(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 1 ]

Untitled-2 copy

INI LANJUTAN DARI HELLO SMART BOO~
jadi baca dulu yang itu yaa biar nyambung hehehe

 

HELLO SMART PLAYBOY

Cast:

  • Lee Taemin (SHINee)
  • Choi Minho (SHINee)
  • Choi Sarang (YOU)

Minor Cast:

  • SHINee

Keterangan:

  • Lee Taemin at Replay Japan era

Discaim: Tuhan yang menciptakan mereka, lima bintang besar yang bersinar, SHNee. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga aku menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

Selamat membaca!

“Okay, singa jantaaan. Hwaiting!”

KLIK!!

“Eh? Singa jantan?”

“Yeah!”

“Siapa dia?”

“BOYFRIENDKU LAAHAHAHAA!”

Taemin hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali. Dia berpikir, pasangan macam apa ini? Dan singa jantan? Itu seperti panggilan yang diberikannya pada Sarang. Singa betina. Dan kini singa jantan muncul? Lee Jinki si singa jantan? Oh, ayolah..

“Menurutku, dia pantas mendapatkan nick name ayam jantan dari pada singa jantan,” usul Taemin tapi dihiraukan oleh Sarang.

Tidak lama kemudian mereka kembali berkutat dengan pekerjaan rumah yang belum selesai dikerjakan, menulis di atas meja besar berkaki rendah yang berserakan macam-macam buku. Duduk bersila lebih nyaman.

“Mengapa sekolah kita tidak pernah libur memberikan tugas?” eluh Taemin tapi tetap mengerjakan soal fisikanya dengan kecepatan yang sangat-sangat cepat. Otaknya dapat berputar meskipun bibirnya berbicara.

“Pindah saja ke kelas reguler!” suruh Sarang yang juga tetap mengerjakan soal statistiknya. Selain itu dia juga otp-an dengan Jinki yang sedang mengikuti lomba debat bahasa Arab di Cina untuk  beberapa hari.

“Tidak masalah. Tapi jika aku duduk di kelas reguler, otakku ini tidak akan terpakai dan akan usang. Di kelas spesial saja otakku belum bekerja keras tapi selalu saja nomor satu. Aku hanya malas mengerjakan tugas. Lebih baik tes lisan.”

“Kau selalu berlebihan.”

“Ah, Sarang! Apa kau tahu? Besok lusa daddy akan membawa hyung ke sini!”

“Oya? Choi Minho oppa?”

Taemin hanya menjawab dengan anggukan semangat. Mata bulatnya berbinar-binar menatap Sarang. Dan itu membuat Sarang gemas untuk mencubit Taemin.

“Yaa Saraaang!” teriak Taemin ketika Sarang mencubit kedua pipinya sambil bernyanyi ‘bibirmu doweeeer’.

“Atit ya? Atit? Rasakan, bambino!!” sentak Sarang lalu membereskan bukunya.

“Iyaaa atiiit..” rengak Taemin. “Eh? Kau sudah selesai?” tanya Taemin sambil mengusap pipinya yang sepertinya memang sudah dower.

“Ne. Wae?”

“Ada yang ingin aku bicarakan. Duduk dulu!” pinta Taemin sambil menepuk tempat kosong di sampingnya agar Sarang duduk disana lalu membereskan buku-bukunya.

“Apa? Tapi jangan terlalu menyita waktu spesialku malam ini. Aku merindukan Jinki.” Sarang tersenyum berlebihan sambil membayangkan Jinki yang tengah tersenyum padanya. Taemin memutar bola matanya dua kali putaran.

“Daddy mempunyai berapa istri menurutmu?” Pertanyaan Taemin membuat Sarang membelalakkan mata dan tertawa terbahak-bahak.

“Pertanyaanmu itu tidak penting, bambinooo!” jawab Sarang yang duduk tidak jauh dari Taemin sambil mengacak wajah adiknya itu.

“Saraaang aku hanya ingin tahu lebih jelas!”

“Umurmu berapa?”

“16 tahun 11 bulan 10 hari.”

“Tunggu sampai 17. Dad akan menceritakan itu langsung padamu,” jawab Sarang dan mulai beranjak dari tempat duduknya. Tapi dengan cepat Taemin menarik nunanya duduk kembali.

“Tapi Dad sedang tidak ada disini..” ucap Taemin dengan puppy eyesnya. Sarang menyerah dan mulai menarik napas panjang.

“Dad mempunyai istri empat! Yang pertama dari Jepang, kedua dari LA, ketiga dari Indonesia dan keempat dari Korea.”

“Itu aku sudah tahu! Dari sekian anak Dad, aku hanya mengetahui kau dan Minho hyung. Lalu bagaimana dengan yang lainnya?”

“Dari istri pertamanya, dia mempunyai dua orang anak. Yaitu Choi Jiyong (GD) dan Choi Kibum. Dari istri keduanya, Dad mempunyai satu anak. Yaitu Choi Minho. Dari istri ketiganya, Dad mempunyai satu anak yaitu aku dan dari istri keempatnya, Dad mempunyai satu anak yaitu kau. Jadi kau jangan macam-macam padaku, karena aku adalah anak dari istri ketiganya Dad, sedangkan kau dari istri keempat.”

“Oh..” gumam Taemin polos. “Kau sudah bertemu dengan Kibum hyung dan Jiyong hyung? Apa kau tahu bagaimana ciri-cirinya?”

“Mempunyai mata, hidung, mulut, tangan, kaki..”

“Bukan seperti itu, singa betina!” kata Taemin sambil menutup mulut Sarang dengan telapak tangan kanannya.

“Kau bertanya ciri-cirinya. Aku tidak salah, bukan?” tukas Sarang sambil meluruskan kakinya yang sudah mulai pegal.

“Memang. Tapi apa kau sudah bertemu dengan mereka? Atau mengetahui rupanya?”

“Mereka tinggal di USA bersama Minho oppa dan aku tidak tahu bagaimana rupa Kibum oppa dan Jiyong oppa. Titik!”

“APAAKH? Dad tega sekali. Mengapa hanya kita yang ditempatkan di Korea? Tempat asalku. Minimal Dad membiarkan Minho hyung tetap tinggal bersama kita disini.”

“Haaah, entahlah. Sudah, aku ingin tidur..”

“TUNGGU!!”

“WHAT ELSE, BAMBINOOO?!” teriak Sarang dengan tubuh yang melemas ketika di tarik kembali oleh Taemin.

“Aku ingin kau menemaniku ke Couple Party. Malam minggu,” kata Taemin dengan senyum manisnya. Seketika Sarang terbelalak dan melepas cengkraman tangan Taemin di bajunya.

“COUPLE?!! Kalau pesta adek-kaka baruuu! Bukannya kau mempunyai yeojachingu lebih dari empat dan masih banyak cadangan di dalam dan di luar negeri? Bull shit!”

“Bukan empat, tapi sepuluh, Sarang!”

“Whatever! Kau tidak berbeda jauh dengan Dad..” gumam Sarang.

“Kabar bahwa aku mempunyai kekasih banyak sudah menyebar dan mereka semua memutuskanku! Ayolah, nunaaa..”

“Mwo? One more time!” suruh Sarang. Apakah telinganya tidak bermasalah?

“Nuna. Nu-na,” eja Taemin layak anak SD.

“Tetap tidak!”

“HUAAAA~! Kalau begitu aku tarik kembali kata-kataku! Kau memang jahat, singa betinaa!!”

“Apa kau bisa menutup mulutmu?” tanya Sarang yang sudah tidak tahan dengan adiknya yang sedang merengek manja.

“Tidak sebelum kau bersedia menemaniku.”

“Kau bodoh! Teman-temanmu pasti mengetahui kalau aku adalah nunamu!”

“Aku tidak peduli. Lagi pula ini bukan teman-teman di lingkungan sekolah, Sarang. Tapi club anak muda level 1 di Korea! Di sekolah kita saja hanya ada aku dan Hodong hyung! Aku tidak ingin menghancurkan imageku yang selalu mempunyai yeojachingu dan kubawa ke setiap couple party. Lalu jika kini aku pergi ke pesta itu dengan tanpa pasangan, aku pasti dianggap gila karena tidak sesuai dengan tema pesta. Dan jika aku tidak datang, itu akan sangat memalukan, lebih memalukan dibanding telanjang bulat di depanmu!” jelas Taemin panjang lebar lalu menghirup napas sebanyak-banyaknya.

“Koreksi kata-kata terakhir!”

“Telanjang dada.”

“Itu terdengar lebih baik.”

“Dan seksi. Apalagi jika itu kau,” lanjut Taemin cepat. Sarang hanya mendengus hebat dan memukul punggung Taemin dengan keras. “Kau sudah memukulku! Jadi tolong aku Saraaaang..” pinta Taemin sambil mengepal kedua tangan Sarang dan mengecupnya beberapa kali.

“Tidak.”

“Huaaaaa~ kutarik kecupan tadi!”

**

Matahari mulai meninggi. Kedua kakak beradik itu keluar dari kamarnya bersamaan. Ya, pintu kamar mereka berdua berhadapan. Maka dari itu Taemin sering mengunjungi kamar Sarang.

“Pagi, singa betina,” sapa Taemin dengan senyum manisnya lalu merapikan kembali seragam hari jumatnya.

“Senyuman itu membuatku semakin ingin menerkammu,” jawab Sarang tanpa membalas senyuman Taemin dan berlalu menuju ruang makan.

“Aku tahu aku sangat tampan dan menggoda. Jangan mulai bergairah, Sarang. Ini masih pagi. Tidak baik..” ucap Taemin sambil menggoyangkan telunjuk kanannya ke kiri dan ke kanan.

“AARGGHH!!” Sarang memilih menggeram keras dan menahan nafsunya untuk memukul dan menghabisi Taemin pagi ini.

Kegiatan ini berulang lagi. Sarapan dengan ham atau sandwich atau roti bakar selai coklat atau apapun itu. Ditambah coklat hangat yang membuat mood hari ini meningkat.

“Sudah sepuluh tahun kita tidak bertemu Minho hyung. Mungkin kini dia sudah menjadi namja yang tampan!” ucap Taemin memulai perbincangan di pagi hari sambil melahap sandwich tuna.

“Sayang sekali, aku lupa bagaimana rupanya.” Diolesnya selai coklat di atas roti tawar dan dilanjutkan menatap Taemin sekilas sambil menggerakkan kepalanya ke samping.

“Aku juga.”

“Haaahh,” desah Sarang terdengar sangat kasar di telinga Taemin. Masalahnya desahan Sarang ditambah geraman kecil.

“Ya, Sarang-ah! Aku mempunyai satu teman di Vancouver High School. Dia bernama Han Jiyoung. Kau tahu apa yang dia katakan padaku kemarin sore setelah aku bertemu dengannya karena kebetulan?” tanya Taemin seperti biasa dengan kata-kata yang selalu saja keluar dengan banyaknya dan itu tidak terlalu penting.

“Apa?” tanya Sarang sedikit tidak jelas karena mengunyah rotinya yang penuh mengisi mulut.

“Dia adalah fans freaknya Jinki hyung! Dia berkata padaku bahwa dia akan merebut Jinki hyung darimu, Saraang, seekor singa betinaa..” kata Taemin sambil memukul-mukul meja dengan tangan kanan yang terkepal.

“HAH?! BERANI SEKALI DIA!! Seperti apa rupanya? Pasti lebih cantik aku, benar kaaan, bambinooo?” tanya Sarang dengan urat-urat yang terlihat menegang di lehernya. Taemin hanya membulatkan mata dan mulutnya, melihat reaksi Sarang yang diluar dugaan.

“Kalau kau ingin melihatnya lebih dekat, datanglah ke couple party. Dia pasti mengikuti couple party malam minggu nanti. Jadi..”

“COUPLE PARTY? YASUDAH!! AKU AKAN PERGI DENGANMU KE PESTA ITU!! Berani sekali dia akan merebut Jinki dariku..”

“FINALLY!!” umpat Taemin dengan senyum merekah.

“Sedang apa kau?”

“Tomatnya asam sekali.” Dengan secepat kilat Taemin merubah mimik wajahnya sejelek yang dia bisa.

“Buruk rupa,” komentar Sarang lalu meneguk coklat hangatnya. “Ah, Taemin, apa coklatnya terlihat mengotori sekitar bibirku?” tanya Sarang sambil memperlihatkan bibirnya pada Taemin.

“Yeah, ingin kubantu membersihkannya?” tawar Taemin. Sarang mengangguk. “Tapi dengan ini..” Taemin menunjuk bibirnya sambil tersenyum jahil. Seketika Sarang memukul adiknya itu beberapa kali. Oke, heboh dan kacau.

*

“Sepi sekali jika tidak ada Jinkiku disini,” gumam Sarang sambil menatap jus stroberinya yang tengah dikocek lemas.

“Sebelum Jinki pindah kau kan selalu denganku, Sarang? Apa berbeda?” tanya Sera yang tengah berkaca di kaca kecil.

“Hatiku yang sepi..”

“Lebay!”

“Sera, besok malam aku dan Taemin akan pergi ke acara Couple Party.”

“BOWE? Yang aku tahu, pesta itu hanya untuk anak muda level 1 di Korea yang pergi bersama pasangannya! Apa kau sudah gila akan pergi bersama Taemin, adikmu sendiri?” tanya Sera tidak sabar.

“Tadinya aku menolak. Tapi Taemin mengatakan ada seorang yeoja yang akan merebut Jinki dari sisiku dan aku akan mencari tahu bagaimana orangnya. Dan Taemin mengatakan juga bahwa gadis itu pasti mengikuti Couple Party..”

“Wait.. Couple? Kalau begitu yeoja itu pasti mempunyai pasangan. Bagaimana bisa merebut Jinki darimu?”

“Iyaya..” Sarang melemas, merasa terbodohi oleh Taemin. “Ah, tapi aku percaya pada Taemin. Dia tidak pernah berbohong padaku.” (ciyeeee~)

“Kalau begitu kau harus berhati-hati.”

“Maksudmu?”

“Yang aku tahu, pesta itu akan mengadakan games aneh-aneh dan dilakukan bersama pasangannya.”

“Jadi?”

“Berhati-hatilah.”

“Haahh.. Tidak masalah. Taemin adikku dan itu sama sekali bukan masalah besar. Yang penting aku bisa menemukan yeoja itu!”

“All is up to you, Madam..”

Sarang meminum jusnya lewat sedotan kaca dengan cepat lalu berniat menuju kelas karena beberpa menit lagi bel berbunyi.

**

Tidak terasa malam minggu sudah datang dan Sarang sudah siap dengan mini dress berkerah tinggi dan bertangan panjang berwarna pink. Rambut panjangnya dia geraikan dan itu membuat dirinya semakin cantik dan fresh!

Kaki indahnya memakai sepatu jangle putih sampai menutupi mata kaki dan membuatnya semakin menarik dengan tubuh tinggi proposionalnya. Namja mana yang bisa menolak jika disuguhi yeoja seperti Sarang. (*disuguhi ==’)

Taemin yang hanya memakai celana jeans biru tua, kaus hitam dengan dada rendah di bungkus jas kasual hitam pula, sedang menunggu Sarang di ruang utama. Lalu ditariknya lengan jas sampai sikut, mengecek apakah sepatu snikersnya bersih dan juga rambut merahnya yang rapi. Hah, tampan..

“Ayo, bambino! Aku sudah tidak sabar!” teriak Sarang yang sedang menuruni tangga dengan ganas.

“Sarang? Hahahaha! Kau sudah cantik dan anggun seperti itu. Jangan jadikan sikap sangar dan beringasmu lebih dominan! Tidak akan ada namja yang melirikmu nanti,” ucap Taemin menahan tawa tapi setengah terpesona melihat nunanya.

“Jinki sudah cukup untukku. Ayo!”

“Singa betina jadi geulis euy..”

“Sudah kukatakan beribu kali, TUTUP MULUTMU, BAMBINOOO!!”

*

(Sarang POV)

Baiklah, kini aku sudah siap untuk melihat yeoja yang berani melawan kesempurnaanku di hadapan Jinki. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan Jinki! Tidak ada namja sempurna kecuali dia.

“Ayo kita masuk, honey,” ajak Taemin dan meraih tanganku. Aish, apa yang dia lakukan?

“Jangan memangilku seperti itu! Dan tanganmu.. lepaskan!” kataku sedikit tertahan karena tidak ingin beberapa pasangan yang belum memasuki rumah besar ini melihat kami.

“Kau lihat mobil Ford hitam itu? Itu miliknya. Han Jiyoung..” bisik Taemin tepat di telingaku. Ya, aku bisa melihat mobil mini bus itu. Huh! Aku bisa meminta Dad untuk memberikan lima mobil yang lebih bagus dari pada miliknya dari pabrik!

“Oke, ayo kita masuk!”

Benar saja. Pesta ini sangatlah teratur dan orang-orang yang hadirpun terlihat dari kalangan atas yang terhormat. Jujur, ini pertama kalinya aku datang ke pesta macam ini. Cukup berkesan.

“Taemin!” sapa seseorang pada Taemin ketika kami memasuki satu ruangan cukup remang-remang.

“Gongchan! What’s up?!” Taemin balas menyapa dan saling berpelukan. Wuah, namja ini lucu sekali. Dan yeoja di sampingnya, iyeewh..

“Good.. Kekasih baru?” tanyanya dan tersenyum ramah padaku. Aku hanya bisa membalas senyumnya sedikit canggung.

“Dia nunaku. Kenalkan, Choi Sarang. Sarang, ini Gongchan, temanku di club skateboard,” jelas Taemin padaku. Aku mengangguk dan mengedarkan pandanganku di sekitar.

“Nunamu cantik sekali. Senang berkenalan denganmu, nuna.”

Aku hanya tersenyum lagi. Ah, jika moodku dalam keadaan baik, aku bisa melakukan perkenalan dengan sempurna dan tidak akan terlupakan olehnya. Tapi kini pikiranku hanya terfokus pada satu nama. Han Jiyoung. Dimana dia?

“Aku tidak ingin berbasa-basi, bambino. Cepat temukan dimana yeoja yang bernama Han Jiyoung itu?!” paksaku pada Taemin yang terus saja tidak henti-hentinya menerima sambutan teman-temannya dan mengenalkan siapa aku pada mereka.

Ingin sekali aku menghampiri pusat suara dan berbicara di depan mic, AKU CHOI SARANG!! NUNA CHOI TAEMIN!! PUAS KALIAN HAAH? Tapi jika otakku sedang diluar kendali aku akan melakukan itu. Untungnya aku masih waras dan bisa bersabar.

“Maaf, aku tidak bisa berbincang lama dengan kalian. Nunaku bisa membubarkan pesta ini karena mengamuk dengan liar jika permintaannya tidak dilaksanakan sekarang juga.”

Sialan. Dia masih menganggapku singa betina di dalam keadaan seperti ini? Bambinooo ><

Taemin membawaku ke satu ruangan yang dipenuhi anak muda sedang berdansa. Oh, dance area.

“Lihat! Itu dia..” ucap Taemin di telingaku cukup keras dan itu terdengar normal di telingaku. Terkalahkan oleh suara musik yang sedang dimainkan oleh seorang DJ tampan.

“Yang memakai mini dress berwarna hitam?” tanyaku sambil menyipitkan mata, mencari titik fokus.

“Yeah..”

Sebenarnya dia manusia atau dewi kematian? Mobil hitam dan pakaian pun serba hitam. Selain itu dandanannya emo mampus. Padahal aku bisa melihatnya. Dia cantik di balik make-up tebal itu. Tapi tetap saja lebih cantik dan sempurna aku di depan Jinki. Itu pasti. Dan JANGAN DIRAGUKAN!

“Kau tidak akan menyangka penampilannya jika di hari-hari biasa,” kata Taemin sambil sedikit berdansa.

“Lebih parah dari ini kujamin..”

“Tidak. Dia feminin, cantik dan lemah lembut.”

“Unbelieveble!”

Taemin hanya tertawa kecil melihat reaksiku setelah melihat Jiyoung yang sedang duduk manis di bar bersama seorang namja. “Yang duduk di sampingnya adalah Onew. Temanku di club basket. Dia bukan kekasihnya, tapi kakaknya.

“Apa kau tahu? Jiyoung selalu bertindak berlebihan ketika satu sesi setelah ini tiba. Jinyoung hyung dan Jungmin hyung, temanku dari club yoyo, pasti selalu bertaruh.”

“Sebenarnya kau mengikuti club apa saja?” tanyaku yang sedikit bingung dengan club-club yang diikuti namja ini. Skateboard, basket, yoyo, lalu apalagi?

“Modelling, DJ, photographer, BMC, breakdance, poppin, soccer, teenius, robotic, astronom..”

“CUKUP!!”

Anak ini benar-benar bukan manusia!

“Aku tidak seperti manusia, bukan?” tanya Taemin sedikit terkekeh.

“Eh?”

Hah? Bagaimana bisa? Ah, hanya kebetulan.

“Ini bukan kebetulan!” aku melirik Taemin yang berada di sampingku dengan sedikit ragu-ragu. “Jo twins, teman dari club religi dan band kepret! Sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka. Aku tinggal dulu..”

Oh.. Haahhh, aku bisa bernapas lega. Ternyata benar, ini hanya kebetulan. Jika dia bisa mengetahui apa yang dikatakan hatiku bisa gawat. Semua rahasia apapun ada disini. Juga panggilan lain yang aku berikan padanya. Seperti… nanti sajalah. .__.v

Tidak lama Taemin kembali dan membawaku ke suatu ruangan dimana terlihat sudah tersusun rapi. Dua tempat duduk berdekatan mengelilingi meja bundar besar, satu benda besar berwarna-warni. Apa ini games yang dimaksud Sera?

“Look! Taemin, Taemin’s Couple,” bacanya sambil menunjuk tulisan yang tertulis di sandaran kursi itu. Sepertinya benar. Ini bukan pesta biasa. “Duduk.”

“Itu apa?” tunjukku ke satu benda asing itu.

“Mungkin kau belum tahu. Ini adalah sebuah permainan wajib di pesta ini. DJ yang bernama Kim Jonghyun itu adalah ketua club ini dan akan menggiring kita bermain.

“Kursi yang kita duduki mempunyai lampu. Jika lampu itu berhenti dan menyala di kursi kita, maka Jonghyun hyung akan memutar benda bulat itu. Contoh, jika benda itu berhenti dan menunjuk ke garis warna biru, Jonghyun hyung akan membawa satu kertas yang terselip di garis biru itu. Jika suruhannya ‘hug’, maka kita harus berpelukan,” jelas Taemin panjang lebar. Aku mengangguk, mengerti.

“Perasaanku tidak baik-baik saja..”

“Huh, tempat ini masih sepi. Games dimulai pukul sebelas malam. Tiga puluh menit lagi. Ingin mencoba lantai dansa?” tawar Taemin. Aku menggeleng pelan dan melihat jam tanganku yang kusimpan di dalam tas kecil.

“Aku merindukan matematika, fisika, kimia dan teman-temannya.”

“Aku merindukan pelukanmu,” celoteh Taemin yang sangat jelas terdengar oleh telingaku. Lihat wajahnya! Ingin sekali kutonjok. Apalagi jika senyuman jahil itu keluar.

“What did you say?” tanyaku ketus.

“Disini tidak ada orang. Bagaimana kalau kita berpelukan? Sekedar pemanasan sebelum games dimulai.”

“Such an idiot!”

“Aku tahu kau hanya berpura-pura, Sar..”

“SHUT UP!!”

*

Tempat ini sudah dipenuhi oleh anak muda dan tentu saja berpasangan. Aku bisa melihat Jo twins dan Gongchan duduk bersama kekasihnya masing-masing. Oh! Dan ada Hodong! Eh, kenapa yeoja disampingnya mirip Sera? Atau mungkin.. Kekeke~

“Hello!” sapa seseorang yang sudah kulihat sebelumnya di papan DJ. Ya, tidak salah lagi dia pasti yang bernama Kim Jonghyun. Wuaah sexy muscles >,<

“Sepertinya kita mempunyai peserta baru.”

Aku mengedarkan pandanganku, mengikuti pandangan para peserta yang mencari-cari siapa tamu baru itu. Dan akhirnya tatapan itu berhenti padaku. Ah? Aku? Oh ya, memang aku. Lupa. *gubrak!

“Taemin.. Siapa nama kekasihmu yang ini?” tanya Jonghyun dan mendekat kearahku dan Taemin.

“Dia Sarang, nunaku.”

“Nuna? Tidak bersama kekasih?”

“Aku lebih mencintai nunaku dibanding mereka. Bukankah seharusnya seperti itu?” tanya Taemin sambil tersenyum menggoda. Dia terlihat dewasa.. DAN GOMBAL!! Jonghyun tertawa dan menepuk pundak Taemin beberapa kali.

“Kau bisa mempercayakan nunamu padaku jika kau mau, Taemin.”

What?! Taemin hanya mengangguk bersahabat dan tetap tersenyum ketika Jonghyun mengedipkan sebelah matanya kearahku. *brb pingsan*

Keadaan kembali seperti semula. Setiap pasangan terlihat berkonsentrasi. Tuhan, turunkan mukjizatmu! Mudah-mudahan lampu di kursiku mati!

*

Okay, semua tantangan di benda bulat itu sudah terlaksana. Hanya tersisa satu lagi. Thanks, God! Aku selamat dari kegiatan tidak bermutu ini! Pulaang, pulaang! Sudah pukul dua belas dan aku sangat lelah..

Huh, dan baru saja aku melihat beberapa pertunjukan yang diberikan oleh Jiyoung karena beberapa kali mendapat tembakan dari peserta yang mendapat kesempatan memberi tembakan itu. Tembakan sama saja dengan lemparan.

Yeoja centil! Yeoja sok cantik! Dia terlihat liar. Lebih liar dari Taemin menganggapku sebagai singa betina. Aku jamin Jinki tidak akan menyukai atau tergoda sekalipun oleh Jiyoung! Lihat saja.

Menari eksotis, menggoda para namjachingu milik yeoja lain. Apakah itu tidak memalukan? Meskipun aku tahu bahwa ini hanyalah games. Tapi tetap saja dia tidak terlihat pantas.

“Lee Hyukjae.” Jonghyun berkata setelah lampu di kursi milik Lee Hyukjae menyala. Aku memang beruntung. “Disini tertulis kissing. Kau mempunyai dua tembakan. Terserah jika kau ingin melemparnya atau melakukan kissing bersama kekasihmu, hyung.” Semua anak muda di ruangan ini tertawa kecil. Termasuk aku. Haha. Game ini benar-benar bodoh. Kissing di depan orang banyak? Lucu sekali.

“Aku menembak ini padamu. Dan pada gadis baru itu,” ucap Lee Hyukjae sambil menunjuk Jonghyun lalu padaku. Apa maksudnya? Aku tidak mengerti.

“Wait.. Aku keberatan. Hyukjae hyung, tolong jangan! Dia kakakku dan sudah mempunyai kekasih. Tidak mungkin kan, kalau dia berciuman dengan Jonghyun hyung? Lebih baik denganku.”

WHAT?!! APA YANG TAEMIN KATAKAN?!! LEBIH GILA!! DAN GAME APA INI?! KELUARKAN AKU DARI TEMPAT INI SEKARANG JUGA!!

“Sarang adalah pasanganmu. Taemin, kau tahu jika kau tidak setuju dan melanggarnya, kau bisa dikeluarkan dari club,” timpal Hyukjae dengan senyuman sinisnya. Aku rasa dia mempunyai sesuatu yang buruk terhadap Taemin.

“Tapi Taemin adalah penyumbang terbesar di club ini. Tidak mungkin dia dikeluarkan, Hyukjae hyung,” balas Jonghyun. Suasana memanas.

“Aku bisa menyumbangnya lebih banyak dari apa yang Taemin berikan pada club ini asal kau tahu. Baiklah, jika kalian tidak setuju, bagaimana kalau aku yang menciumnya?”

GOD!!

“Lebih baik aku keluar dari club ini..” Taemin membawaku keluar ruangan dan keluar dari rumah besar ini.

Ya Tuhan, Taemin terlihat dewasa sekali. Dia melindungiku. Kalau saja sifatnya selalu seperti ini setiap hari. Mungkin kau sudah kupeluk ratusan kali dalam sehari, Taemin!! Ini bukan gombal. Kyaaa Taemin I LOVE YOU :*

“Taemin..”

“Hyukjae hyung memang mempunyai dendam padaku. Semua yeojachingunya lebih menyukaiku daripadanya.”

BOWE? Ternyata dia dan namja bernama Lee Hyukjae itu sama saja ==a. Mempunyai banyak kekasih. Tapi bagiku Taemin tetap terlihat lebih baik dibandingkan dengannya. Taemin anak yang jenius meskipun seperti itu.

*

Mataku sudah tidak berair dan sulit membuka lebar bahkan berkedip. Malam ini sangat melelahkan.

Kubuka pintu kamarku. Gelap. Huaaa aku tidak peduli. Langsung saja aku tidur di atas tempat tidurku yang paling nyaman dan aku rindukan. Tanpa mengganti bajuku. Sudahlah, ini sudah terlalu malam. Besok saja.

**

(Author POV)

Sarang sudah setengah terbangun dari mimpinya. Tapi dirinya tetap menutup mata dan terlihat seperti masih terlelap. Tiba-tiba Sarang merasakan sesak karena sesuatu yang menekan perutnya cukup keras.

Matanya tiba-tiba terbelalak ketika tangan kirinya menyentuh lengan seseorang yang melingkar di perutnya. Dengan perlahan Sarang berbalik. Ini pasti si bambino. Kuhajar juga kau, batin Sarang dengan mata menyipitnya, bersiap untuk menghajar Taemin.

“Yaa!!” teriak Sarang sambil melepas rangkulan itu dan siap-siap menghajar Taemin dengan kekuatan penuh. Tapi pukulannya itu berhenti di tengah jalan.

Ternyata bukan Taemin. Tapi seorang pangeran tampan berambut tanggung dan acak-acakan berwarna coklat tua. Wajahnya benar-benar manly. Dari hidung turun ke bibir dan dagu. Lekukannya terlihat sempurna dari pinggir. Ya, wajah namja itu berputar ke samping kiri sehingga Sarang melihatnya dari samping kanan.

Cahaya matahari pagi yang menyembul dari celah-celah kecil jendela menyinari wajahnya. Benar-benar pangeran. Tapi siapa dia?

Sarang masih terpaku di tempatnya. Duduk bersila di atas tempat tidur dan menunggu sang pangeran terbangun dari mimpi indahnya.

Tiba-tiba desahan kecil terdengar. Dahi namja itu berkerut dalam dengan mata yang tetap terpejam. Silau dengan cahaya yang masuk menyerbu kelopak matanya.

Kini Sarang melihat satu sosok di hadapannya itu dengan takjub. Namja itu bangkit dan memasang setengah duduk di atas tempat tidurnya. Menggeliat dan menguap lebar. Tapi tetap terlihat tampan.

“Uh, siapa kau?” tanya Sarang dengan suara yang sedikit ketakutan ditambah terpesona. Namja itu berhenti menggeliat dan memutar kepalanya pelan-pelan kearah Sarang.

“HAH?! THIS IS NOT TAEMIN’S ROOM, IS THIS?” kejut namja itu berteriak dengan mata yang bulat menatap Sarang. Sarang yang melihat reaksi namja itu sangat kaget dan ikut membulatkan matanya sambil menggeleng pelan.

“This is my room. Are you Taemin’s friend?” tanya Sarang. Kini matanya sudah siap untuk menangis. Sejak kapan namja itu masuk dan tidur di sampingnya?

“Kau Choi Sarang?” tanya namja itu dengan bahasa Korea kali ini. Seulas senyum sempurna terlukis di bibir sang pangeran. Sarang mulai merasakan jantungnya berdetak keras dan mengangguk mantap.

“Benar..”

“Hey, aku Elias! Choi.. Uh, Choi Minho! Ya, Choi Minho! Aku ragu kau masih mengingatku,” ucap Minho mulai mendekat pada Sarang yang masih tidak sadar dengan keberadaan dirinya, si pangeran tampan. Dan ternyata pangeran tampan itu adalah kakaknya yang baru saja datang dari USA.

“Oppa..” kata Sarang terkesiap. Minho mengangguk dan langsung saja memeluk Sarang dengan hangat di pagi ini.

“Oppa merindukanmu, Sarang. Sudah lama sekali kita tidak bertemu.”

Sarang masih tidak percaya dengan kejadian ini. Kakaknya yang sudah lama tidak ditemui sedang memeluknya dan sudah berubah menjadi sosok pangeran.

CKLEKK!!

“Singa betinaaa..”

Seperti biasa Taemin memasuki kamar Sarang dengan tanpa mengetuk pintu. Mengapa anak itu tidak mengubah kebiasaan buruk itu? Mengganggu momen pagi dengan pangeran tampan saja, batin Sarang.

“Siapa kau?” tanya Taemin yang masih berdiri tidak jauh dari pintu kamar Sarang yang baru saja di tutup olehnya.

“Long time, my brother..” jawab Minho sambil menuruni tempat tidur Sarang dan berjalan mendekati Taemin dengan senyum lepas.

“Kau kekasih barunya? Tidur berdua di atas tempat tidur yang sama? Ah, itu tidak masalah untukku. Hanya saja, aku tidak yakin Sarang mendapatkan namja keren sepertimu,” ucap Taemin dan lagi-lagi membuat Sarang bereaksi. Tapi kali ini Sarang menahan amarahnya dengan menggigit-gigit sprei kasur dengan lahap.

“Aku memang tidur bersamanya.Tapi aku bukan kekasihnya. Aku adalah kakaknya. Dan berarti aku adalah kakakmu juga, Taemin.”

“Ah.. HYUNG?!” teriak Taemin tidak karuan dan saat itu juga kedua namja itu berpelukan melepas rasa rindu. (kyaaaaa 2MIN momen ada disini!! ><)

“Kau sudah besar dan tampan, Taemin!” puji Minho. Sarang yang mendengar itu hanya memutar bola matanya sambil menjulurkan lidah.

“Tentu saja. Kau juga, hyung. Tapi tidak ada perubahan drastis pada Sarang. Benar, kan? Dia tetap terlihat mengkhawatirkan.”

“Sepertinya begitu. Hahaha!” jawab Minho dan membuat Sarang melongo lebar. Kini dirinya menggerogoti bantal dengan ganas. Musuhnya bertambah. “Ayo, kita sarapan! Tapi tanpa Dad. Dia transit di Jepang untuk menemui ibuku.”

Minho tetap melingkarkan tangannya di leher Taemin. Sementara Sarang terpaksa berjalan mengikuti mereka dengan bibir suing. Kesal dengan dua namja itu.

Taemin dan Minho duduk bersebelahan di meja makan dan tetap berbincang tentang masa lalu mereka yang sedikit kabur di dalam memori otak.

‘Itu kursiku,’ batin Sarang sambil melihat kursi yang diduduki Minho dengan berbinar. Kursinya diduduki seorang pangeran tampan. Hah, meskipun Minho sedikit mencuekkannya, tapi Sarang tetap terpesona dengan rupa Minho yang terlalu menawan.

“Sarang, aku ke dapur sebentar. Kau bisa mengajak Minho hyung berbincang sedikit bukan? Tunggu disini..”

Sarang menggantikan posisi Taemin yang duduk di samping Minho. Minho tersenyum manis dan mengacak rambut Sarang dengan sayang. Sarang hanya bisa tersenyum terpesona.

“Kau selalu terlihat cantik untukku, Princess..”

Kini jantungnya benar-benar berdetak di atas batas normal. Salah tingkah mulai melanda. Sarang memakan roti tawar yang berada di atas piring di depannya dengan lahap. Minho mengerutkan keningnya dan tertawa pelan.

“Sarang, aku tahu kau selalu di jahili Taemin, bukan? Begitupun aku ketika kita masih tinggal bersama. Bagaimana kalau sekarang kita membalasnya?” tanya Minho dengan senyum jahil yang dapat membuat lawan bicara di hadapannya mencipok(?) ria ==’. Sarang mengangguk setuju dengan pipi menggembung besar karena roti tawar yang belum habis dikunyah.

“Bagaimana rencananya?” tanya Sarang tidak jelas tapi Minho mengerti. Minho tersenyum jahil dan mendekat kearah telinga Sarang untuk berbisik.

Tapi tiba-tiba alis Minho mengerut kecil, matanya membuka dan menutup dengan pelan, hidungnya mengembung dan mengempis dan limpung. Mendaratlah bibirnya di pipi Sarang cukup keras. Bukan karena Minho bernapsu. Tapi karena pingsan.

“Ah, oppa? Mengapa menciumku? Aku jadi malu..” ucap Sarang dan dengan perlahan menelan roti di dalam mulutnya susah payah tanpa di kunyah.

“HAHAHAHAHAHAHA!!!!!” Taemin tertawa terbahak-bahak sambil membawa buah duren yang terbuka. “TERNYATA ALERGI DURENNYA BELUM MENGHILANG!! AHAHAHAHA!!”

“Hah? Apa? Jadi.. HEH, BAMBINO!! Apakah kau bisa berhenti menjahilinya?!” tanya Sarang dengan suara tertahan.

Kedua tangannya tidak kuat menahan Minho yang tidak sadarkan diri. Kini wajah Minho tergeletak di pundak Sarang dan itu membuat Sarang sedikit merinding dengan napas Minho yang menyembur bebas disana.

“KUSUMPAHI KAU TIDAK AKAN LAGI LAKU DI PASARAN, BAMBINOOO!!”

“Aku tidak peduli. Karena aku masih memiliki dirimu untuk menjadi pasanganku, Sarang.”

“AKU BUKAN MILIKMU!!”

“HAHAHAHAHAAA!!”

TBC ;]

13 thoughts on “(SHINee) HELLO SMART PLAYBOY [ CHAP 1 ]

  1. annyeong ^^
    lanngsung aja: kyahahahahahahha sumpah beneran gila ini taem2, tp aku msh bingung, mksdnya sarang taem2 bisa baca pikiran? hmmm pokoknya aku penasaran bgt sama ff ini hahahahaha
    dilanjut ya ^^ semoga lbh seru hehehehehe :D di tunggu ^^

  2. Okeeee #ngakak dulu…
    Buakakakakak.. Sumpahh Taemin Gilak… Gilaaa… Huahahah usil bgt dgn nunanya… Ahh dan sama siminhoo, bru jg simata belo datang ud diusilin. Huahahaha
    Xixixi.. Haaaahhh critanya menyenangkan…
    Woahhh tidak menyangkaaa ayah Taemin mempunyai 4 istri eh? Ckck. Dan kesemuanya sepertinya akur terlihat dari hubungan persaudaraan anak”ny yg akur…
    Xixixi….
    Hoaaa, penasaran ini dgn yg part 2,
    Bagaiman dgn hbngan persaudaraan mereka smua? Tpi waitt apakah akan ad perasaan diantara taem, sarang dan minhoo? Uh oh…
    Blusshhh… Lanjut baca part 2…
    Hwaiting saeng…

  3. BAHAHAHAH, yang paling ngakak itu pas tau si Onew lagi di China buat lomba Debat Bahasa Arab. BAHASA ARAB! PUAHAHAHAHAH xD
    Si Taem pervert ih di sini. Tapi aku suka #plak.
    Hmm, jadi mereka saudara tiri beda ibu. Sepertinya ada bulir bulir (jeruk-pulpy ._.) cinta di antara mereka ya walaupun masih sedarah. Incest dong jatohnya? Gapapa deh >O<v

  4. Ngakak. . .
    Sumpah authorny lagi mikirin apa ini sampe ceritanya bikin kram perut.
    Singa jantan?? Taem udah jd seorang pria tp tetep jail. . .
    Hahaha

  5. Buahahhahahahaha /ngakak gelindingan/
    Somplak nihh ff xD
    dari awal g berenti ngakak gw
    Onew debat bahasa arab?? di cina pula buahahaha xD
    wahh kirain si jjong trmasuk sodara nya sarang jg..rupanya bukan..okehh ketiga saudara ini bener2…apa yaa ._. g bisa d.ungkapin dg kata2 dehh pokoknya.. okehh gw penasaran dg 2 org yg lainnya.. LANJUUUUUTTT

    Btw annyeong reader baru here..bangapta ^^

  6. Taemin jahil banget,, pagi2 udh belah duren pula /eh/ :)
    Keren, kocak juga… msih kepikiran jinki yg lg lomba bhs arab di cina.. gk ngebayangin itu..
    pasti yg ikut para tki dari arab..
    gokil seru :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s