(SHINee) HELLO SMART BOO [ CHAP 1 ]

HELLO SMART BOO

HELLO SMART BOO

Cast:

  • Lee Jinki (SHINee)
  • Choi Sarang (YOU)

Minor Cast:

  • SHINee

Disclaim:

Tuhan yang menciptakan mereka, lima bintang besar yang bersinar, SHINee. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga aku menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

Happy reading!

(Author POV)

Kaya raya, pintar dan populer. Siapa yang tidak ingin mendapatkan posisi itu di sekolah? Semua remaja pasti menginginkannya. Mungkin hanya bisa bermimpi jika salah satu dari point itu tidak tercapai bahkan tidak sama sekali. Terlalu sempurna memang.

Tapi semua itu tidaklah mustahil untuk Sarang, yeoja yang sangat terlewat sempurna dengan semua yang dia miliki.

Point pertama, kaya raya. Yeah, sudah tidak di ragukan lagi. Sarang adalah anak cikal dari dua bersaudara. Orangtuanya memiliki perusahaan mobil besar yang sudah sangat terkenal. Tentu saja perusaaan itu turun temurun dari kakek dan neneknya dahulu.

Semua yang dia inginkan dengan mudahnya terkabul. Untuk mobil tidak perlu dipikirkan. Tinggal memilih model apa yang dia suka, orangtuanya pasti memberikan mobil itu meskipun Sarang meminta ganti dua kali dalam seminggu.

Dengan keadaan ekonomi yang sangat tinggi, tidaklah sulit untuk memenuhi point kedua. Pintar. Dari umurnya yang sangat muda, Sarang sudah belajar berbagai skill.

Belajar bermain musik yaitu piano, biola dan harpa. Jenis alat musik yang cukup berkelas. Tidak tertinggal dengan olah vokal yang sudah matang. Suaranya benar-benar sempurna.

Berbagai macam tarian. Ballet dan berbagai macam tarian mancanegara termasuk modern dance.

Prestasinya di sekolah sudah tidak diragukan lagi. Sarang tidak pernah turun peringkat di kelas dan peringkat paralel. Sering menjuarai olimpiade bergengsi meskipun pernah mendapat juara ke dua oleh sekolah saingan terberat.

Semuanya tambah sempurna dengan kepopuleran. Semua orang menyeganinya dan selalu terpesona. Membuat iri. Tentu saja.

Tapi sayang, Sarang belum pernah merasakan bagaimana rasanya benar-benar menyukai seorang namja. Dia hanya sering mengagumi para pencipta rumus dan para ilmuan jenius lainnya. Tidak pernah memperhatikan namja di sekitarnya. Hanya dianggap angin mungkin.

“Sarang, apa kau tidak tertarik dengannya?” tunjuk Sera, sahabatnya, mengarah pada seorang namja yang tengah bermain basket.

“He is not my type, sorry Sera,” tanggap Sarang lalu kembali berkonsentrasi dengan laptopnya sambil bersandar di pohon besar, halaman belakang sekolah. Seperti biasa jika tidak mencari informasi pengetahuan modern, Sarang selalu mendownload game science atau lagu-lagu terbaru.

“Jadi tipemu seperti apa?”

“Melebihi kekayaanku, kepintaranku dan kepopuleranku..”

“Wow..”

CHAPTER 1

(Author POV)

“Pemenangnya adalah…”

Sarang semakin mengeratkan genggaman tangannya. Panas dingin menjalar. Sebenarnya sejak kemarin dirinya sudah tidak tenang dengan pengumuman lomba artikel tingkat nasional ini.

“Choi Sarang dari Seoul International High School!!”

Tidak peduli dengan para penonton yang tertuju padanya, Sarang melompat-lompat gembira dan menerima tropi untuk kesekian ratus kalinya.

Dirinya sudah menjadi artis papan atas di bidang pengetahuan dan selalu dijadikan saingan terberat oleh sekolah elit lainnya.

Tapi bagaimana pun juga sekolah yang di tempati Sarang, Seoul International High School, mempunyai saingan terberat dan selalu saja bertemu di final. Ya, Incheon International High School.

Dan sampai kapan pun, Sarang akan selalu membenci setiap lawan yang dapat mengalahkannya. Bahkan jika kalah, bisa saja Sarang tidak sekolah sampai satu minggu dan memilih untuk menghilangkan penat di rumah istananya. Tapi jika moodnya dalam keadaan sangat tidak baik.

Tiba saatnya pengumuman untuk lomba Public Speaking. Sarang sudah memegang juara satu sebanyak dua kali. Jika perlombaan terakhir ini dia menjadi juara satu, ayahnya berjanji tidak akan memaksa dia untuk bermain bersama teman-teman. Aneh bukan?

Ya, Sarang hanya mempunyai Sera, adiknya, kedua orangtuanya, komputer, iPad, iPhone, iPod dan buku-buku menjadi seseorang yang paling dekat di kehidupannya.

Bergaul dengan orang normal terasa sangat sulit. Mereka tidak selalu mengerti dengan apa yang Sarang butuhkan. Yang Sera tahu, mereka hanya bersenang-senang, menghabiskan uang orang tua dan membuang waktu.

“Lee Jinki dari Incheon International High School!”

Tubuh yeoja itu menegang dan menoleh tajam kearah namja bernama Lee Jinki yang tengah menerima tropi itu.

Dirinya kembali kalah jika disaingkan bersamanya. Malah selalu kalah. Dan Sarang akan jatuh menjadi pemenang kedua. Selamanya, Sarang akan selalu membenci Lee Jinki. Namja yang menjadi penghalang dirinya untuk menjadi yang pertama.

*

“Aku membencimu Lee Jinki!!!”

“Sudah, Sarang. Meskipun kau tidak mendapat juara satu di Public Speaking, tapi kau menjadi nomor satu di perlombaan artikel dan pengetahuan umum,” ucap Sera sambil mengusap punggung sahabatnya itu.

“Tapi Jinki tidak mengikuti lomba itu! Sera, kenapa? Kenapa aku selalu di kalahkan oleh namja itu? Aku harus bagaimana? Aku ingin menjadi juara pertama dalam lomba apapun yang aku ikuti!”

Kekeras kepalaan Sarang dan obsesinya itu memang sulit dihilangkan semenjak elementary School. Juara pertama adalah hal yang paling membahagiakannya.

“Dia seorang namja. Wajar saja jika dirinya lebih pintar di banding yeoja. Kau tahu bukan, kalau seorang namja akan menjadi pemimpin keluarga dan harus menjadi yang terbaik?

“Kau sudah mengatakan itu beribu kali jika aku dikalahkan oleh Jinki, Sera,” kata Sarang ketus dan kembali lagi menenggelamkan wajahnya pada bantal.

“Ya, Sarang! Apa kau sependapat denganku? Jinki itu sempurna!” seru Sera yang membuat Sarang bangkit dan terduduk di atas ranjangnya itu.

“Hah? Tidak ada yang sempurna pada dirinya. Dia itu adalah musuh terbesarku semenjak junior high school! JHS, Seraa!” Sarang kembali merengek.

“Jangan terlalu membencinya, Sarang.” Sera meraih tas kecilnya. “Baiklah, aku pulang. Bye, honey sampai bertemu besok di sekolah. Ingat, membolos itu tidak baik dan bisa menurunkan nilaimu.”

“I know that..”

Setelah Sera menutup pintu kamar Sarang, Sarang mengambil sebuah boneka berbentuk Booth, temannya Dora. Itu adalah boneka pelampiasan. Dan Sarang meneriakinya Lee Jinki sambil memuku-mukul boneka itu.

“Lee Jinki!!!”

BUGH!

“KAU JELEKK!!”

BUGH! BUGH!

“KAU SAMA SEKALI TIDAK SEMPURNA!!”

BUGH!

“AKU MEMBENCIMUUU!!”

BUGH! BUGH! BUGH!

CKLEK!

Cepat-cepat Sarang memasukkan boneka itu ke dalam box penyimpanan boneka pelampiasannya. Dan sosok adiknya muncul. Choi Taemin.

“Melakukan hal bodoh lagi, eh?” tanyanya datar lalu melangkah menuju sofa berbentuk bibir milik Sarang.

“Diam, kau! Urus saja para yeojachingumu!”

Taemin. Tidak berbeda jauh dengan Sarang. Hanya saja Taemin tidak pernah menjadi juara ke dua jika mengikuti perlombaan. Selalu menjadi yang pertama.

Taemin mempunyai paras yang sangat tampan dan berambut merah. Satu lagi yang berbeda dari Sarang. Taemin mempunyai kekasih lebih dari tiga. Selalu membawa yeoja yang berbeda ke dalam rumah. Dan teman-temannya sangat banyak. Tidak hanya dari kalangan orang jenius saja. Sampai level ter-low pun Taemin punya. Meskipun tidak terlalu banyak.

Adiknya itu duduk di bangku shs. Sama seperti dirinya. Hanya terpaut satu tahun dan itu membuat Taemin tidak segan pada Sarang. Terkadang Taemin tidak memanggil Sarang dengan nuna dan itu membuat Sarang kesal pada Taemin.

“Ya, Sarang! Kudengar kau kalah.”

Benar-benar Taemin ini adalah mesin penghancur suasana hati untuk Sarang. Rahangnya mengatup sangat keras. Kedua tangannya terkepal erat. Begitu juga dengan napasnya yang sangat memburu.

“Tutup mulutmu! Aku memenangkan dua juara pertama dan..”

“Menjadi pecundang dari Lee Jinki. Tidak bosan?” potong Taemin.

Taemin tidak bergeming dan tetap membaca majalah pengetahuan di atas sofa itu. Tanpa melihat Sarang yang tengah menjelma menjadi seekor banteng mengamuk.

“Sebenarnya ada apa kau masuk ke kamarku? HANYA UNTUK MENGEJEKKU, HAH?! KELUAAAR!!”

“WUAA! Tidak! Aku punya satu berita untukmu, Sarang!” teriak Taemin susah payah karena nunanya itu tengah mendorong tubuhnya untuk keluar dari kamar.

“Aku tidak butuh!”

“Ya! Sarang! Jangan menarik kausku! Ini mahal dan aku membelinya di Paris langsung dari designer ternama!”

“AKU TIDAK PEDULI!!! PERGI KAU BAMBINO!!”

“Jangan memanggilku seperti itu lagi!!”

BLAMM!!

**

“Pagi, Sarang!”

“Pagi, Donghae..”

“Hai, Sarang nuna!”

“Hai, Dongho..”

“Sarang onnie, hello!”

“Hello, Joori!”

“Howdy, loser.”

Dengan cepat Sarang berbalik kearah suara dan memukul namja itu sebanyak tiga kali pukulan dengan power yang cukup kuat dan membuat namja itu teriak berlebihan sampai cukup menggema pagi ini.

“Bambino jeleeek!”

“Aku sudah bukan lagi anak kecil, Sarang!” teriak Taemin kekanakan.

“Nangis! Nangis! Nangis! Lapor saja pada Daddy! Huh!”

Sarang mengacak rambut Taemin tanpa perasaan dan berlari menuju kelasnya yang berada di lantai dua. Kelas spesial dimana hanya murid berotak jenius yang menghuninya. Sera termasuk di dalamnya.

“Morning, bebiii!” sapa Sera dan mengecup pipi kanan sahabatnya itu.

“Morning, darl.”

Tidak lama setelah Sarang menyimpan tas di atas mejanya, bel pun berbunyi dan kegiatan belajar akan segera dimulai.

Seorang sonsaengnim yang mengenakan tuxedo hitam gagah memasuki kelas dengan iPadnya. Heechul sonsaengnim memang selalu terlihat memukau. Apalagi jika sedang mengajar. Sulit berkonsentrasi. Terfokus pada wajah dan caranya menyampaikan ilmu.

Guru pelajaran pengetahuan umum itu terkenal sangat gombal pada murid yeojanya. Maka harus berhati-hati.

“Good morning, kids! Wonderful day, right?” tanya Heechul sonsaengnim sambil memamerkan senyuman menggodanya dan berdiri di tengah ruangan. Wangi parfumnya yang seksi mulai tercium menusuk hidung para murid.

“Sebelum kita memulai pelajaran, saya mempunyai satu kejutan untuk kalian. Kejutan yang sangat besar dan tidak kalian duga-duga.”

Keadaan kelas tetap sepi. Tidak seperti di kelas lain. Pasti sudah ricuh. Disini para murid hanya bergelut dengan pikirannya sendiri.

“Hey, smart! Come in!”

*

(Sarang POV)

“Hey, smart! Come in!”

Kejutan yang dimaksud pasti seseorang. Hah, paling murid dari kelas reguler yang diangkat menjadi murid spesial. Kebetulan ada dua kursi yag kosong di kelas ini.

“Hello!”

DEG!!!

KYAAAAAAA!!

APA AKU TIDAK SALAH LIHAAT???

ANDWAAAEEE!!!

Seketika tubuhku menegang kembali. Mataku tidak lepas melihatnya yang tengah tersenyum tapi sama sekali tidak terlihat manis!

“Hello, Lee Jinki imnida,” sapa namja itu dengan lambaian sok akrab. Huh! Mengapa dia bisa pindah di Seoul International High School? Sekolahku! Argh!

Dapat kurasakan sesuatu menusuk-nusuk pelan punggungku. Aku menoleh dan mendapati Sera tengah kegilaan. Penyakitnya melihat Jinki kambuh dan mulutnya akan bereaksi selama lebih dari dua jam untuk menjelaskan bahwa Jinki itu sempurna.

“Tampaaaan..” bisiknya tidak tertahan. Aku hanya mendengus kesal.

Kucoba menatap para yeoja yang menghuni kelas ini. Dan hasilnya sama! Jinki virus memang berbahaya! Terutama otaknya!! Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak ingin kalah darinya. TIDAK!! Aku tidak akan kalah. Aku harus menjadi nomor satu!

“Jinki, aku tahu kau adalah murid Incheon International High School. Dan sekolah ini adalah saingan terberat sekolahmu dulu. Apa alasanmu pindah ke sekolah ini?” tanya Heechul sonsaengnim sambil menaikkan satu alisnya.

“Aku mencari cinta.”

MWO?!!

Alasan yang konyol. Jaah! Tapi mengapa dia tersenyum padaku! Singkirkan mimikmu itu, Booth! Senyummu benar-benar jelek dan membuat penglihatanku teriritasi stadium akhir!

“Waw! I like that. Alasan yang cukup unik. Jika saya boleh tahu, siapa cintamu itu? Apa dia berada di kelas ini?”

“Tentu saja! Dia.. Choi Sarang.”

ANDWAAAEEE!!

APALAGI INIIIII??!

SINGKIRKAN VIRUS JINKIII!!

*

“Ayolah, katakan satu kata saja padaku, Sarang. Cuek sekali, sih.”

“Sera! Singkirkan makhluk aneh ini!”

“Aku sudah pindah ke sekolahmu, Sarang. Jangan mengabaikanku seperti ini, please!”

“Sera, apa kau mendengar sesuatu?” tanya Sarang yang menyamakan Jinki dengan makhlus halus.

“Ini suara hatiku..” ucap Jinki sambil nyengir kuda. Haiiih, mooommmyy!

Tidak ada capeknya Jinki terus saja mengikutiku dan tentu saja menggangguku. Apa dia tidak tahu kalau aku tidak menyukainya? Orang aneh.

Kini Sera berada di samping kananku dan Jinki di samping kiriku. Keduanya benar-benar membuatku tidak nyaman. Sera yang selalu meracau tentang Jinki dan Jinki yang selalu saja memaksa aku untuk berkata sesuatu. Dua orang ini tidak waraaas. Help!

“Ahjumma, milk shake strawberry satu!” pesanku setelah sampai di depan kios minuman, di area taman. Dan mencoba mengenyahkan keberadaan Jinki.

“Plus soda susu!” tambah Jinki. “Kau ingin apa, Sera? Biar aku yang mentraktir kalian.”

“Ah? Kau serius? Kau akan membelikanku minuman? Waah, terimakasih, Jinki!” kata Sera dengan tempo 10km/jam. Saking terpesonanya? Oh, common itu berlebihan, Sera!

“Iya! Pesan saja!”

Aku hanya memutar kedua bola mataku. Aku tahu niat busukmu itu, Jinki! Kau akan menyogok Sera, bukan? Agar kau bisa menghasutku melewati Sera untuk mengalah darimu? Tidak akan bisa! Dan terimakasih, aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli milk shake.

“Sarang, meskipun kau tidak tersenyum, tapi kau tetap saja cantik. Tidak salah kalau aku menyukaimu dari dulu. Akhirnya, kita bisa satu sekolah. Bahkan satu kelas! Ini hebat, bukan? Aku sangat senang!” serunya dan duduk di sampingku.

GOMBAL! Aku tahu semua jenis namja yang menghuni dunia ini mempunyai ribuan kata untuk merayu yeoja. Tapi maaf! Tidak untukku! Kyaaa!

“Tapi aku tidak senang dengan keberadaanmu, Jinki!”

“Yeaaahh!” serunya sambil mengepalkan kedua tangannya di udara. Lihat! Aneh sekali kelakuannya. Jenis namja apa ini? “Akhirnya kau menjawabku.”

TOENG~

Benar-benar aneh! Lama-lama kau bisa gila jika dia berada di sekelilingku. Hah..

Tidak lama pesanan kami datang. Aku segera bangkit dari bangku taman ini dan menuju ke perpustakaan. Tapi seperti biasa Jinki terus saja mengikutiku dan tidak bosan menggangguku. Sera! Sebenarnya kau ini berfungsi sebagai apa disini? Kau sama sekali tidak membantuku untuk menjauhkan Jinki.

“Sarang!” panggil seseorang. Aku memutar badanku keasal suara. Ternyata si bambino. Mau apalagi dia?

HAISHH! Gawat! Si bambino pasti akan meledekku habis-habisan jika dia mengenali bahwa namja di sampingku adalah Lee Jinki.

“Ah? Hyung?!” Sudah kuduga. Mereka pasti saling mengenal.

“Nikky!” seru Jinki. Apa? Nikky? Sejak kapan si bambino mempunyai nama sebagus itu? Nama Bambino, juga. Sok keren!

“Chase hyung!” kata Taemin sambil melirikku jahil. Apalagi itu Chase? “Akhirnya aku melihatmu di sekolahku. Waah..”

“Ya. Dan aku sudah menemukan nunamu. Mantap euy.”

“Ini dia berita yang akan kusampaikan tadi malam,” bisik Taemin dan membuat sebelah alis Jinki terangkat sedikit. Apa yang sedang dibicarakannya?, batinnya. Mungkin..

“Mengapa kau tidak memberitahuku?” tanyaku balas berbisik. Kini kulihat kedua alis Jinki terangkat.

“Salah kau yang mengusirku,” jawab Taemin sambil menegakkan badannya. Aku hanya menghentakkan sebelah kakiku.

“Sera! Ayo kita ke perpustakaan!” aku menarik lengan Sera dan menjauh dari dua orang aneh itu. Mudah-mudahan saja mereka tidak mengikutiku! Terutama Jinki! Ah, tidak! Dua-duanya! Mereka pengganggu hidupku.

“Ya! Sarang! Jika kau pergi, kau semakin pantas menjadi loser!”

Dan kali ini aku menghiraukan perkataan Taemin, si bambino ingusan. Tapi apa maksudnya?

“F buat lo berdua ya!” teriakku dalam bahasa slank. Mereka hanya tertawa dan itu sangat membuatku kessaaall!!

*

(Author POV)

“Sarang, sabar, Sarang,” ujar Sera sambil mengusap punggung Sarang. Tapi Sarang tetap membuka halaman buku dengan kekuatan yang keras dan mengeluarkan bunyi ‘srekhtshz! srekhtshz!’

“Aku tahu maksud buluknya, Sera! Jinki pasti sengaja pindah ke sekolah kita untuk mengalahkanku! Apa dia tidak menyadari kalau kemarin dan lomba-lomba sebelumnya itu sudah cukup? Sudah cukup membuatku sakit dan terpuruk? Aahh..”

“Lebay, deh.” Sera membuka halaman buku selanjutnya yang tengah di baca.

Srekhtshz! Srekhtshz!

“Aduh, Sarang! Bunyi buka halaman kamu itu alay, tahu! Telingaku sakit..”

“Aku tidak membuka halaman. Huh, kamu tuh yang alay!”

“Eh, iya ya..”

“Dan apa kau tahu, Sera?! Kini Jinki akan mempermalukanku! Dia pasti akan merebut gelar juara umumku di sekolah ini! Aku harus belajaar!!” teriak Sarang yang mengundang beberapa pasang mata.

Dan beberapa pasang mata itu berteriak, “HWAITING!”

*

“Rajin sekali Sarangku ini..” ucap Taemin yang memasuki kamar nunanya itu. Lalu di dekapnya bahu Sarang dengan dagunya yang menyandar di pundak kanan Sarang.

“Pergi, bambino! Jangan mengangguku!” teriak Sarang sambil menggoyangkan bahunya beberapa kali agar Taemin menyingkir. Tapi usaha itu gagal. Kali ini adiknya itu malah menenggelamkan wajah di lehernya.

“Kyaaa! You porn!” teriak Sarang kembali. Kini Taemin berdiri tegap sambil tertawa jahil dan memasang kuda-kuda, bersiap untuk menerima serangan dari Sarang.

Tapi Sarang kembali duduk di depan meja belajar dan menyelesaikan soal-soal. Taemin duduk di meja belajar nunanya.

“I love you, nunaa~,” ucap Taemin dengan nada manja sambil mencubit kedua pipi Sarang. Dengan cepat nunanya itu melepas cubitan Taemin dan mendengus kasar.

“Simpan saja kata itu untuk para calon yeojachingumu! Tidak semudah itu aku bisa terpengaruh!” seru Sarang yang masih tetap berkutat dengan soal.

“Karena kau tidak normal!” kata Taemin tapi di acuhkan saja oleh Sarang. “Tumben sekali kau belajar. Biasanya bermain game, membuka internet. Ini malam jumat, kan? Besok hanya sampai pukul sebelas.”

“Lalu kenapa? Aku hanya bosan.”

“Pembohong! Aku tahu kau tidak ingin peringkatmu turun, bukan? Apalagi kini Jinki hyung berada satu kelas denganmu. Bukannya dia itu musuh bebuyutan?”

“DIAM!! LEBIH BAIK KAU PERGI DAN AKU YANG AKAN MENJAGA LILIN!!” (babi ngepet kalee~ XD)

“Kau naik pitam, ya? Hari ini kau terlalu banyak marah, Sarang. Apa kau ingin bertambah tua lebih cepat? Bagaimana jika nanti teman-teman mengira kau adalah Mom? Apa kau tidak..”

“STOP!! KAU MENGGANGGUKU, BAMBINO!”

“Lihat, kau sudah marah-marah lagi. Tidak baik untuk kinerja otakmu, Sarang.”

Sarang menghembuskan napas yang sangat keras. Sampai terlihat asap mengepul keluar dari hidungnya. Kakinya melangkah keras ke arah box boneka pelampiasan dan mengambil boneka babi.

BUGH! BUGH! BUGH!

“Wuaah..” Taemin cukup terkesiap dengan pukulan nunanya pada boneka itu.

“Ini adalah kau, babino!”

“Ya! Kau samakan aku dengan seekor piggy?”

“YEAAHH!! KAU!! BABINOO!! CEPAT PERGI!! KALAU TIDAAK.. AKU AKAN MENIUP LILINNYA DAN KAU AKAN MATI!!!”

“Kabuuur~”

**

Beberapa menit lagi pelajaran akan dimulai. Bel sudah berbunyi beberapa detik yang lalu. Tiba-tiba terdengar teriakan histeris. Sarang dan Sera yang mendengar teriakan itu cukup tertarik dan berjalan cepat keluar kelas.

Dan terlihatlah mobil Ferarri putih dan terlihat sangat mewah. Sarang pun dibuatnya terkesima dan menunggu siapa yang turun dari dalam mobil itu.

DENG DEEENG!!

LEE JINKI!! XD

Sarang hanya menganga dan tidak percaya atas apa yang tengah dilihatnya. Namja aneh itu mempunyai mobil keren seperti itu? Tidak pantas.

“KYAAA! JINKII!!” Kini Sera ikut berteriak juga. Apalagi melihat Jinki yang tengah membuka kacamata hitamnya dan tersenyum sambil melambaikan tangan kearah para yeoja.

“Over confidence..” komentar Sarang dan berjalan masuk ke dalam kelas.

*

“Baiklah, kita mulai dengan pertanyaan pertama,” ujar Heechul sonsaengnim, guru pengetahuan umum.

Sarang mengangguk mantap dan bersiap untuk menjawab pertanyaan apapun yang di lontarkan Heechul.

“Siapakah leader SHINee?!”

Jinki dan Sarang mengacungkan tangannya paling awal. Sedangkan murid lainnya sedang bertanya pada Google ahjusshi secara diam-diam.

“Aku melihat Jinki yang mengacung duluan.”

“ANDWAE, SIR! Dia mencuri start!” seru Sarang sambil menunjuk Jinki yang berada di meja sampingnya.

“Biarkan dia yang menjawab dahulu, Sarang.”

Sarang hanya mendesah panjang dan menatap Jinki dengan penuh amarah.

“Onew. Onew lahir pada tanggal 12 Desember, 3 abad yang lalu. Dirinya sangat pintar dan paling tampan di antara 5 member Pangeran Fashion Korea, SHINee.”

“TIDAK!! Yang paling tampan itu Choi Minho! Kau salah! Sir, dia salah!” teriak Sarang tidak karuan sambil menghentakkan kedua kakinya bergantian dengan cepat. Onew hanya menopang dagu oleh tangan kanannya dan menatap Sarang dengan senyuman.

“Tapi itu memang benar, Sarang. Onew itu Pangeran fashion yang pintar dan tampan.”

“Tapi menurutku yang paling tampan itu Choi Minho!” Sarang tidak berubah dengan pendiriannya.

“Pangeran Onew itu tidak berbeda jauh denganku. Apalagi Pangeran Minho. Kalah jauh..”

“Ya, kau yang kalah jauh!”

“Sudah cukup! Aku beri pertanyaan saja untukmu, Sarang. Siapa member terkaya di SHINee?!”

“Key! Kim Kibum! Pangeran fashionista Key!” jawab Sarang penuh percaya diri.

“Maaf, Sir. Tapi setahuku Pangeran Onew. Selain Pangeran tertampan dan pintar, dia juga pemasok daging terbesar ke seluruh kerajaan di Korea.”

“AARRGHH! Kita pindah saja ke Kerajaan Super Junior!”

**

“Sudah, Sarang. Jangan murung seperti ini.” Sera menyenggol pelan lengan sahabatnya itu.

“Aku membencinya. Aku membencinya!” seru Sarang sambil memukul meja dan menimbulkan sedikit keributan di kantin ini.

“Apa kau tahu? Ternyata banyak sekali orang yang mengenal Jinki. Padahal dia bukan seorang pemain basket bahkan artis.”

“Lalu apa maksudmu berkata seperti itu? Aku sama sekali tidak bertanya dan tidak peduli!”

“Aku hanya tidak mengerti saja. Aku ingat benar apa yang kau katakan saat itu. Kau hanya akan memilih namja yang lebih pintar, lebih kaya dan lebih populer di banding denganmu. Dan kini namja yang termasuk tipe mu itu sudah menampakkan diri. Dia, Lee Jinki!”

“Ah?” Sarang sedikit memutar otaknya. Benar juga apa yang di katakan Sera. Tapi itu semua tidak mungkin karena dirinya sudah terlanjur membenci Jinki sedari dulu.

“Aku mendukungmu jika kau dan Jinki menjadi sepasang kekasih.”

Sarang yang mendengar itu hanya mendengus kasar dan beranjak dari kursinya.

“Ya! Sarang! Kita belum menghabiskan banana splitnya!”

“Aku sedang ingin sendiri di taman. Jadi kau tahu bukan, aku tidak ingin di ganggu.”

*

(Sarang POV)

Tempat ini selalu sukses membuat susana hatiku tentram. Daun yang berguguran terlihat sangat indah. Angin meniup rambut dan permukaan wajahku dengan lembut. Selain itu udara disini sangat segar.

Baiklah, kini aku akan bertapa. Bagaimana caranya agar Lee Jinki tidak mengalahkan peringkat pertama yang telah kugapai dengan susah payah.

Ya tentu saja dengan belajar! Itu sesuatu yang wajib dan tidak boleh tertingal. Aku harus bertanya pada siapa? Bagaimana caranya membuat nilai seseorang menurun.

Dengan cepat aku keluarkan iPhoneku dan membuka browser.

“Penyebab prestasi menurun.”

Wuaaah ternyata lumayan banyak.

Pertama, malas belajar. Ah, Jinki pasti sama sepertiku. Dia tidak mungin malas belajar.

Kedua, jarang sekolah. Jinki orang yang rajin. Dia pasti tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk bermain.

Ketiga, salah bergaul. Yang aku tahu, teman-temannya banyak tapi otaknya masih saja pintar. Jangan jauh-jauh, lihat saja si bambino, alias Taemin!

Keempat, bermain game. Haruskah aku memaksanya untuk bermain game? Itu tidak mungkin.

Kelima, berpacaran. Disini dikatakan, jika seseorang mencintai lawan jenisnya, maka apapun akan ditinggalkan dan lebih perhatian pada pasangannya.

Sepertinya hanya poin ini yang cukup jitu. Kalau begitu aku harus mencari seorang yeoja untuk mendekatinya. Tapi siapa? Sera?

“Hello, Cinta.”

Kuputar kepalaku keasal suara yang sepertinya berada di belakangku. AH! Lee Jinki! Tunggu, dia memanggilku cinta. Bahasa apa itu? Sepertinya aku tahu. Ya! Di lagu favoritku, Bagindas! C-I-N-T-A yang artinya adalah Sarang. Dan Sarang adalah namaku. So, ya begitulah ==’

“Ada sesuatu yang penting yang harus kau bicarakan padaku?” tanyaku sambil melihatnya.

“Tidak. Aku hanya ingin minta maaf,” jawabnya dan duduk di sampingku.

“Untuk apa?”

“Karena sudah membuatmu ketakutan dengan sifat anehku kemarin. Sebenarnya aku hanya menjahilimu saja,” ucap Jinki sambil tertawa. Pundaknya naik-turun. Aneh, dia tertawa tapi tidak bersuara.

“Ah, syukurlah. Jadi aku tidak perlu merasa diteror lagi olehmu.”

“Jangan berlebihan..”

Baiklah Saraang! Ini saatnya kau menjalankan rencana itu.

“Jinki-ya! Aku ingin bertanya sesuatu padamu. Apa kau mempunyai seorang yeoja yang kau sukai di sekolah ini?” tanyaku tanpa kenal malu. Demi prestasiku!

“Tentu saja.”

BAGUS!!

“Apa kau mempunyai keinginan untuk menjadi kekasihnya?”

“Itu pasti! Bahkan aku sudah menyukainya semenjak pertemuan pertama. Dan itu adalah ketika kami berdua sedang duduk di bangku jhs.” Hmm, benar. Sifatnya tidak seaneh kemarin. Dia terlihat tenang hari ini. Mungkin kemarin obatnya habis, jadi kondisi emosinya tidak terkontrol. Kekeke~

“Aku yakin dia akan menerima cintamu, Jinki! Kalau bisa, sekarang saja kau mengatakan cinta padanya!”

“Mengapa kau seyakin itu? Yakin berapa persen kalau dia akan menerima cintaku?”

“SERATUS PERSEN!!”

“Baiklah..”

“Mengapa diam saja? Ayo cepat!”

“Aku mencintaimu, Sarang.”

TBC ;]

………………………………………………

yang belom baca, baca aja yaaa seru banget loooh lanjutannyaa XD

5 thoughts on “(SHINee) HELLO SMART BOO [ CHAP 1 ]

  1. AAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAaa
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaa!!!!! TBCnya sangat tidak tepat -.- btw kereeeen XD Kkkk, udah lama gak baca yang castnya shinee <; Lanjutannya jangan lama2!!

  2. haha KONYOL…
    Pelajaran umum macem apa itu ckckck :D
    GOKILL bener

    SARANG = CINTA,
    CINTA = SARANG,
    dan itu sama aj, yaampun sempurna hidupnya o.o

    oya aku punya FREE TIME nih, jadi aku mau baca FF ini :D
    yaaa…
    Walaupun beberapa bulann yg laluuu~ aku pernah sempet baca,
    dan ninggalin jejak (cuma-_-) di akhir :D
    tpi ga maksud jdi pembaca gelap kok
    dan skarang aku izin nih mau baca lgi FF ini dan kasih tanda dulu (cuma) di awal :D hahaha

    ga bosen2 baca FF, dan aku ga tau knapa pngen bca FF ini lagi deh :D
    JADI, izin baca (lagi) ya thor ^-^ hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s