(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 2 ]

Untitled-2 copy

HELLO SMART PLAYBOY

Cast:

  • Lee Taemin (SHINee)
  • Choi Minho (SHINee)
  • Choi Sarang (YOU)

Minor Cast:

  • SHINee

Keterangan:

  • Lee Taemin at Replay Japan era
  • Choi Minho at Replay Japan era

Disclaim: Tuhan yang menciptakan mereka, lima bintang besar yang bersinar, SHNee. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga aku menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

 

Selamat membaca!

……………………………………………….

Last Chapter…

 

“KUSUMPAHI KAU TIDAK AKAN LAGI LAKU DI PASARAN, BAMBINOOO!!”

“Aku tidak peduli. Karena aku masih memiliki dirimu untuk menjadi pasanganku, Sarang.”

“AKU BUKAN MILIKMU!!”

“HAHAHAHAHAAA!!”

………………………………………………..

 

CHAPTER 2

 

“Tutup mulutmu dan cepat bantu aku!”

“Aku kira kau nyaman berada di posisi itu. Apa kau tidak terangsang?”

Sarang masih merasakan napas Minho yang berhembus di lehernya. “Apa maksudmu? Kau masih dibawah umur dan sama sekali tidak pantas mengatakan hal semacam itu, Bambino!” sergah Sarang dengan teriakan dan membuat Taemin terkekeh.

“Hello~ Aku seorang namja,” ucap Taemin tetap dengan senyum dan tawa jahilnya, berhasil menggoda Sarang di pagi yang indah ini.

“Kau banyak bicara!”

Akhirnya Sarang mencoba berdiri dan melingkarkan lengan Minho di lehernya. Sementara Taemin hanya menonton sambil tertawa melihat wajah Sarang yang sedang susah payah membopong tubuh Minho yang pastinya berat.

“Kau benar-benar mengkhawatirkan,” komentar Taemin dan akhirnya membantu Sarang untuk membaringkan Minho di sofa ruang keluarga.

“Menjauh! Jangan sentuh pangeranku!” teriak Sarang sambil mengibaskan tangannya pada Taemin.

“Pangeran? Lihat! Wajahnya mirip sekali dengan satu tokoh kartun. Coba kau tebak!” Taemin menyandarkan punggungnya di sofa itu. Kaki Minho berada di atas pengkuannya, sedangkan bagian kepala berada di pangkuan Sarang.

“Dia seperti pangeran yang mendampingi barbie. Dan barbie itu adalah aku..” ucap Sarang yang membuat Taemin terbelalak dan tertawa terbahak-bahak.

“Tidak cocok! Kalau kau tidak bisa menebaknya, berarti kau bodoh..”

Sarang mengerutkan keningnya dan mencoba berpikir keras. Dirinya paling benci jika dikatai bodoh oleh Taemin. Perlahan bibirnya tersenyum dan siap meneriakkan jawabannya.

“KERORO!!” teriak Sarang dan Taemin bersamaan lalu mereka tertawa.

“Meskipun Minho oppa menyerupai Keroro, tetap saja aku akan memanggilnya pangeran. Ya, prince keroro.”

“Curang. Mengapa kau tidak memanggilku dengan embel-embel pengeran? Prince Taemin. Terdengar lebih baik.”

“Jika kau masih saja berbicara dan protes, aku akan memanggilmu Taebby. Taemin baby.”

“BIG NO!! Prince Bambino lebih baik!!

“Without prince!!”

“I hate you, Singa betina!”

“I hate you too, Bambino!”

*

(Sarang POV)

 

Malam sudah tiba. Tidak terasa besok sudah hari senin lagi. Dan aku akan bertemu dengan para sahabatku. Sera, matematika, fisika, kimia, biologi dan yang lainnya. Juga dengan kekasihku, Lee Jinki! Kyaaa aku sangat merindukannya. Aku mendapat kabar bahwa dia memenangkan perlombaan debat itu. Dia memang jenius! Kekasihku~

Yeah! Malam ini aku akan mengunjungi kamar Prince Keroroku. Apa yang sedang dia lakukan? Pasti tengah memikirkanku.

Kini Minho oppa sudah mempunyai kamarnya sendiri, tepat di samping kamar Taemin. Ya, satu lorong yang terdapat enam kamar. Dad mengatakan, ini jika saatnya semua anak Dad bisa berkumpul. Tapi yang masih aku tidak mengerti, Dad mempunyai anak lima sedangkan ini enam kamar. Hah, tidak penting memikirkan ini!

Aku mengetuk pintunya beberapa kali. Apakah dia sudah baik-baik saja sejak siuman dari pingsannya yang cukup memakan waktu lama itu? Taemin benar-benar jahil.

“Princess!” sapa Minho oppa ketika melihatku setelah membuka pintu kamarnya dengan perlahan nyaris tidak terdengar dan itu membuatku sedikit terkejut dari lamunan singkat.

“Prince Keroro!” seruku dan memasuki kamarnya ketika Minho oppa menarik tanganku masuk.

“Aku senang kau mengunjungi ruanganku.” Minho oppa menempatkan dirinya di atas sofa biru tua yang berhadapan dengan televisi. Melanjutkan permainan playstationnya yang sempat tertunda karena kedatanganku.

“Kalau begitu aku akan mengunjungi ruanganmu setiap malam. Jika kau tidak bosan..” ucapku sudah sedikit akrab dan duduk di atas tempat tidurnya yang berukuran double size. Sangat nyaman dan wangi sekali. Semuanya bersih dan terjaga.

Berbeda dengan kamar Taemin yang penuh dengan jasad-jasad binatang yang bernasib buruk karena harus mati di tangan Taemin dan dijadikannya pajangan di dalam air raksa dalam toples. Kamarnya seperti ruangan mayat dan bersuasana black and white. Terakhir aku mengunjungi kamar Taemin diperkirakan dua bulan yang lalu, ketika dirinya sakit.

Minho oppa memberhentikan permainan bolanya di playstation dan melirikku. Mata bulatnya benar-benar membuatku.. raawrr~

“Jika yang mengunjungi kamarku adalah seorang princess sepertimu, mana mungkin aku bosan,” balas Minho oppa sambil tersenyum sangat manis! MOM! DAD! Mengapa Prince Keroroku sangat tampan? Dan membuatku.. meleleh….

“Ah, oppa. Jangan berlebihan..” ucapku malu-malu dan mengumpat di bantal empuknya.

“Tidak. Aku memang selalu mengatakan itu pada setiap yeoja.” Minho oppa tersenyum manis dan kembali bermain playstation.

YA!! Jawaban apa itu? Haaaah, mengapa tidak ada satu pun saudaraku yang berdarah normal seperti ibunya masing-masing? Mengapa darah Dad harus mengalir pada mereka?

CKLEKK!!

“YA!! Kau, singa betina! Aku baru saja dari kamarmu dan ternyata kau menghilang. Sedang apa kau disini? Ini kamar namja. Kau pasti berbuat yang di luar dugaanku. Katakan dengan jujur!”

Apa maksud si bambino ini? Dia benar-benar aneh. Padahal aku tidak melakukan apapun. Minho adalah kakakku, hello~

Aku tidak menjawab pertanyaan Taemin dan memilih untuk melihat satu album yang tergeletak sembarang di atas meja kecil, samping tempat tidur.

“Minho oppa, ini apa?” tanyaku sambil mengacungkan album foto yang cukup besar itu.

“Ah, itu milikku,” jawabnya dan menghampiriku. Taemin yang sepertinya tertarik juga duduk di samping kananku. Kini ada dua namja yang mengapitku. Huaa senangnya. (2MIN ><) *gebuk heera*

“Saat itu aku duduk di bangku kelas tiga sekolah menengah atas. Di dalamnya ketika aku sedang keliling dunia untuk mengikuti berbagai olimpiade.”

Serempak aku dan Taemin bergumam kagum sambil melihat foto Minho oppa bersama para teman orang asingnya di berbagai negara. Minho oppa benar-benar JJANG!! Aku hanya pernah tujuh belas kali ke luar negeri untuk berlomba.

“Hyung, apakah ini koleksi pialamu?” tanya Taemin sangat bersemangat.

“Tentu saja. Sudah dua gudang tapi tetap saja tidak muat,” ucap Minho oppa. Dua gudang? Mustahil.

“Memang ukuran satu gudang sebesar apa, hyung?” tanya Taemin dan membuatku menoleh kearah Minho oppa. Ingin tahu jawabannya.

“4×4 meter.”

TOENG~

Ah, tidak beres. Mungkin lebih baik aku cepat kembali ke habitat asliku untuk tidur dan mengucapkan selamat malam untuk Jinki. Rencanaku untuk berbincang banyak dengan Minho oppa terhalang oleh si bambino. Dasar pengganggu.

“Oppa, aku sudah mengantuk.”

“Okay, selamat malam, Princess.”

“MWO?! Princess? Aku yakin matamu sedang terinfeksi berat kali ini, hyung. Atau kau belum seratus persen sadar setelah pingsan pagi tadi. Dia adalah singa betina tidak berekor.”

“Hahahaha!” Minho oppa tertawa terbahak.

Aku tidak peduli~~~ Berdebat dengan Taemin tidak akan pernah usai jika aku terus meladeninya.

Huaa, Minho oppa. Kau itu terlalu sempurna. Lihat, Taemin! Taemin yang sudah menjahilimu separah tadi. Tapi kau masih saja meladeninya bahkan tertawa dengannya.

*

(Author POV)

 

“Ya! Taemin-ah..” ucap Minho pada Taemin yang tengah melihat-lihat komik koleksi Minho yang berjajar rapi di lemari tinggi.

“Mwo, hyung?” tanya Taemin. Kepalanya tidak menoleh kearah Minho. Sedang asyik dengan apa yang dilihatnya sekarang.

“Kau tahu satu hal yang paling aku takutkan di dunia ini adalah durian. Tolong jangan ganggu aku dengan buah berduri itu!” pinta Minho sambil bersantai di atas tempat tidur dan memperhatikan Taemin.

“Aku hanya mengetes saja. Maafkan aku,” kata Taemin sambil tersenyum pada Minho sekilas dan menunduk kembali untuk melihat-lihat gambar yang berada di dalam komik Naruto.

“Kau menyukai Naruto?” tanya Minho mencari topik lain.

“Fanatik! Aku sangat-sangat menyukai Naruto. Apalagi filmnya!” jawab Taemin sangat bersemangat. Seperti anak TK yang baru saja diberi hadiah permen atau coklat bahkan balon.

“Aku mempunyai satu yang menarik dan berbeda dari Naruto biasa yang kau lihat. Tapi kau harus berjanji dahulu sebelum aku memberikannya padamu.”

Taemin terdiam dan menutup komik itu. “Berjanji untuk apa?”

“Untuk tidak menjahiliku dengan durian selamanya. Bagaimana?”

“Kalau satu imbalan lagi? Hanya satu itu tidak cukup.”

Minho mendesah panjang. “Yasudah, apa yang kau inginkan?”

“Mengadakan pesta besar untuk ulang tahunku yang ke tujuh belas. Di rumah ini.”

“Itu hal yang mudah,” ucap Minho dengan senyuman ringan.

“Dengan banyak sekali yeoja. Kau yang mengumpulkannya untuku.”

“Ha? Aku sudah lama meninggalkan Korea dan tinggal di Amerika. Bagaimana bisa aku masih mempunyai alamat teman-teman lamaku.”

“Aku tidak ingin tahu.”

“Alright, asal kau tidak menggangguku dengan buah mematikan itu.”

Taemin mengepalkan kedua tangannya dan berseru. “Yeah! Pesta besar! Aku akan mengundang Jonghyun hyung untuk menjadi DJ.”

“Hari apa kau ulang tahun?”

“Malam sabtu.”

“Wow! GD hyung, Keybum dan Keybom akan datang ke sini. Untuk pertama kalinya. Karena mulai hari itu mereka akan tinggal satu rumah dengan kita.”

“Wait.. Keybum dan Keybom?” tanya Taemin dan duduk di pojokan tempat tidur Minho dengan alis berkerut dalam.

“Mereka kembar. Kembar identik.”

“Mwo? Aku tidak tahu. Yang aku tahu hanya ada satu..”

“Nanti kau akan tahu. Mungkin mereka akan sampai ketika rumah ini dalam keadaan ramai dipenuhi oleh yeoja. Sudah, aku ingin tidur. Cepat pergi ke kamarmu!” perintah Minho. Taemin menurut.

“Kapan kau berikan sesuatu itu? Naruto..”

“Akan kujadikan hadiah ulang tahun.”

“Great.. Night, hyung!”

“Ne..” balas Minho. “Aku lebih menyukai damai..” gumamnya setelah Taemin menutup pintu kamarnya secara perlahan. “Tapi aku ragu setelah GD hyung, Keybum dan Keybom datang.”

Mungkin kali ini Sarang akan hidup tenang karena bisa saja Taemin lebih tertarik mengunjungi ruangan hyungnya.

*

“Kau dijemput Jinki hyung, bukan?” tanya Taemin setelah sesuap bubur berhasil di telan.

“Kau sudah tahu. Memangnya kenapa?” jawab Sarang sambil mengunyah buburnya.

“Aku akan berangkat dengan skateboardku hari ini.”

“Uh, Jinki? Siapa dia? Kekasihmu, Sarang?” Minho yang juga ikut sarapan di pagi hari itu ikut berbincang.

“Ne, oppa. Wae?”

“Kau tidak bercanda, kan?”

“Tentu saja tidak.”

“Aku patah hati.”

Seketika jantung Sarang berdetak keras dan kunyahan di mulutnya pun semakin cepat karena salah tingkah.

“Aku berangkat duluan. Bye, singa betina, keroro hyung!”

Minho hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya beberapa kali.

Tidak lama klakson mobil Jinki terdengar sangat jelas di telinga Sarang.

“Oppa, sepertinya Jinki sudah menjemputku. Hari ini oppa berencana pergi ke suatu tempat?” tanya Sarang sambil bersiap-siap.

“Oppa akan mencari yeoja sebanyak-banyaknya minggu ini. Kemanapun.”

Sarang memiringkan kepalanya sambil berkerut. “Ah, baiklah. Have a great day, bye Prince Keroro!”

“Bye, Princess Female Lion!”

-___-

*

Waktunya istirahat. Seperti biasa Jinki dan Sarang menghabiskan waktu mereka untuk belajar di halaman belakang sekolah, di bawah pohon rindang. Karena suasananya tidak sericuh di halaman depan yang dipenuhi oleh murid yang sedang bermain sepak bola atau apapun itu.

“Senin depan sudah liburan musim panas,” kata Jinki mengawali pembicaraan. Sarang yang mendengarnya hanya tersenyum lalu menyimpan pensilnya di antara lipatan buku yang terbuka.

“Lalu?” tanyanya manis.

“Aku pasti akan berjamur di rumah seorang diri,” jawab Jinki dengan senyuman hangatnya.

“Hahaha! Aku akan menemanimu jika kau mau.”

“Apa yang akan kita lakukan?”

“Berbincang? Mengerjakan soal super sulit, memecahkan suatu masalah global?”

“Hal itu tidak pernah membuat kita bosan..” jawab Jinki. Senyumnya tidak menghilang.

Lalu mereka melanjutkan kegiatan rutin itu. Tidak ketika Taemin datang merusak suasana.

“Apakah ini yang selalu kalian lakukan sebagai sepasang kekasih? Mengenaskan!” serunya sambil duduk di samping Sarang yang terkejut dengan kedatangan Taemin. Jinki hanya tersenyum menyambutnya.

“Jika kau datang hanya untuk merusak suasana kami berdua, pergilah, bambino!”

“Ada rahasia keluarga yang harus aku katakan padamu.”

“Mwo?”

“Apa kau tahu sebenarnya Daddy mempunyai anak enam orang, Sarang!”

“MWO?! BUKANNYA LIMA?!” teriak Sarang. Semua yang ada di dalam dirinya membulat saking terkejut.

“Enam! Keybum hyung kembar! Dan nama kembarannya adalah Keybom. Di hari ulang tahunku yang ke tujuh belas mereka akan datang dari Amerika dan tinggal di rumah kita selama liburan musim panas. Bukankah itu akan sangat mengasyikkan?” jelas Taemin panjang lebar.

“OH MY GOSH!”

“Dan apa kau tahu? Ulang tahunku akan dirayakan besar-besaran dengan banyak yeoja. Minho hyung sedang mengumpulkan yeoja-yeoja itu. Jadi, bersiaplah!”

“My God, forgive me for all crazy brothers ever I had..” gumam Sarang dan meremas rambutnya. Dengan cepat Jinki membereskan rambut kekasihnya itu.

“Ah, Jinki hyung, bagaimana kabar hubunganmu dengan Jiyoung? Dia selalu menghubungimu, bukan?” tanya Taemin yang membuat Jinki tersentak. Sedangkan Sarang sudah siap mengeluarkan tatapan tajamnya pada Jinki.

“Ah.. Aku tidak mempedulikannya. Cepat kembali ke kelasmu, Taemin!” pinta Jinki dan berusaha terlihat wajar. Tapi Sarang tahu bahwa Jinki sedang tidak baik-baik saja.

“Aku sudah tahu tentang Jiyoung. Jujur saja kalau kau lebih menyukai wanita emo itu, Jinki!” Sarang mengepalkan kedua tangannya dan diletakkan di atas paha.

“Tidak, Sarang. Aku hanya memilikimu. Dia hanya temanku. Dan kebetulan orang tuanya adalah sahabat orang tuaku. Tolong percayalah..”

“Ah, ya. Jiyoung mengatakan kalau orang tuanya dan orang tua Jinki hyung akan menjodohkan kalian? Lalu bagaimana nasib singa betina jika singa jantan tidak ada disisinya?” tanya Taemin kembali. Jinki hanya mengerjap-ngerjapkan matanya kearah Taemin agar menghentikan semua ucapannya yang mengancam keselamatan hidupnya.

“Jangan harap selama libur musim panas aku berada di sampingmu, Jinki! Lo, gue, break! Ayo, bambino..”

Jinki hanya melongo menatap Sarang dan Taemin berlalu meninggalkannya. Taemin, entah dia sengaja mengatakan itu atau karena kepolosannya. Yang penting kali ini Jinki tidak bisa berbuat apa-apa. Rahasianya terbongkar dan dia tidak menyangka bahwa Jiyoung akan mengatakan itu pada Taemin.

Rumit ._.

*

Bel pulang sekolah berbunyi. Bersamaan dengan handphone Sarang yang bergetar di dalam saku roknya. Dengan cepat Sarang mengambil benda itu dan mengangkat panggilan.

“Oppa? Ada apa?”

“Kegiatanku hari ini sudah selesai. Apa kau ingin kujemput? Atau kau pulang dengan kekasihmu?”

“TIDAK! Aku menunggumu di depan sekolahku, my Prince Keroro.” Sarang tersenyum bahagia dengan volume suara yang dikeras-keraskan. Bertujuan agar Jinki mendengarnya.

KLIKK!

“Siapa?”

YES!! batin Sarang. Akhirnya Jinki mendengar itu dan bertanya juga.

“Dia kekasihku yang baru. Dia lebih pintar dan tampan daripada dirimu, singa jantan!” jawab Sarang. Dia juga tidak menyadari kalau sejak tadi Sera yang berada di sampingnya menyimak pembicaraannya.

“Katakan padaku kalau itu tidak benar, Sarang.” Sera menatap Sarang dengan serius. Sarang hanya tertawa kecil dan melangkah keluar kelas.

“Jika kalian tidak percaya, ikuti aku dan tunggu dia sampai datang menjemputku.”

Tidak lama mereka bertiga sudah berdiri di sekitar halaman sekolah, menunggu kedatangan Minho. Dan benar saja, mobil jeep hitamnya yang gagah sudah terlihat memasuki halaman depan sekolah Sarang yang masih dalam keadaan ramai dengan murid yang belum juga kembali untuk pulang.

Mobil itu berhenti tidak jauh dari tempat Sarang, Jinki dan Sera. Kini Jinki sudah siap untuk melihat namja chingu barunya Sarang. Apakah lebih tampan darinya?

Akhirnya satu kaki sudah telihat menuruni mobil itu, disusul oleh kaki satunya lagi. Akhirnya wujud Minho sudah terlihat dengan jelas dari ujung kepala sampai ujung kaki yang membuat wanita di sekitar itu terpesona.

Perlahan Minho memakai topi putihnya sembarang dan tersenyum manis setelah mendapati sosok Sarang yang tengah menunggunya. Tanpa menunggu lama Minho menghampiri Sarang.

“My princess,” sapa Minho dan mencium kening Sarang dengan kuat. Lengan kanannya melingkar di pinggang Sarang.

Sera yang melihat itu benar-benar terkejut setengah mati. Apalagi melihat sesosok malaikat tampan yang sepertinya jatuh begitu saja dari langit dan kali ini berada di hadapannya.

“Temanmu?” tanya Minho.

“Benar, my prince. Sera, aku duluan. Hey, kau juga. Aku pulang.. Bye!”

Jinki hanya melongo. Ternyata Sarang benar-benar marah dan benar-benar mempunyai kekasih baru. Dan kali ini Jinki benar-benar harus meminta kedua orang tuanya agar tidak menjodohkan dirinya dengan Jiyoung. Meskipun di dalam hatinya yang sangat dalam, Jinki masih menyimpan rasa sayang pada Jiyoung. Benar-benar, benar-benar membingungkan.

Sarang ikut melingkarkan lengan kirinya di pinggang Minho dan mereka pun berjalan menuju mobil. Banyak sekali teman-teman Sarang yang menyapanya tapi tidak menatapnya. Melainkan menatap Minho yang tengah menjadi bahan perhatian kali ini.

“Oppa, kau sudah mengumpulkan banyak yeoja?” tanya Sarang ketika Minho sudah berhasil mengeluarkan mobilnya dari halaman sekolah Sarang.

“Ya. Aku pergi ke setiap radio dan mengumumkannya.”

“Berapa yeoja yang kau undang?”

“Tiga ratus orang. Tiket terbatas. Dan sepertinya rumah kita akan kebanjiran yeoja seperti suasana meminta antrian sembako.”

“Mengapa kau mau menuruti kemauan si b ambino?”

“Karena dengan ini aku tidak akan mati. Dia tidak akan menjahiliku dengan durian lagi.”

“Ohh… Ya, oppa! Apa benar di hari ulang tahun bambino semua saudara kita akan datang dari Amerika?” tanya Sarang dengan nada sedikit meninggi. Karena baru tersadar pertanyaan apa yang harus dia tanyakan pada Minho.

“Ya, itu benar! Sepertinya rumah kita akan sangat ramai. Mereka bertiga mempunyai perbedaan yang sangat kontras. Kau akan tahu.”

“Apa Daddy akan datang?”

“Tidak. Dad akan bulan madu bersama keempat ratunya ke Bali.”

“YA! Kampung halamanku. Dan aku sangat merindukan Daddy..”

“Same as me, baby.”

**

Beberapa hari sudah berlalu. Hari ini adalah hari kamis dan besok adalah jumat. Hari dimana Taemin ulang tahun genap yang ke tujuh belas.

Hubungan Sarang dengan Jinki belum juga normal. Masih dalam keadaan break, bukan putus. Setiap hari Sarang meminta Taemin atau Minho yang mengantar dan menjemputnya ke sekolah.

“Sarang! Kau mendengarku atau tidak?” tanya Taemin yang sedang menjalankan kegiatan rutinnya setiap malam. Mengunjungi kamar Sarang. Ternyata tidak juga berubah meskipun ada Minho disini.

“Ah.. apa? Maaf, aku sedang tidak fokus,” jawab Sarang sambil membenarkan posisinya di atas kursi meja belajarnya. Sementara Taemin duduk di atas meja seperti biasa.

“Aku mendengar suara ribut di halaman depan! Bagaimana kalau kita melihatnya?” kata Taemin.

“Mengapa kau mengajakku? Mengapa tidak Minho oppa? Aku yeoja!”

“Dia seorang katak dan kau singa. Itu alasanku.”

“Whatever!” tukas Sarang dan menenggelamkan kepalanya di atas kedua tangan yang dilipat di atas meja belajar.

“Bagaimana kalau kita bertiga saja yang melihatnya? Ayolah, Saraaaaang~!” pinta Taemin sambil menarik lengan Sarang dan berhasil di bawanya keluar kamar.

“Keroro hyuuung!” panggil Taemin sambil mengetuk pintu kamar Minho dengan tergesa.

“Apa bambino?” tanya Minho dari dalam. Sarang yang mendengar itu tertawa tidak tertahan dan melihat ekspresi Taemin yang sangat jelek.

“Buka pintunya, Keroro hyuuung!!”

Tidak lama pintu kamar Minho terbuka. Minho sangat terkejut melihat ekspresi Taemin yang masih belum berubah ketika dipanggil dengan nama Bambino yang artinya adalah anak kecil.

“What’s the matter?” tanya Minho. Logat inggrisnya masih melekat dengan sempurna di lidahnya.

“Temani kita untuk melihat keadaan di halaman depan rumah. Sepertinya ada yang tidak beres.”

“Come on!”

Mereka bertiga berjalan menulusuri lorong kamar di lantai itu. Sarang melingkarkan lengan kanannya di lengan kiri Minho. Taemin yang melihatya hanya menyeringai ganas kearah Sarang.

Pintu balkon utama berukuran besar yang menghadap depan mulai dibuka oleh Minho. Beberapa pelayan mulai berdatangan dan berdiri di sekitar mereka. Takut membutuhkan sesuatu.

Tada~ Halaman luas rumah itu sudah dipenuhi para gadis yang memasang tenda dan sepertinya siap untuk bermalam.

Yeoja-yeoja itu berteriak histeris ketika menemukan sosok Minho dan Taemin yang berdiri di sana, layak pangeran yang baru saja keluar dari kerajaan.

“Hyung..” ucap Taemin takjub.

“Aku tidak bertanggung jawab untuk ini. Mungkin mereka tidak ingin kehabisan tiket.” Minho mengangkat kedua bahunya sambil melingkarkan lengan kirinya di pundak Sarang ketika angin yang cukup besar meniup sepintas.

“Kau sudah berusaha keras, hyung.”

“Tidak juga. Hanya pergi ke setiap radio dan mengumumkannya termasuk dengan fotoku dan fotomu yang di upload di masing-masing website radio itu. Cukup satu hari.”

“Aku tidak sabar menunggu hari besok.”

“Aku juga. Bagaimana denganmu, Princess?” tanya Minho pada Sarang yang masih saja terdiam. Bulu kuduknya merinding melihat lautan tenda di bangun di atas halaman rumahnya.

“Aku tidak sabar menunggu hari minggu dimana semua telah berakhir! Rumah kita bukan tempat pengungsian,” jawabnya sedikit sensitif. Minho hanya terkekeh pelan. “MY GOSH! Hentikan jeritan itu! Mengganggu telingaku!”

Minho dan Taemin hanya tertawa ketika Sarang memilih untuk masuk ke dalam rumah. Lalu mereka berdua melambaikan tangan pada para yeoja yang tengah memotret dan menjerit kearah mereka.

Indahnya dunia.

 

TBC ;]

………………………………………………

Aku tau, aku tau, aku tauuuu..

Gak jelas lagi kan nih cerita!

Maaaaaaaf ;[

Tapi makasih banget yang udah mau baca dan komen..

Lots of love for you all, SARANGHAE!

……………………………………………….

10 thoughts on “(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 2 ]

  1. hiaahahahahahhaa sumpah aku bingung ini genre.nya apa sebenernya, tp semoga sesuai sama bayanganku hahahahhaa seru+lucu kekekekekekeke aku malah tambah penasaran ini, yaudah dilanjut yo hehehehe aku tunggu *^^*

  2. hiaahahahahahhaa sumpah aku bingung ini genre.nya apa sebenernya, tp semoga sesuai sama bayanganku hahahahhaa
    part ini seru+lucu kekekekekekeke aku malah tambah penasaran ini sama taemin, nggak tau kenapa pokoknya taemin hahahahaha, yaudah dilanjut yo hehehehe aku tunggu *^^*

  3. Astagaa astagaaa… Si minhoo tak kalah gilanya dengan taeminnn… #ngakak gegulingan. Ini dr part awal sampe part 2 g berhenti ngakak. Buahahahah…
    Astagaa, ini baru 2 brothers, blum lagi klo ditambah 3 org lagi, ahhh sarang bisa mati konyoil….
    Wkwkwkwk….
    Hoaaa, okee lanjut part3, g sabar pengen liat bagaimana partynya taem? Ah dan benarkah minho akan memberikan komik naruto yg aslii? Saya curiga klo sikodok itu malah akan memberikan sesuatu yg berbau mesum #plakkk
    Ahahahah…

  4. lolololololololol xD
    Setuju dehh sama taemin.. hubungan jinki-sarang benar2 mengenaskan
    Menghabiskan waktu kencan dengan belajar dan mengerjakan soal2? heol…ini sangat sangat sangaaaaaaaattttt mengenaskan -_-
    Lahhh Jinki punya perasaan sama jiyoung? playboy jg trnyata yaa -_-
    Jadi bambino tuhh artinya anak kecil? darinawal pengen nanyain ini tp.lupa..haha panggilan yg cocok buat taeby wks /dtimpuk taemin/
    sumpahhh yaa heran nihh sama choi brsaudara..hbungan prsaudaraan mrka tuhhh..unik ._. tp somplak xD makin penasaran dg saudara2nya yg lain..
    Dan yang pasti pesta ulg tahunnya taemin xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s