudah mempunyai Sera dan koki baru yang kupanggil dari Italia sekarang. Tapi tentu saja aku juga tidak akan melepaskan Sarang semudah itu. Sarang milik kita bersama.”

“Baiklah.. aku akan mengembalikannya saja. Ini pasti privasi,” ujar Taemin dan berdiri dari sofa milik Keybom dan berjalan kearah pintu kamar.

“Kau itu kadang baik juga kadang sedeng..”

“Begitulah aku. Tidak jauh berbeda sepertimu, hyung.”

“Ya!”

*

(Taemin POV)

 

Sarang belum juga kembali dari acara kencannya bersama Jonghyun hyung. Aku bodoh! Dia pasti sakit hati. Seharusnya aku tahu kalau Jonghyun hyung tidak akan berpacaran dengan yeoja manapun kecuali dengan musik. Maafkan aku Sarang. Waktu itu aku hanya menjahilimu saja. Tapi memang benar Jjong hyung menyukaimu.

Padahal aku lebih setuju kau dengan Jinki hyung, putra Presiden dari Korea ini-Meskipun statusnya sebagai anak disembunyikan-. Ketika aku mengetes kesetiaanmu, ternyata kau mudah menyerah. Kalah begitu saja dari Jiyoung yang tidak ada apa-apanya?

Baiklah, kalau dia pulang aku akan memintanya kembali berbaikan dengan Jinki hyung. Masalah Jiyoung sebenarnya bisa dikendalikan. Apa? Jiyoung nuna? Tidak. Aku lebih suka memanggilnya Jiyoung saja.

Hm, kulihat kembali foto terbukanya. Aku baru menyadari kalau Sarang seseksi ini. Dan kapan dia mengambil gambarnya? Mengapa aku tidak tahu? Sepertinya ini diambil ketika dirinya sedang berlibur ke Calledonia bersama ibunya yang datang dari Indonesia.

Tubuhnya benar-benar.. ah.. mana mungkin aku terangsang! Cepat-cepat aku menutup foto itu di atas meja belajar ini.

BLAM!!

Terdengar samar-samar suara pintu yang telah ditutup. Itu dia. Sarang sudah pulang dan aku akan bertamu kembali hari ini. Juga malam nanti. Hehe..

Kubuka pintu kamarnya tanpa ketuk. WO!!

“YA!! BAMBINOO!!” teriaknya. Aku langung menutup mataku cepat-cepat. “KYAAAA!!”

“Uh, maaf, Saraaang aku tidak tahu kau membuka kardiganmu. Salah siapa kau hanya memakai tanktop mini.”

“Ini musim panas!” sergahnya. Oh, okay, aku kalah.

“Sudah selesai?”

“Ya, Sera? Hha.. maaf aku tidak sempat berbicara lama denganmu tadi.”

Aku menurunkan telapak tangan kananku dan melihatnya kini sudah memakai kardigan cream kembali sambil menerima telepon dan melangkah menuju balkon. Aku mengikutinya.

Kupeluk pinggangnya dari belakang dengan perlahan. Tidak. Tidak ada perlawanan. Ini mengasyikkan! Setelah pelukanku mantap, aku tenggelamkan wajahku dilehernya. Dia wangi sekali.

“Ahh… ya, aku hanya berteman dengannya dan.. ahh.. BAMBINO!! JAUHKAN NAPASMU!!”

Haha! Itu yang kumau. Kini aku menempatkan daguku di pundak kirinya sambil bernyanyi-nyanyi kecil.

“Benar, hubunganku belum sepenuhnya berakhir dengan Jinki. Karena dia belum juga setuju mengakhirinya. Apa?! Meng.. apa?! Aahhh, BAMBINO! Kecilkan suaramuu!!”

Aku tertawa keras. Sarang menggerakkan pundak kirinya dan membuat daguku sedikit turun kearah dadanya. Woaahh~ untung dia tidak sadar. Aku kembali menempatkan daguku. Kini di pundak kanannya.

“Nanti malam aku akan di pijat, kau datang ke rumahku saja. Ara? Ha? Pemijatnya kudatangkan khusus dari Indonesia, langganan Mommy. Ma Erot Slaviana Meercury. Ya, okay, kutunggu.. bye, honey! Muacch!”

“Muaach!” seruku sambil mengecup pipi kanannya. Dia berbalik dan memukul lenganku.

“Kalau kau hanya akan mengganggu ketenangan hidupku, mohon keluar, Bambino! Ini juga masih siang, bukan jadwalmu memasuki kamarku!” katanya sambil berjalan ke arah dalam dan duduk di sofa lalu menghidupkan AC.

Aku duduk di sampingnya. Tidak sambil memakan coklat. Semalam aku membaca artikel tentang coklat dan sangat mengagetkan! Aku tidak ingin sakit gigi.. (emang author?)

“Karena kudengar nanti malam kau akan dipijat. Jadi aku datang di waktu yang benar.”

“Cepat apa yang akan kau katakan!”

“Tubuhnya yang seksi, putih, rambutnya, senyumnya, dadanya, pinggangnya, kakinya, haah,” ucapku padanya sambil mengacungkan foto itu. Matanya langsung terbelalak dan mengambil foto itu dari tanganku.

“Huaaa~ fotoku! Kau jangan melihatnya! Ini NC 21 PLUS!” serunya sambil menyembunyikan foto itu di balik bantal sofa. Kedua alisnya bertautan.

“Aku sudah memandangi foto itu seharian, jadi usahamu menyembunyikannya tidak berguna,” ujarku tersenyum sambil menatap jahil nunaku ini.

“KYAAAAA!! Bagaimana kau dapatkan ini dari Keybom oppa?” tanya Sarang terdengar sangat tertahan.

“Aku menemukannya dan dia memberinya padaku. Lalu aku kembalikan padamu.”

“Untung saja jatuh ke tanganmu. Kalau sampai jatuh ke tangan Keybum oppa bisa gawat. Dia akan membenciku.”

“Kau menyukainya?” tanyaku.

Sarang mendengus kecil. “Kau tahu Keybum oppa adalah kakakku. Dia sudah sering menolongku dan aku tidak ingin dia membenciku ketika melihat ini. Bagaimana jika dia tidak menolongku lagi?”

“Oh..” gumamku singkat. “Bagaimana kencanmu?”

“Lupakan!” kilahnya sambil bangkit dari sofa. Tapi dengan cepat aku menarik lengannya dan kembali duduk.

“Ceritakan padaku.”

“Tidak ada kejadian apa-apa, Bambino! Aku dengannya hanya teman. Titik!” teriaknya sedikit kesal. Sudah kuduga.

“Sebaiknya kau kembali saja pada Jinki hyung! Dia lebih baik,” jelasku sambil memainkan jemarinya kembali.

“Kau aneh. Bukannya kau memintaku untuk bersama Jonghyun oppa?!” Sarang menatapku dengan muram.

“Aku hanya mengetes kesetiaanmu. Dan ternyata kau tidak lolos.”

“Bukannya aku tidak setia, Bambinooo, kau tidak akan mengerti! Aku takut! Aku takut oleh Jiyoung jika aku kembali pada Jinki!” jelasnya meninggi.

“Lalu?”

“Aaah, sudahlah. Aku ingin sendiri saja!!”

“Kau serius? Lalu kau bersama siapa? Aku, Keroro hyung, Keybom hyung dan GD hyung sudah mempunyai kekasih,” tanyaku yang kini memainkan ujung rambut panjang bergelombangnya.

“Keybum oppa!” jawabnya pasti. Aku mengangguk beberapa kali. Memang kakakku yang sangat bersih itu sepertinya sulit mendapatkan satu saja.

TOK TOK TOK!!

“Saraaang..” panggil seseorang dibalik pintu kamar yang tidak tertutup. Tidak lama sosok Minho hyung terlihat.

“Masuk, Minho oppa!” suruh Sarang dengan tidak bangkit dari atas sofa. Dasar pemalas.

Minho hyung memasuki kamar sambil menggandeng tangan seseorang. Itu pasti Heera nuna. Wah! Minho hyung membawa queennya kali ini. Kita lihat bagaimana reaksi Sarang. Ekekekeke~

“Taemin, kau juga disini. Ah, Sarang, kenalkan, ini Shin Heera..” ucap Minho hyung sambil mengenalkan nuna cantik itu. Sarang tersenyum manis. Hah, sebenarnya lebih cantik Sarang. Hanya saja sikap sangar Sarang yang terlalu dominan itu yang membuatku tidak ngeh kalau dia cantik *ditabok Sarang*

Heera nuna memang sangat anggun. Rambut panjang, tebal dan lurus berwarna coklat, baby doll berbahan jatuh berwarna putih tulang dan sepatu cream yang cocok. Simple tapi menarik.

“Selamat siang, onnie. Senang bertemu denganmu!” balas Sarang sambil tersenyum. Apakah itu senyum palsu? Kekekeke~

“Ini adik perempuanku yang sering kuceritakan padamu, chagiya..” kata Minho hyung sambil merangkul pinggang Heera nuna. Hahaha! Lihat wajah si singa betina! Kutahan tawaku ini.

“Oh, I see. Jauh sekali dari yang kubayangkan. Ternyata kau sangat cantik,” puji Heera nuna. Oh, ayolah. Mata batinnya masih tertutup. Yeoja seperti Sarang dikatakan cantik? Oh, comoon~

“Nuna!” seruku pada Heera nuna yang kini merangkulku dengan sayang. Ya, dia memperlakukan aku seperti pada adiknya sendiri. Tidak seperti Sarang *ditampol Sarang lagi*

“Princess, kalau begitu aku ke kamar.” Minho hyung menarik tangan Heera nuna.

“Ne, oppa..”

Akhirnya mereka berdua sudah keluar dari kamar. Aku dan Sarang saling pandang.

“Apa yang akan mereka lakukan di dalam kamar? Berduaan?” tanyaku perlahan.

BUG!!

Tiba-tiba Sarang memukul lenganku. Huh! Mengapa kebiasaan itu tidak pernah hilang?

“SARANG! KAU HOBI MEMUKUL-MUKUL YA?!” tanyaku dengan teriakan sambil memegang lenganku yang habis dipukul dan mulai memerah.

“IYA! MEMANG KENAPA?” balasnya bertanya.

“KARENA KAU TELAH MENYAKITI HATIKU!”

“HIAAAA BAMBINOOOO!!”

>.<

BUG BUG BUG!!

CRASH!!

*

 

(Author POV)

 

“Eh, Mak Erot, kau sudah datang..” sapa Sarang sambil mempersilakan Mak Erot masuk dan berjalan menuju ruang sauna dan perawatan di rumah besar ini.

“Ssssttt, jangan memanggil Mak dengan Mak Erot, panggil saja Mak Slavee. Itu nama internasional Emak..” bisik Mak Erot sambil tersenyum dan terlihatlah flek-flek hitam yang menempel permanen di giginya. Sarang hanya nyengir tidak jelas.

Ruangan yang cukup besar dan sangat nyaman. Aroma terapi tersebar di setiap sudut. Terdapat dua bathub super nyaman, box shower transparan berbentuk lingkaran yang unik dan satu ruangan sauna. Tidak tertinggal juga dengan jacuzzi besar super mewah.

Sarang mulai membuka bajunya dan berganti hanya dilapisi kain batik yang diberi ibunya. Tidak lama dirinya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur kecil khusus jika dirinya akan di facial atau dilulur seperti sekarang.

Mak Erot mulai beraksi dengan membalurkan minyak zaitun terlebih dulu di tangan Sarang dan seterusnya dan seterusnya.

Sampailah Sera memasuki ruangan itu dengan Keybom yang mengekor di belakangnya.

“Sarang!” panggil Sera sambil duduk di sofa elegan berwarna merah darah yang menghiasi ruangan bernuansa putih itu.

“Kabar baik, eh? Kau sudah menjadi kekasih dari seorang Keybom?” tanya Sarang sambil mendelik tajam pada Keybom.

“Sepertinya. Haha!” jawab Sera dengan sedikit malu-malu lalu mengeluarkan bebenya.

“Kau seksi..” celoteh Keybom pada Sarang.

“Tutup mulutmu, oppa!” suruh Sarang cukup garang. Keybom hanya tertawa dan membahana di ruangan beratap tinggi ini.

“Aku tidak berbohong..”

“Bunny~.” Sera memperingatkan Keybom agar jangan kegenitan pada gadis lain meskipun gadis itu Sarang.

“Aaahhh.. yeah, disitu..” gumam Sarang ketika Mak Erot memijat pangkal lengannya. Tiba-tiba Keybom sedikit terangsang dengan desahan Sarang yang terdengar seksi.

Keybom menelan ludahnya. “Hon, aku tinggal. GD hyung memintaku untuk mengantarnya ke toko musik. Tidak lama.”

“Okay, bunny~,” jawab Sera dan melayangkan kecupan jarak jauh pada Keybom. Keybom membalasnya dengan kedipan nakal disertai jilatan kecil di ujung bibir atasnya.

“Huaaaa~ dia tampan dan ganas!” ucap Sera tertahan ketika Keybom sudah keluar dari ruangan itu.

Sarang yang mendengar hanya menghembuskan napas panjang. “Sera, aku masih tidak percaya seorang Kim Jonghyun lebih memilih musik daripada diriku yang berharga ini,” kata Sarang. Sera yang mendengar hanya tertawa kecil.

“Kau menyukainya? Aku pikir tidak. Saat ini kau dalam keadaan labil, Sarang. Kau baru saja kehilangan Jinki karena hadirnya pihak ketiga. Jadi kau ingin cepat-cepat mendapatkan yang baru agar Jinki benar-benar melepaskanmu. Sudahlah, mengapa kau tidak kembali saja pada Jinki?” tanya Sera. Diam. Sarang terdiam. “Kau tidak bisa berbohong padaku. Kau masih mencintainya. Benar, bukan?”

Sarang tidak menjawabnya juga. Kali ini pikirannya sedang mengembara kembali ke waktu ketika dirinya tengah bermesraan dengan Jinki. Yaitu belajar bersama di taman.

“Sarang?”

“Ya, kau benar.”

“Hahaha!”

“Sera, apa benar Jinki adalah putra dari Presiden Korea ini?” tanya Sarang. Sera yang ditanya hanya diam dan berpikir. Tahu dari mana dia?

“Siapa yang mengatakan itu?”

“Taemin. Tapi setelah kupikir dan kuteliti, memang wajah presiden kita itu mempunyai banyak kemiripan dengan Jinki. Termasuk hidung dan matanya.”

Dan blablablablabla..

Beberapa puluh menit kemudian ketika Sera sudah kembali pulang di antar oleh Keybom yang baru saja datang..

“Sudah selesai, neng,” ucap Mak Erot dengan bahasa Indonesia.

“Baiklah, aku akan bilas. Mak bisa menunggu di ruang tamu dan menerima bayarannya dari salah satu servant pribadiku. Terimakasih, Mak Slavee..” ucap Sarang centil sambil menahan kain batik yang hanya membaluti bagian depan tubuhnya itu.

Tidak lama setelah Mak Erot pergi, Sarang memasuki box shower dan menyalakan airnya.

*

(Keybum POV)

 

Sepertinya akan terasa segar jika aku berendam dengan air hangat dan menghisap aroma terapi di ruang perawatan. Seorang diri dengan ruangan yang sangat luas. Aku suka tempat itu. Sangat bersih dan wangi!

Aku menenteng handuk mandiku yang berwarna putih itu sambil menuruni anak tangga. Terlihat Keybom dan pasangannya sudah bersiap akan pergi.

“Berendam dengan antiseptik, eh?” tanya Keybom. Hah, menyebalkan dia. Singkirkan mimik menyepelekan itu!

“Bukan urusanmu..”

“Ah, oppa.. hmmpp!” ucap Sera lalu tidak terdengar jelas di telingaku karena Keybom yang menutup mulut yeoja itu rapat-rapat dan segera menyeretnya keluar rumah. Aneh..

Huaah, aku sudah tidak sabar. Kutekan knop pintu ruangan ini dan kulangkahkan kakiku.. perlahan.. karena.. karena seseorang, ah, seorang yeoja tengah..

Aku tidak bisa mengedipkan mataku! Aku tidak bisa menutup mulutku yang memaksa terus menganga seperti ini! Aku tidak bisa bernapas dengan teratur! Jantungku ikut tidak normal! Ada apa ini? Mengapa hanya melihat pemandangan seperti ini saja tubuhku sudah tidak terkontrol? HIYAAA!

Dengan cepat aku menutup pintu itu secara perlahan dan berlari menaikki tangga lalu cepat masuk ke dalam kamar dan menguncinya rapat-rapat.

“Mandi, mandi, mandi!” seruku tidak jelas lalu langsung saja masuk ke dalam kamar mandi dan menyalakan showerku.

My Gosh! Bodoh! Mengapa aku lupa membuka pakaianku?

Okay, aku tidak peduli. Aku hanya memejamkan mata dan membiarkan air menjalari seluruh tubuhku dan membasahi semua pakaianku.

Aku usap wajahku sekilas dan mengacak rambutku lalu kembali memejamkan mataku. Sarang, mengapa? Mengapa kau selalu mengganggu kehidupanku? Ah..

Dingin. Dengan perlahan aku membuka kaus abu yang kupakai beserta kaus dalamnya. Kutundukkan kepalaku, merasakan air yang membasahi rambutku dan turun ke seluruh badan.

“Keybum, hapus bayangan itu! Kau belum cukup umur! ARGH! TUHAN, MAAFKAN AKU! INI PERTAMA KALINYA! Aku tidak berbohong..”

Beberapa belas menit kemudian..

“Sial! Aku kedinginan. Hidungku tersumbat! Argh.. kepalaku pusing!”

Dengan cepat aku mengeringkan tubuhku dan memakai baju juga celana panjang.

BRUG!!

Aku berhambur ke atas tempat tidur dan meringkuk di dalam selimut. Haissh, masih saja dingin. Lalu kupakai kaus kaki dan jaket. HAISSH MASIH SAJA DINGIN!!

Padahal ini musim panas. Benar-benar tidak berguna..

u,u

**

Keesokannya..

 

(Author POV)

 

Pagi hari sudah datang. Seperti biasa, mereka tengah menyantap sarapan pagi dengan banyak berbicara. Terutama Taemin dan Keybom. Dua anak lelaki itu. Tapi dimana Keybum?

“Dimana Keybum?” tanya Minho yang baru saja memakan satu sendok pais tahu.

“Aku tidak tahu,” jawab Taemin, disusul anggukan semuanya kecuali GD.

“Sarang, panggil Keybum!” suruh GD sambil tetap menikmati makan malam. Sontak semua terkejut dan berhenti mengunyah. “Kenapa kalian? Ada yang salah denganku? Apa aku tidak boleh berbicara? Habiskan makanan kalian! Dan kau, Sarang! Cepatlah sedikit! Jangan banyak melamun..”

“Ah, oh. Uh, Ne, oppa..” jawab Sarang setelah susah payah menelan semua makanan yang berada di dalam mulutnya.

Dengan cepat Sarang menaikki anak tangga dan melangkah menuju kamar Keybum. Dengan ragu tangannya menekan knop pintu. Ternyata tidak dikunci.

“Whoaaaaww~,” gumam Sarang setelah melihat jelas isi kamar Keybum. “Berssssiiihhh, rraaappiiihh, banyak sekali robot.. kerreenn.”

“Mom.. Mom.. Ah, Mom..”

Tiba-tiba angan-angan Sarang terhenti ketika mendengar gumaman tidak jelas. Siapa lagi kalau bukan suara Keybum.

Sarang melangkahkan kakinya dengan tanpa suara. Matanya tetap mengamati sekitar. Dan ditemukanlah sosok Keybum yang tengah terbaring lemas di atas tempat tidur bernuansa putihnya dengan selimut yang menutupi setengah badan Keybum.

Mata namja itu tertutup, keningnya sedikit mengkerut, keringat dingin bermunculan, dan bibirnya tidak henti memanggil-manggil sang ibu.

“Kau baik-baik saja?” tanya Sarang setelah berlutut di samping tempat tidur Keybum yang tergolong ceper itu.

“Mom..” Keybum tidak menyadari Sarang-lah yang berada di sampingnya.

Sarang kebingungan melihat kondisi Keybum yang sepertinya tidak baik-baik saja. Sarang meraih tangan kanan Keybum yang terkepal erat dan menggenggamnya. Panas.

“Mom..” gumam Keybum kembali sambil menempelkan punggung tangan Sarang di bibirnya. Matanya masih dalam keadaan tertutup.

Wajah tampan, putih dan bersihnya terlihat sangat jelas kali ini dan sedikit membuat jantung Sarang berdegup. Dilihatnya bibir Keybum yang merah itu. Teringat, bibir yang penah menyentuh bibirnya. Jantung Sarang semakin berdetak tidak beraturan.

Dengan cepat Sarang menggelengkan kepalanya dan melupakan bayangan itu. Sadar! Kau ini adik kandung Keybum oppa! teriak Sarang di dalam hati pada dirinya sendiri.

“Panas.. Oppa, kau sakit. Bagaimana ini? Aku harus memanggil dokter.” Sarang masih kebingungan. Padahal dia sudah berpikir untuk cepat turun dan memberitahu semua saudaranya. Tapi entah mengapa dirinya lebih nyaman disana, dengan Keybum yang menggenggam kuat tangannya.

Perlahan Sarang mengelus rambut Keybum dengan sayang lalu menempatkan telapak tangan kirinya di atas kening Keybum.

Gawat! Sarang mengeluarkan telepon genggamnya dan memanggil dokter agar cepat datang.

“Dokter, kakakku demam tinggi! Apa kau bisa ke rumahku sekarang juga?”

“Nona besar, maafkan aku. Aku sedang menjalani pendidikanku ke tingkat s3 di Indonesia. Besok lusa aku baru kembali. Bagaimana?”

“Yasudah tidak masalah. Kau konsentrasi saja. Terimakasih, Dok.”

KLIKK!!

“Aku akan membawamu ke dokter sekarang juga. Ini parah..”

Tanpa menunggu apa-apa lagi, dengan cepat Sarang memanggil beberapa servant untuk mengangkat tubuh Keybum ke dalam mobil.

Setelah Sarang bersiap-siap, dirinya menuruni anak tangga secara terburu. Semua saudaranya yang tengah sibuk dengan kegiatan masing-masing menatap aneh padanya.

“Ada apa, Sarang?” tanya Taemin sedikit berteriak.

“Tolong siapapun temani aku ke rumah sakit level satu! Keybum oppa demam tinggi!” teriak Sarang sambil menatap ke arah luar. Keybum sudah masuk ke dalam mobil melewati jalan khusus. *apaan coba author ==’*

“Aku dan hyung yang lain sudah mempunyai janji untuk fourtle date! Maaf, Sarang. Sarangenge, Hwaiting!” seru Taemin tidak jelas. *maaf, itu apaan lagi fourtle date > kesannya jadi kaya turtle. Kan double date, triple date, jadi fourtle date, kan? Ehehe ._.v*

“AAH!! KALIAN SEMUA TIDAK BERGUNA! HANYA YEOJA YANG ADA DI OTAK KALIAN!”

Empat namja yang disindir hanya terdiam dan saling pandang melihat Sarang yang berjalan cepat kearah mobil keluarga,  Alphard putih, bersih, mengkilat!

*

“Keybum oppa..” gumam Sarang sambil membenarkan selimut Keybum yang merosot.

Mata Keybum belum juga terbuka sedari tadi. Membuka mata sepertinya lebih sulit daripada menggenggam tangan. Ya, Keybum tengah menggenggam tangan Sarang kembali. *ehem ciee (?)*

Tidak lama mereka sudah sampai di rumah sakit yang terbilang sangat ternama di Korea. Kelas terendah adalah kelas VIP. Tidak ada kelas regular. Tapi dokternyaaaa, tokcer! Yeah!

Servant yang ikut mengantar membantu mendorong kursi roda dengan Keybum yang berada di atasnya. Sementara Sarang berjalan tidak sabar kearah pemesanan tiket antrian.

“Miss, tolong satu tiket!” pintanya bersamaan dengan seseorang yang juga baru saja datang dan berdiri di sampingnya.

“Ah, silakan aunty saja lebih dulu,” ucap Sarang sangat sopan sambil menundukkan badannya dan tersenyum di dalam keadaan gawat darurat seperti ini. Ahjumma yang berpenampilan seperti bangsawan itu hanya menganggukkan sedikit kepalanya dan tersenyum sedikit ragu kearah Sarang.

‘Sepertinya aku pernah melihatnya,’ batin ahjumma itu.

Akhirnya ahjumma itu mengambil satu tiket lalu disusul Sarang. Setelah mereka berdua berjalan berlawanan arah, tiba-tiba ahjumma itu sedikit tersentak.

“Sarang? Kau Choi Sarang?” panggil ahjumma pada Sarang. Sarang yang merasa namanya dipanggil, berhenti melangkah dan berbalik kearah ahjumma.

“Ne?”

 

TBC ;]

 

………………………………………………..

Annyeooong~

Bagaimana kabarnya readersku?

Say no to galau yaaaa kalo udah baca HSP ini ahahaa~

Gimana nih menurut kalian alur ceritanya. Sudahkah ada yang bisa nebak bagaimana kelanjutannya?

Kekekek~

Jangan lupa tinggalkan komentaar ;]

Kalau nggak bisa atau males kasih komentar, minimal kalian ngepromoin blog ini ke sesama Shawol atau pencinta FF yaa :*

Makasih udah bacaaa!

Saranghaeee~

……………………………………………….

5 thoughts on “(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 7 ]

  1. oalahhh emaknya si jinki matre… -__-”
    taaemin dan minho ngegombal…asli ngakak buahahhahahah
    aaaaaa…demen banget itu adegan sarang dan taemin yang dibalkon…unyu sangat #plakplakplak…gyahahaha..
    wohooo..itu si keybum knp bisa langsung temuin sarang dilabirin? curiga itu sepertinya taemin yang ngasih tau seluk beluk labirin #apa deh gue,sotoy.. ahahaha haaa..jangan bilang klo akhirnya nanti sarang dengan keybum? huweeee andweeee…taeminnnn dikemanain (?) #plak
    kenapa keybum tiba-tiba ngigo emaknya? siapa ahjuma itu? haaah..penasaran…
    ini seneng banget part 7 langsung publish…hoaaa… :*

    Ditunggu kelanjutannya saeng… Hwaiting…

  2. Hah! astaga jjong /tepuk jidat/ padahal aku sudah berharap banyak padamu </3 heungg lbh suka musik drpd yeoja? payahhh -_-
    Owhh rupanya jinki anak presiden tohhh…wahh wahhh…yawdah dehh sarang bailikan aja yaa sama jinki…

    Wkwk td sempet mikir yg ngga soal tarmin n keybom..kirain mrk lg liat mjalah mesum..rupanya majalah mobil ^^v

    Eitss. Itu Keybum jgn2 ngeliat sarang naked yaa?! O.O
    Aaahh andwe keybum dia adik kandung mu lohhh…jangannnn!!!

    Si ajhumma itu….pasti eommanya jinki..yakin dehh.. psti jinki yg drawat…lanjut lanjutt…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s