(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 6 ]

Untitled-2 copy

HELLO SMART PLAYBOY

Cast:

  • SHINee
  • Choi Sarang (YOU)

Minor Cast:

  • G-Dragon (Big Bang)

Keterangan:

  • Lee Taemin at Juliette Japan era
  • Choi Minho at Juliette Japan era
  • Kim Keybum at Juliette era
  • Kim Keybom at RDD wears black tuxedo era
  • Lee Jinki at RDD era
  • Kim Jonghyun at Replay Japan era
  • G-Dragon at Heartbreaker era

Disclaim: Tuhan yang menciptakan mereka, lima bintang besar yang bersinar, SHNee. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

Selamat membaca!

…………………………………………………………..

Last chapter…

“Wooooowww~!” desahku tertahan sedikit tercekat saking terkejut!

Sarang! Bagaimana bisa yeoja macam seperti dia mengenakan baju yang sangat minim seperti ini? Tapi benar-benar dia sangat seksi! Ah, tidak! Aku sudah terangsang. Aku harus cepat-cepat keluar dari kamarnya dan membawa foto ini. Mungkin saja bisa kujadikan alat.

Hahahaha!

………………………………………………….

CHAPTER 6

(Author POV)

“TIDAAAAAKK!! FOTOKU HILANG!!” teriak Sarang setelah tiba-tiba terbangun dari tidurnya.

Tangan lincahnya mengobrak-abrik sekitar meja belajar, berharap foto vulgarnya masih berada di sana. Tapi nihil. Tidak ada! Secepat dilahap bumi ==’

“Taemin. Pasti anak itu yang membawanya.”

Tanpa menunggu waktu lama, Sarang melangkah cepat keluar kamarnya dan mengetuk pintu kamar Taemin dengan tidak sabar.

TOKTOKTOKTOKTOK!!!!

“Bambino!! Banguun!! Kembalikan fotoku!! Aku tahu kau yang mengambilnya!! Cepat bangun dan keluaar!! Kalau tidak aku akan masuk dan membuang semua koleksi binatang tewasmu!!” teriak Sarang di pagi buta itu. Ketika semua saudara lelakinya masih tertidur pulas di dalam kamar masing-masing.

“BAMBINOO!! BAMBINOO BAMBINOOOOOO!!!” teriak Sarang lebih keras.

CKLEKK!!

CKLEKK!!

CKLEKK!!

CKLEKK!!

Keempat pintu kamar yang berbeda terbuka dan masing-masing penghuninya melayangkan tatapan membunuh pada Sarang dengan mata yang masih menyipit karena terbangun dari mimpi indah.

“SSHHHTHTHHSHHSHHHT!!!” desis para namja itu.

Sarang yang sedang dalam posisi menggebrak pintu kamar Taemin hanya mengangguk perlahan dan berjalan kembali menuju kamarnya dengan sangat lambat sambil membungkukkan punggungnya beberapa kali, meminta maaf.

“Lalu dimana fotoku? Foto itu benar-benar… terbuka!! Bikini pink dengan corak bunga yang norak! Oh, TIDAAAAKK!!” teriak Sarang tertahan sambil menghentakkan kedua kakinya bergantian dengan keras.

Sarang mencengkram rambutnya kuat-kuat. “Bagaimana jika foto itu menyebar dan majalah Playboy menemukannya lalu menyewaku menjadi model disana? Bahaya! Semua namja pasti menyukaiku! Bagaimana iniii?” tanya Sarang pada dirinya sendiri.

*

Tangan kirinya memotong-motong bahan racik yang akan dijadikan bumbu untuk menu makanan pagi ini. Tapi dirinya tidak bisa berkonsentrasi penuh. Pikirannya hanya tertuju pada foto vulgarnya yang menghilang begitu saja tanpa diketahui.

‘Tidak mungkin kalau Keybum oppa yang mengambil. Tidak mungkin juga jika Minho oppa. Sebenarnya untuk Keybom oppa ada kemungkinan. Tapi dirinya selalu mengetuk pintu jika memasuki kamarku. GD oppa? Sudahlah, tidak perlu buang tenaga untuk berpikir. Karena sangat mustahil jika GD oppa!’

“AWWW!!” pekik Sarang sambil memegang tangan kanannya yang sedikit teriris oleh pisau.

“Sarang!” Minho yang tidak jauh darinya langsung saja mencuci darah yang keluar di kran wastafel dan mengemutnya.

Jantung Sarang mulai labil. Beberapa detik berdetak, dua detik berhenti. Beberapa detik berdetak, dua detik berhenti. Begitu pun dengan paru-parunya. Bernapaaas, keluarkan. Setengah bernapas, keluar sedikit dan bernapas kembali.

“Darahnya sudah tidak keluar,” ucap Minho lalu menerima plester yang diberikan salah satu servant yang cekatan.

Minho melilitkan plester itu di daerah yang terluka. “Selesai,” kata Minho dan diakhiri dengan mengecup jari telunjuk Sarang yang dibalut plester.

“Terimakasih, oppa,” ujar Sarang setelah setengah tersadar dari tangannya yang sudah mencapai langit ke tujuh.

“Aku bantu.” Minho membantu Sarang untuk membereskan alat masak yang sudah tidak diperlukan lagi pada tempatnya. “Kau kenapa? Melamun? Kau memikirkan Jinki?”

‘APPAAHT? JINQIEE?! QE LAUT QALEE~,’ batin Sarang tidak santai.

“Tidak, oppa. Aku hanya.. hanya..” ucap Sarang menggantung dan di lanjutkan di dalam hati, ‘cemas.. foto vulgarku menghilang. Aku senang jika kau yang menemukannya, oppa.’

“Memikirkan Jonghyun-shi?”

‘Ya! Mungkin itu sedikit menarik!’ jawab Sarang di dalam hati dengan riang.

“Anniyo~. Aku masih mengantuk.”

“Yasudah, nanti kutiduri.”

“BOWE?!” teriak Sarang terkejut setengah mati.

“Bercanda,” timpal Minho. “Meskipun sedikit serius.” Minho melirik Sarang hati-hati. “Serius, aku bercanda!” Mata namja itu membulat sambil tertawa jahil.

Sarang membuang napas dan kembali memasak soup macarell yang beberapa menit lagi selesai.

“AKU LAPAAAR!!” teriak Taemin tidak sabar dan mulai meracau. “AKU INGIN MENU ISTIMEWAA!” teriaknya lagi.

Sarang yang merasa tersindir langsung balas berteriak, “TERLAMBAT!!”

“DIMANA-MANA SINGA MEMANG PELIT!!” teriak Taemin sambil mengetuk-ngetuk meja makan dengan sendok dan garpunya berulang kali.

Minho tertawa kecil dan membantu Sarang menghidangkan sarapan pagi.

Setelah mreka sudah menuangkan sup ke dalam piringnya masing-masing, Taemin memulai perbincangan dengan para hyungnya.

“Bagaimana kalau taruhan ini kita percepat? Aku sudah kehilangan dua yeoja.” Taemin memasukkan sesendok soup ke dalam mulutnya. Sarang yang tepat berada di sampingnya memberikan kornet goreng pada Taemin. Tapi Taemin tetap tidak tersenyum padanya. Sarang sedikit cemberut.

“Aku cukup satu saja. Hari ini aku berencana menembak Heera. Sepertinya dia juga menyukaiku,” kata Minho sambil mengunyah makanannya dan tersenyum bahagia.

“Kau harus berhati-hati Minho, jika dia menolakmu, kau akan kalah,” ucap Keybom.

“Aku akan menjalankan taruhanku jika dia menolakku.”

“Taemin, memang kau sudah mendapat berapa yeoja?” tanya Keybom pada Taemin kali ini.

“Lee Taehee, Shin Heesa, Mang Saera. Tersisa tiga. Bagaimana denganmu, hyung?”

Diam-diam Sarang menyimak apa yang mereka bicarakan.

“Apa kalian percaya? Aku belum mendapatkan satu pun. Beritahu dimana aku bisa mendapatkan Korea gadis yang dapat memuaskan luar dan dalam!”

Minho dan Taemin tertawa terbahak dengan masih menyantap sarapannya.

“Ah, ya. GD hyung! Bagaimana?” tanya Minho.

“Lihat saja nanti,” jawab GD sangat cuek dengan pertanyaan adik kandungnya itu.

“Keybum?” tanya Minho lagi.

“Permainan bodoh apa ini?” reaksi Keybum lalu mengelap sekitar bibirnya dengan serbet.

“Kau itu tidak laki!” ujar Keybom pada saudara kembarnya.

“Aku tidak minum yang rasa-rasa,” timpal Keybum lalu meninggalkan meja makan. Semua yang berada di sana memasang mimik -__- kecuali GD yang sama sekali tidak peduli.

“Selesai! Aku harus bersiap dan menuju rumah Heera untuk menjemputnya!” seru Minho dan berlari menaikki anak tangga dengan riangnya. Sarang sedikit belum menerima pangerannya itu mempunyai kekasih. Terkecuali jika kekasihnya sangat cantik layak putri dan pantas bersanding dengan oppanya itu.

“Hari ini aku akan mencari yeoja,” ucap Taemin dan bangkit dari kursinya.

“Taemin!” panggil Sarang. Taemin menoleh dengan datar. “Maafkan aku.” Sarang memasang ekpresi menyesal.

“Huh,” gumam Taemin dan menyusul Minho menuju lantai atas.

“Dasar anak kecil! Bambino!” teriak Sarang menyesal karena telah menurunkan derajatnya di depan Taemin dengan meminta maaf tanpa balasan.

“GD hyung, apa pekerjaanmu disini?” tanya Keybom.

“Artis.”

“Mwo? Kau serius?”

“Kau tidak tahu bagaimana caranya menghidupkan televisi?” tanya GD lalu beranjak dan berjalan entah kemana.

“Wow!” gumam Keybom. Matanya melirik pada Sarang yang sedari tadi di hiraukan oleh para saudara lelakinya. Tapi akhirnya Keybom meninggalkan Sarang seorang diri tanpa mengatakan sepatah katapun pada Sarang.

Sarang mengeluh panjang dan menempatkan pipinya di atas meja makan.

“Aku benar-benar sendiri sekarang.”

Pikirannya melayaaang.. melayaaang.. melayaang..

“AH! SERA!! Yeah..”

*

“Langsung masuk saja ke kamarku. Tidak akan ku kunci. Baiklah, aku tunggu! Bye, Seraaa!”

KLIK!!

Sarang tersenyum manis dan melanjutkan kembali kegiatan yang dapat mengusir kepenatannya. Mengerjakan soal-soal fisika murni edisi terbaru yang di dapatnya di internet.

“Soal ini terlihat sulit. Tapi setelah dikerjakan ternyata dapat membuatku tertawa,” ujarnya dengan mimik sombong.

Belasan menit kemudian…

TOK TOK TOK!!

“Siapa?” tanya Sarang sambil menyimpan pensilnya.

“Aku.”

“Iya siapa?” Sarang berbalik dan tetap berada di atas kursi.

“Kakakmu.”

“Ah, pasti Keybom oppa!”

Sarang berjalan menuju pintu dan membukanya. Tiba-tiba Keybom mendorong Sarang masuk dan menutup pintu kamar Sarang.

Sarang terkejut dan langsung terduduk di atas tempat tidurnya. Keybom belum juga mengeluarkan satu seringaian beringas.

Tiba-tiba Keybom meraih tangan Sarang dan melihat luka yang telah diselimuti plester. Kini satu ujung bibir Keybom terangkat.

“Aku tahu penyebabnya.” Dengan perlahan Keybom mengeluarkan sesuatu dari dalam saku kardigan hitamnya. Foto itu.

Sarang terbelalak dan dengan cepat mengambil foto itu dari tangan Keybom. Tapi gagal. Keybom sangat cekatan.

“Kembalikan, oppa!” teriak Sarang yang kini sudah berdiri tepat di hadapan Keybom.

“Tidak semudah itu, sweety,” ucap Key dengan tawa kecil di akhir.

“Tapi bagaimana bisa?” Kini Sarang benar-benar tidak habis pikir. Ini parah! Ini gawat! Sarang tahu Keybom oppa adalah maniak yeoja dan kini dirinya benar-benar ketakutan.

“Kau seksi,” ujar Keybom sambil menatap tubuh Sarang dari atas sampai bawah dengan mata tajamnya. Bibirnya mengeluarkan senyuman nafsu.

“DIAAAM!! JANGAN BICARA!!” suruh Sarang tidak santai. Karena dia paling tidak suka jika ada seseorang yang menyebutnya seksi kecuali dirinya sendiri.

“Seksi, seksi, seksi,” ulang Keybom dengan sengaja. Sarang hanya berteriak. Keybom tertawa lepas.

“Keybom oppa, tolooong~ berikan foto itu padaku dan jangan beritahu pada siapapun! Yang tahu hanya aku, Mommy, kau dan Tuhan! Tidak ada selain itu! Pleasee!” pinta Sarang mati-matian mengeluarkan ekpresi memohon.

“Baiklah. Aku tidak akan memberitahu foto seksi ini pada siapapun. Tapi aku meminta syarat yang…”

“APA SAJA AKAN AKU LAKUKAN!!” potong Sarang dengan yakin. Kedua tangannya terkepal di depan.

“Tunggu.. aku belum mendapatkan satu yang menarik.. hmm.. uh..”

“YA!!” teriak Sarang tiba-tiba. Mencoba mengambil kesempatan untuk mendapatkan foto rahasianya itu. Tapi percuma. Keybom terlalu lincah.

Namja itu berhambur ke atas tempat tidur dan menelungkup, melindungi foto itu jangan sampai Sarang dapat mendapatkannya.

Sarang tidak putus asa dan tetap berusaha dengan menarik-narik kardigan Keybom sambil berteriak dan memukul-mukul punggung Keybom.

Setelah Keybom yakin dimana ia menyimpan foto itu dan mana mungkin Sarang mengetahuinya, lengannya dilingkarkan di pinggang Sarang sampai Sarang yang terhempas di atas tempat tidur.

“Gotcha..” bisik Keybom lalu menahan lengan Sarang. Dirinya berada di antara kaki Sarang yang terbuka lebar. “Aku sangat menyukai posisi ini kau tahu? Haha,” ucap Keybom lalu tertawa ringan.

Dengan sekuat tenaga Sarang melepas jeratan Keybom di tangannya. Tapi dengan seketika Keybom menggelitik pinggang Sarang dan membuat yeoja itu tertawa lalu melingkarkan lengannya di leher Keybom.

CKLEK!!

Mereka berdua terdiam. Keybom berhenti menggelitik adiknya itu tapi tangannya tetap berada di pinggang kecil Sarang.

“Sarang..” panggil seseorang. Yeoja. Siapa lagi kalau bukan Sera yang baru saja datang.

Seketika Sera membulatkan mata dan mulutnya melihat Sarang, sahabatnya, berada di atas tempat tidur bersama seorang namja yang tidak dikenalinya, dalam posisi itu, posisi yang sangat-sangat-sangat vulgar dan NC 21, mungkin lebih!

“KYAAA!!” pekik Sarang dan dengan cepat mendorong Keybom sampai namja itu tertidur di atas tempat tidur. Tapi Keybom tetap dapat menahan pinggangnya. “Lepas, oppa!”

Keybom hanya tertawa jahil. Tidak peduli ada siapapun dan berapa orang yang melihat kelakuannya ini yang dianggap sangat menyenangkan.

“Kita lanjutkan lagi, chagiya.. Aku belum puas,” ucap Keybom. Sera semakin tidak percaya saja dan menggeleng perlahan.

“Sera, tolong aku!”

“Jika tidak…”

Sarang terdiam dan dengan cepat memberhentikan teriakannya. “Kita lanjutkan nanti saja, oppa. Mana mungkin kita melakukannya di depan temanku.” Sarang melembut dengan drastis.

“Masalah?”

Sarang berbalik pada Key dan menatapnya tajam. “Aku ber-jan-ji.”

Keybom kembali tertawa lebar dan bangkit dari tempat tidurnya.

“Hello, Miss!” sapa Keybom pada Sera dengan senyuman dan berlalu begitu saja keluar dari kamar Sarang.

Dengan cepat Sarang menutup pintu kamarnya dan menghembuskan napas panjang. Sera belum dapat mengatakan apa-apa.

“Sera?” tanya Sarang khawatir.

“TAMPAN SEKALIIIIIII!!!!” teriak Sera tidak karuan dan melompat-lompat dengan lincah di tempatnya. “Matanya tajaaaaam! Hidungnyaaaa.. huaa~ Mulutnya… kerrrriiittiiingggss!! KYAAA~!”

Sarang kebingungan. Apa yang harus dia lakukan untuk menyadarkan Sera karena ketampanan kakaknya yang melebihi batas itu.

“SERAA!!”

“SIAPA DIA, SARAANG?! TAMPAAAN!!” Sera masih saja belum berhenti berteriak. Kini bantal Sarang yang sudah ditiduri Key diambilnya dan diciumnya.

“TENANG, SERA, TENANG! SADAAR!!”

“AKU JUGA INGIN SEPERTIMU!! SEPERTI INI!!” Sera mempraktekan apa yang dilakukan Sarang dengan Key di atas tempat tidur.

Sarang hanya ==’ dan kembali mengerjakan soal fisika murninya. Tidak peduli dengan Sera yang terus saja berteriak tidak jelas. Untung saja Taemin, Minho, Keybum dan GD tidak ada di rumah. Jika iya, Sera pasti sudah pingsan dan tidak akan sadar beberapa minggu. Oke, itu lebay. Tapi bisa saja dia tidak kuat menahan kharisma yang sangat dahsyat dari kelima namja itu. #eaeaaa

“Aku memanggilmu kemari dan kini kau tidak berguna sama sekali,” gumam Sarang yang masih bisa berkonsentrasi.

“Oke, Sarang, aku diam. Tapi aku ingin bertanya padamu. Ayo kita duduk di sofa saja!” ajak Sera sambil menarik lengan Sarang. Sarang berpikir, siapa pemilik kamar ini?

Sarang menuruti permintaan Sera dan duduk di hadapannya dengan malas.

“Siapa dia? Kekasih barumu?” tanya Sera dan memasang mimik kecewa.

“Dia kakakku,” jawab Sarang datar. Sera bersorak sangat keras.

“Kakak? Bukankah kau hanya mempunyai Taemin?”

“Tidak. Aku mempunyai kakak. Termasuk namja yang ku panggil Prince Keroro.”

“MALAIKAT ITU?!”

“Hmm..”

“Mereka berdua kakakmu?!”

“Sudah kubilang..”

“KYAAAAAA!!”

“Kecilkan suaramu.”

“Apa namja tadi sudah mempunyai kekasih?” tanya Sera. Kini wajahnya was-was.

“Tidak. Dia sedang mencari satu.”

“AKU DAFTAR!!”

“Apa kau yakin? Dia sangat liar, Sera! Aku saja, adiknya sendiri, diperlakukan seperti yeoja pada umumnya. Dia.. maniak.”

“AKU SUKA MANIAAK!!” seru Sera. Sarang kembali > -__-

Beberapa menit kemudian setelah Sera sudah tenang….

“Terimakasih, Sarang,” ucap Sera manis pada Sarang yang sudah menyuguhinya waffle dan susu strawberry dingin.

“Sera, aku ingin bertanya padamu. Apa benar Jinki dan Jiyoung sudah berteman lama dan mereka akan menikah?”

Sera yang tadinya sangat ceria kini wajahnya memelas dan tidak kuasa menjawab pertanyaan Sarang.

“Kau sudah tahu?”

“Ya. Taemin yang memberitahuku. Mengapa kau tidak memberitahuku sebelumnya? Jika dari dulu aku sudah tahu, aku tidak mungkin sakit seperti ini karena Jinki..”

“Sarang, my honey, aku kasihan pada Jinki yang setiap harinya selalu murung dan tidak berhenti belajar siang malam untuk melupakan Jiyoung. Tapi usahanya itu selalu gagal dan tetap ingin menyusul Jiyoung ke Amerika.

“Aku sudah memberinya foto-foto para yeoja cantik agar dia bisa melupakan Jiyoung dan menjadi sepasang kekasih dengan yeoja yang dipilihnya itu. Tapi tidak berhasil. Dia tetap menginginkan Jiyoung.

“Sampai pada suatu saat ketika dia meminjam cellphoneku dan melihat fotomu. Aku sangat bahagia sekali ketika dia mengatakan, ‘aku menyukainya’. Dan setelah kalian menjadi sepasang kekasih, dirinya benar-benar tidak mengingat Jiyoung lagi, Sarang. Jinki hanya mencintaimu,” jelas Sera panjang lebar.

“Kau juga pasti tahu aku masih mencintai Jinki sampai sekarang. Tapi Jiyoung kembali dan menghantui ketika Jinki sedang bersamaku, aku tidak kuat, Sera! Dia mengancam nyawaku! Aku takut! Karena itu aku ingin mengakhiri hubunganku dengan Jinki!”

“Jangan, Sarang.. Jinki menyayangimu. Aku tahu itu. Ketika Jinki membicarakan tentang semua kebaikanmu padaku, dimatanya hanya ada kau. Aku tidak ingin dia kembali terluka..”

“Tidak ada harapan. Aku sudah mempunyai seseorang yang kusukai.” Sarang menghembuskan napasnya singkat.

“Apa?! Siapa?” tanya Sera.

“Kim Jonghyun,” jawab Sarang singkat.

“Jonghyun? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu baru-baru ini..” gumam Sera sambil berpikir keras.

“Dia seorang DJ dan menjadi ketua di salah satu club anak muda. Tapi sudah mengundurkan diri.”

“AH, YA!! BENAR!! KIM JONGHYUN!! Aku tahu dari Kang Hodong kemarin-kemarin setelah memberitahukan kejadian kau, Taemin dan salah satu anggota di club itu,” jelas Sera. Perkataan itu membuat Sarang menjadi teringat kembali kejadian ketika Taemin sangatlah keren!

“Kau sudah tahu bagaimana rupanya?” tanya Sarang.

“TENTU SAJA!! Dia sangat tampan dan manly. Sarang, please. Jangan pertemukan aku dengan Jonghyun! Aku takut reaksiku berlebihan seperti aku bertemu dengan kakakmu itu. Siapa namanya?”

“Keybom.”

“HUAAAA KEYBOM OPPAA!! SARANGHAE~~~”

“Aku beri obat penenang juga kau..”

“Oke, aku tidak akan mulai. Jadi bagaimana? Apa kau menyukainya? Dia menyukaimu?”

“Tentu saja! Aku hanya menunggu dia mengatakan cinta padaku lalu kami menjadi sepasang kekasih.”

“Uh, Sarang. Bagaimana kalau hari ini kita berbincang di cafeku lalu berjalan-jalan kemanapun?” saran Sera yang terdengar sangat menarik di telinga Sarang.

“Come on!” seru Sarang.

Tidak lama setelah Sarang bersiap-siap, mereka berdua turun menuruni tangga.

Telinga Sarang menangkap suara para saudara lelakinya yang sedang asyik berbincang. Kepalanya beputar. Oh, ternyata mereka semua sedang berada di kolam renang. Kecuali Keybum. Hanya sendiri di dalam jacuzzi.

“Sera, ikuti aku! Aku meminta ijin dulu pada GD oppa. Dia yang tertua disini..”

“Ah?” Kini mata bulat Sera melihat para namja tampan tanpa memakai baju dan mereka terlihat sangat seksi!!!

Di dalam bayangan Sera, mereka mendekat dan tersenyum manis kearah Sera lalu bernyanyi untuknya. Tapi bayangan itu rapuh ketika Sarang memukul kepalanya.

“Sarang.. be.. beri aku.. oksigen..”

BRUK!!

Dan akhirnya Sera pingsan.Berharap saja jangan sampai berminggu-minggu dia baru tersadar.

**

“Aku memaafkanmu.  Terimakasih, Sarang,” ucap Taemin riang sambil menatap satu kalung perak dengan liontin T <3 S. Taemin love Sarang.

Sebenarnya Sarang tidak ingin memasang liontin itu dan diganti dengan fairy, sama dengannya. Tapi Sera menyuruhnya untuk seperti itu. Apalagi namja yang terlihat penyayang seperti Taemin. Ya, penyayang tapi memanggilku singa betina, jawab Sarang pada Sera siang tadi.

“Ya..”

“Akhirnya aku tahu kalau kau mencintaiku. Tapi maaf, aku tidak bisa membalas cintamu. Karena kita satu ayah, Sarang. Kau juga tahu itu diharamkan. Maafkan aku,” ujar Taemin sambil memasang wajah kecewanya.

BUG!!

Seketika Sarang memukul adiknya itu lalu kembali duduk dengan manis di atas sofa. Seperti biasa, Taemin mengunyah permen coklat yang sudah ditambah oleh Sarang.

“Aku hanya bercanda, Sarang. Kau ini ringan tangan sekali,” protes Taemin. Sarang mendengus kasar.

“Taemin, sudah aku putuskan.”

“Putuskan apa?”

“Aku akan mengakhiri hubunganku dengan Jinki..”

“Lalu berharap menjalin hubungan denganku? Sarang, sudah kukatakan maafkan aku. Bukannya aku…”

BUG!!

Sarang kembali memukul Taemin dengan wajah datarnya.

“Aku serius, Bambino! Jangan membahas itu! Telingaku sakiiit!” oceh Sarang sambil merebut toples permen coklat dari tangan Taemin.

“Aku sedang bercanda. Sudah kukatakan. Cepat lanjutkan! Kali ini aku serius..”

Dengan perlahan Sarang menghirup napas panjang dan mulai berbicara. “Aku ingin bertemu dengan Jonghyun oppa. Hari minggu di cafe milik Sera. Aku meminta tolong padamu untuk menyampaikan ini padanya. Okay?” pinta Sarang. Taemin mengangguk patuh layak anak TK.

“Berikan toplesnya!”

Sarang mengulurkan kembali toples miliknya pada Taemin.

“Bambino, kalau boleh aku tahu, sebenarnya apa yang sedang kalian lakukan? Mencari yeoja? Untuk apa?” Sarang ikut memakan permen.

“Untuk bermain-main saja,” jawab Taemin enteng sambil terus mengunyah.

“Apa? Apa kau tahu itu akan menyakiti hati yeoja? Ini menyangkut dengan perasaan, Taemin!” seru Sarang memberikan nasihat sebagai kakak pada Taemin. Ya, jika Sarang memberi nasihat, dia akan menggunakan nama ‘Taemin’.

“Aku memang seperti itu. Semua kekasihku, aku anggap mereka bukan kekasihku. Aku hanya bersenang-senang dengan itu. Tapi menurutku, mungkin berbeda dengan Minho hyung. Dia baik. Malah nyaris sempurna,” jelas Taemin sambil menyuapi permen pada Sarang.

“Ya, dia memang pangeranku.”

“Tapi kau jangan sakit hati. Karena pangeran keroromu sudah menjadi milik seseorang yang sangat cantik dan anggun. Berbeda jauh denganmu. Kau sangar dan ganas.” Taemin menjauh sedikit untuk berjaga jika Sarang memukulnya. Tapi ternyata tidak.

“Ya, aku tahu.”

“Ah! Jadi teringat. Pagi tadi! Sebenarnya aku sudah terbangun. Hanya saja aku masih marah padamu jadi aku tidak membukanya. Foto apa yang kau maksud?” tanya Taemin dengan tatapan ingin tahu.

“Oooohh, tidak. Aku sudah menemukannya,” jawab Sarang gugup sambil memasukkan satu permen ke dalam mulutnya.

“Singa betinaaa.. jujur..”

“Itu! foto itu!” tunjuk Sarang kearah satu foto dimana Taemin sedang mencium bibirnya. Kira-kira ketika Sarang berumur 6 tahun. Tidak ada foto terdekat yang bisa dia tunjuk.

“Seharusnya kau katakan saja jika menginginkannya lagi dan ingin di abadikan seperti itu. Aku siap kapan pun..”

“Sudah, cukup, Bambinooo.. Aku sudah lelah untuk memukulmu.” Sarang mengacak pelan poni Taemin.

“Baiklah, aku sudah memakan banyak permen malam ini. Mungkin sebaiknya aku kembali dan menggosok gigiku lalu pergi tidur.” Taemin bangkit dari sofa milik Sarang. “Sarang! Terimakasih untuk menu spesial malam ini, permen dan juga kalungnya. Aku akan menyimpan ini. Night, dear!”

Taemin tersenyum manis. Sarang hanya menatap adiknya itu sampai sosoknya menghilang di balik pintu.

Kadang-kadang anak itu dapat membuatku tertarik ketika sifat manisnya keluar. Huh.. Bambino.. bodoh!

Sarang berbaring di atas tempat tidurnya sambil mengecek kotak masuk yang sudah lama belum di hapus dari dalam handphone.

Bibirnya tersenyum tipis ketika membaca pesan yang dikirim Jinki setiap malam untuknya. Sangat romantis, lucu dan berpengetahuan. Belum pernah mereka menemukan ketidak sejalanan di dalam hidup mereka ketika bersama. Setiap hari senyuman selalu muncul. Tapi semua itu lenyap ketika Jiyoung masuk ke dalam hidup mereka.

“Jinki… maafkan aku. Aku harus melupakanmu. Jika dibiarkan seperti ini, apa kau mau aku sakit luar dalam? Fisik dan hati? Juga mental mungkin. Haaah~. Jonghyun oppa. Aku harus menyiapkan topik untuk hari minggu. Kira-kira apa yang menarik untuk seorang komposer seperti dia?”

TOK TOK TOK!!

“Siapa?”

“Aku.”

“Oh, Keybom oppa?” Sarang yakin dengan siapa orang itu. Tapi kini dirinya berharap semoga yang mengetuk pintu kamarnya bukanlah Keybom.

“Ini milikmu?” Ternyata Keybum. Tangan kanannya terulur dengan satu buah kalung berliontin fairy.

“Ah, Keybum oppa! Terimakasih!” seru Sarang. Tanpa basa-basi Keybum langsung masuk ke dalam kamarnya dan mulai bermain dengan para robot.

“Ya!”

Sarang memutar kepalanya sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar. Keybom. Otaknya sudah tidak bisa berpikir jernih lagi kali ini. Apakah Keybom akan menagih janji yang tadi siang Sarang katakan?

“Apalagi, oppa?” tanya Sarang sedikit ketakutan.

“Buatkan aku ham burger sekarang juga..” pinta Keybom datar.

“Bukannya kita baru saja makan malam?”

“Kau ingin aku menyebarkan fotomu di internet? Cepat buatkan aku ham burger sekarang juga!” perintah Keybom dengan ketus dan meninggi kali ini. Sarang hanya menundukkan kepalanya dan berjalan menuju dapur dengan malas.

‘Keybom oppa. Kadang perilakunya manis dan dapat membuat jantungku berdetak cepat. Tapi beberapa menit kemudian dia berubah menjadi menyebalkan. Aku tidak mengerti dengan dirinya. Apa aku bisa mengatakannya kepribadian ganda?’ batin Sarang.

Beberapa menit kemudian Sarang hampir menyelesaikan masakannya yang khusus dibuat untuk Keybom malam ini. Untuk yang kedua kali. Padahal dirinya sangat malas beranjak ke dapur dari kamarnya.

Tiba-tiba Keybom datang dari belakang dan memeluk Sarang dengan lembut tepat di pinggangnya. Dagunya ditempatkan di atas bahu kanan Sarang.

“Thankyou, sweety..” ucap Keybom tepat di telinga kanan Sarang dengan desahan kecil di akhir. Itu sukses membuat Sarang merinding dan panas dingin menjalar dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Oppa, jangan disini,” pinta Sarang selembut mungkin. “Aku tidak ingin ada yang melihat kita.”

Tapi percuma. Keybom semakin mempererat pelukannya sambil memejamkan mata. Menikmati apa yang di sentuh oleh lengannya. Pinggang dan perut Sarang yang sangat ramping dan hangat.

“Oh, jadi kalian diam-diam mempunyai hubungan?”

Taemin yang datang tiba-tiba membuat Sarang memberhentikan menyusun hamburger yang siap dimakan. Keybom? Dia tidak peduli dan hanya membuka sedikit matanya dan tersenyum pada Taemin.

“Ya. Kami mempunyai hubungan yang cukup istimewa,” jawab Key dengan suara rendah.

“Dia nunaku,” tukas Taemin merasa sedikit cemburu karena nuna tersayangnya tengah dipeluk oleh Keybom.

“Dia juga adikku. Ah, ya. Aku sudah mendapatkan satu yeoja. Yaitu yeoja yang sedang kupeluk ini,” kata Keybom dengan sangat santainya.

Sarang menggeleng beberapa kali pada Taemin dan berharap Taemin tidak mempercayai apa yang dikatakan Keybom. Sarang tidak ingin Keybom mengetahui dirinya tengah menggeleng. Jika iya, semua namja di rumah ini akan heboh karena foto itu.

“Kalian cocok,” ucap Taemin lalu mengambil sebotol susu dari dalam kulkas.

“Tentu saja,” ujar Keybom.

“Oppa, kau ingin aku yang memakan hamburger ini?” tanya Sarang cukup terdengar sinis.

Keybom tertawa singkat. “Berikan padaku.” Keybom mengambil paksa piring yang sedang di pegang Sarang.

‘Lihat! Dia berubah kembali!’ jerit Sarang di dalam hati.

Mereka bertiga duduk di meja makan. Namun kali ini tanpa tiga orang lainnya yang mungkin tengah sibuk dengan pekerjaan masing-masing di dalam kamar.

“Sarang, yeoja yang tadi siang memergoki kita sedang bermain di atas tempat tidur itu siapa?” tanya Keybom tanpa menyensor perkataannya di depan Taemin.

“Sera.” Sarang melirik Taemin yang sedang menggembungkan pipinya karena susu yang belum ditelan.

“Bermain? Apa yang kalian lakukan di atas tempat tidur siang-siang?” tanya Taemin perlahan setelah menelan susu murninya sekaligus satu tegukan.

“Umurmu belum 21 tahun, Taemin. Pikirkan saja..” ujar Keybom sambil tertawa kecil lalu melahap hamburgernya.

“MWO?! Sarang.. kau sudah tidak.. tidak peraw..”

“STOPP!!! Jangan percaya dengan semua yang Keybom oppa katakan, Taemin! Itu bohong! Kami hanya sedang.. bermain dan tiba-tiba Sera masuk dan.. tada~” tukas Sarang dengan wajah masam. “Ah, mengapa kau bertanya tentang Sera, oppa? Apa kau tertarik? Oh, bagus! Dia juga tertarik denganmu. Malah ribuan persen! Apa kau ingin kukenalkan dengannya?” Sarang berusaha mengalihkan topik karena melihat Taemin yang masih bingung.

“Boleh..”

“Great.. Oppa, habiskan hamburgernya dan Taemin kau juga habiskan susumu dan tumbuhlah menjadi anak yang baik dan tidak berotak mesum. Aku pergi tidur! Bye~”

Keybom tersenyum simpul sementara Taemin masih saja bergelut dengan pikirannya sendiri. ‘Bermain? NC 21? Atas tempat tidur?’

Dengan secepat kilat Sarang berlari menuju kamarnya dan mengunci rapat! Tidak bisa diganggu!

**

“KYAAAAA! AKU SUDAH SIAP, SARAANG!! DIMANA KEYBOM OPPA?!” tanya Sera yang baru saja datang dan menghampiri Sarang yang sedang bersantai di halaman depan sambil minum jus strawberry. Selain itu juga melihat para servant yang sedang mencuci 6 buah mobil mewah.

“Di dalam. Kau cari saja..”

“Wah, hidupmu enak sekali. Dikelilingi namja-namja tampan. Yasudah, doakan aku, Sarang!”

“Siapkan jantungmu. Aku tidak ingin kau jatuh pingsan seperti kemarin.”

“Oke! Hwaitiiing!!”

“Ne, hwaiting! Sana!”

Sera mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah istana ini. Dimana Keybom oppa? tanyanya dalam hati.

Tiba-tiba keluarlah satu sosok dari arah dapur sambil membawa gelas berisi air mineral yang segar.

“Oppa.. oke.. haaaa.. huuu..” sapa Sera sambil menarik napas dalam. Namja itu diam di tempat sambil melihat Sera datar. “Aku Sera. Kau pasti sudah tahu. Aku adalah teman Sarang yang kemarin mengunjungi rumah ini. Wah, oppa terlihat sangat tampan dengan rambut pirang itu. Kapan oppa memberinya cat? Bukannya kemarin masih hitam dan sedikit panjang menutupi sebagian matamu? Tapi seperti ini juga oppa terlihat lebih segar! Aku menyukai kedua model itu. Karena bagaimana pun modelnya, untukku oppa akan terlihat tampan!”

“Siapa kau? Jangan menghalangi jalanku!” ucap namja itu sambil melewati Sera dan berjalan kearah halaman depan. Siapa lagi. Keybum. Sera salah sangka.

“Hah? Hatiku sakiit.. bagaimana bisa? Kemarin dia menyapaku!”

“Miss?”

Sera membalikkan badannya dan jantungnya tiba-tiba tersentak. Ada dua?

“Rambutnya.. siapa kau?” tanya Sera gelagapan sambil mengamati Keybom dari atas sampai bawah.

“Keybom imnidaa~,” ucap Keybom sambil tersenyum manis. Jarang dilakukan pada Sarang.

“Tapi tadi.. pirang keriting gitu.. aneh, kan?”

“Dia kopianku. Aku yang asli. Hai! Ayo kita berbincang di balkon atas,” ajak Keybom lalu meraih lengan Sera.

Tidak lama lagi Sera akan mimisan dan merepotkan.

*

“Sayang!” sapa Minho pada Sarang lalu mengecup puncak kepala Sarang.

“Oppa? Pergi ke suatu tempat?” tanya Sarang sambil menyimpan gelasnya di atas meja kecil.

“Ya. Aku sudah tidak sendiri lagi sekarang. Mungkin lain kali aku akan membawanya kemari. Bye, honey! I love you!” seru Minho lalu memasuki mobil jeep hitam gagahnya yang sudah bersih.

Sarang hanya mengedipkan matanya dengan lambat lalu menyandar di bangku taman yang teduh itu.

“Dimana Sera? Mengapa lama sekali?” tanya Sarang pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba mata Sarang menangkap satu mobil yang tengah berjalan menuju halaman depan rumahnya yang luas. Sarang menyipitkan matanya untuk memfokuskan penglihatan.

‘HAH?! ITU TOP!! TOP BIG BANG!! BAGAIMANA BISA? DIA.. HAH!!’ batin Sarang yang melonjak-lonjak karena melihat satu sosok yang amat sangat dikenalinya di layar televisi.

Tidak lama GD muncul dari dalam rumah dan melambaikan tangan kecil pada Sarang. Kakaknya itu menyambut TOP Big Bang lalu mereka pergi dari rumah ini.

“Waw. Ternyata GD oppa benar-benar menjadi artis. Apa gosip member Big Bang akan menambah jumlah personil itu adalah GD oppa? Kakakku?” tanya Sarang pada diri sendiri kembali.

Okay, kini satu mobil datang lagi. Tapi seorang yeoja yang membawanya. Mobil minibus yang sangat lucu. Hanya cukup untuk dua orang.

“Maaf, aku mencari Lee Taemin,” ucap yeoja itu sopan pada Sarang.

“Dia sedang pergi bersama Taehee dan Heesa. Kau Saera?” tanya Sarang. Yeoja itu mengangguk. “Bersabarlah..”

Terlihat mata sipit yeoja itu berair. “Terimakasih, onnie..”

“Yeah, sama-sama.”

Penyakit dari para saudaranya menular. Menjawab pertanyaan dengan tanpa dipikir dahulu.

Setelah yeoja itu pergi, Sarang kembali menikmati minuman segarnya di musim panas ini.

“Bye, Sarang!” Keybom keluar dari dalam rumah dengan menggandeng tangan Sera. Sera hanya tersenyum manis pada Sarang sambil melambaikan tangan.

‘Jangan sampai kau mempermainkan sahabatku,’ batin Sarang yang tertuju pada Keybom lalu mengeluh panjang.

Tidak lama Keybum keluar juga dari pintu rumahnya. Sarang hanya mengerutkan keningnya.

“Kau..”

“Bisnis,” sela Keybum seakan dapat membaca pikiran Sarang. Memang benar.

Yeoja itu hanya membulatkan mulutnya sambil mengangguk pelan.

Kini dirinya sendiri..

**

Hari-hari telah berlalu dan kini keadaan Sarang semakin memburuk ketika orang-orang yang berada dekat dengannya hilang begitu saja, sibuk dengan apa yang kini lebih penting dengan dirinya masing-masing.

Banyak yang berubah..

Tapi ada satu yang sangat membekas pada Sarang. Kemana Taemin? Dia tidak lagi mengunjungi kamarnya setiap malam.

Belasan pesan yang tidak pernah bosan datang padanya yang dikirim Jinki tidak mengobati. Karena teringat kembali pada Jiyoung. Tidak ingin mencari mati, eh?

“Sepertinya aku benar-benar membutuhkan Kim Jonghyun..”

TBC ;]

…………………………………………………

4 thoughts on “(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 6 ]

  1. si keybom ini asli, sumprit mesum akut.. #geplak keybom…sama adiknya sendiri juga masih aja mesum… -__-”
    tapi seriusan baca HSP ini g berhenti ngakak dri awal part sampe sekarang…buahahahaha… sarang dan kelima sodaranya emang benar-bener gilak…#ngakak gegulingan…huahahha
    dan sarang, astaga..sumpah dia itu narsis sekali…. ditemukan oleh majalah playboy eh? menjadi model eh? semua namja menyukainya eh? y Tuhan mau ngakak…buakakakakka…asli ngocol abis,,,
    haaahh…senangnya taemin dan sarang udah berbaikan… >..< #kecup basah sangei.. xixixix

  2. Wait.. kang hodong? Kang hodong ajhussi? pig ajhussi nya yoogeun? buahahahha okehh mian klonbulan dia..tp yg trbayang dkplaku yaa si ajhussi yg satu itu kkkk ^^v

    Semprul nihh keybom.. Yadong! pervert! maniak! astaga dr smua sodara sarang dia nihh yg paling parah..dan taemin mulai terpengaruh /sigh/
    Taemin itu imut2 nyebelin..tp klo sdh terkontaminasi(?) olh virus mesum keybom…aigoo psti lbh parah lg..andwae!!!
    Sarang knp jln dtempat gininsihh..udh cepetan tmuin jjong..jgn mndekam drmh aj..dlm rmh tuhh sngt brbhya dg khdiran keybom /dtimpuk keybom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s