ARCHDANGEL [ CHAP 1 ]

ARCHDANGEL

Author: Shin Heera

Cast:

  • Xi Luhan (EXO)
  • WuFan Kris (EXO)
  • Janny Kim (YOU)

Minor Cast:

  • EXO Member
  • Lee Mikki (Janny’s fake bestfriend)

Ket:

  • Xi Luhan as Eldishan at mushroom era
  • WuFan Kris at Ceci magazine era

Disclaim: Tuhan yang menciptakan mereka, dua belas bintang besar yang eksotis, EXO. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

Ps:

  • * > masih hari yg sama
  • ** > keesokannya
  • Don’t be silent reader
  • Don’t copy – paste my imaginations!!

……………………………………………………

CHAP 1

 

(Author POV)

 

Bibir manis itu tersenyum ketika kedua mata indahnya menatap pantulan dirinya sendiri di cermin. Yeoja itu sangat merindukan wajahnya yang selalu ceria. Tersenyum setiap saat.

Tapi dengan cepat air mukanya kembali datar, tanpa ekspresi. Yang terlihat hanyalah keangkuhan dirinya. Teringat kejadian-kejadian di masa lalu yang sangat dia benci seakan senyumannya itu membawa kematian orang-orang yang dia sayangi.

Itu salah satu alasan, dia, Janny Kim, memilih untuk tinggal di negara asal ibunya ini seorang diri. Dia tidak ingin kedua orangtuanya menjadi korban setelah kekasih dan adiknya telah tiada sekarang.

Ya, mungkin kejadian itu sama sekali bukan salahnya. Tapi takdir. Benar, bukan? Jika dilihat dari keadaan saat itu, alasan mengapa mereka pergi sangat berhubungan erat dengan Janny.

Dering telepon genggamnya benar-benar membuatnya terkejut. Dengan cepat dirinya meraih telepon genggam yang tergeletak di atas meja rias itu.

Satu pesan. Nomor tidak dikenal. Lagi. Hampir setiap hari Janny menerima ucapan selamat pagi, selamat malam atau semacamnya dari nomor telepon tidak dikenal yang berbeda.

Tindakan sudah diambilnya. Ya, mengganti nomor. Tapi percuma. Nomornya akan dengan cepat menyebar. Janny sendiri tidak mengerti.

Dibuangnya napas singkat melewati mulut lalu dirinya bangkit dan mulai melangkah cepat menuju pintu. Jam kuning cerah di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul delapan dan artinya dia sudah terlambat. Sangat.

Kini dia berada di dalam mobil mini cooper kuning miliknya setahun kebelakang ini. Sebagai hadiah karena dirinya berhasil tembus ke dalam jurusan modeling di Korean Art University.

Tidak hanya belajar untuk membawakan baju desainer terkenal dengan teknik yang harus dipelajari lebih dalam. Tetapi mereka juga belajar merancang baju yang cocok untuk mereka pakai. Tidak semudah yang mereka bayangkan. Termasuk Janny.

Tapi untuk memilih baju yang cocok dengannya itu tidak terlalu sulit karena Janny seorang ulzzang dan sudah bertahun-tahun berteman dengan kamera.

Kakinya menginjak pedal rem dengan perlahan. Lampu merah diperempatan ini memang memakan waktu lama juga sangat padat.

Mata kecoklatannya melirik ke satu tempat di pinggir jalan ketika mobilnya berjalan perlahan dan kembali berhenti tepat di depan rumah mewah ini setiap harinya.

Dengan cepat Janny memalingkan wajah ke arah mobil yang belum juga bergerak.

‘Aku kira kau tidak berdiri di sana hari ini, Stranger..” ucap Janny di dalam hatinya. Sudah ketujuh kalinya secara berturut-urut Janny melihat namja itu berdiri di samping mobil mewah sambil menatap matanya dengan tajam.

“Such a bitchy face..” ucap Janny di bibirnya kali ini sambil menginjak pedal gas ketika mobil di depannya sudah beranjak cukup jauh.

 

*

 

“Janny! Take this one. Love letter. Again.”

Yeoja itu hanya berdecak kecil lalu bangkit dari tempat duduknya di atas bangku taman depan kelas. “Apa kau tahu, Mikki-ya, aku tidak mengerti mengapa mereka tidak pernah berhenti memberiku barang bodoh seperti itu.”

“Aku tahu kau mengalami banyak trauma dalam masalah percintaan, Janny Kim,” ucap Mikki, teman dekatnya. Lebih tepat, teman yang memanfaatkannya agar terbawa populer. Dan memang benar kini Mikki mulai dikenal.

Janny tidak terlalu menyukainya tapi bagaimana pun dia harus kuat berada di samping Mikki yang selalu iri padanya. Hanya dia yang ingin berada dekat Janny di sini.

Janny mendengus sedikit kasar mendengar pendapat Mikki. “Aku masuk.”

“Tapi kau tidak bisa mengabaikan surat ini!” seru Mikki sambil mengikuti Janny dengan langkah terburu. Tangan kanannya tetap membawa amplop cantik berwarna merah elegan itu.

“Aku tidak membutuhkannya.” Janny tetap berjalan menuju kelas.

“Taemin sunbae! Dia yang menulis ini untukmu,” ucap Mikki yang sudah menyerah dengan langkah kaki Janny yang begitu cepat dengan kaki panjang jenjang.

Akhirnya Janny berbalik. Taemin..

“Ketua BEM itu?” tanya Janny. Mikki mengangguk semangat. “Sebaik apapun dia, sepintar apapun dia, aku tetap tidak tertarik, Lee Mikki!”

Akhirnya Janny memasukki kelas dan Mikki-pun mendengus kasar terang-terangan sampai Janny masih dapat mendengarnya.

“Janny Kim. Sampai kapan kau terus seperti ini? Aku yakin tidak akan ada namja yang menyukaimu lagi.”

Mikki berbalik dan berniat untuk pergi ke kantin, menghabiskan waktu istirahat yang masih berlangsung cukup lama.

Tapi dirinya tidak juga bergerak setelah menabrak seorang namja bertubuh tinggi dan berambut blonde. Kedua matanya terkunci pada pesona namja itu.

“Sorry..” ucap namja itu sambil tersenyum nakal dan mengedipkan sebelah matanya pada Mikki. Membenarkan letak tasnya lalu kembali berjalan.

Tidak sempat menjawab permintaan maaf namja itu, Mikki mendadak merasakan lemas pada kedua kakinya.

“God! Oh, God! What a freaaakkin’ hot guy ever I met. Oooohss!!” Mikki mengepalkan kedua tangannya erat lalu berlari memasuki kelas.

 

*

 

“Ya! Janny Kim!” teriak Mikki yang terlihat sudah tidak dapat menahan kesabarannya.

“Uh, yeah? What’s up?”

Mikki mendengus panjang sambil menutup kedua mata dengan telapak tangannya.

“Aku yakin kau tidak mendengar semua perkataanku!”

“Maksudmu?”

“Haaiiisshh.. What the hell happened with you?!”

“Maafkan aku, Mikki-ya. Sepertinya aku kurang tidur,” jawab Janny sambil tersenyum tidak penuh semangat ke arah Mikki. Terlihat jelas lingkaran hitam mengelilingi matanya dan Mikki menyadari itu.

“Seorang ulzzang tidak boleh memiliki mata panda kau tahu?” Mikki tersenyum sambil mencubit pipi Janny kecil. Janny mengerutkan keningnya dalam. Sejak kapan Mikki bertingkah seperti ini?

“Aku akan mengolesnya sepulang  kuliah. Ada apa kau berteriak seperti tadi? Kau mengganggu tidurku, kau tahu?”

“KYAAAAAAA!!!!!” teriak Mikki histeris sambil menutup mulutnya, menghindari amukan masa.

Janny sama sekali tidak terlihat antusias. Hanya menatap Mikki aneh. “Weirdo~”

“Berhenti mengataiku seperti itu!” Mikki memanyunkan bibirnya lalu kembali tersenyum aneh. Bahkan sangat menakutkan untuk Janny. “Aku bertemu dengan prince of campus,” ucap Mikki sejurus.

Janny mengangkat sebelah alisnya.

“Mahasiswa tingkat dua photographer yang datang dari Kanada satu minggu yang lalu! Aaaaw,” jelas Mikki panjang lebar dan menatap Janny dengan mata bersinar.

“So? Who cares?” tanya Janny dingin.

“Haish!!!” Mikki bangkit dari tempat duduk Janny lalu kembali ke tempat asalnya. Di barisan belakang. Janny menggeleng lalu kembali menutup matanya.

Teringat kejadian akhir-akhir ini di apartemennya. Kejadian cukup  janggal? Bisa dibilang seperti itu. Membuat Janny tidak tenang. Tapi anehnya itu semua tidak membuatnya ketakutan atau membuat bulu kuduk merinding. Terkadang. Bahkan Janny merasakan kenyamanan? Dia sendiri tidak tahu pasti.

Tidak lama seorang dosen memasuki ruangan dan keadaan menjadi sepi senyap dalam sesaat. Hanya terdengar suara gesekan kertas dan alat tulis yang dikeluarkan dari dalam tas. Pembelajaran dimulai.

 

*

 

Setelah mata kuliah selesai, Janny mengambil tasnya dan bergegas keluar kelas. Ya, tanpa melihat bahkan melirik ke arah Mikki. Dia benar-benar tidak peduli.

Kakinya melangkah menuju jurusan photographer untuk menemui Xiumin, namja yang juga bekerja di Aboki sebagai photographer tentu saja.

Janny menunggu di depan kelas namja itu. Ternyata tidak lama kelas Xiumin berakhir. Janny sangat beruntung kali ini. Tidak seperti sebelumnya yang selalu menunggu hampir belasan menit hanya untuk meminta foto hasil pemotretan untuk koleksi pribadi.

“Hai!” sapa Xiumin sambil tersenyum dan semakin mendekat ke arah Janny.

“Oppaaa~” sambut Janny sambil tersenyum seadanya.

“Di mana Mikki?” tanya Xiumin sambil melihat ke sekitar. Mencari Mikki, uh?

“Mengapa kau bertanya padaku?”

“Bukankah kau sahabatnya?”

“Pardon?”

Seketika Xiumin tertawa. Ya, dia tahu Janny tidak terlalu menyukai Mikki. Tapi yang membuat dia senang adalah menggoda Janny.

“Stop laughing hard, dude~” ucap Janny sambil memanyunkan bibirnya kesal.

“Haha, okay, mianhae..”

Tiba-tiba mata Janny sedikit terbelalak melihat seorang namja keluar dari dalam kelas Xiumin. Baiklah, ini pertama kalinya Janny merasakan detakan jantung yang tidak normal ketika bertemu dengan seorang namja pertama kali. Masalahnya, kini sesak melanda. Ada apa dengannya?

Namja itu menatap mata Janny dalam lalu mengeluarkan smirk yang benar-benar mempesona. A a a a, sadar Jane! Sadar!

Akhirnya namja itu pergi berjalan ke arah parking area. Janny mengambil napas panjang dan mengeluarkannya perlahan melewati mulut.

“Janny! Hey!”

Janny tersentak dan menoleh ke arah Xiumin dengan mata membulat. “Mwo?”

Xiumin mendesah. “Aku tahu. Pasti namja itu. Ya, kharismanya memang sangat kuat dan memukau semua wanita. Dan aku tidak percaya kau termasuk di dalamnya, Janny! Ini keajaiban! Hahaha!”

Janny terbelalak. “Ya! Jangan samakan aku dengan wanita-wanita yang kau maksud itu, Oppa! Aku.. aku hanya terkejut ternyata dia berada di universitas yang sama denganku,” jelas Janny panjang lebar.

“Ow, jadi kau mengenalnya?”

“Tidak. Aku sering melihatnya ketika aku berangkat menuju kampus.”

Xiumin kembali tersenyum jahil ke arah Janny. “Waaw~ jadi kau diam-diam memperhatikannya.”

“Haish! Menyebalkan..”

“Okay, maafkan aku. Lagi.” Xiumin masih menghabiskan tawanya.

“Hm, jadi dia mahasiswa baru itu? Yang masih menggemparkan kampus?” tanya Janny yang masih penasaran dengan sosok namja super tampan itu.

“Ya. Sampai semua yeoja di kelasku mendadak bodoh. Mereka berlomba mendekatinya dengan modus bertanya ini itu tentang mata kuliah. Apapun! Apapun mereka lakukan.”

“Jadi siapa namanya?”

Xiumin terbelalak. “Aku tidak yakin kau tidak mengetahui namanya.”

“Jawab saja..”

“Kevin Kris. Tapi semua memanggilnya Kris,” jawab Xiumin sambil mengangguk beberapa kali.

Janny mendengus kasar. ‘Yea, The Bitchy Face, Kris’ ucapnya dalam hati.

“Oh, Janny. Ini.. maaf aku tidak bisa menjawab semua pertanyaanmu seputar Kris hari ini. Mungkin besok. Tugas menungguku.” Xiumin memberikan map plastik berisikan semua foto Janny sambil tersenyum jahil.

“Hey-ya! Aku sudah berhenti bertanya!”

Tidak lama Janny mulai melangkahkan kakinya menuju parking area. Matanya menyipit ketika menemukan mobil BMW terbaru namja itu masih berada di sana. Ah, ya, Kris. Tapi di mana namja itu? Dengan cepat Janny menggelengkan kepalanya dan masuk ke dalam mobilnya.

Di perjalanan pulang, Janny masih belum bisa menghilangkan bayangan Kris. Smirknya, tatapannya. Hey, Janny baru menyadari ternyata Kris mempunyai bola mata berwarna abu. Mungkin itu menjadi salah satu daya tariknya.

Janny kembali menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan semua pujian yang dia berikan untuk Kris. “Jadi namja itu bernama Kris. Namja aneh. Apa maksudnya dia memberiku senyuman itu? Dan apa? Semua wanita terpikat? Maaf saja. Tidak untukku. Aku tidak pernah tertarik padanya. Tidak akan pernah..”

 

*

 

Bibir tipis merah muda itu tersenyum dengan sendirinya ketika melihat sosok namja tampan dan segala kharismanya yang tengah berdansa dengan gerakan indah di layar televisi.

“Damn, God. Wae he is just too perfect!” bisiknya sambil menggigit bibir bawah kali ini. “Kai..”

Sudah lama sekali Janny mengagumi namja itu. Kemampuan berdansanya memang tidak dapat diragukan lagi. Apalagi dia bergabung dengan boyband di bawah naungan SME. Sempurna!

Kai berada di kampus yang sama dengan Janny. Tapi sampai saat ini Janny belum pernah sekali pun berbincang dengan Kai. Tidak ada keberanian dan dirinya takut hal-hal yang tidak diinginkannya terjadi. Bisa saja.

Yeoja itu bangkit dari sofa super empuknya. Prak! Remote TV jatuh dari atas pahanya. Tapi Janny mengacuhkan itu dan tetap melangkah menuju dapur untuk mengambil segelas susu segar dari kulkas. Sore ini cukup panas. AC sudah tidak terlalu berfungsi akhir-akhir ini.

Setelah menuangkan susu ke dalam gelas, Janny kembali berjalan ke arah sofa. Tiba-tiba dirinya terdiam. Melihat satu benda yang kini terletak di atas meja. Aneh. Atau hanya perasaannya saja?

Remote yang sebelumnya terjatuh kini sudah terletak rapi di atas meja. Bagaimana bisa? Janny sama sekali tidak menyentuhnya ketika terjatuh.

“Lagi-lagi seperti ini. Aku tidak peduli,” ujar Janny yang mencoba berpikir positif. Tidak ada makhluk halus di apartemen ini selama tiga tahun ke belakang.

Dirinya duduk mencari posisi yang nyaman. Jujur saja, dirinya tidak merasa tenang. Tiba-tiba angin lembut menerpa rambut panjang indahnya.

“What the hell is happen here!!” teriak Janny sambil bangkit dari sofanya dan memutar tubuhnya sendiri dengan ekspresi menantang. “Stop disturbing me!! Go awaaay!!!”

Napasnya terengah. Ya, Janny adalah yeoja pemberani. Tapi bagaimana pun Janny adalah seorang yeoja. Tidak percaya dengan hal mistis tapi kini dirinya mengalami sendiri.

“Please…”

 

*

 

Malam sudah datang. Kegiatan rutinnya adalah berendam dengan segala wangi aroma terapi yang menenangkan. Besok adalah hari sabtu dan kampusya meliburkan hari itu. Jadi malam ini dirinya bisa berendam sepuasnya.

Matanya menutup dengan perlahan. Tangannya bermain dengan busa secara tidak sadar. Janny melenguh beberapa detik. Merasakan kenyamanan yang benar-benar ia rindukan setiap harinya.

Tidak lama terdengar suara desahan yang sangat terdengar jelas di telinga Janny. Dengan cepat dia memasang posisi duduk sambil menutupi bagian dada dengan tangannya sendiri. Matanya liar menyapu seluruh sudut kamar mandi yang cukup luas ini. Jantungnya mulai berdebar keras.

“Mom..” keluh Janny. Matanya sudah mulai berair. Dia tidak ingin mengalami sesuatu yang tidak terlihat seumur hidupnya. Karena ini benar-benar tidak masuk akal dan tidak lucu!

Dengan cepat Janny membilas tubuhnya dan memakai baju handuk. Sebenarnya dia tidak merasakan hal-hal yang membuat bulu kuduknya berdiri. Sama sekali tidak. Suasana tetap tenang. Dirinya juga heran.

Dengan perlahan Janny melepas baju handuknya sambil memakai underware. Matanya tetap mengawasi sekitar. Tidak mungkin ada seseorang yang masuk ke dalam apartemennya. Tidak ada seorang pun yang tahu selain dirinya sendiri. Bahkan kedua orangtuanya.

“Ehm..”

Jantungnya semakin berdebar ketika telinganya kembali mendengar suara aneh. Dengan cepat dirinya memakai piama dan berlari cepat menuju tempat tidur lalu bersembunyi di dalam selimut.

“Siapapun, kumohon, jangan menggangguku!” teriak Janny dengan suara hampir terdengar seperti bunyi decitan.

Ya, dia tahu ada sesuatu yang aneh. Tapi entah mengapa dirinya merasa terlindungi? Atau lebih tepatnya ada yang menemani? Bukan, bukan makhluk halus yang mengganggu. Tapi seperti… apa? Dia sendiri tidak mengetahuinya. Yang jelas dia tidak merasa ketakutan. Hanya terkejut. Ya..

 

**

 

Akhirnya malam ini Janny dapat tidur dengan cukup nyenyak. Pagi sudah datang dan dirinya masih berada di dalam selimut yang sangat nyaman itu.Matanya terbuka kecil. Menyapu seluruh sisi kamarnya.

“Aku tahu kau sedang menatapku. Asal kau tahu saja. Aku tidak takut padamu,” ucap Janny lalu keluar dari dalam selimut dan berjalan menuju kamar mandi. Hari ini libur dan saatnya Janny hunting bersama Abokis. Brand new dan Janny adalah model yeoja utama di sana.

Tidak ada ‘sesuatu’ yang mengganggu kali ini di dalam kamar mandi. Tidak seperti kemarin. Terdengar desahan. Haish, tidak lucu.

Setelah itu Janny menggunakan underware baru dan memakai baju handuknya lalu kembali menuju kamar. Dibukanya lemari besar yang penuh dengan baju modis. Bibir dan alisnya mengerut. Berpikir. Warna apa yang harus dia pakai?

Baiklah. Mini skirt biru tua dan kemeja putih longgar. Terlihat simple namun Janny akan telihat sangat cantik apalagi dengan widges putih.

Setelah memakai roknya, Janny meraih kemeja putih. Tapi tiba-tiba terdengar satu suara yang kini sangat sangat sangat jelas bahkan terekam seluruhnya di otak Janny.

‘Whoaaw beautiful..’

Janny menggigit bibir bawahnya dan menghitung mundur untuk berbalik ke arah belakang. Tentu saja dia berdoa agar tidak ada apapun di sana.

3..2..1.. berbalik!!!

Janny terdiam. Baju yang digenggamnya jatuh ke atas lantai secara tidak sadar. Kini matanya terbelalak melihat sosok itu.

“Hai, Jane..” Makhluk itu tersenyum.

Hening.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!”

 

TBC ;]

 

……………………………………………………

 

What do you think, guys??

Leave comment juseyooo

Kkk~

 

…………………………………………………..

47 thoughts on “ARCHDANGEL [ CHAP 1 ]

  1. author ff nya daebak!! mianhae baru comment sekarang padahal udah lama baca wp ini. jeongmal mianhae. sering-sering comment deh sekarang. lanjutin ya thor. fighting! ;)

  2. Annyeong~^^
    *baru baca* XD

    kyaaaaa itu pasti Kris,
    woah memang pervert wkwkwk :D
    datangnya cuma disaat moment kaya gitu :-P kkkk~
    thor, rada2 NC gitu makin sip loh ‘-‘)b
    #plak #yadongkumat
    LANJUUUT♥

  3. aaaaaaaaaaahh~ aku harap itu Luhan yaaaaah, kkkk XD
    walopun kalo yg berbau pervert2 cocokan Kris, tapi ngga tau knpa yg muncul tiba2 itu cocokan Luhan deh kayanya, ntar mukanya innocent gitu, duuuuuuh~ lucunyaaaaa XD
    ayo eon lanjutkan! kereeeeen kok seperti biasanya :D

  4. kriiiss ! Bayangin krisnyaa bikin mata melek bgt unniee huahahaha
    he’s so damn hot ! Pesonanya tak terelakkan(?) *apaseh
    lanjut un lanjut kkkk

  5. Ini keren bgt~ XD
    itu si kris yg dri smalem iktn mandi?? *lho*
    Oh my~ kris emng ga nahan gantengnya.. ♥͡▽♥͡
    Ayoo lanjutkan ceritanya~ ƪ(°͡▿▿▿▿▿▿°”)͡ƪ ga sabar~
    Slm kenal heera :D

  6. Kyaaaa akhirnya nongol juga part1nya.. Siapa tu kira2??? Luhan aja deh thor.. Kasian luhan gak prnah dijadiin agak ‘pervert’ ‘-‘)/ kan itung2 luhan kan polos ‘-‘)b

    hehe, lanjutin thor! Gak sabarrr!

  7. Wkwk sedikit aneh kata-kata “memakai” jadi “memaChen” kkk~ penasaran sama makhluknya (?) lanjut ke chap 2, ceritanya keren seperti biasa !! :D

  8. bagus banget ceritanya..
    ini ff fantasi pertama kamu ya? tapi menurutku ini gak kaya ff fantasi seorang pemula deh.
    karakter-karakter nya aku suka,apalagi karakter kris. udah bisa bayangin segimana sexy nya dia dengan karakter seperti itu haha
    ini ff udah lama banget, tapi baru tau karna baru berkunjung ke wp ini pun sekarang..
    caiiyooo!!! aku suka ff mu^^~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s