(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 4 ]

Untitled-2 copy

HELLO SMART PLAYBOY

Cast:

  • SHINee
  • Choi Sarang (YOU)

Minor Cast:

  • G-Dragon (Big Bang)

Keterangan:

  • Lee Taemin at Replay Japan era
  • Choi Minho at Replay Japan era
  • Kim Keybum at Juliette era
  • Kim Keybom at RDD wears black tuxedo era
  • Lee Jinki at RDD era
  • Kim Jonghyun at Replay Japan era
  • G-Dragon at Heartbreaker era

Disclaim: Tuhan yang menciptakan mereka, lima bintang besar yang bersinar, SHNee. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

Selamat membaca!

……………………………………………….

Last Chapter…

Mereka berdua terguling dua kali dan kini Keybum berada di atas Sarang dengan bibirnya yang mendarat lembut di atas bibir Sarang. Kedua mata Keybum terbelalak dan belum juga mengubah posisinya.

Sementara Sarang hanya terdiam dan mendadak rasa pusingnya hilang.

“Kalian berciuman!” seru Taemin yang menghampiri mereka berdua dari arah ruang makan.

Tidak lama Minho, Keybom dan GD datang dan menyaksikan adegan itu dengan sangat-sangat-sangat jelas.

“Keybum..” gumam Keybom.

……………………………………………….

CHAPTER 4

“Ah,” desah Keybum singkat dan cepat bangkit. Minho membantu Sarang untuk berdiri.

Tanpa mendengar sindiran lain setelahnya, dengan cepat Keybum menaikki tangga dan masuk ke dalam kamarnya.

Keybom mendekati Sarang dan tersenyum dingin kearahnya. “Your first kiss, eh?” tanya Keybom dengan suara yang nyaris mendesah. Sarang masih tertegun dalam pikirannya. Keybom tertawa kecil dengan singkat dan itu terdengar seksi. Jari telunjuknya mengangkat dagu Sarang.

“Ah, itu..” jawab Sarang dan sedikit mundur, menjauh dari Keybom dan Minho yang berada dekat dengannya.

“Tentu saja Sarang tidak akan mengaku. Karena first kissnya bersamaku. Kalian pasti tidak akan mempercayainya. Tapi itu memang benar, aku bersumpah,” celetuk Taemin dan membuat semua hyungnya menatap secara sarkastik tepat padanya.

“Don’t talkin’ about that fuckin’ stuff anymore, Bambino! Bukannya kau mengatakan itu bukan ciuman pertamaku?!” teriak Sarang dengan suara sedikit tertahan dan bergetar. Masih merasakan sentuhan lembut tadi di bibirmu, eh?

“Memangnya kenapa? Kau menikmatinya. Aku juga. Jadi itu memang benar-benar first, bukan?” tuntut Taemin dengan senyum jahil di bibirnya. GD yang sedari tadi tanpa ekspresi hanya melengos dan berjalan malas kearah ruang makan. Minho dan Keybom hanya menyimak saja dan sedikit terkejut (lagi).

“AAAAHHH!!” teriak Sarang dan sangat memekikkan telinga.

FLASHBACK

“Singa betina..” panggil Taemin sambil menutup pintu kamar Sarang.

“Jangan mengusikku!” suruh Sarang dengan mata yang tetap fokus pada buku tebalnya di atas tempat tidur. Yang sedang dibacanya adalah buku Sejarah Kerajaan SHINee World. Karena besok Heechul sonsaengnim akan mengadakan tes lisan.

“Aku hanya ingin meminta pendapatmu. Ayolaaaahh~,” pinta Taemin dengan aegyonya yang super cute sambil menggoyang-goyang lengan Sarang. Tapi Sarang tidak tertarik sama sekali dan menghentakkan tangan Taemin dari legannya.

“Besok Heechul sonsaengnim mengadakan tes lisan dan aku tidak ingin Lee Jinki mengalahkan skorku!” sentak Sarang sambil menatap Taemin penuh nafsu.

“Kau kan pintar, Sarang. Tolong aku! Ini demi kelancaran hidupku!” Taemin tidak menyerah untuk meminta pertolongan nunanya yang sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja kali ini.

“Yasudah, katakan!”

“Apa yang disukai wanita?” tanya Taemin sambil membenarkan posisinya sampai nyaman dan berhadapan dengan Sarang, tetap di atas tempat tidur.

Sarang membenarkan posisinya juga dan duduk dengan tegak. “Pertanyaanmu terlalu umum.”

“Untuk permintaan maaf? Aku menanyakan ini padamu karena aku tahu kau yeoja yang terdidik, cerdas, spontan, cantik, lembut dan sempurna,” puji Taemin dengan suara lembut dan senyuman manis. Hey! Itu berhasil membuat hati Sarang sedikit luluh. Apa kau percaya? Jangan. Karena hati Sarang berubah menjadi baja yang sangat kuat ketika berhadapan dengan Taemin.

“Kau bertengkar dengan salah satu yeojamu?”

Kini Taemin yang menyandarkan pungungnya di sandaran tempat tidur dan meluruskan kakinya. Menatap Sarang dengan lembut seakan dia adalah oppanya kali ini.

“Kau tahu,” jawab Taemin singkat dengan angukkan kecil.

“Bunga mawar putih mungkin cocok. Aku sangat menyukai bunga mawar putih,” usul Sarang sambil menyimpan buku tebal itu di meja kecil samping tempat tidur dengan hati-hati sampai tidak mengeluarkan suara.

“Tapi aku sudah membeli jam tangan untuknya. Bagaimana menurutmu?” tanya Taemin.

“Apa? Jam tangan? Apa kau tidak menggunakan otakmu? Permintaan maaf itu selalu berbentuk benda yang romantis seperti bunga, coklat atau kalung berliontin cantik. Kalau kau mau, berikan saja dia gelang perak!” ucap Sarang panjang lebar.

“Tapi menurutku jam tangan tidak seburuk yang kau kira, Sarang,” timpal Taemin dan menegakkan punggungnya.

“Aku seorang yeoja dan aku lebih tahu apapun tentangnya darimu! Janganlah bersikap egois, Bambino!”

“Sebuket bunga tidak akan membuatnya puas meskipun ditambah dengan barang-barang cantik yang sudah kau sebutkan tadi.”

“Kalau begitu silakan keluar dari kamarku dan jangan pernah..”

CUP!!

Dengan tiba-tiba Taemin mengecup bibir Sarang cukup kuat meskipun hanya sekilas. Senyuman manisnya keluar dari jarak wajah mereka yang sangat dekat.

Sarang terkejut dan sedikit terhuyung. Kini kedua sikut menjadi tumpuan tubuhnya. Taemin hanya tersenyum dan kembali mendekat kearah wajah Sarang.

Kini Sarang benar-benar terbaring dengan Taemin yang tidak bosan menggodanya. Dengan cepat Taemin mencium bibir Sarang kembali. Sarang yang mendapat perlakuan secara tiba-tiba itu tidak bisa berbuat apa-apa. Jantungnya berdetak keras dan berobsesi akut ingin menghabisi Taemin saat itu juga.

“Atau aku harus memberikan second kissku untuknya?” tanya Taemin setelah melepas ciumannya dan duduk bersandar di pinggiran tempat tidur dengan sangat tenang. Sarang tetap tidak bergeming. Matanya tidak juga berkedip. Hanya kedua tangannya yang meremas kuat kaos abu longgar yang dipakai Taemin.

“ Ternyata seperti itu,” gumam Taemin sambil tersenyum sempurna dan menerawang. “Benar apa yang dikatakan Kyuhyun hyung. Berciuman itu… haaah. Meskipun hanya menempel tapi… Sarang, bagaimana kalau kita ulangi sekali lagi?”

“Bambino..” Akhirnya Sarang bersuara. Tapi tidak lama isakan kecil terdengar. Perlahan Sarang bangkit dan memeluk kedua lututnya.

“Ya, singa betina? Kau kenapa?” tanya Taemin super polos dengan ekspresi tanpa dosa.

“Ciuman pertamaku…” gumam Sarang dan mulai menangis.

“Ini juga ciuman pertamaku. Lalu apa yang kau tangisi?”

Sarang terdiam sejenak mendengar perkataan Taemin yang terlalu ringan. Tidak lama Sarang menangis sejadi-jadinya dan itu membuat Taemin kebingungan.

“BAMBINOOOO!! APA YANG SUDAH KAU LAKUKAAAAN?!” rengek Sarang sambil memukul-mukul dada Taemin.

“Bukankah kita sudah sering melakukannya?” tanya Taemin sambil menepis setiap hantaman yang diberikan Sarang padanya.

“TAPI INI BERBEDA!! KITA SUDAH SHS DAN BUKAN ANAK PLAYGROUP SEPERTI DULU!!” sentak Sarang berlebihan. Kini air mata mengalir dengan deras. Tamin hanya mengerutkan keningnya, tidak tahu apa yang harus dia katakan pada Sarang. Percuma, setiap Taemin mencoba berbicara, dengan tiba-tiba Sarang berteriak sangat kencang.

Beberapa jam sudah terlewati. Sudah pukul sebelas malam. Kini Taemin berada di dalam kamarnya dalam keadaan cemas karena suara tangisan Sarang yang menyerupai singa betina kelaparan terus saja terdengar dan belum juga berhenti.

Taemin membuang napasnya perlahan dan berjalan keluar menuju kamar nunanya.

“Saraaaang~!” panggil Taemin manis sambil mengetuk pintu kamar Sarang sedikit ragu. Tidak lama terdengar suara jeritan Sarang yang semakin mengeras dari arah dalam.

“BAMBINOOOO!! AKU MEMBENCIMUUU!!” jerit Sarang. Taemin tidak memperdulikannya dan memasuki kamar Sarang.

“Ya, singa betina!  Jika kau terus menangis, aku tidak bisa tidur. Dan bagaimana dengan tes lisanmu? Cepat belajar!” tanya Taemin dan duduk di samping Sarang.

“Keluar kau dari kamarku!” pinta Sarang dengan suara sedikit parau. Kedua mata indahnya sedikit membengkak dan itu membuat Taemin sedikit bersalah.

Tiba-tiba Taemin memutar kepala Sarang dengan jemarinya yang diapitkan di dagu Sarang. Perlahan Taemin mengusap bibir Sarang dengan ibu jari kanannya.

“Sudah bersih. Kau tidak lagi kehilangan ciuman pertamamu. Sekarang cepat tidur dan berhenti menangis.” Taemin berjalan cepat keluar kamar Sarang.

Sarang hanya terdiam sampai punggung Taemin menghilang di balik pintu kamarnya.

FLASHBACK END

“Sudahlah, sepertinya kau belum sehat sempurna, dear. Jangan mencoba lagi menuruni tangga seorang diri ketika kau merasa tubuhmu tidak baik-baik saja. Biarkan pelayan saja yang menjagamu. Arasso?” tutur Minho dengan dewasa dan penuh perhatian.

“Aku yakin kini Keybum hyung sudah terangsang,” celetuk Taemin dan membuat Keybom tertawa lepas.

“Good.. Kau sudah mengalami banyak peningkatan, Taebby,” ucap Keybom dan menepuk pipi Taemin sekilas. Taemin hanya tersenyum kecut. Kata terakhir yang diucapkan Keybom sangat tidak enak didengar untuk telinga Taemin. Mengapa panggilan yang diberikan Sarang ketika dirinya duduk di bangku elementary sekarang disebut-sebut kembali.

“Kau berkembang cepat, Taemin,” komentar Minho dan menggeleng beberapa kali. Sementara Sarang hanya mengedip-ngedipkan matanya lemas.

“Kenapa? Kau menyesal, Elias? Sudah beberapa kali aku mengajakmu tapi kau menolak,” jelas Keybom dan menyeringai kecil pada Minho.

Minho hanya menghela napas. “Antar Sarang ke kamarnya, Keybom!” suruh Minho.

“Tidak mau. Kau saja Taemin!” lempar Keybom pada Taemin.

“Dengan senang hati!” seru Taemin sambil berseri.

“Kau yakin bisa mengangkat tubuh nunamu?” tanya Minho.

“Tentu saja. Aku namja yang kuat. Dan apa kau tidak lihat, tidak banyak daging yang melekat di tulangnya,” tuduh Taemin sambil menatap jahil pada Sarang. Sarang hanya mengomel tanpa suara dan tidak peduli.

Taemin mengangkat tubuh Sarang dengan mudah dan menaikki anak tangga dengan lancar tanpa terihat wajah ketidakmampuan di wajahnya.

“Cepat keluar!” perintah Sarang setelah Taemin menempatkannya di atas tempat tidur dengan sempurna.

“Dasar singa betina! Mengapa kau tidak bisa mengucapkan terimakasih? Kau itu berat dan aku sudah mengangkat tubuhmu dari lantai satu!”

“Bukannya kau bilang tubuhku tidak mengandung banyak daging?!”

“Memang, tapi tetap saja..” jawab Taemin dengan nada menurun sambil memanyunkan bibirnya panjang-panjang. Sarang sedikit melemas melihatnya.

“Tetap saja apa?!”

“Tetap saja kau harus mengatakan terimakasih padaku. Aku ingin mendengarnya,” jawab Taemin sedikit menunduk dengan nada yang sangat mengkhawatirkan. Suasana hening sejenak.

“Gomawo,” ucap Sarang dengan cepat lalu memalingkan tubuhnya kearah lain. Memejamkan matanya agar cepat tertidur.

Taemin tersenyum.

*

(Keybum POV)

Aku tidak melepaskan kepalan tanganku di atas jantung yang berdetak keras ini. Ayolah, cepat berdetak dalam kecepatan normal!

Keringat dingin terasa membasahi peluhku. Dengan cepat aku meraih sapu tangan yang terletak di box bersih, di atas meja rias ini dan membersihkan keringatku.

Apa tadi? Apa yang sudah membuat diriku tidak terdefinisi seperti ini? Bibirku. Ah! Bagaimana bisa?! Kata-kata Taemin terus saja berputar di dalam otakku. ‘Kalian berciuman!’ TIDAK!!! ITU TIDAK BENAR!! Hanya satu ketidaksengajaan dan aku pun tidak tahu jika setelahnya kejadian itu terjadi. Setelah aku menolongnya. Sarang.

(Author POV)

TOK TOK TOK!!

“Who’s there?” tanya Keybum dengan lantang. Masih belum juga berhasil menyetabilkan emosinya.

“Elias!”

Keybum yang tengah berdiri di depan jendela kamarnya, memandangi labirin besar belakang rumah, berjalan dengan lunglai kearah pintu kamar. Perlahan menekan knopnya dan wujud Minho pun terlihat jelas tengah berdiri di hadapannya.

“Woo. Kamarmu sudah direnovasi ternyata. Robot dimana-mana,” komentar Minho sambil berjalan masuk dan menjelajahkan pandangannya disetiap sudut kamar Keybum.

Ya, keahlian Keybum adalah merakit robot dan karyanya sudah menghasilkan banyak dollar. Bermacam-macam robot. Hobinya ini sudah membakat semenjak Keybum duduk di kelas satu Elementary School, di Amerika.

Berbeda dengan Keybom. Namja yang nyaris tidak peduli dengan penampilan itu sangat jenius dalam membuat software. Tentu saja sudah banyak pelanggan setia padanya. Terutama dari perusahaan Microsoft dan Apple.

Dan Minho? Dia lulusan sekolah arsitek muda yang hebat disana. Dan rancangannya selalu terpakai oleh perusahaan besar ayahnya, juga perusahaan besar lain. Apalagi untuk perumahan dan denah taman bermain.

Ya, semua saudara lelaki Sarang sudah bisa hidup mandiri. Menghasilkan uang dengan keringatnya sendiri. Mungkin ini sudah menjadi tradisi hidup di Amerika. Tujuh belas tahun keatas sudah harus dituntut bisa hidup sendiri. Semua sendiri.

Lalu bagaimana dengan Taemin? Aku tidak tahu. Dia masih terlalu kekanakan.

“Kau tidak bersentuhan dengan Keybom, bukan? Kau tahu dia namja yang tidak peduli dengan bakteri ganas yang selalu melekat erat di seluruh tubuhnya.” Keybum berjalan dan duduk selonjoran di atas sofa putihnya yang panjang. Cukup untuk empat orang dewasa duduk disana.

Minho tersenyum dan duduk di atas meja belajar Keybom sambil mengamati satu robot kecil berbentuk anjing yang tengah menghampirinya dan mengerjap-ngerjap di bawahnya.

“Tentu saja tidak,” jawab Minho.

“Hanya kau yang lulus seleksi kebersihan, Elias.”

“Aku tahu.” Minho berdeham kecil. “Keybum..” panggil Minho dan mulai serius. Keybum yang mendengar nada Minho sedikit berubah langsung saja mengeluarkan dengusan panjang dan menatap Minho tajam.

“Itu bukan yang pertama untukku,” ucap Keybum seakan membaca pikiran Minho.

“Karena ciuman pertamamu bersama robot perempuan itu,” tunjuk Minho pada sebuah robot berbentuk percis manusia dan berwajah cantik. Meskipun terbuat dari plastik. Keybum terdiam. “Jantungmu berdetak keras, eh?” tanya Minho sambil tertawa kecil.

“Apa yang sedang kau bicarakan?”

“Ayo kita sarapan!” ajak Minho sambil bangkit dari meja dan merapikan kardigan krimnya.

“Tidak. Aku yakin Keybom cemburu padaku dan menyimpan dendam yang pasti berbekas permanen. Dan Taemin. Dia pasti menggodaku.” Keybum menghela napas sejenak. “Aku bisa memanggil pelayan untuk membawakan sarapanku.”

“Baiklah. Aku hanya ingin menyampaikan, jangan sampai jatuh cinta padanya. She is our lilsist, you know that,” ucap Minho dan segera keluar dari kamar Keybum sebelum Keybum melempar semua robot yang berada di sekitarnya pada Minho.

Keybum menghela napas panjang dan mengeluarkannya perlahan melewati mulutnya. Diangkat tangan kirinya dan telunjuk kanannya memencet satu tombol kecil yang berada di jam tangannya.

“Hello, honey..” terdengar panggilan seseorang namun sedikit aneh didengar karena intonasi yang datar. Ya, robot wanita milik Keybum. Teman yang menemaninya setiap kali dia sendiri.

“Come here, baby. I wanna give you some lesson about Korean language!”

*

“Jiyoung.. Jangan..” pinta Jinki sebisa mungkin terdengar wajar di telinga Jiyoung. Jinki paling takut jika menyakiti hati wanita.

Jiyoung tidak menghiraukan permintaan Jinki dan tetap menyandar di pundak namja itu sambil melingkarkan lengannya di pinggang Jinki dengan erat.

“Kau tunanganku. Lupakan yeoja itu!”

“Maaf, Jiyoung. Tapi aku harus segera pergi ke rumahnya. Dia sedang sakit.”

Jiyoung terdiam sesaat lalu tersenyum dengan sinis secara diam-diam. Sarang sedang sakit, eh?

“Kau lebih peduli pada yeoja yang bukan lagi kekasihmu?” tanya Jiyoung, berusaha membuat Jinki menyerah.

“Kau tidak tahu apapun tentang hubunganku dengannya. Jadi diam saja.”

“Jinki!” seru Jiyoung yang kini sudah melepaskan pelukannya dan menatap Jinki dengan tajam. “Lepaskan saja dia! Bagaimana jika Sarang sudah mempunyai kekasih?”

“Memang,” jawab Jinki dengan mudah. “Dia sangat tampan dan bermata bulat. Berbadan tegap, tinggi dan kaya.” Jinki menghembuskan napasnya dan memandang sepasang sepatu sneakers birunya yang masih terlihat baru.

“Mobil apa yang dia pakai?”

“Jeep hitam dan besar.”

“Bodoh! Dia kakaknya. Choi Minho. Sarang mempunyai empat kakak laki-laki yang baru saja pulang dari Amerika.”

Dengan sangat perlahan wajah namja itu mulai berseri dan semakin bersemangat untuk menemui kekasihnya. Jiyoung terbelalak. Tidak sadar dengan apa yang diucapkannya itu dapat membuat Jinki lebih merapat pada Sarang.

“Terimakasih, Jiyoung. Annyeong!” Jinki melambaikan tangan kanannya pada Jiyoung sambil berlari menuju mobilnya yang terparkir rapi di sisi jalan taman kota yang sepi di pagi hari ini. Meninggalkan Jiyoung seorang diri. Jinki dapat mengambil resiko yaitu pasti mendapat omelan dari orang tuanya. Tapi Jinki tidak peduli.

“JINKIIII-YAAAA!!”

*

Sudah pukul sebelas siang dan mereka berdua, Sarang dan Keybum, belum juga keluar dari kamarnya masing-masing.

Padahal kini keadaan Sarang sudah sangat membaik karena baru saja dokter pribadi keluarganya datang dan memberi obat ampuh dan bekerja seperti mantra sihir. Dengan cepat rasa pusing dan berbagai keluhan setelah terjatuh dari kolam renang itu menghilang.

Oh, dan baru saja Jonghyun menghubunginya. Namja itu menanyakan keadaannya dan beberapa puluh menit lagi, Jonghyun akan datang menjenguknya. Bahagia sekali hidup Sarang. Tidak ada Jinki, Jonghyun pun jadi. ==v

Bagaimana dengan Keybum? Dia menunggu saat Keybom dan Taemin tidak ada di rumah ini. Malas berdebat panjang dengan kedua saudaranya itu.

Tapi berjam-jam diam di dalam kamar membuat mereka berdua bosan dan ingin sebentar saja keluar dari kamar. Meskipun hanya menginjak karpet lorong dan kembali masuk.

CKLEKK!!

Suara pintu mereka berdua terbuka bersamaan. Belum ada yang menyadarinya.

Perlahan Sarang dan Keybum keluar secara diam-diam dan saling mengharapkan mereka tidak akan menemui sosok yang sama saat berciuman.

“Eh?” kejut Keybum setelah mengunci kamarnya lalu melihat seorang yeoja yang keluar dari kamar sampingnya. Siapa lagi kalau bukan Sarang.

“HA?! Keybum oppa..” gumam Sarang.

CKLEKK!!

Kini kamar samping Sarang, kamar GD terbuka. Kontan mereka berdua menoleh kearah GD yang sedang menutup pintunya dan terlihat sudah bersiap. Apakah GD akan mengeluarkan respon yang dibayangkan Sarang ketika melihat mereka berdua?

GD tetap menatap mereka berdua dengan datar dan tidak mengeluarkan komentar.

“Aku pergi,” ucap GD. Tidak ada senyuman yang keluar. Perkiraan Sarang meleset dengan indah. GD tidak banyak berbicara.

“Kemana?” tanya Keybum dengan suara rendah.

“Pelanggan baru,” jawab GD singkat. Seperti biasa. Jangan aneh dengan sikapnya yang seperti itu.

Kini Sarang dan Keybum hanya terdiam kaku di depan kamarnya masing-masing. Tiba-tiba terdengar suara Taemin dan Keybom yang sedang tertawa-tawa dan semakin mendekat.

Sarang menganga dan tidak tahu harus berbuat apa. Tapi dengan sangat cepat Keybum mendorong Sarang masuk ke dalam kamar adiknya itu dan menutup pintunya cukup keras.

Karena dirinya sudah memikirkan waktu jika membuka kunci pintu kamarnya saat itu, Taemin dan Keybom pasti menemukan dirinya sedang berduaan bersama Sarang. Tidak akan sempat.

‘Mudah-mudahan saja mereka berdua tidak tertarik dengan suara keras tadi,’ batin Keybum dengan jantungnya yang berdetak keras. Tiba-tiba matanya terbelalak melihat kamar Sarang. Waw. Bersih! pikirnya.

Terdengar suara Taemin yang memanggil-manggil Sarang dengan panggilan ‘singa betina’. Semakin mendekat dan..

“Kita bersembunyi di kamar mandi saja!” ajak Keybum dan menarik lengan Sarang yang tergelayut bebas. Yeah, Sarang kebingungan. Mengapa Keybum bersikap tidak tenang seperti ini?

Keybum mengamati keadaan kamar mandi Sarang. Great! Bersih dan wangi. Keybum tidak perlu khawatir.

“Oppa.. sebaiknya..”

“Shuuutttt!!” desus Keybum sambil menempelkan telunjuk kanannya keras-keras di permukaan bibirnya sendiri. “Kau tahu jika mereka menemukan kita, mereka akan banyak berbicara dan aku malas mendengarnya!” ucap Keybum hampir tidak terdengar. “Kita bersembunyi di sini saja! Jangan berisik!”

Sarang yang masih kebingungan tidak bisa berpikir jernih dan tetap terbawa panik. Kini lengannya ditarik kembali oleh Keybum untuk masuk ke dalam bathtub. Keybum menutup tirai bathub itu dengan perlahan ketika mendengar suara Taemin dan Keybom yang tengah memanggil nama Sarang.

“Saraaaang! Dimana kau? Kau ada di dalam sini, bukan? Dimana Keybum hyung? Apa dia bersamamu?” tanya Taemin dengan berteriak kencang lalu terkekeh di akhir. Keybom mendorong bahu Taemin setelah mendengarnya. Mana mungkin, batinnya.

“Kau disini?” tanya Keybom sambil mengetuk kamar mandi Sarang dengan lembut lalu menajamkan pendengarannya. Tidak. Tidak ada jawaban.

CKLEKK!

Keybom membuka pintu kamar mandinya dan tadaaa~ Tidak ada! Mereka berdua tidak ada di sana. Itu yang dia lihat.

“Disini tidak ada. Lalu dari mana asalnya suara keras tadi?” tanya Keybom lebih pada dirinya sendiri. Taemin ikut masuk kamar mandi Sarang.

“Waw. Kamar mandinya memang selalu terlihat bersih dan nyaman. Tapi bagaimana pun juga ini kamar mandi. Pasti terdapat bakteri yang bertebaran,” ucap Taemin sambil berkaca di cermin besar.

“AAHH!!”

BRUG!!

“Aaawww~,” keluh Sarang.

Keybom dan Taemin terkejut setengah mati dan cepat-cepat membuka tirai yang menghalangi bathub itu. Sepasang mata bulat Taemin terbelalak melihat Sarang yang berada di bawah tubuh Keybum. Ya, di dalam bathub tentunya. Tempat sempit yang cukup menampung satu tubuh manusia.

“Ini tidak seperti yang kalian pikirkan!” sentak Keybum dengan napas memburu dan bangkit lalu keluar dari bathub itu. Disusul Sarang.

Keybom belum juga mengeluarkan ekspresi apapun. Kaget atau tertawa atau menyeringai atau apapun. Matanya hanya menatap mereka berdua dengan datar.

“Apa yang kalian lakukan? Di dalam bathub, pula. Dan dengan tirai tertutup,” tanya Taemin yang belum percaya dengan apa yang dia lihat. “Kalian ketagihan rupanya.”

“TIDAK!! Kami hanya bersembunyi. Bersembunyi dari kalian berdua,” jawab Keybum mencoba tenang. Taemin bergumam kecil.

Keadaan mulai sunyi. Tidak lama terdengar dengusan kasar dan singkat dari Keybom.

“Kekasihmu sedang menunggu di ruang utama. Ayo, Taemin! Kita saja yang menyusul Elias di arena bowling,” ajak Keybom pada Taemin.

Taemin hanya melambaikan tangannya pada mereka berdua lalu mengikuti Keybom seakan pengikutnya.

“Jinki..” gumam Sarang setelah sosok Keybom dan Taemin menghilang.

Keybum melirik Sarang perlahan. “Maafkan aku,” ucapnya.

“Ini semua karena kau yang memotong pembicaraanku. Sebaiknya kau saja yang bersembunyi di sini. Tidak denganku. Dengan begitu mereka tidak akan menemukan kau,” jelas Sarang. Keybum menggigit bagian dalam pipi kanannya.

“Sudah kukatakan aku minta maaf,” ulang Keybum sambil berjalan cepat meninggalkan Sarang.

*

“Jinki..” panggil Sarang yang melihat Jinki sedang duduk cemas di ruangan utama. Langkahnya melambat.

“Sarang..” balas Jinki setelah mengangkat kepalanya yang menunduk dengan perlahan. Bibirnya tersenyum sangat lembut. Matanya berbinar setelah melihat Sarang yang berjalan kearahnya. Meskipun tanpa senyuman tapi itu sudah cukup untuk Jinki. Melihat keadaan Sarang dalam keadaan baik-baik saja.

“Jinki..” ucap Sarang kembali. Kini lebih keras dan cukup menggema.

Jinki bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mendekati Sarang. Tapi akhirnya mereka berlari dan memeluk erat satu sama lain. Tidak terasa Sarang menitikkan air matanya. Bagaimanapun dirinya tidak bisa membenci apalagi melupakan Jinki, namja yang dicintainya.

“Aku merindukanmu, Sarang..” ungkap Jinki dengan Sarang yang berada di dalam pelukannya yang erat dan nyaman.

“Maafkan aku, Jinki,” ucap Sarang sedikit terisak.

“Kau tidak bersalah, honey. Sudah, jangan menangis.”

Sarang tersenyum di dalam pelukan Jinki dan semakin mempererat kedua lengannya di pinggang Jinki.

“Selamat siang..”

Seseorang yang datang cukup mengejutkan Sarang. Dia, Kim Jonghyun. Dengan cepat Sarang menghapus air matanya yang sedikit membasahi pipinya lalu tersenyum ragu pada Jonghyun setelah melepas pelukannya. Senyum namja itu luput beberapa saat. Tapi tidak lama muncul lagi. Tapi bukan senyuman indah yang pertama. Melainkan senyum keterpaksaan.

“Syukurlah kau sudah baik-baik saja, Sarang. Ah, ini untukmu! Memang tidak seberapa tapi terimalah. Dan, oh! Aku simpan disini saja. Parsel buah-buahan dan sebuket mawar putih. Kuharap kau menyukai bunga ini. Karena aku tidak tahu jenis bunga apa yang kau suka. Selamat siang. Dan kuharap keadaanmu semakin membaik, Sarang.” Jonghyun terus berucap, tidak memberi kesempatan Sarang untuk berbicara satu kata saja, sampai akhirnya dia memasuki kembali mobilnya dan pergi dari rumah besar ini.

“Jonghyun..” gumam Sarang menggantung. “Terimakasih karena kau sudah menolongku..”

“Sarang..” panggil Jinki. Tapi Sarang tidak menoleh. Pikirannya masih terpusat pada Jonghyun. Dia melupakan akan kedatangannya.

Siapa yang harus dia pilih?

Jinki, cinta pertamanya?

Atau Jonghyun yang baru saja masuk ke dalam kehidupannya? Namja yang sedikit menarik perhatiannya ketika Jinki tidak ada di sampingnya?

Pelik.

TBC ;]

8 thoughts on “(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 4 ]

  1. Kyaaaaaaaa…. #lompat-lompatt…
    Arghhh akhirrrnyaaa, ternyataa taemin first kisss sarangg. Ntah kenapa jd pengen mereka berdua #plakkk, sadar , mereka kk adik. Haisss. Tapi seriusssan, yg dapat feelny jd pasangan saarang itu malah taemin hoaaaa.. Sumpah itu taemin waktu ngusap bibirnya sarang, benar-benar unyu apalagi wktu dia bilang,“Sudah bersih. Kau tidak lagi kehilangan ciuman pertamamu. Sekarang cepat tidur dan berhenti menangis.”… #jambak rambut, kenapa tiba” dia terlihat dewasa. Haisss sukaaa sekalii klo bagian mereka berdua…
    Xixixi. Jinki dan jonghyunnn #tendang. #plakkk.abaikan. Ahahah. Banyak bacot
    Blussshhh, baca part selanjutny… Penasaran dgn kelanjutannya? Bagaimana hbngan sarang dengan jinki dan jonghyun? Haiss ini kayanya taemin emang beneran gada rasa sama sarang sama sekali, kenapa dia malah biasa saja wktu mergok sarang dan keybum ditoilet. (⌣́_⌣̀) #berharap mereka (˘ʃƪ˘)

    Ahh sukaaa tulisanmu saeennggg…

  2. Hah /cengok/
    JADI TAEMIN DAN SARANG??? ASTAGAAAA!!!
    kyakny dr semua sodara sarang cm GD dan Minho yg sedikit normal.. Sedikit aja yaa tapi..aku msh blm jelas dg GD.. dan yg pasti minho sama anehnyabdg saudaranyabyg lain hanya sj tdk separah mrk ╮(#ˇωˇ)╭

    Kalo gw jd sarang.. gw bakaln milih jjong.. Kenapa? Sarang dan jinki it trlalu sama.. mereka pasangan yg membosankan ahh ani sangat sangat mengenaskan tptny.ingt wkt mrk kncan dg mngerjakan tgs…heol -_-
    Klo dg jjong psti lbh brwrna dehh..
    Jinki nya ntr sama gw aj.. jiyoung? gampang..tendangbke kutub aj hahaha /sarap gara2 choi brother -_-

  3. Hah /cengok/
    JADI TAEMIN DAN SARANG??? ASTAGAAAA!!!
    Bener2 nihh itak taemin bnrn rusak akut..astagaaaa /geleng2 kpla/
    kyakny dr semua sodara sarang cm GD dan Minho yg sedikit normal.. Sedikit aja yaa tapi..aku msh blm jelas dg GD.. dan yg pasti minho sama anehnya dg saudaranya yg lain hanya sj tdk separah mrk ╮(#ˇωˇ)╭

    Kalo gw jd sarang.. gw bakaln milih jjong.. Kenapa? Sarang dan jinki it trlalu sama.. mereka pasangan yg membosankan ahh ani sangat sangat mengenaskan tptny.ingt wkt mrk kncan dg mngerjakan tgs…heol -_-
    Klo dg jjong psti lbh brwrna dehh..
    Jinki nya ntr sama gw aj.. jiyoung? gampang..tendangbke kutub aj hahaha /sarap gara2 choi brother -_-

  4. Puyeng! ini cinta segi berapa? jinki/jjong/taemin/keybom/ sarang km milih yg mana?
    Klo aku jinki aja /plak :D

    Moga endingnya sama jinki aja deh, soalnya udh pas sama si abang sipit ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s