ARCHDANGEL [ CHAP 2 ]

b0e2e970jw1dycfuwxbgkj

ARCHDANGEL

 

Author: Shin Heera

Cast:

  • Xi Luhan (EXO)
  • WuFan Kris (EXO)
  • Janny Kim (YOU)

Minor Cast:

  • EXO Member
  • Park Taejun (Ulzzang Aboki)

Ket:

  • Xi Luhan as Eldishan at mushroom era
  • Kris as Elathan at Ceci Magz era
  • Xiumin at Ceci Magz era
  • Lay as Lotchar Lay at ‘angelic’ era
  • Tao as Ayperos Tao at Ceci Magz era

Disclaim: Tuhan yang menciptakan mereka, dua belas bintang besar yang eksotis, EXO. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

Ps:

  • * > masih hari yg sama
  • ** > keesokannya
  • Don’t be silent reader
  • Don’t copy – paste my imaginations!!

Oh iya betewe, Ulzzang Lee Hangook author ganti jadi Xiumin ya. Biar gimanaa gitu wkwk~

Satu lagi. Maaf kalo nantinya ff ini jadi semakin pervert ._.

……………………………………………………

Last Chap

 

3..2..1.. berbalik!!!

Janny terdiam. Baju yang digenggamnya jatuh ke atas lantai secara tidak sadar. Kini matanya terbelalak melihat sosok itu.

“Hai, Jane..” Makhluk itu tersenyum.

Hening.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!”

…………………………………………………

CHAP 2

 

Dengan lemas Janny terduduk dan menutupi tubuh bagian atasnya dengan kemeja. Dai menangis sambil menutup matanya berlebihan. Tidak ingin melihat sosok menyebalkan yang berada di hadapannya.

“HUAAAAA!! HUAAA!! PERGII KAU!! PERGI MAKHLUK TIDAK SOPAN!! JANGAN MENGGANGGUKUU!!” teriak Janny dengan raungannya yang powerful.

Makhluk itu terkesiap. “Aku tidak mengganggumu. Aku hanya ingin… berteman?” ucapnya sambil mendekati Janny dan mengusap tangannya.

“HIAAAKH!!” pekik Janny ketika dia merasakan sesuatu ‘berhembus’ di tangannya. Makhluk itu membulatkan matanya karena sangat terkejut. Ya, Janny penuh kejutan -_-

“JANGAN MENYENTUHKU!! PERGI KAU!! JANGAN  PERNAH KEMBALI MENGGANGGUKU, MAKHLUK JAHAT!!” Janny tetap menutup matanya dan menangis seperti itu.

“Aku bukan makhluk jahat. I’m an angel!” jawab makhluk itu sambil memasang wajah cemas. Tentu saja. Semua tidak seperti yang diharapkan. Bad timing.

“ANGEL MY ASS!! HUAAA MOOOM!!”

Makhluk itu terlihat putus asa. “Aaaa ottokhae ottokhae~” ucapnya pada diri sendiri. Belum pernah menghadapi masalah ini sebelumnya. Lebih sulit dibanding memakmurkan kerajaan. “Lihat aku..”

“ANDWAE!!”

“Aku sangat tampan dan kau tidak akan menyesal. Bahkan jika dibandingkan dengan namja yang selalu kau tonton itu.”

Janny berhenti terisak. Siapa yang dia maksud? “KAI IS PERFECTION!! YOU BASTARD!!”

Makhluk itu menghembuskan napasnya. “Baiklah, aku akan kembali menampakkan wujudku setelah keadaanmu membaik, Jane. Bagaimana?”

Suasana hening. Tidak ada suara apapun dan Janny tidak merasakan keberadaan makhluk itu. Tapi tiba-tiba..

“LIHAT!! ADA KAI DI TV!!!” teriaknya.

“Jinjja?!” Dengan seketika Janny bangkit dan berlari ke arah ambang pintu dan menolehkan kepalanya ke arah TV yang sedang dalam keadaan mati. Janny merutuk kesal. Dirinya dibodohi. Dibodohi!!

Janny memutar kepalanya ke arah makhluk itu yang sedang tersenyum tanpa dosa. What the maksud..

“Stop crying, Jane..”

Janny melangkahkan kakinya mendekat ke arah makhluk itu dengan cepat.

PLAK!!

Setelah menampar makhluk itu, Janny memakai kemejanya tanpa mengancingkan semua kancing bajunya.

“AWCH, MY LORD!! AKU DITAMPAR MANUSIA CANTIK!!” seru makhluk itu sambil mengusap permukaan pipinya kesakitan.

Melihat itu benar-benar membuat Janny tertawa. Aneh memang. Bagaimana bisa sesosok yang mengaku sebagai malaikat dapat tersentuh dan merasakan sakit.

Wajah makhluk itu berubah menjadi sumringah ketika mendengar tawa Jane. “Hey! Kau tertawa! Aku tidak percaya kau tertawa hahaha!”

Tiba-tiba Janny langsung mengubah air mukanya menjadi datar tanpa ekspresi. “WHAT ARE YOU?!!”

“Me? Haha. An angel!” jawab makhluk itu sambil tersenyum dan menatap Janny lembut.

Janny mendengus kasar dan melangkahkan kakinya menuju lemari pakaiannya. Setelah membuka semua pintu lemarinya, Janny melempar semua baju yang berada di dalam lemari itu dan dilemparkannya ke arah makhluk asing itu yang merespon dengan tawaan  ketika Jannye melempar baju-bajunya secara bergantian.

“Hahaha! Aku menangkapnya! Wow~ hahaha!”

Janny terlihat kesal. Dia sama sekali tidak mengajaknya bermain! Kali ini Janny meraih sepatu high heelsnya dan siap dilempar ke sasaran.

Makhluk itu yang sudah menyadari Janny akan melempar barang berbahaya, langsung mengambil jalan dengan cara…

BRUK!!

Janny terdiam sambil membelalakkan matanya ke arah makhluk itu. Ya, dia yakin dia melempar sepatu itu tepat menuju sasaran. Tapi mengapa.. mengapa dapat tembus seperti itu.. Mengapa tidak.. Janny mengambil napas dan dengan sebisanya dia berlari meninggalkan kamar menuju dapur.

Damn! Mengapa makhluk itu sudah berada di sana dalam keadaan tengah meminum susu. Tersenyum manis ke arah Janny. “Ingin kubuatkan susu?”

Lalu Janny berlari ke ruang tv. Dia sudah berada di sana! Tengah berbaring di atas sofa sambil menonton acara musik.

“Ingin bergabung?”

Janny menggeleng frustasi. Tidak ada pilihan. Dia harus berlari ke luar apartemennya.

Pintu keluar sudah berada di hadapannya dan sebentar lagi Janny akan terbebas. Tapi ternyata semua yang diharapkannya tidak terwujud.

“Apa kau yakin akan keluar meninggalkanku dengan pakaian tidak terkancing seperti ini?” tanya makhluk itu yang kini sudah mendapatkan Janny di dalam pelukannya.

Jane menatap mata biru laut itu dengan terkesima. Sangat indah. Ada apa ini? Dengan cepat Janny tersadar dan melepaskan pelukan makhluk itu mencoba mengancingkan seluruh kancingnya. Tapi ada apa dengannya? Mengancingkan satu kancing pun tidak bisa!

“Perlu bantuan?” tanya makhluk itu terlihat tanpa beban dan apa yang dikatakannya adalah hal wajar. What the hell!

“YOU DIRTY MIND!!” teriak Jane langsung mengambil langkah mundur. Makhluk itu malah mengikutinya dan semakin mendekat. “STOP!!”

Janny menatap sosok itu dari ujung kepala sampai ujung kaki. Berambut keemasan dengan model spike, kemeja putih dilapisi tuxedo hitam, celana hitam yang sepasang dengan tuxedo lalu sepatu hitam mengkilap dan terlihat sangat mewah. Setan apa yang berdandan seperti ini? Tanya Janny di dalam hatinya.

“Sudah kukatakan padamu, aku malaikat!”

Janny terkesiap. ‘Bagaimana bisa? Dia tidak dapat mendengar apa yang aku katakan dalam hati, bukan?’

“Tentu saja aku bisa, Jane..”

“Damn…” ujar Jane di bibirnya kali ini.

Beberapa saat setelah Jane merasakan ketenangan dalam dirinya. Keterkejutan menemukan makhluk aneh yang berani menampakkan wujud di hadapannya! Haish, benar-benar gila. Dosa apa dia?

Kini Jane duduk di salah satu kursi sofa dan makhluk itu duduk di hadapannya dengan menyilangkan kakinya. Dia pikir dia siapa? Pemilik apartemen ini? Hell no!

“Baiklah, Jane, kenalkan, namaku Eldishan, God of Prosperous, putra mahkota dari Mirion, God of the Angel.”

‘What the hell he said to me?’

“Itu gelarku dan aku bangga dengan itu,” jawabnya, Eldishan, dengan senyuman tulus. Terlihat jelas sangat tulus. Dirinya bangkit dan duduk di samping Janny kali ini. “Oh, ya. Kau bisa memanggilku Luhan,” tambahnya sambil menatap kedua mata Janny dari jarak dekat.

Janny tidak dapat menyangkal, namja yang berada di hadapannya ini benar-benar tampan dan mempunyai mata biru laut yang sangat indah, menatapnya kali ini.

Janny berdeham  untuk menghilangkan gugup. “Luhan? Bukankah namamu Eldishan? Dari mana kau mendapatkan nama itu?” tanya Janny sambil mengerutkan keningnya dalam-dalam.

“Ah, aku mencarinya lewat name generator di internet. Di sana tercantum ‘whats your awesome name’ dan setelah aku menulis Eldishan, keluarlah nama Xi Luhan. Bagaimana menurutmu? Menurutku itu sangat sempurna dan aku menyukainya!”

Janny menggelengkan kepalanya dengan ekspresi datar. Makhluk aneh. Tampan tapi aneh. Itu yang membuat Janny ilfeel detik itu juga.

Diambilnya napas dalam dan mengembalikan semuanya ke topik utama. “Okay, Luhan, jadi selama ini kau yang menggangguku? WHAT A DARE YOU!!” teriak Janny sambil menjauh ke sisi sofa, menatap Luhan dengan benci.

Luhan hanya tersenyum manis layak anak balita tanpa dosa. “Sorry. Hehehe.”

“YA!! Jadi… selama ini.. di dalam kamar mandi… AAAAK!!!” jerit Janny benar-benar membuat Luhan gemetaran.

“Tidak! Aku tidak pernah menemanimu di kamar mandi, Jane! Percayalah padaku! Aku tidak berani melakukan itu! Aku bersumpah!!”

“Kalau bukan kau lalu siapaaa?!”

Luhan mengerucutkan mulutnya. Keningnya berkerut kesal. ‘Ini pasti dia. Ya, aku yakin Elathan yang mengganggunya. Argh..’

“Maafkan aku..”

PLAK!!

“Thank, Jane.”

Untuk yang kedua kalinya..

 

*

 

“Aku harap setelah aku kembali kau sudah pergi dari sini, Luhan.” Jane mengambil tas dan kantong sepatu yang selalu dibawanya.

Luhan menatap yeoja itu dari dekat pintu keluar. Bibirnya tersenyum setelah yeoja itu semakin mendekat. “Kau melupakan ini, Jane. Jangan lagi..”

Mata indah Janny membulat seketika. Ya, dia melihatnya. Dua barang itu tiba-tiba muncul dari telapak tangan Luhan.

“Ba.. bagaimana bisa?”

“Aku diberi keahlian untuk itu.”

“Bagaimana bisa kau tahu aku melupakan ini?”

“Cukup lama aku tinggal di sini. Selama itu aku sudah mengenalmu..”

Janny mendesah kecil. “Freak..”

Luhan hanya tertawa kecil ketika Janny menutup pintu apartemennya dengan kesal.

Setelah masuk ke dalam lift, Janny terdiam. Luhan. Aneh. Bagaimana bisa dirinya bertemu dengan Luhan, God of Precious atau apalah itu. Dan apa yang terjadi dengannya? Mengapa dia tinggal bersamanya?

“Haish! Mengapa lama sekali!!” maki Janny pada lift yang sedang dinaikkinya ini. Tapi tidak lama Janny menepuk jidatnya sendiri. Dia belum menekan nomor lantai. “Sepertinya aku benar-benar sudah gila setelah bertemu dengannya..”

Setelah sampai di lantai yang dia tuju, dia berjalan ke arah pintu utama gedung apartemen mewah ini. Jantungnya kembali tersentak ketika melihat sosok Luhan tengah berdiri di dekat resepsionis sambil membawa mantel putih bersihnya.

Langkah Janny melambat sambil menghampiri Luhan dengan ekspresi kesal. “Apa maumu?!” tanya Janny sedikit berbisik.

“Kau melupakan mantel. Sore nanti cuaca akan sangat dingin. Have a great time, Jane,” ucap Luhan sambil memberikan mantel itu pada Janny dan berlari kecil menuju lift.

Janny menatap punggung namja itu sampai tenggelam ke dalam lift. Dia bersyukur Luhan masih menggunakan lift. Tidak hilang dengan sendirinya. Bagaimana jika ada orang yang melihatnya? Haft.

 

*

 

Luhan duduk di atas sofa sambil menyesap coklat hangatnya. Ya, kali ini wujudnya telah menjadi manusia. Dan ternyata Luhan merasakan sedikit berbeda. Ya, dia lapar, haus dan segalanya yang manusia rasakan.

Tapi Luhan bisa kembali menjadi malaikat kapanpun ketika dia menginginkannya. Resiko. Ya, semua pasti ada resiko. Mungkin bisa saja prajurit kerajaan dapat menemukannya karena mendapat energi positif yang kuat dari seorang putra mahkota kerajaan. Jadi sebisa mungkin Luhan menyamar dengan baik.

Bibir tipisnya tersenyum ketika sosok Lotchar Lay, sahabatnya yang bertugas sebagai pemimpin malaikat pelindung manusia, datang dalam wujud malaikat. Sayap putih besarnya perlahan hilang, disembunyikan di balik punggung.

Luhan menyimpan cangkirnya lalu berdiri. “Sudah lama tidak berjumpa, Lay..” ucap Luhan dengan sedikit membungkuk. Berbeda dengan Lay. Bungkukkan yang sangat menghormati.

“Ya, kau benar. Dan aku yakin kau tahu aku sangat terkejut ketika menerima pesan darimu.”

Luhan terkekeh dan mempersilakan Lay untuk duduk. “Mengapa harus terkejut?” tanya Luhan yang kembali menyesap kopinya.

“Jangan pura-pura tidak tahu, Eldish..” Lay ikut tersenyum. Lesung pipitnya benar-benar membuatnya tampan.

“Aku meninggalkan kerajaan karena memang aku mempunyai satu kepentingan?” ucap Luhan dengan nada bertanya di akhir. Dirinya juga tidak tahu bagaimana menjelaskannya.

“Tapi apa kau tahu? Raja Mirion benar-benar mengkhawatirkanmu.”

“Aku yakin Suho hyung menggantikan tugasku sementara, bukan?” tanya Luhan sambil kembali terkekeh geli membayangkan saudaranya itu kewalahan.

Lay tertawa sambil mengangguk. “Ah, ya, apa kau tahu? Elathan, putra mahkota dari Raja Belpeghor juga menghilang.”

“Molla,” jawab Luhan terlewat singkat dan cepat.

“Baiklah, ada apa kau memanggilku?”

Luhan menyimpan coklatnya dan menyilangkan tangannya di depan dada. “Aku ingin kau memberikan perintah kepada malaikat pelindung Janny Kim untuk meninggalkannya.”

Lay mengerutkan keningnya cukup dalam. “Lalu siapa yang menjadi malaikat pelindung Janny? Bukankah itu tidak baik untuk keseimbangan hidupnya?”

“Aku. Aku yang akan menggantikannya. Okay?” jawab Luhan dengan yakin.

Lay tertawa tidak percaya. “Prince Eldishan, God of Prosperous, Putra Mahkota dari King Mirion! Lalu Guardian Angel. Itu adalah tahta terendah dari kerajaan malaikat kau tahu. Bukannya aku membantah perintah darimu, tapi aku tidak bisa…”

“Ayolah, Lay. Kumohon. Aku tidak tahu pada siapa aku meminta ini kecuali padamu, Lay..” pinta Luhan dengan tatapan memohonnya pada Lay.

“Tapi kau tidak keberatan bukan jika aku ingin tahu alasan mengapa kau ingin menjadi malaikat pelindung untuk Janny Kim?”

Luhan menarik napas dalam dan mengeluarkannya. Hey, bernapas itu sangat menarik, pikirnya.

“Lay, aku percayakan semuanya padamu. Kumohon jaga rahasia ini jangan sampai rakyat kerajaan apalagi Dad mengetahuinya.”

Lay kembali mengangguk.

“Aku melihat riwayat Janny Kim ketika aku sedang belajar memeriksa dokumen dan mengatur mereka. Sepertinya riwayatnya benar-benar tragis..” ujar Luhan dengan suaranya yang lembut.

Lay mengangguk pelan. “Maafkan aku, sepertinya letak kesalahanku memang sudah salah dari awal karena memberikan guardian angel yang salah untuknya.”

“Sudahlah, Lay. Kali ini biarkan aku yang membantunya, ara?”

“Bagaimana jika aku menggantinya?”

“Haha, kau tahu mengganti guardian angel tidak semudah seperti kau mengelilingi dunia dengan sayapmu.”

“Aku tahu. Tapi, Eldishan..”

“Lay, jangan kembali membantah, serahkan semuanya padaku. Dan aku harap kau bisa menjaga rahasia tentang keberadaanku di sini.”

“Baiklah. Sekali lagi, maafkan aku..”

Luhan tertawa kemenangan dalam hatinya. Ya, semua yang direncanakan berhasil kali ini. Untung saja sebelum turun ke bumi dirinya membaca seluruh riwayat Janny dengan menyeluruh. Bermanfaat, bukan?

 

*

 

Hawa pekat menyelimuti rumah besar dan mewah itu. Suasana gothic sangat mendukung.

Namja bermata abu itu kembali menegak anggurnya. Sudah dua botol dia habiskan siang ini. Memang semua ini yang sangat disukainya.

Tiba-tiba sesosok memakai jubah hitam datang dan menghadap Kris, namja yang dikenal sebagai prince of campus itu.

Kris bangkit dari duduknya dan menyuruh sosok yang baru saja datang itu untuk berlutut menghadapnya.

“Dari mana saja kau?! Dimana Ayperos Tao?!” tanya Kris dengan bentakkan angkuh. Sosoknya yang tengah menjadi sosok devil benar-benar menakutkan sekaligus berkharisma dengan bola mata merahnya.

“Dia sedang dalam perjalanan, Pangeran, maaf atas keterlambatan hamba. Prajurit kerajaan mencurigai hamba.”

“HAISH!! Aku tidak peduli!! Pergi kau!!”

Tidak lama sosok itu menghilang setelah bersujud sekilas pada Kris. Namja itu mendengus kasar sampai terlihat kepulan asap keluar dari kedua tangannya.

“Hey, sampai kapan kebiasaan burukmu itu hilang, Elathan?”

Kris membalikkan tubuhnya dan menemukan sosok Tao yang masih membentangkan sayap hitam pekatnya.

“Sembunyikan sayapmu dan duduk di sampingku,” ucap Kris pada adiknya itu sambil membawa satu botol anggur dan dua buah gelas di tangannya.

Tao hanya menyeringai dan mengikuti Kris setelah menyembunyikan sayapnya.

Mereka duduk bersebelahan dan Kris memberikan segelas anggur pada Tao. Matanya menjelajahi seluruh tubuh Tao dari atas sampai bawah.

Rambut hitam, bola mata berwarna merah darah, lingkaran hitam di sekitar matanya, hidung dan mulut tipis menjadi daya tarik devil ini. Ya, ini benar dia. Kris takut ada seorang prajurit menyamar.

“Jadi kau tinggal di sini? Seorang diri?” tanya Tao masih dengan seringaiannya yang tidak lepas.

Kris mengangkat kedua alisnya cepat menandakan ‘ya’. “Bagaimana keadaan Dad?”

“Dia khawatir bukan main. Kau tahu kau anak pertama dan tahtanya pasti turun padamu, Kris.”

“Aku tahu. Aku tidak akan lama. Percayalah..”

“Jadi dimana yeoja yang menjadi targetmu itu?”

Kris melambaikan tangannya sekali dan terlihatlah wajah cantik Janny sedang menjalani pemotretan bersama Aboki.

Tao menatap wajah Janny dengan seksama sambil menggigit bibir bawahnya gemas. “Dia benar-benar cantik dan menarik. Aku ingin menikmatinya sesekali,” ujar Tao sambil tertawa kecil. Kris ikut tertawa.

“Silakan saja sebelum aku benar-benar mendapatkannya.”

“Perfect..”

“Tao, aku menginginkan lima prajurit yang dapat dipercaya untuk menjadi pelayanku di sini. Kutunggu sampai nanti malam.”

“Mudah..” jawab Tao sambil kembali menyeringai. Kedua tangannya dilipat di depan dada. “Hidupmu yang baru sepertinya sangat menarik sekali, Kris.”

“Tentu saja..”

 

*

 

“WHAT?!!!” pekik Janny sampai membuat semua orang di dalam sana menutup telinga dengan otomatis.

“Kenapa? Kau tidak setuju?”

Jantung Janny berdebar sangat keras. Dia tidak salah dengar, bukan? Janny menggeleng. Ini pasti mimpi!

“Taejun hyung, Janny adalah penggemar berat Kai. Sepertinya kau salah memilih artis,” ucap Xiumin sambil terkekeh.

“Haish, mengapa kau tidak memberitahuku lebih dulu, Xiu-ya!” tanya Taejun, sesepuh sekaligus pemilik toko baju Aboki itu.

“Kau yang tidak memberitahuku lebih dulu kalau kita akan mengadakan pemotretan poster bersama artis,” jawab Xiumin sambil membenarkan letak lensa kameranya.

Janny mengerucutkan bibirnya kesal. “Aku tidak menakutkan seperti yang kaupikirkan, Taejun oppa!”

Taejun tertawa dan merangkul Janny, model yang sangat disayanginya. “Aku tahu kau lebih mengagumiku, Janny-ya,” ujar Taejun sambil mengedipkan sebelah matanya pada Janny. Dan PLAK! Sedetik kemudian Taejun mendapat pukulan cukup keras di lengannya. “Haaaaish, apasooooo~”

“Rasakan. Xiu oppa, kajja. Byeom!” Semua yang berada di ruangan itu balas melambaikan tangan pada Janny dengan tawa kecil. Ya, Janny sangat lucu di mata mereka.

Sementara Xiumin mengikuti Janny di belakang. Ya, seperti biasa. Pulang pemotretan Xiumin pasti singgah ke apartemen Janny untuk memilih foto yang sesuai untuk dijadikan poster atau dipublish di majalah.

Langkah Janny terhenti tidak jauh dari mobilnya. Tiba-tiba dia teringat sesuatu. Ya, keberadaan makhluk itu. Luhan! Bagaimana jika Xiumin mendapati Luhan tengah berada di dalam apartemennya sedang minum susu atau menonton tv atau.. atau.. kyaaa! X(

“Kenapa, Janny? Ada yang tertinggal?” tanya Xiumin sambil mengangkat sebelah alisnya.

Janny membuka mulutnya siap berbicara namun dia kembali menutup mulutnya dengan senyuman. “Nothing..”

Yeoja itu berpikir panjang. Luhan adalah seorang ‘malaikat’, meskipun dia tidak percaya, dan bisa saja Xiumin tidak terlalu suci maka Xiumin tidak akan menyadari keberadaan Luhan. Tadaam! Janny mencoba pikirannya menjadi positif. Tidak akan terjadi apa-apa. Ya, semoga saja.

Akhirnya Janny melajukan mobilnya sementara Xiu menggunakan motornya. Tidak lama mereka sudah berada di dalam lift. Jantung Janny berdetak terburu. Semakin dekat, detakannya semakin kencang.

Kini tangannya memasukkan password pintu apartemennya dengan tergesa lalu membukanya dengan perlahan. Xiumin yang berada di belakangnya hanya menurunkan tas kamera dari pundaknya.

Janny menyapu pandangannya ke seluruh isi dan sudut ruangan. Sepertinya Luhan tidak berada di sini. Meskipun ada, Janny berharap Luhan tahu diri. Tidak seharusnya dia menampakkan wujud asli ketika orang asing selain dirinya masuk.

“Sepertinya ada yang berbeda..” ujar Xiumin sambil duduk di atas sofa dan membuka laptopnya.

Janny tersentak dan sempat kehilangan napasnya. “Maksudmu?” tanyanya sambil mengambil dua buah kaleng cola dari dalam kulkas.

“Aku tidak tahu pasti,” jawab Xiumin sambil tersenyum sepintas pada Janny lalu kembali dengan gambar-gambar yang berada di layar laptopnya.

“Take this one..” Janny mengulurkan satu kaleng cola pada Xiumin dan meneguk colanya sendiri.

“Thanks..” Xiumin membuka tutup kaleng dan meminumnya beberapa teguk. “Haah, segar. So, Janny. Untuk sesi tadi kita akan mengambil sepuluh foto yang terbaik. Dua dijadikan poster yang akan disebar ke seluruh toko dan sisanya akan dijadikan poster medium juga dipublish dalam majalah. Dan sepertinya aku sudah mendapatkan gambar terbaik. Tapi sebelum itu aku…” Xiumin mengangkat dagunya dan menoleh ke arah Janny. Kini alisnya mengerut. “Apa kau mendengarku?”

Janny tidak menjawab. Bibirnya tetap tertutup begitupun dengan telinganya. Yang terbuka hanya mata. Kedua bola matanya tidak berhenti menelusuri setiap ruangan dan celah di dalam apartemennya. Seperti tengah mengawasi sesuatu. Tentu saja. Janny mencari keberadaan Luhan.

“Janny?”

Yeoja itu masih belum menyadari namja yang berada di sampingnya sudah mulai kesal. “Ya! Janny Kim!” seru Xiumin sambil menepuk lengan Janny pelan.

Janny terperanjat. Hampir saja cola yang digenggamnya terjatuh. “Ah, ne, Oppa?”

“Apa yang sedang kaupikirkan, hm? Mengapa kau tidak mendengarkanku?”

“Nothing,” jawab Janny datar lalu mendekat pada Xiumin. Kini matanya menatap layar laptop. “Aku percayakan semua padamu, Oppa.. Semua fotoku yang kau ambil selalu sempurna..” ujar Janny masih dengan ekspresi datar.

Xiumin menoleh ke arah Janny yang berada di samping kirinya. “Kau benar-benar menyebalkan, Janny Kim!” ucap Xiumin sambil mencubit ujung hidung Janny yang dibalas dengan pukulan cukup kuat di lengannya.

“Bukan kah kau pernah mengatakannya padaku? Aigoo~” rintih Janny sambil mengusap ujung hidungnya.

“Ne, araaa. Ekspresimu yang membuatku kesal,” jawab Xiumin dengan senyuman dan kembali berkonsentrasi ke arah laptop. “Baiklah, aku akan memilih yang ini saja dan yang ini lalu…” Xiumin menggerakkan jemarinya dengan lincah di atas keyboard laptop.

Bagaimana dengan Janny? Dirinya kembali menoleh ke belakang. Dia khawatir Luhan tiba-tiba muncul.

“Janny-ya..” ucap Xiumin.

Janny menoleh dengan cepat kali ini. “Hm?”

“Beberapa hari lagi kau akan menemui idolamu. Bukan hanya sekedar menemui. Mengadakan photoshoot yang sedikit terbuka dengannya. Itu akan menjadi moment hebat, bukan?”

“Tentu saja,” jawab Janny. Xiumin menatap Janny dari dekat. Janny mengerutkan keningnya. “Mwo?”

“Hahahahahaha!” Xiumin tertawa terbahak sambil memegang perutnya. Lihat! Bahkan Janny tidak mengeluarkan lelucon. “Kau benar-benar unik. Bukankah dia idola yang selalu kau bangga-banggakan di depanku? Ayolah, hargai Kai sedikit saja, Janny-ya. Tersenyum. Setiap fans apalagi fans beruntung sepertimu yang akan bertemu dengan idolanya pasti berteriak histeris, tersenyum lebar, bahagia. Tapi lihat dirimu, honey. Damn flat.. Hahahaha!”

“Haish, OPPA!!” teriak Janny. Kedua alisnya berkerut dalam.

“Hahahaha, wait, I wanna pee..” Xiumin bangkit lalu mengacak rambut Janny pelan dan berlalu menuju kamar mandi.

“Haish…”

BRUG!!

Janny terperanjat ketika mendengar sesuatu terjatuh dari arah kamarnya. Hanya satu yang terlintas di pikirannya. LUHAN!!

Dengan cepat Janny berlari ke arah kamarnya dan benar saja. Dia mendapati Luhan tengah mengusap bokongnya.

“Aaaa mooom, apaaa,” rengek makhluk itu.

“YA!!” pekik Janny dengan mata terbelalak. Apalagi melihat tempat tidurnya yang berantakan. Untung saja Janny masih bisa mengatasi kegilaannya. Ya, ada Xiumin di apartemennya dan Janny harus mengecilkan suaranya. “Beraninya kau tidur di tempat tidurku!” ucap Janny sambil memukul dada Luhan.

“Aku tidak tahu. Ketika aku menjadi manusia, aku sering merasakan mataku menjadi lelah dan aku menjadi tidak tersadar, Jane. Hoaamh, dan sepertinya aku masih ingin memejamkan mataku..” ucap Luhan dengan mata tertutup lalu kembali masuk ke dalam selimut Janny yang lembut, wangi dan nyaman itu.

“Aaaa, keluaaarr!” teriak Janny tertahan sambil memukul tangan Luhan. Tapi Luhan malah mengeluarkan lenguhan panjang dan berguling, menjauh dari Janny.

Tiba-tiba suara Xiumin terdengar mendekat memanggil namanya. “Ottokhae..”

….

“Janny? Mwo..?”

 

TBC ;]

17 thoughts on “ARCHDANGEL [ CHAP 2 ]

  1. wuaaaaaaaaaaah~ dasar Luhan curi2 kesempatan juga, kkk~ kok aku agak cemburu ya eon? hahah. waw pas aku mbayangin Kris ama Tao-nya, emang cucok bgt deh mereka jadi devil. ih yg di kamar mandi Kris? aaaaah ngga boleh! Tao juga tuh, mau ngapain Janny coba >//<
    next chapter jgn lama2 ya eon, banyakin adegan sweet Luhan ma Janny yaak, Jane jgn galak2, heheh XD

  2. kyaaaa… I’ve been waiting for this one!
    Luhan betapa polosnya engkau :*
    lucu eonnie :D luhan bikin gemas >3<

    next chap eonnie! :D

  3. Aa!! Lanjut thor!!! Semua FF yg diposting di sini bikin aku sangat penasaran… Cepetin thor next chapnya… FF yg lain juga ya thor cpt buat next chapnya… Sukses thor :)

  4. inilah!

    tadi siang baru aja mimpi ketemu xiumin buat photo shoot bareng, which is gak mungkin banget jadi kenyataan *ngaca liat bentuk badan* *komen gak nyambung. skip aja thor*

    KYAAAAAA, LUHAAAAN!!!!!!

    KYAAAAAA, KRIIIIIIIIIIISS!!!!!!!!!

    KYAAAAAA, SHIN HEEEEERAAAAA!!!!!!!!

    KYAAAAAA, SHIN HEEEEEEESAAA!!!!

  5. halooo aku reader baru :D
    aku udah baca yg pertama mian commentnya disini …
    ffnya seruuuuuuuu bgtttttt :P hehehehe
    luhan unyu unyu bgt ;D
    envy sama janny.. :(
    aku tunggu part selanjutnya ya :)

  6. ini kependekan ceritanya hihi
    luhan lucu banget disini ceria, gak mau diem. kayanya berbanding terbalik deh sama karakter luhan didunia nyata =D
    kris nya mana? munculnya cuman dikit padahal pengen liat seringaiannya yg sexy itu #plakk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s