(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 5 ]

Untitled-2 copy

HELLO SMART PLAYBOY

Cast:

  • SHINee
  • Choi Sarang (YOU)

Minor Cast:

  • G-Dragon (Big Bang)

Keterangan:

  • Lee Taemin at Juliette Japan era
  • Choi Minho at Replay Japan era
  • Kim Keybum at Juliette era
  • Kim Keybom at RDD wears black tuxedo era
  • Lee Jinki at RDD era
  • Kim Jonghyun at Replay Japan era
  • G-Dragon at Heartbreaker era


Disclaim: Tuhan yang menciptakan mereka, lima bintang besar yang bersinar, SHNee. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

 

Selamat membaca!

…………………………………………………………..

Last chapter…

“Jonghyun..” gumam Sarang menggantung. “Terimakasih karena kau sudah menolongku..”

“Sarang..” panggil Jinki. Tapi Sarang tidak menoleh. Pikirannya masih terpusat pada Jonghyun. Dia melupakan akan kedatangannya.

Siapa yang harus dia pilih?

Jinki, cinta pertamanya?

Atau Jonghyun yang baru saja masuk ke dalam kehidupannya? Namja yang sedikit menarik perhatiannya ketika Jinki tidak berada di sampingnya?

………………………………………………..

 

CHAPTER 5

 

“Siapa dia?” tanya Jinki sambil mendekati Sarang dan berdiri di sampingnya. “Yang pasti bukan Choi Minho alias Prince Keroro alias kakakmu, bukan?”

“Haha.” Sarang tertawa canggung. “Ya, ternyata kau sudah tahu kalau Minho oppa kakakku.”

“Jawab aku.”

“Uh, dia..” jawab Sarang terhenti karena suara ponsel yang terdengar cukup nyaring. Ternyata milik Jinki.

“Tunggu sebentar. Mama memanggilku,” ucap Jinki dan menjauh beberapa langkah ke belakang. Sarang yang masih saja tidak terlalu mempedulikan sekitar, berjalan kearah pintu utama, berharap Jonghyun tidak benar-benar meninggalkannya.

“Mengapa Mama selalu memaksakan kehendak Mama? Mengapa Mama tidak memikirkan perasaanku?”

Sarang menoleh kearah Jinki yang sedang berbincang dengan sang Mama di telepon. Nada Jinki yang terdengar sangat lemah membuat Sarang sedikit tertarik kali ini. Masih terdengar jelas meskipun Jinki berbicara dengan suara yang berada di bawah batas minimal.

“Sudah kukatakan sebelumnya, aku mempunyai kekasih, Mam..” kata Jinki. Tetap dengan nada yang sangat sopan. “Ah, Mam! Hello?! Mama!!” teriak Jinki pada benda yang sedang dipegangnya itu. Sambungan terputus.

“Pergi saja.” Sarang menetapkan pandangannya di salah satu sudut ruangan dengan tajam. Menahan air mata yang sepertinya akan keluar dalam hitungan detik. Tapi Sarang berusaha agar air matanya tidak terjatuh.

“Apa?” tanya Jinki setelah memasukkan kembali telepon genggamnya ke dalam saku celana.

“Pergi saja,” ulang Sarang. Tapi Jinki tetap diam dan tidak bergeming dari tempatnya. “Aku tahu kau namja yang sempurna untukku, Jinki. Tapi mungkin kau bukan untukku. Pergi dan temui Jiyoung! Ubahlah sikapnya yang otoriter. Arasseo?” perintah Sarang dengan hati-hati sambil berjalan menghampiri Jinki. Bibirnya tersenyum lemah.

“Bukannya kau merindukanku? Hei, aku disini,” ucap Jinki dengan tawa singkat yang terdengar miris di akhir.

“Ya, kau sudah disini. Jadi aku tidak meridukanmu lagi,” jawab Sarang. Jinki menggeleng beberapa kali sambil tersenyum tak kuasa.

“Kau berbohong.”

“Asal kau tahu. Hidupku tidak pernah tenang. Dengan adanya Taemin saja, hidupku sudah sangat-sangat tidak tenang. Apalagi setelah keempat saudara laki-lakiku yang lain datang dan tinggal di rumah ini. Ditambah dengan kau. Dengan adanya kau disampingku, bukan hanya ketidaktenangan saja. Tapi keselamatan hidupku, Jinki,” jelas Sarang panjang lebar.

Jinki mendengus singkat. “Apa maksudmu? Aku menyayangimu, Sarang. Mana mungkin..”

“Tadi malam. Tadi malam Jiyoung datang ke pesta ulang tahun Taemin yang diadakan di rumah ini. Dia yang mendorongku ke dalam kolam renang sampai aku tenggelam dan jatuh sakit. Kau tahu aku tidak bisa berenang dan trauma! Dan Jiyoung..”

“Cukup!!” sela Jinki. Matanya mengeluarkan amarah. “Aku tahu ini bukan kau. Kau yang sebenarnya tidak akan meninggalkanku dan tidak akan berhenti menyayangiku.” Bibirnya bergetar dengan mata yang menatap Sarang tajam.

“Lalu?”

“Kau tidak lagi mencintaiku, Sarang?” Sarang mengangguk. “Pasti ada alasan lain.”

“Menurutmu?”

“Apakah karena namja itu? Katakan jika itu benar!”

“Ya, itu benar. Memang kenapa?”

“Kau masih kekasihku. Aku tidak akan membiarkanmu lepas dariku.”

“Cepat pergi dan temui tunanganmu!” suruh Sarang tetap dengan nada yang datar tapi volume cukup keras dan menggema.

Dengan sangat tiba-tiba Jinki mendorong Sarang sampai menabrak tembok yang berada di belakang yeoja itu. Wajahnya mendekat dan menatap mata Sarang tajam.

Sarang yang baru saja mendapat perlakuan semacam itu dari Jinki merasakan ketakutan yang cukup besar dan jantungnya berdetak sangat keras. Apalagi ketika wajahnya merasakan napas Jinki yang berhembus kuat di permukaannya.

Cup~

Jinki mengecup bibir Sarang dengan lembut setelah dapat mengembalikan emosinya menjadi stabil. Wajah mereka masih berdekatan. Sarang tetap tidak bergeming dan menatap mata Jinki bergantian.

“Aku kira ciumanmu yang terakhir adalah bersamaku. Jadi setelah Taemin, aku, lalu namja itu, lalu siapa lagi selanjutnya?”

Serentak Sarang dan Jinki menoleh ke asal suara. Keybum yang berada di lantai kedua menatap mereka berdua yang berada di bawahnya dengan sinis.

“Oppa..” gumam Sarang lalu mendorong Jinki menjauh secara perlahan.

Jinki beralih menatap Sarang.

“Dia kakakku,” ucap Sarang, berharap Jinki tidak bertanya lebih banyak.

“JINKIII!!!”

Kini terdengar suara lain dari arah luar. Jiyoung. Dia datang dan membawa keributan.

“Jiyoung?” Jinki mengerutkan kedua alisnya dan kembali mendekati Sarang.

Sejenak Jiyoung terdiam dan saling pandang dengan Sarang. “Ayo kita pergi dari sini, Jinki! Bukankah kau sudah berjanji tidak akan meninggalkanku? Aku ingat betul kau mengatakannya dengan sungguh-sungguh saat itu! Di bukit bintang..” teriakan Jiyoung menggantung di akhir. Jinki menggenggam erat pergelangan tangan Sarang.

“Tidak!” sergah Jinki sambil menghempaskan tangannya yang lain yang di tarik Jiyoung.

“Kalau kau terus bersamanya, aku tidak akan bosan melakukan apapun pada Sarang!”

“Hei! Apa kau tidak malu? Ini rumahnya dan kau mengatakan yang tidak sepantasnya seperti itu?” tanya Jinki setengah berbisik namun masih jelas terdengar.

“Keluar! Jangan mengganggu ketenangan rumah ini!” suruh Keybum yang sudah menuruni anak tangga dan menarik pergelangan Sarang bersamanya.

**

(Sarang POV)

 

Jinki..

Aku tidak bisa berbohong pada diriku sendiri. Aku masih menyimpan perasaan itu padamu. Tapi entah mengapa setiap mataku melihat dirimu berada di hadapanku, aku ingin kau segera pergi dan jangan muncul kembali.

Apalagi setelah mendengar penjelasan Jiyoung. Apakah sebelumnya kalian sudah pernah berhubungan? Jika itu benar berarti kau sudah berbohong. Kau bilang aku cinta pertamamu.

“Singa betinaaaaa!”

Hah, anak itu. Setiap malam datang tidak di undang.

“Aku sedang ingin sendiri, Bambinooo!!” aku balas berteriak.

Tapi percuma. Dia sudah masuk dan menutup pintu kamarku. Bibirnya tersenyum lebar dan membuat kedua matanya menyipit. Dia terlihat lucu sekali. Apalagi dengan rambutnya yang diberi cat blonde dan sedikit keriting.

“Aku temani.” Taemin duduk di sampingku, di atas sofa.

Aku menyandar dengan nyaman dan membuang napas perlahan. “Tidak ada tujuan yang jelas kau datang kemari?” tanyaku mencoba terdengar sinis. Tapi Taemin tetap saja tersenyum.

“Ya. Seperti biasa,” jawabnya sambil membuka toples berisi permen coklat cadburry miliku yang tersimpan di atas meja.

“Mengapa tidak beralih ke kamar para hyungmu?”

“Aku yakin mereka sudah bahagia dengan tidak adanya aku. Sedangkan kau selalu mengkhawatirkan. Jadi mungkin saja aku bisa menghiburmu atau memberimu masukan?” jawab Taemin terdengar sedikit dewasa di akhir. Tapi aku tetap memutar kedua bola mataku. “Sarang, kau sudah putus dengannya?” tanya Taemin tiba-tiba mengejutkanku.

“Dengan Jinki, maksudmu?”

“Dengan siapa lagi.”

“Uh, hei! Aku ingin bertanya sesuatu padamu,” ucapku tidak sabar.

“Pertanyaan dijawab dengan pertanyaan?”

Aku mendengus kesal. “Hubunganku dengannya  belum berakhir,” jawabku.

“Belum. Berarti akan,” kata Taemin sambil memasukkan permen coklat ke dalam mulutnya lalu memain-mainkan toples kecil itu di kedua tangannya.

“Terserah! Aku ingin bertanya dan kau harus menjawabnya dengan jujur, Bambino!” pintaku sambil menarik pundaknya tidak sabar agar berhadapan denganku dan berpaling dari toples itu.

Taemin menurut dan menempatkan permen yang sedang di emutnya di pipi dalam sebelah kanan. Membuat pipinya itu menggembung dan terlihat lucu. “Kapan aku berbohong padamu?”

“Great. Apa hubungan Jiyoung dengan Jinki?”

Permennya di letakkan di samping kiri. “Mereka selalu bersama sejak duduk di bangku kindergarten sampai duduk di bangku junior high school. Saat tahun memasuki shs, Jiyoung mendapat schoolarship ke Amerika sementara Jinki hyung tidak mendapatkannya. Dan perjanjian mereka akan selalu bersama sudah tidak berlaku karena Jiyoung tetap akan meninggalkan Jinki hyung. Tapi kedua orang tua Jinki hyung tetap ingin anaknya itu menikah dengan Jiyoung karena mereka sudah mengenal dekat dan mengetahui seluk-beluk tentang Jiyoung dan latar belakang keluarganya. Begitulah ceritaku, bagaimana ceritamu?” tanya Taemin mengajakku bercanda. Oh, common! Bukan waktu yang tepat.

Aku hanya mengeluh panjang.

“Kau tidak ingin tahu alasan mengapa Jinki hyung ingin menjadi kekasihmu?” tanya Taemin. Aku menatapnya, menunggu dia menjelaskan. “Sebenarnya aku baru tahu ten..”

“Katakan!” selaku.

“Dia sakit hati karena Jiyoung meninggalkannya,” tambah Taemin.

“Apa? Jadi aku bisa dikatakan sebagai pelampiasan?”

“Memang. Jadi sebaiknya kau putus saja dengannya dan jadilah milikku.”

Suasana hening sejenak. Aku menatapnya yang sedang tersenyum sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya menjadi V.

BUG!! Aku memukul pundak kanannya cukup keras. Taemin meringis dan mengusap tempat dimana dia terluka oleh pukulan hebatku.

“Awch. Kau kan memang sudah milikku, Sarang! Kau itu nunaku!” teriak Taemin.

“Aku nunamu? Kau mengatakan itu tapi kau tidak pernah memanggilku nuna! Adik seperti apa kau, Bambino?” balasku berteriak.

“Kita hanya terpaut satu tahun, Sarang. Sudahlah, lupakan!”

Kini aku yang mengambil satu permen dari dalam toples dan mengunyahnya.

“Ya! Sekarang Jiyoung telah kembali dan akan merebut Jinki hyung darimu. Sebaiknya kau lepaskan saja Jinki hyung!”

“Kau itu aneh! Dulu kau membantunya untuk mendapatkanku sampai akhirnya aku menjadi kekasihnya.”

“Aku mendapatkan chip card dari itu. Kalau Jinki hyung tidak memberiku apapun, aku juga tidak akan membantunya,” ucap Taemin sedikit mencibir di akhir lalu tertawa kecil. “Sarang, apa kau tidak tahu kalau Jonghyun hyung menyukaimu? Dia tidak kalah pintar!”

“Diam kau, mak comblang!”

Taemin tertawa terbahak-bahak lalu mengunyah kembali permen coklat yang belum juga habis dimakannya.

“Kau lucu sekali, bah Sarang,” ucap Taemin sambil mencubit kedua pipiku dengan jarak wajah yang cukup dekat. Mencari kesempatan lagi ternyata.

“Lepaskan aku, Bambinooo!” teriakku sambil memukul-mukul dadanya. Taemin mengaduh kesakitan sambil tertawa-tawa lalu memeluk pinggangku.

CKLEK!!

“Makan malam.”

BLAM!!

Aku dan Taemin saling pandang beberapa saat. Keybom dan Keybum oppa memang mempunyai sifat yang tidak berbeda jauh. Hanya saja Keybom oppa terlihat lebih sangar sedangkan Keybum oppa terkesan jutek dan arogan. Tapi tadi siang itu Keybum oppa sangat keren! >.<

“Sarang, aku serius! Malam setelah kita pergi ke pesta itu, Jonghyun hyung menghubungiku dan menanyakan apapun tentangmu. Dan ternyata dia memang menyukaimu. Asal kau tahu, dia sarjana muda! Di umur ke 21 sudah menjadi seorang komposer lulusan Oxford!”

“MWO?!” teriakku tidak percaya.

Apa? Di umurnya yang terhitung masih muda sudah menjadi seorang komposer! Di Korea seorang komposer itu sangat dibutuhkan. Apalagi dia lulusan Oxford! Bagaimana ini? Aku jatuh cinta pada Jonghyun oppa saat ini juga!

“Bagaimana? Jinki hyung tidak seberapa di bandingkan dengannya,” ucap Taemin sambil tidak henti-hentinya memakan permen setelah habis dikunyah.

CKLEK!!

“Hei! Keybom sudah menyuruh kalian untuk turun ke bawah dan menyantap makan malam bersama?” tanya Minho oppa yang masuk ke dalam kamarku tanpa ketuk.

Aku dan Taemin mengangguk bersamaan. Minho oppa tersenyum dan menghampiri kami. Pangeran ini. Selalu saja berhasil membuatku meleleh! Aaaaahh~ senyumnya.. matanya.. semuanya.. sempurna~~~~

“Kau tidak lapar, Princess?” tanya Minho oppa padaku sambil mengusap rambutku beberapa kali.

“Aku akan segera turun,” jawabku sedikit gugup. Awww XD

“Apa aku perlu menggendongmu untuk turun agar kau tidak terjatuh lagi?” tanya Minho oppa bernada jahil dan itu membuatku tersenyum malu. Aku melihat Taemin memutar bola matanya beberapa kali. Aku menjulurkan lidah kearahnya.

“Ah, Taemin! Aku sudah mendapatkan satu yeoja yang aku temui di sekolah musik. Dia sangat cantik dan pintar bermain piano!”

Permainan apa lagi ini? Mendapatkan? Sepertinya ada yang tidak beres.

“Oya? Kau terlihat sulit untuk mendapatkan satu yeoja saja. Aku sudah lima, hyung!” ucap Taemin sambil melebarkan telapak tangan kanannya.

“Haha! Ya, bukan kau jika tidak begitu.”

“Bagaimana dengan Bom hyung?” tanya Taemin sambil memasukkan permen lagi ke dalam mulutnya. Aku segera mengambil toples itu dari tangannya.

“Kita akan tanyakan sekarang. Sekaligus mengajak Keybum dan GD hyung untuk bergabung,” jelas Minho oppa.

“Apa kalian tidak menyadari dengan keberadaanku disini?” tanyaku sudah kesal lalu keluar dari kamarku dan menuruni anak tangga.

Huh, siapa yeoja yang Minho oppa maksud? Aku ingin tahu. Meskipun namanya saja.

**

(Author POV)

 

“APA?!!” teriak Sarang pada beberapa servant yang berada di depannya.

“Betul, nona.”

“Jadi yang tersisa hanya servant saja? Keybom oppaaa!!” jeritnya yang membuat kaca-kaca rumah bergetar beberapa detik.

Tidak lama, Taemin, yang sedang mengeringkan badannya setelah berenang pagi ini dengan tidak memakai kaus, menghampiri Sarang sambil mengibas-ngibaskan rambut blonde sedikit keritingnya itu yang sudah cukup kering.

“Berisik!” ucap Taemin sambil menarik rambut panjang Sarang. Otomatis Sarang memukul lengan Taemin.

“Bagaimana bisa aku tidak berisik! Semua chef dan koki di pecat oleh Keybom oppa! Kita makan apa pagi ini, Bambino?! Para pelayan tidak bisa menanggung resiko jika kita muntah-muntah kalau mereka yang memasak!” ucap Sarang tidak tenang. Taemin tersenyum. “Kau gila,” komentar Sarang.

“Kalau begitu kau. Kau yang memasak.” Taemin tersenyum lalu mengedipkan sebelah matanya pada Sarang sambil mengacak-acak rambutnya. Cahaya matahari menyerbu sebagian wajah Taemin dan itu membuatnya semakin berkharisma. Tapi tetap saja Sarang tidak sadar dengan itu.

“Mengapa harus aku?” tanya Sarang memelas.

“Kau betina, Singa,” jawab Taemin sedikit menjauh. Tapi tetap saja namja itu terkena pukulan lagi di lengannya.

Terdengar ketukan sandal yang menuruni anak tangga dengan cepat. Taemin dan Sarang menoleh. Ternyata Keybum. Wajah namja itu terlihat sedang tidak baik-baik saja. Matanya sedikit sembab, hidung dan bibirnya merah sekali.

“Oppa.. gwenchanayo?” tanya Sarang sambil mendekat, melihat keadaan wajah Keybum yang tengah abstrak total kali ini. Ditambah rambutnya yang terlihat tidak tertata rapi.

“Ambilkan aku obat!” perintahnya sambil memegang perut dan meringis.

“Obat apa?” tanya Sarang cemas.

“Cepat!” teriak Keybum. Lalu tangan kanannya beralih menutupi mulutnya dan berlari tidak sabar menuju kamar mandi terdekat.

“Ada yang tidak beres dengannya. Servant, ambilkan saja dia obat anti muntah untuk ibu mengandung,” celetuk Taemin. Dengan otomatis kembali Sarang mencubit perutnya. “Aww! Rupanya kau sudah tidak sabar, chagiya,” ucap Taemin mulai menggoda Sarang.

“Diam!”

“Ah, kau tidak ingin ada yang tahu? Baiklah.”

“Bambinooo!!” teriak Sarang lalu bergumam kesal pada Taemin. “Servant, tolong ambilkan oskadon saja di kotak obat special. Obat itu mujarab,” suruh Sarang. Dengan segera servant itu beranjak setelah membungkukkan badan.

Tidak lama terdengar kembali ketukan sandal yang menuruni anak tangga. Taemin dan Sarang mengangkat wajahnya. Ternyata Keybom. Dalam kondisi yang sama dengan Keybum.

“Ambilkan aku obat!” pinta Keybom terdengar seperti menahan napas dan menekan perutnya.

“Kau kenapa, Emo hyung?” tanya Taemin.

“Cepat!” teriak Keybom. “Uwooo!!” Keybum menutup mulutnya dengan tangan kanan lalu berlari menuju wastafel terdekat. “Uwoo!!” Keybom memuntahkan muntahannya di sana juga.

“Terimakasih, Servant.” Sarang menggenggam satu saset obat yang diberikan servant dan menghampiri Keybom dengan cepat. Taemin mengikuti Sarang di belakang sambil membawa air putih.

“Kenapa mereka berdua?” tanya Taemin pada dirinya sendiri.

“Oppa, ini obatnya…”

“Uwoo!!”

Taemin meringis karena jijik melihat muntahan Keybom yang keluar banyak sekali dari mulutnya. Tapi Sarang tidak. Dia mengusap-usap punggung Keybom dengan tenang. Keybom berhenti dan menyempatkan untuk melirik adik perempuannya itu.

Perlahan Keybom mengeluarkan senyum mematikannya pada Sarang. Sarang yang melihat itu langsung saja mengangkat tangannya yang mengusap punggung Keybom dan mulai salah tingkah.

“Thankyou, dear. I’m okay,” ucap Keybom terdengar serak dan itu sangat seksi! ><

“Ah, obat!” kata Sarang sambil menjulurkan satu saset obat pada Keybom. Keybom menerimanya dan dengan sengaja sambil mengelus tangan Sarang sekilas. Sarang menahan napasnya beberapa detik. Keybom tertawa kecil.

“Asedon?” ucap Keybom membaca nama obat yang diberikan Sarang dalam bahasa inggris.

“No, ost cud on! Oskadon!” ralat Taemin.

“Oskedon?” ulang Keybum.

“Ah, capek! Dasar bule kampung lu!” ucap Taemin dalam bahasa Indonesia yang lancar. Sarang sering mengajarinya jika Taemin meminta.

“Ah, whatever! Give it to me!” pinta Keybom pada Taemin agar memberikan gelas berisi air putih. Sarang hanya menahan tawanya.

“Haasshh, God!” gumam Keybum yang baru saja keluar dari kamar mandi dan berjalan menghampiri mereka bertiga.

Keybom mengulurkan bungkusan obat yang dipegangnya pada Keybum “Here. Oskedon,” ucap Keybom. Taemin dan Sarang tersenyum. Karena baru pertama kalinya mereka melihat Keybum dan Keybom terlihat bersama dan akur.

“Berikan pada Sarang! Tanganmu penuh dengan bakteri!” suruh Keybum ketus.

“Ah, dasar kau antiseptik berjalan. Sarang sudah menyentuhku, begitu juga dengan Taemin. Jadi, kau juga..” Keybom tersenyum jahil dan langsung memeluk Keybum. “Saudara kembarkuu!! Aku menyayangimu!!” ujar Keybom.

“AAARRGGHH!! AAAHH!! LEPAAS!! VIRUS-VIRUS ITU AKAN MENYERANGKUU!!” teriakan Keybum sangat membahana. Raut wajahnya benar-benar mengeluarkan ekspresi ketakutan yang sangat amat dahsyat ketika Keybom memeluknya dengan sangat erat.

*

“Katakan padaku, Keybom oppa! Mengapa kau memecat semua chef dan koki?” tanya Sarang pada Keybom yang duduk di hadapannya.

Mereka berempat duduk di meja makan sambil memakan roti yang beroleskan jelly fish rasa coklat mint.

“Kau pikir aku dan Keybum muntah-muntah semalaman itu siapa yang melakukannya? Mereka!” jawab Keybom dengan segigit roti yang berada di dalam mulutnya.

“Hah? Tapi aku, Sarang, Keroro hyung dan Naga hyung baik-baik saja. Mereka tidak memasukkan racun pada makanan kalian, kan?” tanya Taemin.

“Ini lebih dari racun! Mereka memasukkan wortel pada bumbu bolognese tadi malam!”

Seketika Taemin dan Sarang tertawa. Apa? Hanya wortel? Mengapa bisa? Dan yang lebih menarik lagi, mereka berdua sama-sama membenci wortel!

“Sudah kuduga,” gumam Keybum dan menyimpan garpu juga pisau kecil yang dipakainya untuk makan roti.

“Okay, lupakan!” seru Sarang masih tersisa tawa.

“Taemin! Temani aku berenang!” ajak Keybom sambil menarik lengan Taemin. Dan Taemin pun kembali berenang setelah berhasil mengeringkan badannya. Hah, cuaca sangat panas di musim panas ini. Yaiyalah ==’

“Lalu siapa yang memasak?” tanya Sarang, lebih pada dirinya sendiri meskipun Keybum berada di hadapannya.

“Seorang yeoja pasti bisa memasak,” ucap Keybum lalu bangkit dan melangkah kearah garasi  mobil.

Sarang berpikir sesaat. Sepertinya, semua saudaranya itu mempercayakan dapur pada Sarang. Memang dirinya pintar memasak. Tapi sedikit tidak yakin dengan list menu yang disukai keempat kakaknya yang berasal dari Amerika. Beragam dan aneh.

Kedatangan GD sedikit mengejutkan Sarang. Apakah GD akan mengoceh karena hanya ada roti yang tersedia di atas meja makan?

Tidak. GD mengambil 2 roti dan melengos begitu saja, menuju taman belakang. Melihat Keybom dan Taemin yang sedang berenang.

“Mana pangeranku?” tanya Sarang. Kini benar-benar pada dirinya sendiri. Lalu Sarang bangkit dan menaikki anak tangga.

Tanpa mengetuk pintu Sarang langsung saja masuk dan mendapati pangerannya masih teridur dengan pulas di dalam balutan selimut supertebal.

“Prince Keroro! Banguuun!” Sarang menggoyang-goyang badan Minho. Tidak ada reaksi. Langsung saja Sarang menyibakkan selimut yang menutupi seluruh tubuh Minho.

BRAY!!

‘Huaaaa!! Mengapa dia tidak memakai baju seperti itu? Tapi.. Seksi! Wawawawaww XD sixpack!! Aiyayayayaya~ aku gugup XD’ batin Sarang tidak tenang di dalam hatinya.

Dengan hati-hati Sarang membangunkannya dengan satu jari telunjuk yang ditusuk-tusuk pelan pada lengan berotot Minho.

“Minho oppa..” ucap Sarang dengan jantung yang berdetak keras melihat wajah Minho yang terlihat begitu sempurna di bawah cahaya matahari yang membias dari cermin di satu pojok kamar.

‘Kakakku yang satu ini tampan sekali!’

“Minho opp..”

Ketika Sarang mulai membangunkan Minho kembali, dengan tiba-tiba Minho menarik Sarang sampai masuk ke dalam selimutnya.

“Heera..” gumam Minho. Sarang mengerutkan keningnya. “Aku mencintaimu, Heera.” Minho memeluk Sarang dengan erat.

“Oppa!” rintih Sarang karena kehabisan napas. Perutnya dilingkari dua tangan kekar.

“Kenapa, Heera? Kau tidak suka jika aku memelukmu seperti ini?” tanya Minho yang masih memejamkan kedua matanya.

“Oppa, aku Sarang! Bukan Heera,” jawab Sarang sambil memukul-mukul kecil lengan Minho.

“Heera..” gumam Minho. Tapi tiba-tiba pelukannya merenggang. Minho sudah tersadar dari mimpinya. “Kau Sarang?” tanya Minho lagi. Sarang menatap Minho dengan kecut di dalam selimut itu. “Ah, tidak apa-apa. Saraang~”

“KYAAA!!”

*

(Sarang POV)

 

Liburan musim panas yang membosankan. Flat! Ini semua gara-gara Jinki! Aku menyesaaaal! Aku menyesal sudah menyukainya. Kalau saja aku tahu kalau dirinya hanya menjadikanku pelampiasan. Jahat sekali. Aku tidak menyangka Jinki sejahat itu padaku.

Tapi tenang saja, Sarang. Ada Jonghyun oppa! Apa salahnya mencoba untuk menyukai Jonghyun oppa! Ya, meskipun aku mempunyai lima saudara laki-laki, tapi mereka tidak memberikan seluruh perhatian mereka padaku. Hanya menjadikanku bahan mainan saja. Tidak Taemin, Keybom oppa, Minho oppa, Keybum oppa juga. Kecuali GD oppa yang belum pernah berbicang padaku sepatah kata pun. Apa dia tidak menyukaiku? Ah, itu tidak mungkin, Sarang.

Aku teringat pada satu benda yang sudah lama tidak aku lihat dan sudah ku pendam di dalam lemari selama satu tahun. Fotoku ketika berlibur ke pantai pribadi milik Dad di Calledonia bersama Mom. Tanpa Taemin, tanpa siapapun! Hanya berdua. Aku dan Mom. Huaa, aku merindukannya.

“Yeah, tubuhku memang seksi!”

TOK TOK TOK!!

Dengan cepat aku menutup foto ini dengan buku catatanku yang tergeletak begitu saja di atas meja.

“Siapa?!”

“Aku!”

“Ya, siapa?”

“Kakakmu!”

“Argh~ Kakakku yang mana.”

Terpaksa aku berjalan dan membuka pintu untuk tamu yang mengunjungi kamarku malam ini. Hah, Keybom oppa. Dia masuk begitu saja tanpa aku persilakan lebih dulu. Rawr~

“Cepat memasak! Kita semua kelaparan!” suruh Keybom cukup kasar sambil duduk di meja belajarku. Zzztt! Darahku berdesir ketika teringat foto vulgarku yang masih tergeletak di atas meja belajar. Huaa! Semoga saja Keybom oppa tidak mengangkat buku tulis yang menutupi sebagian foto itu. Amin!

“Wow!” seru Keybom oppa! Sial. Aku terperanjat! Keybom oppa menyimpan cellphonenya di atas meja belajarku dan berdiri, melihat foto-foto yang menggantung. Ya, fotoku bersama Taemin dari kecil sampai sekarang.

“Oppa, bagaimana kalau kita turun saja! Aku akan memasak makanan yang sangat enak special untuk oppa! Ayo, cepat!” ajakku.

Keybom oppa menoleh. “Dan jangan samakan menu specialku itu pada yang lain.”

“Tentu saja!” seruku sambil menariknya dengan cepat keluar kamar. Huaaah, akhirnya~

*

“Chiffon Mousse Sausage,” ucap Sarang sambil menyerahkan satu piring besar menu makan malam untuk Keybom. Sedangkan ke empat saudaranya yang lain hanya mendapat menu ayam panggang saus apel berry.

Keybom yang menerima itu hanya tersenyum singkat dan segera memakannya. Sarang mencibir kesal pada Keybom. Dirinya tidak menyadari bahwa ketiga saudaranya, Minho, Keybum dan Taemin tengah melayangkan pandangan ‘apa-apaan ini?’ pada Sarang. Bagaimana dengan GD? Dia sudah menghabiskan makanan seadanya itu setengah piring.

“Mengapa berbeda?” tanya Taemin lemas.

“Memangnya kenapa?” Sarang balas bertanya.

“Yasudah, makan saja!” suruh Minho pada Taemin. Keybum mengangguk dan mulai memegang peralatan makan.

“Aku ingin makananku seperti Keybom hyung, Sarang!” rengek Taemin.

“Salah sendiri. Keybom oppa sudah memesannya lebih dulu!” ucap Sarang sambil mengedipkan sebelah matanya pada Keybom, mengajak kerja sama, eh?

“Apa? Tidak. Aku tidak memesannya. Dia sendiri yang menawarkan makanan special untukku,” kata Keybom sambil mengunyah dengan tenang.

“Aku curiga..” gumam Taemin dan akhirnya mulai menyantap makan malam.

Sarang melemas dan belum juga menyentuh makanan yang berada di hadapannya. Taemin pasti marah padaku. Ini semua gara-gara foto itu! batin Sarang.

Dan acara makan malam ini berlangsung dengan tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka. Satu kata pun! Jarang sekali terjadi, bukan?

*

(Keybom POV)

 

Kamarku yang tidak tertata ini memang selalu terasa nyaman. CD bertebaran dimana-mana. Tunggu! Bukan! Bukan celana dalam yang kumaksud. Tetapi compact disk. Jangan selalu berpikiran negatif padaku, teman!

Ya, aku  lebih menyukai seperti ini dari pada kamar yang rapi, bersih dan tertata. Aku tidak tahu mengapa. Mungkin sudah takdir. Bertolak belakang dengan si antiseptik berjalan. Kamarnya sungguh menyeramkan!

Hmm, setelah makan malam dengan hidangan special dan berolahraga, rasanya ingin bersantai sambil berkomunikasi dengan pihak microsoft, meminta pendapat dengan software penemuan terbaruku.

Tunggu.. Dimana Blackberry-ku? Apa tertinggal di meja makan? Tidak. Aku tidak membawanya.

Ah, ya! Di kamar Sarang! Tapi bagaimana ini? Sudah pukul sebelas malam. Aku yakin yeoja itu sudah terlelap dan pintunya dikunci rapat. Hah, ini sangat penting sekali! Jika bukan big project, aku tidak akan seperti ini. Aku harus membangunkannya!

Sebelum aku mengetuk pintu, aku langsung saja menekan knop pintu kamarnya. Dan tadaa! Ternyata Sarang tidak menguncinya.

Aku langkahkan kakiku dengan perlahan. Kutemui dirinya yang sedang tertidur di atas tempat tidur nyaman berlapis selimut yang sangat tebal. Aneh. Ini musim panas.

“Ini dia,” gumamku kecil sambil membawa BB-ku.

Sekali lagi aku melihat foto-fotonya bersama Taemin yang tertempel di dalam bingkai, tergantung di dinding. Mereka sangat lucu. Menyesal aku tidak bertemu dengan mereka sebelumnya.

Aku arahkan mataku pada sesuatu yang sedikit membuatku tertarik di atas meja belajarnya. Kusingkirkan buku yang menutupi benda itu.

“Wooooowww~!” desahku tertahan sedikit tercekat saking terkejut!

Sarang! Bagaimana bisa yeoja macam seperti dia mengenakan baju yang sangat minim seperti ini? Tapi benar-benar dia sangat seksi! Ah, tidak! Aku sudah terangsang. Aku harus cepat-cepat keluar dari kamarnya dan membawa foto ini. Mungkin saja bisa kujadikan alat.

Hahahaha!

 

TBC ;]

 

……………………………………………….

Oke-okeeee terimakasih sudah membaca yaaa! :D

Maaf pas chapter kemarin authornya sombong, gak ngobrol-ngobrol kaya gini dulu.

Abis lagi bete sih~ *curhat* #eaeaaa

Please leave comment ya sayang-sayangkuuuu!

Aku mencintaimuu!

Annyeong sampai ketemu di next chap!

*dadah bareng SHINeeXO (?)*

……………………………………………….

9 thoughts on “(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 5 ]

  1. Arghhh….
    Ini semakinn membuatt penasarannn…
    Taemin mulai merasa cemburu eh? Oh ayolah taemin itu hanya masalah makanan. Ahahah. Tapi reaksi itu malah membuat sarang lemas, heii bukankah itu berarti sarang tidak inginn taemin marah dengannya. Kyaaaaaa. #plakk, sekali lagi, mereka saudara. Otokeeee. (˘̩̩̩^˘̩̩̩ƪ). (˘ʃƪ˘)
    Aisshh, ini keybomm mesum banget sihh, huss cepat sana keluar dr kamar sarang #tendang…

    Hahah, okee penasaran dgn lanjutannya saeng (۳º̩̩́Дº̩̩̀)۳ …
    Ditungguuuu part selanjutnya… Hwaiting..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s