(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 3 ]

Untitled-2 copy

HELLO SMART PLAYBOY

Cast:

  • Lee Taemin (SHINee)
  • Choi Minho (SHINee)
  • Kim Keybum (SHINee)
  • Choi Sarang (YOU)

Minor Cast:

  • SHINee
  • G-Dragon (Big Bang)

Keterangan:

  • Lee Taemin at Juliette era
  • Choi Minho at Replay Japan era
  • Kim Keybum at Juliete era
  • Kim Keybom at RDD wears black tuxedo era
  • G-Dragon at Heartbreaker era

Disclaim: Tuhan yang menciptakan mereka, lima bintang besar yang bersinar, SHNee. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

 

Selamat membaca!

……………………………………………….

Last Chapter…

“Aku tidak sabar menghadapi hari minggu dimana semua telah berakhir! Rumah kita bukan tempat pengungsian,” jawabnya sedikit sensitif. Minho hanya terkekeh pelan. “MY GOSH! Hentikan jeritan itu! Mengganggu telingaku!”

Minho dan Taemin hanya tertawa ketika Sarang memilih untuk masuk ke dalam rumah. Lalu mereka berdua melambaikan tangan pada para yeoja yang tengah memotret dan menjerit kearah mereka.

Indahnya dunia.

……………………………………………….

CHAPTER 3

“Keroro hyung, apa kau tahu? Aku tidak sabar menerima hadiah darimu. Aku harap kau tidak lupa dengan apa yang akan kau berikan padaku,” tutur Taemin sambil berjalan kearah dalam rumah. Minho berjalan di sampingnya.

“Tentu saja,” respon Minho dan berhenti di depan satu pelayan. “Servant, tolong beri mereka masing-masing satu gelas coktail dan satu stuff fotoku juga yang lain. Sudah beres, bukan?” tanya Minho. Taemin sedikit mengerutkan keningnya. Ada yang tidak diketahuinya.

“Kipas, botol minum, poster, foto album atau..”

“Mungkin untuk malam ini pulpen saja. Sisanya akan diberikan besok.”

“Baiklah..”

Para pelayan itu bubar dan kembali mengerjakan pekerjaannya masing-masing.

“Hyung, jadi kau menempelkan fotoku, fotomu dan hyung yang lain di macam-macam barang dan akan diberikan pada mereka?” tanya Taemin panjang lebar.

“Benar,” jawab Minho singkat dan menganguk cepat.

“Secara cuma-cuma?” tanya Taemin kembali. Minho mengangguk. “Bagaimana dengan pulpen itu? Benda itu kecil dan mana mungkin dapat memuat gambar.”

“Oh, yang itu berbeda. Jika mereka menekan ujung pulpen dan mulai untuk menulis, suaraku akan keluar. Seperti ini, ‘cantik, aku mencintaimu!’ bagus bukan?”

Taemin hanya melongo dan terdiam di tempat, menatap pungung Minho yang menjauh dan tenggelam di satu belokan menuju barisan kamar. Hyungnya benar-benar aneh.

**

Sarang menatap dirinya yang terpantul di depan cermin dengan sedikit malas. Desahan kecil dan panjang keluar dari mulutnya. Beberapa menit lagi pesta ulang tahun Taemin dimulai. Tentu saja semua yeoja yang berjumlah tiga ratus orang itu sudah berada di dalam rumah besarnya dengan baju pesta yang sangat mewah. Sedangkan dirinya?

“Minho oppa.. aku tahu kau namja yang baik. Tapi mengapa harus seperti ini?” tanya Sarang pada dirinya sendiri sambil berputar di depan cermin.

Dengan sengaja Minho membuatkan kostum pesta ulang tahun Taemin untuk Sarang, Taemin dan untuk dirinya sendiri. Tujuannya agar diketahui siapa tuan rumah disini.

Sarang mendudukkan tubuhnya di atas kasur dengan kasar. “Mengapa harus motif macan tutul? Aku tidak suka!” teriaknya. Tapi mustahil. Karena suara musik R&B sudah diputar dengan volume maksimal dari setiap speaker yang tersebar di setiap sudut ruangan.

Mini dress dengan tali spagethi di atas lutut dengan bagian bawah yang mengembang. Modelnya sudah sangat pas dan cocok dipakai oleh Sarang. Sayang, hanya itu. Bermotif macan tutul dan itu membuat Sarang berasa menjadi salah satu personil baru Trio Macan. Apalagi di tambah bando bertelinga macan bermotif sama.

Untuk sedikit memperindah penampilannya, Sarang mengenakan sepatu booth kulit berwarna hitam dengan panjang sampai di bawah lutut berhak tujuh senti. Rambut panjang bergelombangnya dia gulung sampai atas. Poni cantiknya dibiarkan menutup dahi dan mengembung indah.

Tidak lupa aksesoris di pasang dimana-mana. Hah, acara ini benar-benar membuatku mati rasa, batin Sarang dalam hati.

Bagaimanapun penampilannya, dirinya pasti yakin mempunyai aura lebih besar dibanding para yeoja yang sepertinya tengah menjarit-jerit tak karuan pada Taemin dan Minho.

Sarang berjalan keluar kamar dan berdiri di depan pagar pembatas lantai dua. Dirinya hanya melihat lautan yeoja saja dari atas sini. Sepertinya mereka tidak sabar menunggu Taemin dan Minho muncul.

Tidak lama Taemin keluar dari kamarnya. Benar saja, dia juga memakai motif macan tutul itu. Tapi tidak seluruhnya seperti Sarang. Taemin hanya mengenakan motif itu di hoody! Hanya di hoody jaket putihnya. Sementara celana, t-shirt dan sebagainya polos. What a pity Sarang.

“Singa betina?” panggil Taemin dan mendekat kearah Sarang.

“Jangan berikan komentar apapun!” sentak Sarang sebelum Taemin terlalu jujur mengungkapkan semua yang ada dalam otaknya pada Sarang.

“HAHAHAHA!!” Taemin tertawa dengan kerasnya. Dengan serentak ratusan kepala yang berada di bawah menoleh kearahnya. Sontak mereka menjerit-jerit melihat Taemin.

“Hello..” sapa Minho yang baru saja keluar dari kamarnya. Wow! Damn cool!

Minho merapikan kembali kaus hitam polos berdada rendah dan outfit berwarna hitam juga. Tapi celananya benar-benar full motif macan tutul. Sarang tersenyum. Ternyata Minho memakai banyak motif itu.

“Kau sangat cantik sekali, Princess. Dan terlihat seksi. Rawwr..” komentar Minho genit sambil menarik Sarang untuk mendekat.

“Yeah, karena kulit yang sebenarnya terlihat dengan jelas. Si macan tutul betina,” tambah Taemin dan membuat Sarang mendengus kasar kearahnya.

“Kau tahu, Taemin? Whatever!”

CKLEK!!

Pintu besar utama rumah itu terbuka dengan lebar oleh para pelayan yang berjaga di luar rumah. Dan akhirnya DJ yang sudah ditunggu-tunggu datang. Kim Jonghyun. Pesta malam ini akan berlangsung meriah.

Penampilannya benar-benar memukau dengan gaya hiphop. Topi putih terpasang sembarang di kepalanya. Baju tanpa lengan dibungkus jaket baseball warna biru menyala. Celana jeans panjang hitam ketat dan sepatu snikers full colour menambah penampilannya sempurna. Juga banyak aksesoris unik terpasang di pergelangan tangan dan lehernya.

Dengan terburu Minho dan Taemin menuruni anak tanga dengan cepat dan menaikki panggung kecil yang terdapat di balkon taman belakang, berhubungan langsung dengan taman dan kolam renang yang besar. Semuanya indah dengan lilin-lilin kecil yang mengapung di atas air kolam renang itu.

Sementara Sarang sama sekali tidak tertarik dan memilih memasang headset di kedua telinganya. Tetap menetap di tempat itu, menyaksikan ratusan kepala yang berteriak tidak berguna kearah tiga namja yang berada di atas panggung. Hmm, papan DJ sudah tersedia disana. Jonghyun mulai mengutak-atik, bersiap memainkan lagu.

“Hello, ladies!” sapa Minho, membuka acara. Taemin yang berada di sampingnya tetap memberikan senyum terbaknya untuk para tamu. “Sebelum acara pesta ini berlangsung, aku akan mengenalkan diri dan kedua adikku, termasuk Choi Taemin yang tengah berulang tahun.”

Para yeoja sibuk mengambil gambar Minho dan Taemin. Sarang yang melihat itu hanya menggeleng dan tetap berkonsentrasi pada lagu SHINee yang tengah didengarnya. Suara dari speaker sedikit mengganggu. Tapi matanya terfokus pada sosok satu namja yang tengah memasang headphone super cool di depan papan DJ.

“Namja ini bernama Choi Taemin, yang baru saja memasuki umur tujuh belas malam ini,” tutur Minho. Taemin tersenyum, melambaikan tangan dan membungkuk sopan. Yeoja-yeoja berteriak. “Aku sendiri bernama Choi Minho, Taemin’s brother yang baru saja pulang dari Amerika.” Teriakan itu terdengar lagi dan membuat alis Sarang berkerut dalam.

“Dan yeoja cantik yang berada di atas itu adalah adikku. Dia bernama Choi Sarang dan aku sangat menyayanginya lebih dari apapun,” ucap Minho dengan senyum sempurna dan menatap Sarang dari arah bawah sini.

Serentak semua kepala itu mendongak kearah Sarang yang tetap saja tidak peduli dengan pesta ini. Sarang baru menyadari para yeoja itu tengah menatapnya dengan pandangan ingin tahu. Ada juga diantara mereka yang memberikan senyum dan tatapan sinis. Sarang hanya membungkuk dan melepas headsetnya lalu menyimpan barang itu sembarang di samping kakinya beserta mp3 super kecil yang tidak pernah kepas dari headset itu.

“Sebenarnya kami bertiga mempunyai tiga saudara lelaki yang lain. Tapi sepertinya mereka belum sampai di Korea selama perjalanan yang memakan waktu banyak dari Amerika,” ucap Minho yang membuat semua yeoja penasaran.

Tiba-tiba satu pelayan memberi aba-aba pada Minho bahwa tiga mobil mewah telah sampai di halaman rumahnya.

“Itu mereka..” kata Minho.

Perlahan dua pintu raksasa itu terbuka. Kini jantung Taemin berdetak lebih cepat. Tiga saudaranya yang lain yang belum pernah diketahuinya selama ini sudah berada satu tempat dengannya. Begitupun dengan Sarang. Matanya membulat kearah pintu besar itu.

Cahaya lampu menyorot tajam kearah dalam rumah. Semua yeoja sampai menyipitkan matanya karena silau. Setelah pintu terbuka sempurna, jeritan keras menggema.

Tiga sosok namja super tampan sudah berada di hadapan mereka dengan mobilnya masing-masing yang berjajar rapi di belakang mereka. Ternyata cahaya itu berasal dari lampu mobil yang belum di matikan itu. Waw.

Tidak terasa mulut Sarang terbuka melihatnya. Benar-benar di luar dugaan.

“Bro!” sambut Minho dan menghampiri ketiga saudaranya.

“Party?” tanya namja yang memakai kacamata hitam gelap dan bertopi pedora di malam ini.

“Yeah, our lilbro’s birthday party exactly, GD hyung..” jawab Minho dan merangkul kakaknya itu lalu memberi satu tali bermotif macan tutul. Namja bernama asli Choi Jiyong itu mengenakannya di leher.

Choi Jiyong yang akrab dipanggil GD itu berpenampilan sangat sentrik. Topi pedora hitam, kaca mata hitam, rambut putih, kaus tipis dan ketat berwarna pink, celana jeans longar ukuran tujuh perempat, sepatu crocs putih. Meskipun begitu, tapi auranya benar-benar keluar.

Satu tas besar berisi gitar terpasang di punggungnya. Yeah, GD memang sangat jenius di bidang musik dan alat-alatnya. Sudah banyak sekali lagu yang dia ciptakan terpakai oleh artis besar hollywood.

“Keybom!” sapa Minho dan memeluk saudaranya yang lain itu.

“Yeah, yankee. Pesta ulang tahun dengan banyak yeoja? Damn cool! I like it! I can try theirs one by one, right?”

“What do you mean with theirs?” tanya Minho dengan senyum jahil.

“Don’t look like foolish! Haha!” jawab Keybom dan memasang kain motif macan tutul itu di keningnya.

Namja bernama Keybom ini terlihat sangat cuek dengan mata sayunya yang berwarna abu. Berambut hitam sedikit ikal dengan bagian depan yang nyaris menutupi mata kirinya, kalung berliontin NY super besar tergantung di lehernya, sweater hitam gelap dan sangat longgar dengan satu lengan terangkat sampai siku, celana jeans abu ketat bolong-bolong, sepatu snikers hitam yang kotor. Satu tas ransel yang terlihat sudah lusuh terpasang di punggungnya. Benar-benar terlihat tidak terawat.

Namja yang berada di samping Keybom mendengus kasar. “Elias, cepat selamatkan aku! Kau tahu aku anti dengan pesta dan berada di antara ratusan orang yang terlihat tidak dalam keadan steril. Itu membuatku tidak nyaman dan harus berendam di dalam cairan pentralisir bakteri selama dua jam lebih di dalam bathub setelah ini,” ucap satu namja lain dengan bahasa inggris kental sambil menyemprotkan sesuatu di sekitarnya dari satu botol kecil setinggi jari telunjuk dewasa yang selalu dibawa ke setiap tempat penuh bakteri yang dia datangi. Yeah, cairan penetralisir bakteri yang dapat menghambat saluran pernapasan juga kebersihan tubuhnya.

“Ayolah, Keybum. Nikmatilah masa mudamu! Kau terlalu memaksa dirimu untuk sempurna,” respon Minho dengan bahasa asing dan mengikatkan satu tali itu di pergelangan tangan namja yang bernama Keybum. Siapa lagi, saudara kembar Keybom.

Keybum. Namja ini mempunyai rambut berwarna blonde dan terpotong rapi. Kaus putih polos yang terbungkus kemeja kotak-kotak berwarna biru tua lengan panjang dan diangkat sampai sikut. Celana berbahan jeans lembut dan rapi, sepatu snikers putih yang sangat bersih dan terlihat seperti baru. Badannya tegap dengan tatapan cerdas yang memancar dari dalam bola mata birunya. Berbeda jauh dengan Keybom.

“Aku tidak percaya ini..” gumam Sarang dari arah atas.

Setelah acara perkenalan ketiga namja itu usai, GD dan Keybom yang sepertinya terlihat sudah akrab dengan Taemin langsung saja terjun di antara ratusan yeoja dan menari gaya asal disana. Taemin terlihat nyaman bersama dua hyung barunya. Tidak dengan Sarang. Kini dirinya tengah bertatapan dengan Keybum yang sedang berjalan dengan langkah sempurna menuju lantai dua dan lebih mendekat kearahnya.

“Choi Sarang?” tanyanya tegas. Tidak ada segurat ekspresi bahagia yang keluar dari wajah tampan dan mulus Keybum. Sarang masih terpaku di tempatnya. “Setidaknya kau terlihat rapi. Tapi tetap saja itu tidak menjamin keadaan tubuhmu dalam keadaan bebas virus.” Kata-kata Keybum terdengar sangat pedas di telinga Sarang. Memangnya aku mengidap penyakit virus ganas? tanya Sarang di dalam hatinya.

Keybum berjalan kearah lorong kamar dan lebih melambatkan langkahnya. “Apa kau tahu dimana letak kamarku?” tanya Keybum setelah berbalik pada Sarang yang masih saja memperhatikan dirinya, anggota baru yang tinggal di rumah ini.

“Sepertinya tepat di sampingku,” jawab Sarang dengan suara sedikit parau dan berjalan mendekat kearah Keybum dengan ragu. Namja ini benar-benar perfectionist, batinnya. Tapi lampu yang berjajar di atap lorong itu menyorot wajah Keybum dan membuat namja itu terlihat menarik di balik wajahnya yang dingin.

“Dari baris kanan, ini kamarmu, kamarku lalu GD oppa. Baris kiri, Keybom oppa, Taemin dan Minho oppa,” jelas Sarang terlalu detail. Keybum mengangguk mengerti dan membuka knop pintu kamar barunya dengan gesit. Setelah pintu terbuka, dirinya merogoh sesuatu di dalam tas kecil yang dia selendangkan. Handsanitizer. Keybum mengeluarkan cairan itu cukup banyak dari dalam botol dan menggosoknya masing-masing di kedua tangan.

“Knop pintu ini sudah disentuh oleh banyak tangan yang berkuman. Tanganku harus selalu bersih. Hidup sehat itu menyenangkan,” jawab Keybum sebelum Sarang mengeluarkan sepatah kata yang menyinggungnya. “Selamat malam dan jangan lupa mencuci wajahmu dari make up itu lalu tangan dan kaki. Gosok gigi juga tidak boleh tertinggal. Apa kau tahu jika kau tidak menggosok gigi sebelum tidur, kuman-kuman akan memakan habis gigimu secara perlahan?” tanya Keybum yang belum juga masuk ke dalam kamarnya. Sarang mengangguk perlahan. “Bagus. Dan aku sarankan cepatlah masuk ke kamarmu! Tidak baik seorang yeoja tidur terlalu larut.”

“Ne, oppa..” gumam Sarang dengan sedikit bungkukan setelah mendengar nasihat yang diberikan Keybum yang full menggunakan bahasa Inggris.

“Oppa? Ah, yeah, oppa. Okay, noprob. Night..”

BLAM!!

Sarang membulatkan matanya dan menghembuskan napas panjang dari mulutnya. “WOW!” teriak Sarang tertahan di tengorokannya. “Sepertinya benar. Tidak ada satu pun saudaraku yang berdarah normal.”

Sarang berbalik dan berniat untuk mengambil headset dan mengerjakan semua perintah Keybum. Beberapa saat matanya kembali menjelajah menuju ratusan yeoja yang tengah berdansa kecil.

Kini niat yang sebelumnya dia urungkan dan memilih untuk menuruni tangga dan merasakan bagaimana suasana pesta ulang tahun Taemin yang cukup tidak biasa ini.

Posisi DJ sudah diambil alih oleh GD. Sementara Jonghyun menikmati pesta ini beberapa saat bersama Keybom, Minho dan Taemin.

“Ah, Sarang! Ini Keybom..” seru Minho dan memperkenalkan Sarang pada Keybom yang kini menatapnya skeptis. Tapi dengan cepat Sarang membungkukkan badannya. Tetap saja Keybom tidak tersenyum atau menyapanya. Kini otak Sarang tidak tahu harus memecahkan masalah yang pelik ini. Hanya senyuman. Itu saja.

Taemin tertawa tertahan melihatnya. Sarang hanya menyunggingkan bibirnya kearah Taemin dan memutar kedua bola mata dengan kasar.

“Tertawa sepuasmu, Bambino!” bentak Sarang dengan suara sedikit tertahan pada Taemin. Minho yang melihat itu hanya menggeleng dan tertawa kecil. Bagaimana dengan Keybom? Dia tetap tidak mengeluarkan senyuman atau desahan kecil sekalipun.

Sifatnya pada yeoja memang terkadang dingin. Meskipun seperti itu jangan terlalu percaya penuh. Keybom adalah namja maniak yeoja. Maka berhati-hatilah.

“Kau membuatku terangsang,” gumam Key tepat ketika lagu yang diputar oleh GD berhenti. Tidak lama sorakan terdengar.

Ya, semua bersorak karena GD bermain sangat fantastis malam ini. Kecuali Minho, Taemin dan Jonghyun yang mendengar ucapan Keybom dengan sangat jelas. Untung saja Keybom tidak bicara terlalu keras.

Tiba-tiba Keybom menarik  lengan Sarang dengan kasar dan lebih dekat dengan tubuhnya. Hanya berjarak beberapa senti saja dan itu membuat Sarang terbelalak dengan jantung yang berdetak keras.

Kedua tangan Keybom mengepal pundak Sarang dengan erat. Tiba-tiba Keybom menelusuri leher bagian kanan Sarang sampai ujung pundak dengan ujung hidungnya, menghisap aroma tubuh Sarang itu yang lebih tepat. Dan itu benar-benar membuat ketiga namja yang berada di sekitarnya sedikit tercengang. Disini banyak yeoja. Tapi Keybom tidak melakukan itu pada mereka. Hanya berdansa saja dan itu sudah cukup.

Dengan otomatis lengan Sarang mencengkram jaket yang dikenakan Taemin -tidak jauh dari tempatnya berdiri- dengan kuat dan mundur beberapa langkah ketika Keybom tersenyum penuh arti padanya.

“Jangan katakan kau menginginkan yang lebih dari itu, Sarang.” Taemin menatap Sarang dengan mata bulatnya yang bersinar.

Sarang tidak dapat berkata sepatah katapun karena kini dia merasa lidahnya sangat kelu dan sulit di gerakkan dengan lincah seperti biasanya. Dengan cepat Sarang berlari menuju kolam renang yang berada di halaman belakang rumahnya.

“Kau sangat keren, hyung!” puji Taemin pada Keybom yang masih saja tersenyum penuh arti meskipun Sarang sudah tidak ada di hadapannya.

“Ya, Keybom! Apa yang kau lakukan padanya?” tanya Minho masih dengan senyuman jahil pada Keybom. “Sarang adalah adik kita,” tambahnya dan menepuk bahu Keybom sampai Keybom tersadar lalu menatapnya.

“Kau tahu aku hanya melakukan itu pada wanita tertentu. Dan aku tidak berbohong, dia benar-benar membuatku sedikit ‘hidup’,” jawab Keybom disusul tawa kecil yang terdengar jahil.

“Yeah, kau terlihat lebih hidup, Keybom..”

*

(Sarang POV)

 

Tuhan! Apa yang Keybom oppa lakukan padaku? Jujur, aku takut. Tubuhku merinding, kedinginan ditambah kejadian tadi. Benar-benar membuat bulu kudukku berdiri. Dan tatapan matanya.. menakutkan! Mengapa aku tidak ditakdirkan mempunyai saudara wanita?

Aku tahu pemandangan yang kini tersuguh di depan mataku sangat indah dengan banyak lampu kecil berwarna-warni yang bertebaran di setiap sudut. Tapi itu semua tidak membuat keadaanku lebih baik. God! Pertama kalinya aku dilakukan seperti itu oleh namja. Dan ternyata dia adalah Keybom? Kakakku!

Aku menatap bayangan tubuhku di atas air kolam renang yang terlihat tenang. Hanya lekukan saja yang terlihat. Dan.. AH! Aku teringat lagi.

“Ya!” kejut seseorang dari arah belakangku. Aku menoleh kearahnya dengan cepat. Hah.. Dia.. Han Jiyoung. Aku kira yeoja ini tidak datang ke pesta Taemin. Tidak seharusnya aku berpikiran seperti itu.

“Jika kau akan mengatakan sesuatu padaku dan sesuatu itu tidak terlalu penting, tolong jangan katakan. Aku tidak mempunyai waktu banyak untuk itu,” ucapku sedikit sensitif. Tapi yeoja yang berada di depanku ini sepertinya sama sekali tidak peduli dan berani-beraninya mengeluarkan senyuman sinis di hadapanku.

“Tinggalkan Jinki! Dia milikku.” Jiyoung mendekat beberapa langkah kearahku dengan kedua bola matanya yang hampir berontak keluar dari batas.

“Kau bukan siapa-siapa. Hanya pengganggu culas yang dapat menggerutu saja,” balasku.

“Apa kau bilang?! Jinki adalah calon suamiku asal kau tahu!”

“Asal kau tahu juga, aku tidak peduli! Aku tahu Jinki hanya mencintaiku!”

“Hubungan kalian akan benar-benar berakhir ketika aku meminta kedua orang tuaku untuk menentukkan tanggal pertunanganku dengan Jinki.”

“Silakan saja! Masih banyak namja yang lebih baik darinya. Aku bukan yeoja yang tidak dapat berbuat apapun sepertimu, Jiyoung!” Aku balas membentaknya dengan suara lantang. Tidak peduli banyak orang yang melihat kearahku.

Aku bisa melihat Jiyoung menghembuskan napasnya dengan tidak sabar. Dan tiba-tiba aku merasakan dorongan keras di kedua pundakku. Sampai akhirnya aku.. terjatuh ke dalam kolam renang yang sangat dalam.

*

(Author POV)

 

Minho, Taemin, Jonghyun dan Keybom mendengar suara ricuh di halaman belakang. Seketika perbincangan mereka terhenti dan berlari tidak sabar menuju tempat itu.

Mata keempat namja itu terkesiap melihat satu tangan yang dikenali terangkat dari dalam kolam renang dengan kedalaman 3 meter. Tanpa menunggu apapun, dengan cepat Jonghyun membuka jaketnya dan melompat ke dalam kolam renang untuk menyelamatkan Sarang.

“Ahh..” desah Jonghyun setelah berhasil mengangkat tubuh lemas Sarang ke pinggiran kolam renang. Ketiga namja yang lain mengerubuni Sarang.

Minho yang berada di samping kanan Sarang hanya menepuk-nepuk pipi Sarang sampai air yang tertelan keluar sedikit demi sedikit dari mulut adiknya itu.

“Sarang!” seru Taemin ketika Sarang terbatuk-batuk.

Sarang mendesis kecil dan mengatur napasnya. Matanya tetap menutup dan terlihat menahan rasa pengap di dadanya. Tidak lama Sarang menangis dan memeluk Keybom yang berada tepat di samping kiri Sarang dengan mata yang tetap terpejam. Minho dan Taemin terkejut melihatnya.

“I’m here, babby..” gumam Key dan membalas pelukan Sarang lebih erat.

“Jinki…” ucap Sarang hampir tidak terdengar. Ketiga saudara lelakinya saling pandang. Begitu juga dengan Jonghyun yang sibuk mengibas-ngibaskan rambut basahnya dengan tangan.

“Who is he?” tanya Keybom.

“Her boyfriend,” jawab Minho dengan suara rendahnya. Keybom mendesah panjang dan mengangkat tubuh Sarang dengan sangat mudah dan di bawanya ke dalam rumah. Taemin mengikutinya di belakang. Sementara Minho dan Jonghyun tetap berdiri di tempat.

“Siapa yang mengetahui peyebab Sarang terjatuh ke dalam kolam renang?” tanya Minho sambil menatap semua yeoja yang mengelilinginya.

Dengan cepat Jiyoung mengacungkan tangannya dan mulai berbicara setelah Minho menatapnya. “Aku melihatnya sedang melamun dan berjalan di pinggiran kolam renang. Tiba-tiba high heel kirinya terpeleset dan akhirnya dia terjatuh,” jelas Jiyoung penuh dengan kebohongan. Terdengar gumaman tidak jelas dari para yeoja.

Setelah Minho mendengar penjelasan itu, dia mengangguk dan berjalan kearah dalam, menghampiri GD agar memberhentikan musiknya karena malam ini juga pesta sudah berakhir. Mana mungkin ketika Sarang tidak dalam keadaan baik-baik saja, dia bersama para saudaranya berpesta ria.

Keadaan semakin sunyi ketika satu-persatu yeoja mengambil stuff yang diberikan oleh para servant dan pulang menuju alamnya masing-masing.

Sarang yang tetap terkulai lemas sudah berganti pakaian dan berselimut tebal di atas tempat tidurnya yang super nyaman. Minho duduk di sampingnya sedangkan Taemin menelungkupkan tubuhnya di samping Sarang, di atas tempat tidur.

Keybom yang tidak terlalu peduli hanya duduk di atas kursi belajar Sarang dan melihat-lihat barang-barang yang tersusun rapi di atas meja itu. Bagaimana dengan GD? Dia tidak banyak berbicara dan langsung saja pergi ke dalam kamarnya setelah mengusap kepala Sarang. Lebih parah.

“Apa perlu aku panggilkan si antiseptik berjalan?” tanya Keybom pada Minho dan Taemin.

“Keybum hyung maksudmu?” tanya Taemin sambil cekikikan.

“Tidak perlu. Dia pasti sudah tidur. Malam sudah larut sekali,” jawab Minho sambil menatap Sarang yang tengah tertidur.

“AH, HYUNG!” seru Taemin tiba-tiba. “Mana hadiah untukku?” tanya Taemin pada Minho dengan tatapan menuntut.

“Ah, ada di dalam kamarku. Sebenarnya, itu pemberian Keybom dan aku belum pernah sekalipun memutarnya,” jawab Minho dan melirik Keybom sepintas.

“Naruto hentai maksudmu? Jadi kau belum juga melihatnya?” tanya Keybom dengan sedikit terbelalak dan menghampiri Minho. “Kalau begitu, bagaimana kalau kita memutarnya sekarang di kamarku?” tawar Key sambil tersenyum jahil. Bahasa Koreanya sudah lancar namun berlogat American.

“Hentai itu apa?” tanya Taemin yang membuat Minho dan Keybom tertawa terbahak. Polos sekali namja ini.

“Yadong,” jawab Minho sedikit berbisik. Takut jika tiba-tiba Sarang terbangun.

“WUAAAHH!” seru Taemin tertahan dan tersenyum bahagia. “Aku sudah tujuh belas tahun dan cukup umur, bukan. Ayo cepat! Aku tidak ingin singa betina terbangun dari tidurnya dan mengetahui kita sedang menonton yadong.”

“You are in my line, Taemin. Come on!” ajak Keybom. Dengan cepat Taemin turun dari tempat tidur Sarang dan mengikuti Keybom menuju kamar hyungnya itu.

Tidak dengan Minho. Dia lebih memilih diam di tempat dan menjaga Sarang dari pada mengikuti Taemin dan Keybom yang mungkin berotak mesum akut malam ini.

**

Sarang sudah terbangun dari tidurnya dan melangkahkan kakinya perlahan menuju kamar mandi. Sesaat Sarang menguap dan menggosok matanya.

“Lee Jinki.. Han Jiyoung.. Lee Jiyoung..” gumam Sarang sambil menatap pantulan dirinya di depan cermin besar wastafel itu. “Lee Sarang.. Lebih cocok aku..”

Tidak menunggu waktu lama, Sarang mengosok gigi dan mencuci wajahnya sampai terlihat segar di hari liburan ini.

Setelah kegiatan itu selesai, dengan cepat Sarang keluar dari kamarnya untuk sarapan. Sejenak Sarang terdiam dan memejamkan matanya. Keningnya berkerut dalam, merasakan pusing yang hebat di kepalanya.

Perlahan Sarang menuruni anak tangga dengan sangat hati-hati. Keseimbangannya masih belum bisa seimbang sejauh ini. Kepalanya terasa berat.

Sarang sudah menyelesaikan setengah jalan dan tidak ada seorang pun yang menolongnya. Para pelayan dan servant sibuk membersihkan sisa-sisa kotoran sehabis pesta malam tadi.

“Kau kenapa?” tanya Keybum yang baru saja keluar dari kamarnya dan menuruni tangga sama perlahannya. “Apa kau sakit? Hah, ini gawat. Kau bervirus,” ocehnya sambil menutup mulut dan hidung lalu menyemprotkan cairan itu kembali di sekitarnya.

Sedikit lagi Sarang berhasil menuruni tangga raksasa berkelok itu. Sekilas dirinya menoleh kearah Keybum dan saat itu Sarang merasa tubuhnya limbung.

Keybum yang melihat itu tidak berpikir panjang dan cepat menuruni tangga dengan tergesa lalu meraih pinggang Sarang yang hampir terjatuh.

Mereka berdua terguling dua kali dan kini Keybum berada di atas Sarang dengan bibirnya yang mendarat lembut di atas bibir Sarang. Kedua mata Keybum terbelalak dan belum juga mengubah posisinya.

Sementara Sarang hanya terdiam dan mendadak rasa pusingnya hilang.

“Kalian berciuman!” seru Taemin yang menghampiri mereka berdua dari arah ruang makan.

Tidak lama Minho, Keybom dan GD datang dan menyaksikan adegan itu dengan sangat-sangat-sangat jelas.

“Keybum..” gumam Keybom.

 

TBC ;]

10 thoughts on “(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 3 ]

  1. omoooo…ada yg cemburu kh… hihihi
    lanjut thor jgn lma2 dong n aga panjang yh…. jgn cpt2 end ok…. i like this ff…

  2. Aaaaaaaa, andweeeeeee, huaaaaa tidakk relaaaaa, q pikir saranggg dgn taeminn (˘̩̩̩^˘̩̩̩ƪ) .
    Tidakkkk. Huaaaa, andweeeeee…
    Gimana rekasi taeminn? Hoaaa, ahh sigila itu pasti hanya tertawa, padahal berharap dia akan menarik sarang dan memarahi singa betina itu. Hoaaahhh. Andweee, msh tidak rela klo sarang ciuman bukan sama taemin.. (˘̩̩̩^˘̩̩̩ƪ)

  3. (ιº o º)! /mangap/
    ASTAGAAAAAAAA!!!! GILA GILA GILAAAAAA!!!!
    SAUDARA2 SARANG BENER2 GILA SEMUA /ditendang choi brother/ bener kata sarang satupun g ada yg normal…
    Sumpah yaaa SHOCKING bgt!!!! aaaaaaa pen ngakak tp trlanjur shock ampe g bisa ktwa lg… xD
    Ini genre nya sister complex yaa ._.a
    Okehhh itu si jiyoung minta d.lempar ke kutub yee -_- minho jg knp lngsung prcya..Taeminnie knp kw tidak melindungi nuna mu? kw kn sdh tau gmna sifat Jiyoung!!!!

    Dan apa pula ini Naruto hentai??? ASTAGAAAAAA JANGAN RACUNI OTAK TAEBY! OTAKNYA UDH RUSAK DARI AWAL JANGAN MEMBUATNYA TAMBAH REMUK(?) /kkk pisss taem ^^v

    Author dirimu hebat!!! nihh ff cetar bgt!!!
    Lanjut dulu!!! /tancap gas(?) kepart selanjutnya

  4. Ahhh ada yg kelupaaan

    DEMI APA ITU SARANG-KEYBUM KISSEU! DIBIBIR!!! AAAAAAAAAA!!!!!
    Si antiseptik berjalan it pasti bkln stress brt dehh atau mngkin bkln pingsan!!!huwaaaa.. sarang sebaiknya selamatkan dirimu! saudaramu gila semua /reader sarap/

  5. parah, seru~ :)
    Gak bayangin punya 5 kakak kyak mreka, bisa jantung tiap hari..
    haha~ sarang msih mirikin jinki :D

    Si antiseptik ciumn ma sarang? andwe.. mreka kn kkak adek?
    ini broromance kh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s