PULCHRITUDE [ CHAP 12 – END ]

PULCHRITUDE

Author: Shin Heera

Cast:

  • Kim Jongin (EXO)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Park Chanyeol (EXO)
  • Park Chonsa (YOU)

Minor Cast:

  • EXO Member

Ket:

  • Kai at History era
  • Oh Sehun at 22nd teaser
  • Park Chanyeol at History era
  • Byun Baekhyun at History era
  • Do Kyungsoo at History era
  • Suho at High Cut era

Disclaim: Tuhan yang menciptakan mereka, dua belas bintang besar yang eksotis, EXO. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

Ps:

  • * > masih hari yg sama
  • ** > keesokannya
  • Don’t be silent reader
  • Don’t copy – paste my imaginations!!

……………………………………………………

Last Chapter

Katakan ini semua tidak benar. Chonsa masih tidak mempercayai apa yang dikatakan Baekhyun padanya. Lihat, yeoja itu belum menangis.

“Jangan berbohong padaku, Sunbae. Aku serius..”

“Apa aku terlihat tengah bercanda, Park Chonsa?”

Dadanya bergemuruh. Seluruh tubuhnya bergetar seketika. Dan kali ini air matanya benar-benar keluar tidak tertahan.. lagi..

………………………………………………..

Sebelom baca, gue saranin sambil denger lagu Infinite-Only Tears!! Sumpah lah nyesekkk X( ga punya lagunya? Donloot! Hahaha. Pake lagu sedih aja ya huhu :’(

………………………………………………

CHAPTER 12 – END

“Park Chonsa..” ucap Baekhyun dengan nada yang terdengar sangat mengkhawatirkan yeoja itu. Tentu saja. Dengan ragu Baekhyun mendekati Chonsa.

“Ini.. ambillah..”

Chonsa berlari setelah memberikan kotak berisi muffin coklat kesukaan Chanyeol itu pada Baekhyun.

Kakinya berlari cukup cepat. Padahal ia tidak merasakan kedua kakinya benar-benar menyentuh tanah. Semua tidak terasa. Kedua tangannya mengepal erat. Air matanya tidak berhenti keluar. Di dalam otaknya hanya Chanyeol dan Chanyeol. Dia tidak menyangka bahwa malam tadi adalah pertemuan terakhir.

**

Dua bulan telah berlalu. Keadaan Chonsa sangatlah buruk. Inspirasi saja tidak berani menghampirinya. Ini semua karena Park Chanyeol. Setiap malam yang dia tangisi hanyalah namja itu.

Hampir semua teman dekatnya dia jauhi. Sehun, Jiyoung dan termasuk Chen. Begitupun Kai. Apalagi namja itu. Chonsa membutuhkan waktu untuk sendiri. Bagaimana caranya melupakan sosok Park Chanyeol dari benaknya. Ternyata sulit.

Matanya menatap kosong ke arah luar jendela kelasnya. Padahal waktu istirahat sudah lama berjalan tapi dia tetap tidak bergerak dari tempatnya.

Dengan tidak sadar air matanya jatuh. Tanpa terisak. Jatuh dengan sendirinya. Selalu seperti itu.

“Park Chonsa,” panggil Sehun dari arah belakang. Chonsa tetap tidak memutar kepalanya. “Tolong dengarkan aku, Park Chonsa. Kali ini saja..”

“Kau tidak juga menyerah?” tanya Chonsa dengan suara lirih. Tetap membelakangi Sehun seperti itu.

Sehun mulai kehilangan kesabarannya yang cukup lama dia simpan karena tingkah Chonsa yang cenderung egois pada dirinya sendiri akhir-akhir ini. Kakinya berjalan cepat ke arah Chonsa, menarik lengan yeoja itu sampai berhadapan dengannya.

Kedua alisnya mengerut ketika mendapati yeoja itu tengah menangis. “Chonsa..”

“Lepaskan aku!” Chonsa melepaskan eratan jemari Sehun di tangannya. Tapi dengan cepat Sehun memeluknya erat. Chonsa kembali mencoba melepas pelukan Sehun.

“Jangan lagi kau mencoba untuk melepaskannya, Park Chonsa. Aku sahabatmu. Kau memilikiku untuk berbagi..”

Chonsa menangis tersedu di pelukan Sehun. Percuma. Tenaganya habis. Bahkan dia tidak mempunyai waktu untuk mengisinya.

“Aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja. Mengapa kau terus menghindariku, hm? Kau tahu aku akan selalu ada untukmu jika kau sedang membutuhkan teman berbagi..”

Kini tubuh Chonsa sudah tidak setegang sebelumnya di dalam pelukan Sehun. Kata-kata yang dia dengar dari bibir Sehun benar-benar membuatnya sedikit tenang.

“Kau salah besar jika aku tidak tahu apapun yang terjadi padamu.” Sehun mengelus rambut panjang Chonsa dengan lembut. “Chanyeol hyung pergi. Dengan tanpa memberitahumu. Ya, secara keseluruhan apa yang dilakukannya memang salah. Tapi coba kaupikir lagi, Park Chonsa. Jika Chanyeol hyung memberitahumu, aku yakin dia tidak akan merasa tenang. Begitu pun denganmu. Bukankah begitu?”

“Tapi mengapa dia harus pergi?” tanya Chonsa sambil terisak kali ini. Matanya sudah membengkak dan hidung memerah. Menyedihkan.

“Orangtuanya ingin Chanyeol hyung kembali pada mereka,” jawab Sehun.

“California?”

“Hm..”

“Jauh sekali..”

“Sudahlah.. aku akan selalu bersamamu..”

“Tidak, Oh Sehun..”

Namja itu terdiam. Ya, dia menyadari kali ini sudah ada seorang yeoja yang mengisi hatinya. Shin Heera.

“Ya, tapi aku akan selalu ada jika kau membutuhkanku, Park Chonsa.”

Chonsa melepas pelukan Sehun dan menatap mata namja itu. “Kau baik sekali, Sehun-ah.. Tapi kau tidak perlu seperti itu. Tetaplah bersama Shin Heera. Aku akan baik-baik saja..”

Tidak sempat menjawab perkataan Chonsa ketika bel berbunyi cukup nyaring. Sehun membuang napasnya perlahan lalu mengangkat kedua tangannya untuk menghapus air mata Chonsa.

“Tersenyumlah. Aku tidak ingin melihatmu bersedih ketika bertemu denganku.”

Chonsa tersenyum tipis.

“Bye..”

Tapi senyumnya kembali hilang ketika Sehun sudah benar-benar meninggalkan ruangan kelasnya.

*

(Kai POV)

Aku tidak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkanmu kembali, Park Chonsa. Semua sudah terlihat jelas bahwa hanya akulah yang selalu ada untukmu. Tapi  mengapa kau hanya melihat kepada satu sosok saja? Chanyeol hyung yang kini sudah pergi meninggalkanmu. Apa itu yang disebut mencintai?

Kuangkat kembali tangan kananku dan kulihat jarum  jam menunjuk ke angka dua lebih sepuluh. Mengapa belum keluar? Ini sudah waktunya pulang.

Kupanjangkan leherku untuk melihatnya yang masih berada di dalam kelas. Tidak lama temannya keluar. Aku tidak tahu siapa namanya.

“Ya, kau..” panggilku. Anak itu tersenyum aneh padaku. Ada yang salah?

“Aku?”

“Ya. Siapa namamu?”

“Ch..CHEN! Ya, Chen.”

“Chen, kau teman sekelas Chonsa lama ini, bukan? Apa kau berbincang dengannya setelah dia ditinggal Chanyeol hyung pergi?”

“Tidak. Tetap seperti itu. Semua murid SIAS juga mengkhawatirkannya. Chonsa yang ceria sudah tidak terlihat sekarang.”

Aku membuang napasku cepat melewati mulut. “Baiklah, terimakasih.. Senang mengenalmu, Chen..” ucapku lalu berjalan ke arah kelas Chonsa.

Kutarik napas panjang setelah menemukan sosoknya sedang duduk di atas bangku. Lihat, dia sangat aneh. Bukan Chonsa yang selalu semangat, yang kukenal saat itu.

“Chonsa..” panggilku. Dia tidak menoleh. Ayolah, sampai kapan kau bersikap seperti ini padaku? Sebelum Chanyeol hyung pergi kau masih biasa saja padaku bahkan kita mulai dekat. Tapi sekarang..

“Park Chonsa..” Dia masih terdiam dan menatap kosong tertuju pada kedua tangannya yang terkepal lemah di atas meja. “Park Chonsa!” ucapku dengan nada semakin tinggi. “Aish!” Dengan terpaksa aku menarik lengannya agar berdiri dan menghadap tepat ke arahku.

“Kai!” jeritnya. Baiklah, aku lepaskan jeratan tanganku di lengannya. “Sampai kapan kau berbuat keras seperti ini, hah? Hargai aku sedikit saja!” teriak Chonsa. Ini lebih baik dibanding ketika dia terdiam tidak merespon.

“Bagaimana bisa aku menghargaimu jika kau saja tidak menghargaiku?”

Dia terdiam.

“Tinggalkan aku, Kai, kumohon..” ucapnya sambil menatap mataku kali ini. Ya, aku tahu dia sangat sedih.

“Tidak.”

“Aku tidak ingin  kau berada dekat denganku! Jangan lagi kau datang padaku, Kai. Biarkan aku sendiri..”

“Shireo..” ucapku dengan nada datar.

“Pikirkan keadaanku, Kai! Kau tidak pernah mengerti bagaimana perasaanku! Aku ingin sendiri! Pergi!” teriaknya sambil mendorongku cukup keras.

“Tidak. Aku tidak akan meninggalkanmu apalagi dalam keadaan seperti ini. Kau membutuhkanku..”

“Aku membencimu! Pergi kau!!”

Sekali lagi dia mendorongku. Siapa dia? Aku tidak mengenalnya. Mendorongku dengan wajah kebencian seperti itu. Mengapa Chonsa bisa berubah drastis seperti ini hanya karena Chanyeol hyung?

Aku terdiam. Hanya terdengar suara isakannya. Matanya menatapku sama seperti sebelumnya.

“Sekarang kau tahu bagaimana rasanya ditinggal oleh orang yang paling kau cintai, bukan?”

Isakannya berhenti sesaat.

“Yang kaurasakan sekarang, sama seperti yang kurasakan beberapa tahun yang lalu, ketika kau pergi meninggalkanku. Pikirkan itu..”

Aku berbalik dan meninggalkannya seorang diri. Aku ingin dia berpikir lebih jauh. Tidak hanya pada satu sisi saja. Lihat sisi lain, ke arahku.

*

(Park Chonsa POV)

Kai. Kini tidak hanya Chanyeol oppa yang memenuhi otakku. Perkataan Kai tadi siang. Ya, aku merasakannya. Bagaimana kehilangan orang yang paling aku cintai. Benar-benar sakit.

Kai, apa sesakit ini ketika aku meninggalkanmu, hm? Maafkan aku..

Hah, aku kembali menyusut air mataku yang tidak ingin berhenti keluar dan membasahi pipi dengan bebas.

Aku merasa bersalah pada Kai. Apa yang harus aku lakukan? Aku harus meminta maaf padanya. Tentu saja. Dan ini juga yang harus Chanyeol oppa lakukan padaku.

Kulirik jam dinding. Pukul tujuh malam. Apa dia pergi berlatih? Aku tidak peduli. Aku harus pergi.

*

Aku berjalan menelusuri koridor setelah menutup pintu belakang gedung sekolah. Semua lampu sudah kunyalakan. Aku takut gelap. Aku takut berada seorang diri di satu ruangan bahkan ruangan besar seperti saat ini. Pikiran buruk menguasai benakku. Bagaimana jika seseorang mengikutiku dan mengunci pintu dari luar?

Tidak, tidak ada yang mengikutimu, Park Chonsa. Fokuskan pikiranmu menuju studio satu dan semua akan baik-baik saja. Ya..

Ternyata dia belum datang. Aku melangkah masuk ke dalam studio yang cukup besar ini, duduk di pinggiran studio, meluruskan kedua kakiku.

Tiba-tiba jantungku berdebar sangat cepat. Ada apa ini? Apa aku pesimis Kai akan memaafkanku? Aku benar-benar jahat. Aku saja tidak menyangka bisa mengeluarkan kata-kata itu tadi siang. Aku yakin Kai akan membenciku. Aku memang pantas dibenci olehnya.

Lima belas menit kemudian. Dia belum juga datang. Apa dia benar-benar tidak akan datang? Kai, aku menunggumu.

Setengah jam kemudian. Aku mendengar suara langkah yang semakin mendekat. Dengan cepat aku bangkit. Jantungku kembali berdetak cepat. Dan aku merasakan lidahku tiba-tiba kelu.

Apalagi setelah sosoknya terlihat tengah menatapku seperti itu. Dia tidak terkejut menemukanku di sini.

Tidak lama dia melangkah mendekatiku, menyimpan tasnya sembarang dan tetap berjalan semakin mendekat.

Aku tidak berani menatapnya. Kutundukkan kepalaku. Jaraknya sangat dekat dan ini semakin membuatku gugup. Apa yang harus aku lakukan? Mulutku sulit terbuka. Semua membeku begitu saja.

Napasnya terdengar jelas. Dan aroma mint mulai tercium. Aku menyukainya. Dari dulu sampai sekarang. Kai selalu memakan permen mint agar pernapasannya panjang ketika menari.

Kini kuberanikan diri untuk melihatnya, menatap matanya dari dekat. Hah, sepertinya dia sangat marah padaku. Harus bagaimana ini?

“Kai..” Akhirnya aku dapat berbicara meskipun terasa sulit. “Aku.. Hah..” Aku menunduk beberapa saat, mengambil napas lalu menatap matanya dengan mantap. “Maafkan aku..”

Dia tetap terdiam sambil menatapku datar. Sebenarnya apa yang berada di pikirannya? Apa dia tidak mendengarku?

“Kai, maafkan aku.” Kucoba menaikkan volume suaraku. Tapi dia tetap seperti itu. “Ayolah, Kai. Bicaralah, katakan kau memaafkanku!” teriakku.

Tidak ada respon. Aku kembali menangis.

“Aku menyadari aku salah karena telah meninggalkanmu saat itu. Ya, kau benar. Aku merasakannya. Sangat sakit. Begitu, bukan?” Aku menyeka air mataku dan tetap menatapnya yang balas menatapku datar. Menyebalkan. “Maka dari itu aku meminta maaf padamu, Kai! Jawab aku!” teriakku sambil memukul dadanya beberapa kali. “Jawaab!!” Kini aku memeluknya sangat erat dan menangis keras. Lihat, dia tidak balas memelukku. Aku pantas mendapatkannya.

“Jadilah kekasihku..”

DEG!!

Ya, mungkin benar. Bagaimanapun aku akan kembali pada Kai. Aku menyayanginya dan aku harus dapat melupakan Chanyeol oppa.

“Apapun yang kauinginkan, Kai!” jawabku. Dia melepas pelukanku dengan perlahan, lalu menatapku lembut. Aku bisa melihat perubahan dari sebelumnya. Lebih baik.

“Berjanjilah untuk selalu bersamaku, hm. Seharusnya kau tahu kau hanya memilikiku untuk kau cintai, Park Chonsa..”

Kini Kai yang memelukku dengan hangat. Aku kembali menangis dan membalas pelukannya.

“Aku menyayangimu. Jangan pernah kau mencoba untuk membenciku lagi.. karena aku akan selalu menyayangimu.”

**

(Author POV)

Satu tahun kemudian, Kai, Sehun, Baekhyun dan Dio sudah resmi lulus dari SIAS dan mendapat penghargaan karena sebelum mereka lulus, mereka telah dikontrak oleh perusahaan besar. Ya, setelah acara itu.

Bagaimana dengan Park Chonsa? Dia tetap bekerja di SM, membuat lagu dan bersekolah di SIAS sebagai murid teladan setiap bulannya. Kini keadaanya sudah membaik dan kembali seperti semula.

“Oppa! Aku pulang. Sampai bertemu besok!” ucap Chonsa pada Suho. Ya, mereka bekerja di perusahaan yang sama sebagai pencipta lagu dan karya mereka sudah tidak diragukan. Jenius.

“Ya, terimakasih untuk saranmu tadi,” balas Suho sambil tersenyum dan melambaikan tangannya sekilas pada Chonsa.

“Don’t mention it. Bye!”

Chonsa berlari menuruni tangga. Bersiap kembali ke asrama dan tugas-tugas lainnya menunggu.

Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti ketika sampai di lobi. Bibirnya tersenyum ketika melihat sosok Kai berada di sana, tersenyum sangat tampan. Apalagi melihat namja itu berpenampilan simple namun membuat hati wanita terpikat. Kaus polos abu dilapisi jaket biru tua. Chonsa menyukainya.

Dengan cepat Chonsa berlari dan memeluknya sangat erat. “Kai, kapan kau kembali dari Italia?” tanyanya dengan penuh penekanan. Yeoja itu sangat merindukannya.

“Baru saja.”

Chonsa melepas pelukannya dan menatap Kai dengan binaran matanya yang cantik.

“Ya Tuhan, aku benar-benar merindukanmu, Baby boo.” Kai tersenyum lalu mencium punggung tangan Chonsa beberapa kali. “Ah, tadi aku sempat bertemu Dio dan Baekhyun hyung.” Mereka mulai berjalan keluar gedung SM.

“Oh ya? Hari ini keajaiban untuk mereka. Bebas agenda.”

“Ya, Baekhyun hyung pergi terpisah dengan Dio.”

“Jinjja? Odi?”

“Neon ara,” jawab Kai sambil tersenyum penuh arti lalu menarik tangan yeoja itu menuju mobilnya.

“Apa kau sudah makan siang?” tanya Chonsa sambil menatap permukaan wajah namja di sampingnya setelah mereka masuk ke dalam mobil.

“Belum. Bagaimana denganmu?”

“Baru saja.”

“Sayang sekali. Jadi, apa kau bisa menemaniku?” tanya Kai sambil menatap Chonsa dan menggigit bibir bawahnya sekilas.

Chonsa terdiam sejenak. Mencari kata-kata yang tepat. “Bagaimana kalau lain kali? Kau tahu tugasku di akhir semester sangat berat. Aku juga harus membuat dua lagu untuk kuserahkan pada SM. Maafkan aku..” jelas Chonsa panjang lebar.

Kai tersenyum kecil. “Baiklah. Bagaimana kalau nanti malam?”

“Arasseo..”

Kai tersenyum lagi lalu memasukkan gigi mobil dan akhirnya mereka berangkat menuju SIAS.

*

Namja itu mengurangi kecepatan langkahnya sambil membuka kacamata dan maskernya ketika menemukan sosok gadis yang ia rindukan akhir-akhir ini.

Bibirnya tersenyum jail ketika semakin dekat. Dengan gerakan cepat dia memeluk gadis itu dari belakang.

“Aaakk!!” jerit yeoja itu lalu berbalik. Bibirnya tersenyum lepas. “Baekhyun-ah, kau mengagetkan saja!”

“Maafkan aku..” jawab Baekhyun dengan santainya lalu mengelus kepala gadis itu sekilas. “Aku merindukanmu, Kim Sera..”

“Aku juga.”

“Biarkan aku memelukmu sekali lagi.”

Sera melihat ke sekitarnya. Tapi dengan tanpa izin, Baekhyun kembali memeluknya dengan hangat siang ini.

“Aku juga melihat keadaan. Pelanggan terakhirmu sudah pergi dan hanya kita berdua di sini sekarang.”

Sera tersenyum kecil dan balas memeluk Baekhyun lebih erat sambil menutup matanya. “Jadwalmu padat sekali,” ujar Sera lalu melepas pelukan Baekhyun. Berpindah pada baju-baju rancangannya yang masih belum selesai.

“Menjadi pendatang baru memang seperti ini. Tapi sekarang aku bisa menghabiskan waktu denganmu. Kau tenang saja..” Baekhyun duduk di salah satu kursi dan melihat kegiatan Sera dengan seksama.

Kim Sera. Ya, yeoja yang membenci seorang Park Chonsa dulu. Itu dulu. Tidak untuk sekarang.

Setelah dikeluarkan dari SIAS, Sera pergi ke London untuk mengembangkan bakatnya dalam merancang pakaian yang memang sudah menjadi hobinya sejak lama.

Lalu pulang setelah sebulan menetap di sana. Mendapatkan sertifikat dan membuka toko fashion juga bridal di Korea. Tidak sampai beberapa bulan tokonya menjadi terkenal sampai banyak perusahaan entertain memesan baju padanya. Termasuk SM.

Saat itu Baekhyun dengan Dio mengikuti coordi nuna untuk berkonsultasi dengan perancang busana terbaru. Dan tidak disangka ternyata dia, Kim Sera. Sejak saat itu Baekhyun mendekati Sera lebih jauh. Padahal saat ia duduk di SIAS, dia sudah menyukai Sera. Tapi tidak ada keberanian karena Sera berada di kelas swc.

Tapi kali ini, dia telah mendapatkan gadis itu dan dunianya menjadi lebih menarik dibanding sebelumnya.

Tentu saja Sera sudah bertemu dengan Chonsa. Mereka menjadi teman dekat sekarang dan Chonsa menyukai itu. Tidak ada lagi musuh kali ini.

Tapi hubungannya dengan Baekhyun sangat dirahasiakan. Dia tidak ingin umurnya pendek. Karena fans Baekhyun sangatlah banyak meskipun duel band rookie.

Ah, ya. Bahkan mereka sering berkumpul bersama untuk makan malam di satu ruangan tertutup. Kai-Chonsa, Sehun-Heera, Baekhyun-Sera, Jiyoung-Suho dan Dio (masih berstatus lajang. Minat? Kkk~). Benar-benar menyenangkan, bukan? Apalagi untuk Chonsa.

Hm? Kim Soona? Masih belum diketahui dimana dia berada. Tapi saat itu Dio pernah melihatnya. Tapi dirinya tidak begitu yakin. Karena Soona memakai pakaian sangat tertutup.

Park Chanyeol? Tidak ada kabar sama sekali.

Baekhyun meliarkan pandangannya ke seluruh isi toko Sera yang cukup besar ini. Yeoja ini sangatlah gigih.

“Yeobo,” panggil Sera dari arah belakang.

“Hm?”

“Kapan kita kembali berkumpul?” tanya Sera dengan mata tetap pada rancangannya. Baekhyun tersenyum dan beralih memerhatikan kekasihnya itu.

“Kau merindukan mereka?”

“Tentu saja.”

“Aku tidak tahu. Kita mempunyai kesibukan masing-masing, bukan begitu? Oh, apa kau tahu? Sehun sedang membangun sekolah musiknya. SIMS. Dia benar-benar keren.”

“Jinjja?”

Baekhyun mengangguk. “Ya, dan kedua orangtuanya rujuk. Aku yakin Sehun sangat bahagia sekarang. Apalagi dengan Heera yang selalu mendampinginya walaupun jadwal padat. Anak itu..”

“Ya, tidak sepertimu, Byun Baekhyun!” ucap Sera sambil melempar penghapus ke arah Baekhyun.

“Mworagooo~”

“Hahaha!”

“Sera.. satu lagi.. sepertinya aku menemukan Park Chanyeol.”

“Mwo?”

“Tapi aku tidak yakin..”

“Di mana?” Sera menghentikan kegiatannya dan beralih menatap Baekhyun dengan serius.

“Internet? Saat aku mencari daftar penulis lagu terhebat di dunia. Dan dia menjadi pencipta lagu terkenal di benua besar. Tapi..”

“Apa yang membuatmu tidak yakin?”

“Dia selalu memakai kaca mata hitam dan masker yang meutupi wajahnya. Bukan hanya itu. Gaya dan warna rambut selalu berubah dan namanya bukan Park Chanyeol. Tapi postur tubuhnya..”

“Mungkin kau salah lihat,” ucap Sera lalu kembali dengan designnya.

“Ya, mungkin saja..”

*

Chonsa menatap pantulan dirinya di depan cermin. Bukan, lebih tepatnya menatap kalung topeng bersayap yang selama ini tidak pernah lepas dari lingkaran lehernya.

“Chanyeol oppa. Kapan kau kembali?”

Chonsa masih terdiam. Beberapa detik kemudian dia tertawa kecil. “Mwo? Apa yang kukatakan tadi? Apa aku masih berharap dia kembali?” Chonsa menatap matanya sendiri kali ini. “Aku tidak bisa berbohong..”

TINGNONG~

Bel dormnya berbunyi. Itu pasti Kai. Dengan cepat Chonsa berlari menuju pintu dorm dan membukanya.

“Boo!” kejut Kai sambil tertawa kecil lalu menarik Chonsa ke dalam lingkaran lengannya. Benar-benar membuat cemburu semua gadis yang berada di sana.

“Hei, jangan, Kai, banyak yang melihat kita,” ucap Chonsa sambil mendorong dada Kai pelan.

“Aku tidak peduli. Kajja!”

Kai kembali melingkarkan lengannya di pinggang Chonsa setelah Chonsa mengunci dormnya.

“Kemana tujuan kita malam ini?”

“Rumahku yang baru,” jawab Kai lalu tersenyum manis ke arah Chonsa.

“Hm? Kapan kau membelinya?”

“Kau orang pertama yang kuberitahu, Baby boo. Ini kejutan untuk Mom.”

“Wow!”

“Rumah untuk kita menyusul..”

“Ya! Hahahaa~”

Mereka berdua tertawa.

*

Kai membukakan pintu mobil untuk Chonsa dan melingkarkan tangannya di pinggang yeoja itu. Berjalan menuju rumah megah yang kini sudah berada di depan mata.

“Ini benar-benar indah. Taman besar, patung-patung ballet. Aku saja sangat menyukainya apalagi Yora sonsaeng.”

“Kau belum melihat ke dalam,” ucap Kai sambil membuka pintu rumah yang besar itu.

Benar saja. Chonsa menganga melihatnya. Beberapa pelayan menyambut.

Rumah ini mempunyai ciri khas bangunan mewah di London. Banyak sekali kaca yang tertempel dan hiasan berbau ballet. Lampu-lampu menambah kesan cantik dan elegan. Atap-atap rumah yang tidak sepi oleh lukisan cantik. Suasana merah maroon dan emas benar-benar perpaduan yang sempurna.

“Tadam!” ujar Kai ketika mereka sampai di ruang makan.

“Waaw!” gumam Chonsa. Ini ruang makan atau apa?

“Silakan duduk.” Kai menarik satu kursi untuk Chonsa. Lalu membantu yeoja itu duduk. Setelah itu ia berjalan dan menyalakan musik klasik.

Kakinya melangkah menuju kursinya dan duduk berhadapan dengan Chonsa. Di atas meja hanya tersedia makanan mewah untuk dua orang meskipun kursi berjumlah enam di sini.

“Kau menyukainya? Candle light dinner dengan musik klasik?” tanya Kai sambil menggenggam kedua tangan Chonsa dengan nyaman.

“Tentu saja. Bahkan ini sangat berlebihan.”

Kai menuangkan anggur ke dalam gelas kosong di samping Chonsa. Dan mereka bersulang.

“Aku mempunyai hadiah untukmu. Ini..” Kai mengeluarkan sebuah kotak persegi panjang kecil. Dan setelah dibuka ternyata sebuah gelang cantik.

“Cantik sekali..” ucap Chonsa sambil mengulurkan tangannya ketika Kai berniat membantu memasangkan gelang itu.

“Awalnya aku ingin membelikanmu kalung. Tapi sepertinya kalung yang kau pakai sudah permanen. Aku belum pernah melihatmu tidak memakai kalung itu.”

Chonsa terdiam. Dia tidak menjawabnya. “Terimakasih, Kai..”

Setelah itu mereka menikmati makan malam yang sangat romantis sambil berbincang tentang apapun.

Sampai pada perbincangan yang lebih serius..

“Kau percaya padaku, bukan?” tanya Kai dengan wajah seriusnya kali ini. Matanya menyorot Chonsa dalam. “Aku berjanji akan selalu memberimu yang terbaik, Park Chonsa. Bertunanganlah denganku. Hm?”

Entah mengapa Chonsa tidak cepat menjawab ‘ya’ padahal di otaknya dia sudah siap menjawab. Tiba-tiba bayangan Chanyeol terbesit beberapa saat. Yeoja itu masih belum dapat melupakan Park Chanyeol.

“Park Chonsa..” ucap Kai sambil mempererat genggaman tangannya pada yeoja itu.

Chonsa tersenyum. “Aku tidak bisa.”

DEG!!

“Hm..?”

“Aku tidak bisa menolak, Kai..” lanjut Chonsa sambil tertawa kecil.

Dengan cepat Kai bangkit dari tempat duduknya, menarik Chonsa untuk berdiri dan memeluk yeoja itu dengan erat, mencium rambutnya dengan sayang.

“Terimakasih.” Kai menatap mata Chonsa dengan lembut. Tangan kirinya menyelundup ke belakang leher Chonsa sementara tangan kanannya ia selipkan di rambut yeoja itu.

Dengan perlahan Kai mendekat ke arah wajah Chonsa. Menutup matanya dan merasakan ketika bibirnya menyentuh bibir Chonsa dengan lembut.

“Saranghae,” bisik Kai di bibir Chonsa.

Dan malam itu berlangsung sangat panjang dan terlalu indah untuk mereka berdua.

**

“Park Chonsa!” seru Sehun yang tengah membersihkan foto-foto yang terpajang rapi di atas meja kantornya. Hm, pemilik sekolah les musik yang sebentar lagi menjadi pemilik sekolah musik. SIMS. Seoul International Music School. Hebat.

“Aku merindukanmu, Sehun-ah.”

Mereka saling berpelukan cukup lama.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Sehun sambil menuntun Chonsa untuk duduk di sofa yang berada di ruangannya.

“Baik. Aku yakin begitupun denganmu, Oh Sehun..”

“ Ya,” jawab Sehun dengan senyuman lebarnya. Chonsa sama-sama tersenyum dan mereka terbawa suasana beberapa saat.

“Mengapa kau tersenyum seperti itu?” tanya Sehun yang duduk di samping kanan Chonsa.

“Tidak. Aku hanya merindukan masa-masa dulu ketika kau masih berada di SIAS.”

“Ah, aku baru sadar sebentar lagi kau lulus.”

“Ya..”

“Apa kau datang kemari hanya karena merindukanku? Oh, aku sangat berterimakasih, Chonsa-ya, haha,” canda Sehun sambil menepuk punggung Chonsa beberapa kali.

“Aaannii!!” bantah Chonsa lalu menahan tawanya. “Ini lagu baruku. Aku ingin kau tahu lebih dulu. Seperti biasa,” lanjut Chonsa sambil memberikan satu CD berisi lagunya pada Sehun.

“Baiklah..” Sehun mengambil CD itu dari tangan Chonsa. “Bagaimana hubunganmu dengan Kai?”

“Hm? Kai?”

“Ya, Kai. Dia kekasihmu, bukan?”

“Tapi mengapa tiba-tiba..”

“Aku hanya ingin tahu sampai dimana hubungan kalian.”

“Maksudmu?”

“Apa kau masih mengharapkan Chanyeol hyung?”

DEG!!

“Sehun.. Aku dan Kai akan segera bertunangan.”

“Hm?” Sehun benar-benar terkejut kali ini. “Chonsa.. tunggu. Bukannya aku tidak setuju atau apapun sejenisnya. Tapi, ayolah. Aku mengenalmu. Apa.. Apa kau sudah benar-benar melupakan Chanyeol hyung?” tanya Sehun dengan kedua alisnya yang mengerut dalam.

“Aku sudah melupakannya, Sehun-ah..”

“Aku tahu kau berbohong.”

“Aku tidak berbohong!”

“Lalu kalung ini?”

Chonsa terdiam. Ya, dia sadar dengan itu.

“Jika kau masih menyayangi Chanyeol hyung, kau tidak akan melepas kalung ini, Park Chonsa. Jangan paksakan cintamu..”

Chonsa mulai berkedip beberapa kali, menahan agar air matanya tidak keluar. “Tapi sampai kapan aku menunggunya kembali? Atau mungkin saja dia tidak akan kembali, Oh Sehun!”

“Jika kau percaya dia akan kembali, tunggu saja. Baiklah sekarang kau memiliki Kai. Tapi jika kau tidak ingin bertunangan dengannya, jangan lakukan itu.”

“Bagaimana jika Chanyeol oppa sudah mempunyai seseorang di sampingnya?” tanya Chonsa yang sudah mulai terisak.

“Seperti aku yang percaya pada Chanyeol hyung. Aku mengenalnya cukup lama, Park Chonsa. Dia namja yang setia dan tidak mudah meninggalkan orang yang dia sayang.”

“Termasuk Sera?”

“Ya, termasuk dia saat itu. Sera yang tidak peduli dengan perasaan Chanyeol hyung dan kembali memintanya. Itu yang tidak Chanyeol hyung sukai. Kau tidak ingin seperti Sera, bukan?

“Aku hanya menyarankan. Jika kau masih mencintai Chanyeol hyung, tunggulah dia. Percaya dia akan kembali. Tapi semua keputusan kembali padamu. Kau sendiri yang menjalani, bukan?”

Suasana hening.

“HONEY SWEETY!!”

Mereka berdua terperanjat kaget ketika Heera datang.

**

“Lagu-lagumu menjadi hits di semua papan lagu dan tidak turun dari posisi pertama selama beberapa bulan. Ini sangat hebat, Park Chonsa,” ucap Lee Sooman, pemimpin SM.

“Ah, kamsahamnida..” jawab Chonsa lalu meneguk sojunya beberapa kali.

Malam itu Chonsa tengah makan malam bersama artis SM dan pimpinannya setelah acara di salah satu awards bergensi selesai. Semua artis SM memenangkan piala. Termasuk Dio dan Baekhyun yang mendapat penghargaan sebagai the best rookie award.

Bagaimana dengan Chonsa? Tentu saja dia juga mendapatkan penghargaan sebagai pencipta lagu tahun ini yang mempunyai karya fantastis. SM mempunyai semuanya.

“Ah, lagu apa yang sedang kau buat, Park Chonsa?” tanya Sooman yang sedang menyantap sushi.

“Hm, Broken Angel (Arash ft Helena –  Broken Angel > persi aseli XD denger aja~ lalaleyli~ *abaikan),” jawab Chonsa.

Judul lagu itu benar-benar terinspirasi dari dirinya sendiri. Dirinya yang selalu saja merasa patah hati.

“Hm, judulnya hampir sama dengan pencipta lagu yang kita sewa, Manajer..” ucap Sooman pada manajer SM.

“Ya. Tapi hanya berbeda sedikit.”

Chonsa mengerutkan keningnya. “Ada pencipta lagu lain?”

“Ya, dia sangat terkenal di Amerika.”

“Siapa nama pengarang itu?” Chonsa masih membutuhkan jawaban lebih.

“Valian Buck. Lagunya berjudul Angel dan akan kita berikan pada Demigod (nama duo baekyo artinya setengah dewa).”

Chonsa mengangguk. Tidak lama Kai datang dan membuat suasana restauran di sana semakin ricuh. Kedatangan artis SM saja sudah parah apalagi ditambah Kai. Penari internasional dari Korea.

“Kai!”

Banyak sekali yang menyapanya kali ini. Termasuk Lee Sooman. Kai hanya membalas dengan bungkukkan dan senyuman manis. Banyak yang terpesona padanya. Aura yang keluar dari wajah Kai benar-benar mempesona.

“Maaf, ini sudah larut malam. Aku harus mengantar Chonsa pulang ke dormnya,” ucap Kai sambil membantu Chonsa untuk berdiri.

“Kai, jangan terburu-buru. Duduk di sampingku!” pinta Dio sambil menarik Kai untuk duduk di sampingnya. Otomatis Chonsa kembali duduk di antara Baekhyun dan Sooman. “Ini.” Dio memberikan segelas soju pada Kai.

Dengan malu-malu Kai meneguk soju itu untuk menghormati semua yang datang. “Terimakasih. Bagaimana kabarmu, Dio, Baek hyung?” tanya Kai.

“Seperti yang kaulihat. Kami memenangkan penghargaan rookie awards,” jawab Baekhyun sambil menunjukkan foto dirinya dan Baekhyun saat acara tadi.

“Woa! Congrats, Bro!”

Chonsa hanya tersenyum kecil. Dan yang lebih menarik adalah ketika Kai saat ini mudah bergaul dengan banyak orang. Tidak individualis seperti dulu.

**

Jantungnya kembali berdebar ketika teringat kata-kata Kai malam tadi.

“Sepulang dari Canada aku akan membawamu untuk menemui ibuku. Kita bicarakan tentang pertunangan kita. Aku sudah tidak sabar, Baby boo..”

Lalu kata-kata Sehun.

“Jika kau masih menyayangi Chanyeol hyung, kau tidak akan melepas kalung ini, Park Chonsa. Jangan paksakan cintamu..”

Dan kata-kata Chanyeol..

“Aku menyayangimu, Park Chonsa. Jangan pernah berpikiran bahwa aku tidak menyayangimu. Itu mustahil..”

Chonsa mengacak rambutnya sekilas lalu beralih pada kertas lagunya. Terdiam melihat rentetan not.

“Aaaarrrghh!!” Dia menarik napas sebanyak mungkin dan sedalam mungkin. Mencoba untuk lebih rileks tapi hanya sedikit yang ia dapat. “Hadapi saja yang sudah berada di hadapanmu, Park Chonsa. Bertunangan dengan Kai mungkin itu jalanmu..”

Tiba-tiba nada dering ponselnya terdengar nyaring. Dengan cepat Chonsa meraih ponselnya yang berada tidak jauh dari tangannya.

“Ah, Sera. Ne, yoboseyo,” sapa Chonsa. “Tidak. Memang ada apa? Hm? Ah, aku tidak sibuk. Baiklah, aku bersiap dulu. Ne, sampai bertemu di sana, Sera-ya. Annyeong~.”

Setelah menuntup panggilan dari Sera, yeoja itu menarik napas panjang. “Mungkin aku butuh refreshing..”

*

Bibir manisnya tersenyum ketika sosok Sera terlihat sudah menempati satu tempat duduk di cafe langganan mereka akhir-akhir ini.

Yeollie Art Caffe. Suasananya benar-benar penuh seni dan seperti food court di SIAS. Banyak musisi yang unjuk kebolehan. Dan lagu yang diputar benar-benar sempurna. Tidak bosan untuk didengar.

“Hai,” sapa Chonsa sambil mencium pipi kanan Sera lalu duduk di depan yeoja itu. Suasana cafe yang selalu teduh oleh pepohonan membuat malas untuk bangkit.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Sera yang sedang melihat-lihat gambar di satu majalah sambil menyesap kopi mocca kesukaannya.

“Baik. Kau juga terlihat baik hari ini,” jawab Chonsa sambil tertawa kecil dan mengacungkan tangannya pada salah satu pelayan.

“Kau tahu. Bagaimana hubunganmu dengan Kai?” tanya Sera. Kini matanya menatap Chonsa dengan penuh ingin tahu.

“Ah, Sera.. kebetulan sekali aku ingin meminta pendapatmu,” jawab Chonsa setelah menunjuk beberapa menu pada pelayan itu.

“Katakan..”

“Kai mengajakku bertunangan..” ucap Chonsa dengan nada tidak bersemangat sama sekali.

“Waaww!! How sweeettt aaaa!” pekik Sera sambil mengepalkan kedua tangannya di depan dada. Senyumnya lepas dan dia benar-benar senang.

Tapi tidak lama ekspresi itu tenggelam  ketika melihat Chonsa yang sama sekali tidak tersenyum.

“Kau kenapa? Bukankah itu sangat romantis? Kalau saja Baekhyun mengajakku untuk bertunangan,” kata Sera lalu meneguk moccanya.

“Bagaimana menurutmu?”

“Bagaimana menurutku? Oh, common, Honey.. Terima saja dan kau akan bahagia dengannya percayalah padaku.”

“Tapi.. Chanyeol oppa..”

Sera terdiam. Kedua alisnya mengerut melihat ekspresi kebingungan Chonsa. Mengapa butuh waktu lama untuk berpikir? Kai, namja yang sangat mencintai Chonsa begitupun sebaliknya. Apalagi? Park Chanyeol? Namja yang sudah meninggalkannya setahun lebih tanpa kabar?

“Chonsa, dengarkan aku. Jangan pernah kau berharap kembali ke masa lalu. Hadapilah semua yang sudah terlihat di depan matamu. Karena percuma saja kau tidak akan mendapatkannya kembali. Sepertiku yang bisa melupakannya sekarang. Lalu kulihat semua yang sudah berada di depan mataku. Design dan Byun Baekhyun. Terbukti mereka yang terbaik untukku. Kau mengerti, hm?” jelas Sera panjang lebar.

Chonsa terdiam. Kini matanya hanya menatap kosong papan menu di depannya. Kini dia kebingungan. Apa yang harus ia tanggapi? Saran Sehun atau Sera?

Di satu sisi dia masih menyimpan perasaan sayang pada Chanyeol. Sama sekali tidak ada dendam atau apapun semacamnya meskipun Chanyeol benar-benar tidak memberi kabar.

Tapi di sisi lain, Kai yang sudah sangat baik dan menyayanginya dengan tulus tidak bisa begitu saja ditinggalkan apalagi menolak ajakannya untuk bertunangan. Itu akan membuat Kai sakit hati tentu saja. Cinta yang sudah ia berikan pada Chonsa sama sekali tidak dibalas.

Satu lagi. Belum tentu Chanyeol kembali, bukan?

“Chonsa? Hei.. waffle strawberrymu sudah datang..” ucap Sera yang masih mengkhawatirkan Chonsa.

“Ah, ya..”

“Ya! Liat ini, designku masuk majalah!”

**

Yeoja itu kembali meniup kedua telapak tangannya yang selalu saja berkeringat.

Tiba-tiba Kai meraih kedua tangannya dan membantu mengeringkan keringat itu dengan telapak tangannya. Bibirnya tersenyum.

“Kau kenapa, Park Chonsa?” tanya Kai pada Chonsa yang berada di sampingnya. Mereka tengah dalam perjalanan menuju rumah Kai. Untuk meminta restu pada Kim Yora untuk bertunangan. Apa lagi?

“Aku gugup.”

Kai tertawa kecil. “ Bukankah kau sangat dekat dengan ibuku?”

“Itu dulu, Kai. Aku jarang menemui ibumu dan bertanya bagaimana kabarnya.”

“Kau tenang saja..” ucap Kai diakhiri dengan mengecup punggung tangan kiri yeoja itu.

Tidak lama mereka sampai di rumah besar dan mewah pemberian Kai untuk ibunya itu.

Kening namja itu mengerut ketika melihat satu mobil merci putih terparkir rapi di depan rumahnya.

“Siapa yang datang?” tanya Kai lebih pada diri sendiri. Tangannya tetap menggenggam jemari Chonsa dan melangkah masuk ke dalam rumah.

“Kai..”

“Sudah, kau tenang saja, sayang..”

Terdengar sayup-sayup suara Kim Yora sedang tertawa dengan seseorang. Kai semakin penasaran. Siapa yang datang? Apa penarinya dulu datang berkunjung? Tapi tidak banyak orang mengetahui alamat baru ini. Atau orangtua yang sedang mendaftarkan anaknya untuk les ballet? Bisa saja.

“Mom, Kai here..”

DEG!!

Mereka semua yang berada di sana tersentak. Tapi yang paling merasakan terkejut adalah Kai. Juga Chonsa.

Kim Soona. Yeoja itu berada di sini. Kai masih tidak dapat mengalihkan tatapannya dari yeoja yang kini tengah menatapnya juga.

Sementara Chonsa dengan perlahan melepas eratan tangan Kai dari jemarinya. Kepalanya menunduk. Perasaan buruk menguasainya.

“Ah, Angel!” seru Kim Yora pada Chonsa sambil menyimpan lap di atas meja lalu berhambur memeluk yeoja itu dibantu oleh tongkat. “Angeeel, aku merindukanmu, nak.. Kemana saja kau?” tanya Yora lalu menuntun Chonsa untuk duduk di salah satu sofa.

“Maafkan aku. Setelah lulus dari SIAS, aku menjadi pencipta lagu tetap di SM. Apalagi Yoo Youngjin sunbae sudah wafat..” jawab Chonsa dengan ragu. Dia masih kebingungan dengan situasi di rumah ini.

“Yang penting kau datang hari ini,” ucap Yora sambil mengelus rambut indah Chonsa. “Ah, Kim Soona, duduk di sana, di samping Kai. Kai, cepat duduk. Mengapa kau berdiri di sana sejak tadi.” Yora tertawa kecil. Dia benar-benar tidak mengetahui perasaan anaknya.

“Umma, sepertinya aku harus pulang,” ucap Soona. Semua tidak berubah. Tetap secantik dulu. Namun kali ini warna rambutnya menjadi warna hitam alami. Menambah kesan anggun. Memang dia terlihat lebih anggun.

“Soona, kita sudah seharian mendekor ini semua untuk membicarakan hal itu. Para pelayan juga sudah memasak hidangan spesial. Jangan mengecewakan Umma..”

Kai mengerutkan keningnya semakin dalam. Ada apa ini?

“Baiklah, Mom akan membicarakan ini sekarang juga. Kai, kau harus tahu..”

Keadaan hening beberapa saat.

“Ketika keadaan ekonomi keluarga kita benar-benar hancur. Aku yakin kau mengingatnya, bukan?” Yora tersenyum. “Saat itu Mom sedang menyiram tanaman di halaman rumah. Tiba-tiba ada seseorang datang bersama ketiga bodyguardnya. Mereka meminta uang untuk menebus hutang ayahmu secara paksa dan mengambil apapun barang berharga di rumah kita. Tidak hanya itu. Mom dibentak dan di dorong seenaknya. Tapi tidak lama Soona datang menyelamatkan Mom. Dia membayar sebagian hutang ayahmu.

“Lalu Mom mengajaknya masuk. Dia terkejut melihat rumah kita yang sudah tidak beraturan. Jadi Mom membawanya ke dalam studio tari. Dan ternyata selama seharian dia mencari Mom untuk belajar ballet. Sedihnya dia tidak tahu bahwa keadaan Mom seperti ini. Tidak dapat menari lagi.

“Tapi dia tetap ingin belajar dengan Mom karena dulu Mom adalah penari ballet favoritnya. Dari hari ke hari Mom mengajarinya melewati video koleksi Mom sampai dia cukup mahir. Lama-lama sekolah les ballet Mom menjadi hidup kembali karena bantuannya.

“Lalu kita mulai berbicara banyak. Dan Mom sangat terkejut ketika mendengar bahwa kau adalah temannya ketika bersekolah di SIAS. Mom semakin tertarik mendengar cerita selanjutnya.

“Juga dengan perbuatan yang sangat dia sesali pada Angel. Mom sudah tahu semuanya.

“Selama ini Soona lah yang menemani Mom dan membantu Mom untuk membayar semua hutang ayahmu juga kebutuhan hidup. Karena kau tahu Mom tidak punya apa-apa dan kau belum menghasilkan banyak uang seperti sekarang.

“Bahkan Mom sudah bertemu dengan kedua orangtuanya dan kami sudah sepakat untuk menjodohkan kalian berdua. Bagaimana menurutmu, Angel? Mereka terlihat cocok, bukan?”

Chonsa memutar kepalanya ke arah Kai dan Soona yang duduk bersampingan. Dia merasakan tubuhnya bergetar. Dia cemas jika suara yang keluar tidak akan sepenuhnya meyakinkan.

Chonsa hanya mengangguk dan tersenyum perih. Mengapa ini terasa menyakitkan?

Kai menganga kecil. Ada apa dengan ibunya? Bukankah dia mengetahui bahwa dirinya adalah kekasih Park Chonsa?

Kini dirinya hanya yakin Soona telah mempengaruhi ibunya. Siapa lagi yang hebat dalam melakukan ini? Sampai kapan pun Kai akan membenci Soona.

“Mom.. kau tahu aku dan Chonsa sudah lama menjalin hubuungan..” ucap Kai dengan nada memberontak.

“Maafkan Mom telah mengganggu hubungan kalian, Angel, Kai..”

“Ah, tidak apa-apa, Yora sonsaengnim. Aku tidak keberatan. Kai pasti setuju dengan keputusanmu,” ucap Chonsa yang sudah berhasil mengumpulkan ketegarannya kali ini. Meskipun sangat sulit. Tapi dia tidak boleh menangis.

Kai terbelalak ke arah Chonsa. Bagaimana bisa yeoja itu berkata seperti itu?

Sebenarnya Kai sendiri ingin membantah keputusan ibunya. Tapi itu adalah hal tersulit untuk Kai. Tidak pernah sekali pun Kai membantah seorang Kim Yora. Dia sangat menyayangi dan menghormati ibunya. Di satu sisi dia hanya memiliki ibunya sekarang.

“Umma, sudahlah. Jangan memaksakan. Mereka terlihat lebih cocok bahkan ketika kami bersekolah di SIAS,” kata Soona yang penuh ketakutan kali ini. Dia takut Kai marah padanya.

“Tidak, Soona. Angel sudah Umma anggap sebagai anak Umma sendiri dari dulu. Kau tidak usah khawatir. Kai bisa bersamanya kapanpun. Bukan begitu, Kai?” tanya Yora pada anaknya yang masih tidak dapat berbicara banyak.

Kai terdiam dengan wajah frustasi. “Mom.. mengapa tidak dari dulu kau mengatakan ini?” tanya Kai. Kini suaranya terdengar sedikit bergetar. Tidak menerima ini semua. Yang ia cintai adalah Park Chonsa. Bukan Kim Soona.

“Perlu waktu banyak untuk mengatakan ini, Kai. Juga keadaan. Selain itu Mom dan keluarga Soona sudah menyiapkan semuanya untuk di hari pertunangan kalian. Kau setuju, bukan?”

“Tapi, Mom..”

“Kau menolak keputusan Mom? Kai, Mom sangat berhutang pada keluarga Soona. Mom tidak mempunyai apa-apa untuk membalas itu semua.”

“Aku mempunyai banyak uang, Mom. Bayar saja bahkan aku akan membayarnya lebih,” jawab Kai masih dengan nada sopan. Dia tidak ingin membuat ibunya sakit hati.

“Mereka menolak.”

Kai terdiam. Dia menyerah. Yang ingin ia katakan adalah bantahan-bantahan yang pasti akan membuat Yora sakit hati.

“Ah, Kai. Aku  juga berpikiran sama seperti ibumu. Kau lebih cocok dengan Soona. Lagi pula aku sudah dianggap sebagai anak sendiri oleh ibumu. Kita bisa bertemu kapan saja, bukan? Hm.” Chonsa tersenyum miris di akhir. Dia sudah tidak dapat menahan getaran di dadanya. “Aku harus pulang. Yora sonsaengnim, lain kali aku akan kembali menemuimu. Soona, senang bertemu denganmu. Dan selamat.. Annyeong..”

“Kai, antar Angel pulang,” suruh Yora.

“Tidak perlu! Aku bisa pulang sendiri, Sonsaengnim..”

Chonsa berjalan ke arah pintu keluar. Setelah berada  jauh dari jangkuan ruang keluarga itu, langkahnya dipercepat lalu berlari sambil menghapus air matanya.

Terdengar di belakangnya suara ketukan sepatu. Kai mengikutinya. Chonsa mengabaikan panggilan Kai yang sedari tadi terdengar mengganggu. Dia tidak ingin berbalik. Tetap berlari sebisanya menuju keluar gerbang rumah besar itu.

“Chonsa! Berhenti! Jangan pergi, Park Chonsa!” teriak Kai yang akhirnya mendapatkan lengan Chonsa. “Chonsa..” Kai memeluk Chonsa dengan erat. Tidak ingin gadis yang dicintainya itu kembali pergi.

“Lepaskan aku, Kai.. Aku harus pergi dari tempat ini dan dari kehidupanmu,” ucap Chonsa. Tangisannya benar-benar terdengar perih kali ini.

“Tapi aku menyayangimu, Park Chonsa, jangan pergi, aku mohon..” pinta Kai sambil menempelkan telapak tangannya di pipi yeoja itu. Wajah mereka sangat dekat. Kai tidak ingin membiarkan Chonsa terus menangis. “Aku akan tetap bertunangan denganmu apapun yang terjadi. Aku berjanji.”

“Mengapa kau mengatakannya sekarang? Mengapa tidak di depan ibumu, hm? Aku tahu kau tidak bisa membantah semua keputusan ibumu dari dulu, Kai.” Chonsa melepaskan telapak tangan Kai dari kedua pipinya dan mengambil langkah mundur.

“Aku tidak mencintai Soona. Aku membencinya kau tahu itu. Park Chonsa.. kumohon..”

Baru kali ini Chonsa melihat Kai menangis. Air mata namja itu keluar saling mendahului. Matanya menyorot Chonsa sangat dalam. Dia benar-benar tidak ingin kehilangan yeoja itu.

“Jangan kecewakan ibumu, Kai. Mereka sudah merencenakan semuanya. Kita terlambat,” ucap Chonsa sambil tersenyum pahit.

Kai kembali menariknya untuk mendekat. “Dengarkan aku. Aku mencintaimu. Aku tidak akan bertunangan dengan siapapun kecuali denganmu, Park Chonsa.”

“Siapa yang lebih kau sayang? Aku atau ibumu?” tanya Chonsa dengan air mata yang kembali keluar.

Kai terdiam kehilangan kata-kata. Itu pertanyaan yang cukup membuatnya frustasi.

“Ibumu, bukan? Turuti saja semua keinginannya. Dengan begitu kau akan membuatnya bahagia.”

“Dengan mudahnya kau menyerah seperti ini?”

“Aku bisa hidup tanpamu, Kai..”

Kai menggeleng dan lebih mempererat kepalan tangannya di lengan Chonsa. “Kau tidak bisa hidup tanpaku, Park Chonsa..”

“Kau bisa lihat kalung ini, hm? Kau sempat bertanya mengapa aku tidak pernah melepas kalung ini, bukan? Karena aku masih mencintainya, Kai..” jelas Chonsa. Kali ini tidak ada raut wajah kesedihan terpampang. Begitu pun air matanya sudah tidak terlihat. Mengering begitu saja. Hanya isakan yang tersisa.

“Siapa yang memberi kalung ini?” tanya Kai dengan suara kecil hampir tidak terdengar.

“Chanyeol oppa. Aku masih menunggunya. Dan sampai kapanpun aku akan tetap mencintainya. Hubungan kita lebih baik berakhir saja, Kai. Kuharap kau mengerti.”

Chonsa pergi dan berlari sampai akhirnya dia memberhentikan satu taksi. Kai masih diam di tempat, menatap punggung gadis itu sampai menghilang di balik pintu taksi.

Kedua tangannya bergetar, terkepal kuat. Air mata yang lain kembali jatuh.

**

Satu minggu kemudian.

Chonsa mengunci rumah mungilnya dengan rapat lalu bersiap menuju mobilnya. Pergi  mencari inspirasi. Dimana lagi kalau bukan di Yeollie Art Cafe.

Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil yang tidak asing di telinga Chonsa. Oh Sehun. Benar saja.

Namja itu turun dari mobilnya, berjalan menghampiri Chonsa. “Pergi ke suatu tempat?” tanya Sehun sambil tersenyum. Namja itu selalu terlihat lebih tampan ribuan persen jika memakai setelan serba putih.

“Mengapa kau datang menemuiku setiap hari, Sehun-ah?” tanya Chonsa sambil berjalan menuju mobilnya.

Dengan cepat Sehun menarik tangan Chonsa. “Pergi bersamaku!”

“Aku baik-baik saja. Kau tidak perlu mengkhawatirkanku lagi,” ucap Chonsa sambil tertawa kecil.

“Apa kau yakin? Aku sarankan kau jangan dulu menyetir.”

Chonsa kembali tertawa. “Aku tidak akan membunuh diriku sendiri hanya karena masalah itu.”

“Bukan itu maksudku. Aku.. ah, apa kau benar-benar baik-baik saja? Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu.” Sehun mengangkat dagu Chonsa, menyapu penglihatannya di wajah yeoja itu. Memastikan dia baik-baik saja.

“Apa aku harus selalu terlihat berkabung? Haish,” desah Chonsa sambil mengenyahkan tangan Sehun dari dagu lancipnya.

“Tapi kenapa cepat sekali?”

“Hm?”

“Tidak..” Sehun menjilat bibir bawahnya sekilas untuk menghilangkan salah tingkah.

“Sekarang aku tahu siapa yang benar-benar aku cintai. Kau benar, Oh Sehun.”

Sehun tersenyum manis kali ini. “Siapa? Aku?”

Mereka berdua saling melempar senyuman kali ini. Tidak lama Sehun mengaduh karena menerima pukulan mendarat di lengan kanannya.

*

“Ini, minumlah. Aku yakin kau pasti menyukainya..” ucap Soona setelah menyimpan segelas coklat mint kesukaan Kai di atas meja.

“Kau tidak perlu memberiku atau membuatkanku apapun, Kim Soona,” ucap Kai lalu bangkit dari sofa dan berjalan malas ke arah kamarnya.

“Tapi, Kai..” sanggah Soona sambil menahan lengan kanan Kai. Kai menoleh acuh tak acuh.

“Apa lagi yang kau inginkan? Kau berhasil memisahkanku dengan Chonsa saja itu sudah sangat tidak tahu diri.” Kai tetap menyorot Soona seperti itu. Dia kesal. Pikiran negatif selalu menguasainya jika berhadapan dengan Soona.

“Aku berani bersumpah, Kai. Aku tidak dengan sengaja mendekati Umma untuk mendapatkanmu. Asal kau tahu aku sudah tidak mencintaimu sedikit pun setelah hari terakhir kita bertemu. Aku seperti ini karena aku kasihan pada ibumu. Bagaimana bisa ibu sebaik itu mempunyai anak sejahat dirimu!”

Soona meraih tasnya di atas sofa lalu pergi dengan langkah cepat menuju keluar rumah Kai.

Kai terdiam. Ya, dia merasakannya. Selama satu minggu ini Soona berada dekat dengannya karena Yora yang meminta. Tapi kedekatan itu tidak terasa sedikit pun.

Soona melakukannya dengan terpaksa. Dan Kai menyadari itu sejak awal. Entah apa yang dirasakannya kali ini. Bukan, bukan kebencian atau senang yang ia rasakan. Tapi.. kasihan? Atau bahkan.. kehilangan?

Akhirnya Kai berlari tidak kalah cepat mengejar Soona. Langkahnya ia perlambat ketika jemarinya berhasil membalikkan pundak yeoja itu.

DEG!!

Soona menangis. Entah mengapa kali ini Kai merasa sedikit iba. Setelah beberapa terakhir ini. Hanya Soona yang berada di sampingnya. Memberinya perhatian yang selalu ditolak mentah-mentah. Kai sadar dirinya memang jahat.

“Mengapa kau menangis?” tanya Kai dingin sedikit ragu.

Soona menghapus air matanya. Tapi percuma. Air mata lain keluar dan terus seperti itu. “Aku tahu aku tidak akan pernah dianggap nyata olehmu, Kai. Aku memang pantas seperti ini. Sebaiknya aku pergi dan tidak kembali.” Soona mencoba kembali pergi namun Kai tetap menahannya.

“Apa kau masih menyukaiku?” tanya Kai tiba-tiba. Soona mengernyitkan keningnya dalam-dalam. Mengapa tiba-tiba Kai bertanya seperti ini?

“Apa pernyataan itu masih berlaku dariku untukmu, hm?”

“Aku ingin kau tidak menyerah untuk mendapatkanku, Kim Soona.”

DEG!!

**

“Kulihat Seharian ini kau mengamati benda itu, Valian. Atau hanya perasaanku saja?”

“Oh, Dad.”

“Di mana Mom?”

“Sedang membantuku berkemas.”

“Kau terlihat senang sekali. Sukses dengan pekerjaanmu,” ucap Vincent, ayahnya, sambil menepuk pundaknya dengan bangga.

“Ya, terimakasih, Dad..”

“Mungkin menjadi seorang penulis lagu lebih pantas dari pada memegang perusahaanku,” tambah ayahnya sambil tertawa rendah.

“Juga bisnisku yang baru..”

“Dan bisnismu yang baru. Aku tahu kau sangat merindukan teman-temanmu di Korea.” Ayahnya duduk di samping anak satu-satunya itu.

“Tentu saja. Hampir dua tahun aku tidak bertemu dengan mereka.”

“Apa kau yakin tidak menetap di Amerika bersamaku?” tanya ayahnya lagi. Pertanyaan itu sudah terlontar berapa puluh kali akhir-akhir ini.

“Aku akan bersamamu, membantumu untuk memajukan perusahaan dan selalu membuat lagu terbaik untuk semua artismu. Sekarang.. Biarkanlah beberapa saat aku mengejar satu impianku yang belum tercapai, Dad..”

Ayahnya tersenyum penuh sayang padanya. “Ubah warna rambutmu sebelum bertemu dengan mereka. Bagaimana bisa mereka mengenalimu dengan warna merah menyala seperti ini?”

Namja itu hanya tersenyum. “Aku akan kembali mengecatnya menjadi hitam, Dad..”

“Bagaimana dengan kacamata? Masker?”

“Aku tidak berjanji untuk melepas mereka,” jawabnya sambil menunjuk dua benda yang tidak pernah jauh darinya itu.

“Park Chanyeol!”

“Ne, Mom?”

“Semua sudah siap. Kami akan mengantarmu  ke bandara, Honey..”

Chanyeol tersenyum sangat manis dan tetap menggenggam bulu angsa putih bersih pemberian yeoja yang sangat ia rindukan

“Aku datang. Semoga saja kau masih sendiri, Park Chonsa..”

**

Hari itu Chonsa tengah menikmati sarapan paginya di cafe biasa. Cuaca dan suasana sangat mendukungnya untuk menulis lagu.

Angin pagi yang sejuk berhembus segar menerpa rambutnya. Itu membuatnya lebih nyaman jujur saja. Dengan lincah dirinya menulis lirik tanpa  hambatan.

Tidak sampai baju dari seseorang yang melewatinya menerpa rambut dan menerbangkan kertas lagunya. Benar-benar perusak mood, bisik Chonsa kesal dalam hati.

“Ya!” pekik Chonsa pada orang itu. Berambut merah menyala, kacamata hitam, masker merah dan jubah merah. Aneh sekali. “Apa kau tidak lihat? Rambutku berantakan dan kertas laguku terbang!” omel Chonsa sambil membawa kertas lagu yang jatuh tidak jauh dari tempat namja itu berdiri. Benar-benar tidak ada rasa bersalah, bisiknya lagi.

Namja itu tetap berdiri di tempat. Kedua mata di balik kacamatanya terbelalak tanpa diketahui oleh Chonsa.

“Lain kali jika kau memang hobi memakai jubah seperti ini sadarlah sedikit. Huh..” ucap Chonsa kesal sambil berjalan kembali ke tempat duduknya dengan kesal.

“Salah sendiri kau memilih tempat duduk di sana.”

Chonsa berbalik kurang dari sedetik. Namja itu sudah berlalu masuk ke dalam cafe.

Kedua tangannya terkepal erat.

“Haish…”

**

Chanyeol masih tetap memakai masker dan kacamata hitamnya yang sering berganti model. Padahal hari sudah sore.

Kakinya tetap melangkah dengan ketukan sedang. Matanya menelusuri isi gedung SM yang besar ini. Sudah banyak artis yang ia lihat tapi mereka sama sekali tidak mengenalinya.

Tidak sampai dirinya bertemu Baekhyun dan Dio di ruangan Sooman. Mereka bertiga sempat tercekat beberapa saat.

“Valian Buck!” sapa Sooman sambil bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Chanyeol.

“Ah, Sir..” balas Chanyeol menyambut uluran tangan Sooman lalu duduk di samping Baekhyun.

“Kenalkan, ini Byun Baekhyun dan Do Kyungsoo. Tapi kau bisa memanggilnya Dio,” kata Sooman dengan bahasa Korea. Ya, dia tahu Valian alias Chanyeol dapat berbicara dengan bahasa Korea.

Chanyeol menjabat tangan kedua temannya yang belum menyadari siapa dia sebenarnya.

“Ah, kau. Aku pernah melihatmu sebelumnya di internet,” ucap Baekhyun yang sedari tadi menyapukan pandangannya dengan teliti di wajah  tertutup Chanyeol.

“Oya?”

“Ya. Di sana kau berambut merah muda, berkacamata hitam dan bermasker biru tua. Menarik,” ucap Baekhyun tersenyum seadanya. Tentu saja dia tidak dapat mengekspresikan yang benar. Matanya sibuk meneliti bagaimana bentuk rahang namja yang berada di sampingnya. Bukan hanya itu saja. Semuanya. Dia yakin namja ini adalah Park Chanyeol.

“Terimakasih,” balas Chanyeol dengan senyuman di balik maskernya.

“Baiklah, Valian sudah mempunyai kamar di lantai teratas SM beberapa hari sebelum dia menemukan rumah untuk tinggal. Kalian bisa bertemu dengannya untuk merundingkan lagu baru di firstjib. Valian bukan pencipta lagu biasa,” jelas Sooman lalu tertawa sangat angkuh di akhir.

Tidak lama mereka bertiga berjalan menelusuri koridor dan akhirnya sampai di kamar Chanyeol.

Baekhyun tetap memperhatikan Chanyeol dengan berlebihan. Cara namja itu berdiri dan berjalan. Baekhyun sangat mengenalnya.

“Silakan duduk..” ucap Chanyeol pada mereka sementara dirinya membawa tiga kaleng soda dari dalam kulkas.

“Ah, kamsahamnida,” ucap Dio dan Baekhyun hampir bersamaan.

Mereka membuka dan menikmati cola tersebut. Tidak bagi Baekhyun. Dia menunggu kapan namja aneh di depannya ini membuka kacamata dan maskernya.

“Ini teks lagu yang akan kuberikan padamu, Dio, Baekhie..” ucap Chanyeol sambil memberikan dua kertas pada mereka. Bibirnya tersenyum jahil.

Baekhyun membuang napasnya sekaligus, bangkit dari tempatnya, berhambur memeluk Chanyeol dengan erat.

“Aku sudah tahu ini dirimu, Yeollie!” seru Baekhyun. Suaranya bergetar. Namja itu menangis. Bertemu dengan sahabat yang menghilang selama dua tahun tanpa kabar.

Chanyeol tertawa lebar sambil melepas kacamata dan maskernya. “Aku merindukanmu, Baekhie!” ucap Chanyeol sambil mengusap punggung Baekhyun. “Sudah, jangan menangis.”

Baekhyun melepas pelukannya lalu memukul lengan Chanyeol cukup keras. “Kau benar-benar tidak tahu malu, Park Chanyeol! Kemana saja kau?” tanya Baekhyun sambil tetap memukul Chanyeol dengan tangisan. Dio yang melihat hanya tertawa terbahak.

“Hahaha! Maafkan aku, Byun Baekhyun, yang penting aku sudah kembali, bukan?”

Suasana masih tetap ricuh. Tapi setelah beberapa belas menit terlewati karena melepas kerinduan, keadaan pun sudah bisa teratasi.

“Apa kau merindukan Park Chonsa?” tanya Baekhyun yang sudah sukses mengusir isakan yang membuatnya sedikit terlihat tidak laki. Ini semua gara-gara Chanyeol.

“Dia alasan utama mengapa aku kembali ke Korea,” jawab Chanyeol ringan sambil tertawa kecil. Baekhyun memanyunkan bibirnya sekilas. “Lalu aku merindukanmu dan semuanya. Masa laluku yang sangat berkesan..” tambah Chanyeol.

“Kau tidak tahu bagaimana keadaan Chonsa ketika kau pergi, Hyung?” tanya Dio pada Chanyeol. “Kurang lebih dua bulan dia menyendiri dan tidak ingin berbaur. Bahkan dengan Oh Sehun.”

“Kai?”

“Apalagi dia,” timpal Dio. “Tapi akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih,” tambah Dio yang sukses membuat Chanyeol sedikit terperanjat.

“Oh..” Chanyeol tersenyum kecewa. Kedua matanya tidak berani menatap kedua temannya itu. “Kalau begitu.. aku terlambat..”

Baekhyun tertawa kecil. “Salahmu sendiri.”

“Sudahlah, Baek hyung!” seru Dio sambil memukul lengan Baekhyun sekilas dengan menahan tawa. “Dan mereka akan bertunangan.”

DEG!!

Chanyeol semakin kehilangan akalnya. Percuma dia kembali.

“Bertunangan dengan Kim Soona..” lanjut Baekhyun.

Chanyeol mengerutkan keningnya. Kini matanya menatap Baekhyun menuntut kebenaran sebenarnya. Mengapa tiba-tiba Kim Soona terlibat?

“Katakan padaku. Semua yang tidak kuketahui. Aku mohon..” ucap Chanyeol memelas.

Baekhyun dan Dio berhighfive sambil tertawa. Puas karena membalas perbuatan namja itu yang semaunya saja menghilang.

“Baiklah..”

Akhirnya Baekhyun menceritakan dari awal sampai akhir. Termasuk dirinya yang kini telah menjadi kekasih Kim Sera.

Semua kebiasaan Chonsa diceritakan sebelum dan sesudah menjadi kekasih Kai. Dan kisah Chonsa, sakit dan duka yang dilewati. Semuanya tahu. Baekhyun, Dio, Sera, Sehun, Heera, Jiyoung, Kai..

“Apa kalian yakin dia masih mencintaiku? Apa tidak ada namja lain setelah Kai?”

“Sepertinya tidak ada. Oh, setelah jadwal trainee selesai, dia selalu menari di studio tiga. Mengapa tidak kau hampiri saja dia?”

Chanyeol mengangguk beberapa kali. “Terimakasih, kawan..”

*

Malam itu Chanyeol meninggalkan manajernya di dalam kamar. Kakinya melangkah menuju studio tiga. Dimana Chonsa menari setiap hari di sana. Chanyeol masih tidak percaya yeoja itu tidak melepaskan dunia tari. Tapi dia menyukai kegigihan yeoja itu.

Terdengar sayup-sayup suara musik klasik dari salah satu studio. Chanyeol tersenyum tanpa sadar. Itu pasti Park Chonsa.

Benar saja. Chanyeol melihatnya melewati kaca pintu studio. Tariannya tetap memukau. Menjadi teringat ketika pertama kali dirinya ke Korea untuk melihat pertunjukkan Si Penari Bertopeng, yang ternyata Chonsa.

Ekspresi dan gerak tubuhnya dapat menghipnotis semua penonton. Seperti saat ini. Itu semua tidak hilang meskipun sudah lama sekali Chonsa tidak menari di depan umum.

Jantung Chanyeol berdebar keras ketika matanya melihat suatu benda yang sangat dia kenal masih  melingkar di leher yeoja itu. Kalung berliontin topeng bersayap. Malam terakhir dia bertemu dan mengucapkan sayang pada yeoja itu.

Bibirnya tersenyum. Kini dia kembali menuju kamarnya. Memikirkan bagaimana agar pertemuannya dengan Chonsa sedikit berbeda.

**

(Park Chonsa POV)

Haaaah, selesai. Ini akan menjadi lagu hits sepanjang masa aku jamin hahaha. Sepertinya aku harus sering pergi ke cafe ini. Benar-benar mendatangkan inspirasi.

Aku bereskan semua peralatan menulis. Sudah pukul sebelas. Saatnya aku pergi ke SM.

Kukaitkan tali tas di lengan kananku, bangkit, berbalik dan BRUKK!! Haiiissh, minumanku jatuuuh!

Siapa yang menabrakku kali ini?

“Y..” Amarahku tertahan. Mengapa mulutku tiba-tiba kelu?

Namja ini. Siapa? Rambutnya.. bibirnya..

Namja itu pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun padaku. Aku melihatnya sampai menghilang di belokan cafe.

Berambut coklat ikal, bertubuh tinggi.. Apa mungkin..

Jantungku berdebar keras. Tubuhku tiba-tiba bergetar. Tidak, Park Chonsa. Itu bukan Park Chanyeol.

Ah, ya! Dia namja berjubah itu. Yang kemarin sudah menerbangkan kertas laguku. Ya, itu pasti dia.. tapi rambut.. Sudahlah, lupakan!

Lama-lama aku bisa gila.

*

Ternyata cukup memakan waktu lama menunggu seorang Suho. Kemana saja dia. Aku menunggu hampir setengah jam hanya untuk menyerahkan lagu pada perusahaan. Mengurus hak cipta dan sebagainya.

Tapi akhirnya semua sudah beres, uang kembali mengalir ke rekeningku. Ini yang disebut surga. Aku menyukai musik dan musik memberiku uang.

Makan siang. Aku lebih suka mengunjungi SIAS. Hanya tempat itu yang membuatku lupa dengan segala masalah. Apapun itu. Termasuk hubunganku dengan Kai yang berakhir sangat tragis.

“Ahjumma, strawberry milk dan fish and chips satu,” ucapku pada ahjumma yang dari dulu masih menjaga stan ini.

“Kau semakin cantik saja, Nak. Ini..”

Aku meraih pesananku yang sudah siap lalu tersenyum manis. “Terimakasih, Ahjumma..”

Hm, ini dia. Aku memilih satu tempat duduk yang kosong. Dan tentu saja aku ingin melihat penampilan anak SIAS yang tengah menunjukkan bakatnya dengan jelas. Tradisi ini tidak pernah hilang dari dulu.

Semua murid di sini memang mengagumkan. Tidak aneh mereka menjadi artis hebat di dalam maupun luar negeri.

Terdengar seorang diantara mereka ngerapp dengan suara berat. Siapa itu? Terdengar tidak asing.

Kukerutkan keningku dalam ketika melihat satu murid namja bertubuh tinggi, memakai jaket dan topi dengan sembarang. Menampilkan gaya rapp khasnya namun tertutup oleh masker.

Dengan perlahan aku mengunyah fish and chips ini. Matanya..

DEG!!

Aaaa gawat! Dia berbalik menatapku. Oa! Fish and chipsku jatuh! Bagaimana ini? Dan lebih parah. Dia.. menghampiriku..

DEG! DEG! DEG!

“Hei! Mengapa tidak ikut bergabung?”

Namja itu duduk di hadapanku, membuka maskernya, tersenyum sangat tampan..

“Ya~ mengapa kau diam saja? Ayo! Kau juga bisa memperlihatkan bakatmu di sana. Siapa namamu?”

Ini tidak mungkin. Dia.. kembali.

(Author POV)

Dengan tidak sadar Chonsa mengeluarkan air matanya.

“Park Chonsa. Kau?”

Chanyeol tersenyum sangat manis. “Park Chanyeol.” Chanyeol menggenggam tangan gadis itu yang tengah bergetar.

Tangisan Chonsa sudah tidak dapat ditahan lagi. Dia menangis dan tidak berani menatap namja yang duduk di hadapannya.

Chanyeol masih tetap tersenyum lalu bangkit dari duduknya, menarik Chonsa agar dia dapat memeluknya dengan erat.

“Aku merindukanmu, Park Chonsa..” ucap Chanyeol sambil menutup matanya. Merasakan dengan lembut pelukan yang dia berikan untuk Chonsa, yeoja yang sangat dicintainya.

Suasana di sekitar mereka tiba-tiba ricuh. Cemburu dengan perlakuan Chanyeol pada Chonsa yang sangat gentle.

“Apa ini benar kau, Oppa?” tanya Chonsa. Chanyeol melepas pelukannya dengan perlahan dan mendekatkan wajahnya pada Chonsa.

“Ya, aku kembali. Aku kembali untuk memintamu sebagai pendamping hidupku. Selamanya, Park Chonsa. Selamanya. Would you be mine, hm?”

Chonsa tersenyum bahagia kali ini. Dia mengangguk tanpa berpikir panjang. Dia tahu Chanyeol-lah yang sangat dicintainya selama ini.

Chanyeol tersenyum lalu mencium bibir Chonsa dengan lembut.

Tiba-tiba lagu Pulchritude terdengar melewati speaker. Mengalun dengan indah. Membuat suasana semakin romantis.

Dengan tidak disadari semua sudah berkumpul di sana. Baekhyun, Sera, Sehun, Heera, Suho, Jiyoung, Dio, Kai dan Soona.

Percayalah, semua akan indah pada waktunya. Hanya bagaimana cara kita menghadapi dan menjalani, percaya bahwa semua yang kita impikan akan terwujud.

-FIN-

…………………………………………………

THE END!!

AAAAAAAAAAAAAA AKHIRNYA TAMAT JUGAAAAAAAA GIMANAAAA?? KOMENNYA DOOOONG AAAAA XD

SAMPAI KETEMU DI CERITA SELANJUTNYA YANG GA KALAH SERU YA READERSKUUUUHH MOAAAAAHHH :*

Comin soon..

Main cast : EXO-M

……………………………………………………

69 thoughts on “PULCHRITUDE [ CHAP 12 – END ]

  1. ;AAAAA; yeha! akhirny tetap sama CHANYEOL kan mumumu :3
    sumpah! ffny bikin geregetan! si chonsa nangis mulu, chanyeol pergi gablik2 slama 2thn, eh kai yg tiba2 tunangn sama soona.
    a coba itu si baekyo bohongin ttg kai-chonsany lama2 ke chanyeol, biar critanya makin geregetan gegara si chanyeol galau. wkwk
    intinya seneng bgt akhrnya CHONSA-CHANYEOL :33. next ffnya dtngu yah kak <3

  2. kereeeeeeeeen! ;-)
    *thumbs up for ya* (y)

    akhirnya end jugaa~ :D
    aku udah nunggu2 lanjutannya sampe berkunjung ke blog author setiap hari buat memastikan (?) :D
    suka bangetlah sama FF ini :*
    ga nyangka Chonsa bakal sama Chanyeol lagi xD

    ditunggu lanjutannya thor {}
    EXO-M? waaah :3

  3. Lahhh bingung komenin apa .-. Keren bgt eonni :3 walopun sempet kesel gara” kai, soona, chonsa .-. Ahhh kai kamu php wkwkwkkk kai sama soona nya sedikit terburu” hehehe masa kai secepat itu beunah pikiran hhehehe kyungsoo :3 aku ada untukmu wkwkwkkwk di tunggu karya lainnya eon ^^ hwaiting^^

  4. uda yakin pasti ama Mas Chan akhirnya..
    sangat menyesakan kisah mereka berdua.. T_T
    ikut galau juga bacanya..
    ikut strees gara” lama bnget di keluarin ne FF..
    tpi akhirnya selesai juga^^
    chukaeyo :D

    next FF.. HWAITING SHIN SIBLING~!!
    kekekekekekee
    *req : EXO – M, Luhan ato gq Lay ato gq Tao..
    kekekkeekkekee ^^

  5. Aaaaaaa -_- aku mencintai Kai T,T kenapa tidak kai T,T tapi untung Chanyeol -_- kalau Sehun, authorku gigit nih -_-

    EXO-M? Baiklah. Aku akan menunggu. Walaupuin lamaaaaaa

  6. kereen !!
    Sempet ngegalau pas tengah2nya kok jadian ma Kai.
    Tp ternyata ..
    Yeey ! Park couple tetap bersatu. Ending2nya bner2 ya .. Keren bget ! Tp momen.nya mereka kurang. Hehe
    keren keren ! Suka ceritanya.
    Ditunggu ff lainnya :)

  7. WOAH DAEBAK !! ~ suka sama endingnya , chukae buat chonsa yang akhirnya menemukan cintanya :D . buat crta bru lgi thor , ditunggu yah ;)

  8. Thor thank you for publish the FF until finished…
    Loved Yoelieee and Chonsa couple…

    Kai musti blajar mencintai orang lain…
    Awalnya Nyesek Chonsa ditinggal 2 cowo…kirain Chonsa bakalah ma Dio…kan Dio “SINGLE…” keu keu keu
    Dio come to me…come to me…

    Dtunggu FF selanjutnya…
    Author FIGHTING…!!!

  9. Huwaaaaaaa kerennnnn.. Tapi agak bingung sama si kai, di part sebelum2nya kai sulit banget ngelepas cheonsa, nah ini giliran cuma di suruh tunangan doang, kai-nya udah ga berkutik.. Tapi keren thor… Aaaaaa chan chan love you :****

  10. LAHAMDULILLAH AKHIRNYA CHANYEOL-CHONSA ;AAAAAA;
    BENER KAN EONN APA KATAKU, LEBIH COCOK MEREK BERDUA T^T
    tp aku agak nggak terima kalo kai msh berharap sm soona!! cemburu sumpah ;____;

  11. AAAAAAAA, EONNI MENYEBALKAN, LIKA LIKU YG MENYAKITKAN, SANGAT!!!
    dan ituuu, si kai gampang bgt ngelupain chonsa nya!!! aaah tp biarin, so sweet~ *terbang ke awang2*
    ayo eonn, lanjut cerita baruuuuu!!! akan selalu kutunggu *tatapan menghantui*

  12. HUAAAAAAA!!! ASLINA INI KEREN ATULAH! APALAGI ITU YANG PART ENDING! ROMANTIIIIS MEN! TANGGUNG JAWAB AKU BERCUCURAN AIR MATA IEU. HADOH SEPICLES XD

    NEXT STORY EXO M?? KYAAAA! ><

  13. teriakk yeahhh! akhirrnya publish juga!
    bingung mau komen apaan. i dont breathe while i reading it. au au au. author DAEBAK!! ;D
    lanjutttt electric ahh.

  14. AAAAA!!! ONNIE DAEBAK BANGET BACANYA AKU SAMPAI TERIAK MAU NANGIS SENDIRI GINI T.T TERHARU DAEBAK BUAT ONNIE!! SARANGHAE ON!! *eh
    onn kutipan terkahirnya suka banget :))
    akhirnya chonyeol (?) (chonsa chanyeol) COUPLE terbuat juga :’)

  15. Aduh eonni puas banget baca ffnya dari awal….nunggu ffnya sampe kelar….dan ternyata… hah!! dia jadi sama chanyeolku huhuhu seruuuuu seruuuuu suka banget quotenya yang: Percayalah, semua akan indah pada waktunya. Hanya bagaimana cara kita menghadapi dan menjalani, percaya bahwa semua yang kita impikan akan terwujud.DAEBAAAAAAAAAAAKKKKKKKK>____<

  16. ternyata udah ada last chapternya ! aku kira nanti cheonsa sama kai ternyata oh ternyata salah !! Cheonsa-Chanyeol <3 x3 keren dah ni FF (y)

  17. God……… Storynya keren abisssss. Bener bener nguras emosional bgt aaaaaaaaa;____; adoh author……… Tau gak? Tau gak? gue penggemar loooooooo. yang nulis ff electric juga kan? Huahahahaha. Gak nyangka bisa ketemu blog pribadinyaaaaa. Seneeeeeng bgt. Ff-nya asik. Penceritaannya simple tapi berkesan. lol. lanjutkan karyanya ya thor;” bakal sering sering mampir deh ke sini. okay=))

  18. baru nemu ini blog hari ini..
    aku search kai,, muncul pulchritude, capcus baca ampe end…

    sedikit kecewa dengan endingnya,,,
    berharap jadinya ama kai..
    lagian main cast nya kan kai (yg ditulis pertama)

    tapi konfliknya ngena..
    keren…

    kirain chanyeol ama chonsa adik-kakak yg terpisahkan,,
    (mentang” marganya sama” park)

    rame bgt, ini bkn ff sembarang ff..

    pokoknya author, harus tanggung jawab bikinin ff sekeren ini tp jdnya harus sama kai!!!!
    hehe #maksa

  19. Ini kali kedua gue baca ni ff. Ntah kenapa gue keinget ama ni ff. Udh setaun lebi kan ga baca. Kesannya masih sama kayak waktu pertama baca. Daebak banget authornya :****

  20. maaf ya baru komen di chapter terakhir. aku kira kemarin komenku ga ada masuk, ternyata udah ada -_-
    yang pasti ff ini jalan ceritanya keren banget. feelnya jleb banget di hati alias dapet(?)
    berhasil mempermainkan perasaan masa >_<

  21. Baru tau end ff ini udh di post :(
    Aaaaaa finnaly chanyeol dan cheonsa
    Dari awal emang udh sreg ama chanyeol n cheonsa sihh sbnernyaaa
    Semua akan baik pada waktunya :’)

  22. aaaaaaaakkkkkkkk parah banget yaaa baru baca FF yang super keren iniiii… Aku suka banget akhirnya chanyul sama chonsaaa aaakkkk!!!!! Mas chanyul makin menggairahkan saja di FF ini!!! Wohooooo tapi kok sehun berbanding terbalik yaa sama karakter aslinya ==” hahaha bagus kok unni!!!!! Oh ya Hello Smart Playboynya bikin happy ending seperti ini yaaaaa =D gomawoooo

  23. ahhhhh akhirnya sma chanyeol hebat eon biasanya kan urutan cast kan jdi urutan pemain.. q setuju bget chonsa sma chanyeol. pas masih genting eon q pingin x si kai mati aja.. tpi krna kai tulus bnget cntanya sma chonsa jdi nggk tga ngebayangi kai mati… jdi biar chonsa aj yg mati.. dri pda nyakitin kai sma chanyeol.. tpi eon mengakhiri dgn sangat bgus.. happy ending… q snang dgn akhir yg bahagia.. keren bnget eon ff nya.. bkalan q jdikan ff rekomendasi utk yg lainnya.. trus berkarya eon :-D

  24. Thor kerennnn bangetttttttt >.<" ngena banget nih ff… thanks banget thor akhirnya ama bias gue,,, yaampunn makin demen aja ama yeollie… yg paling gua dmen chap 11 sma yg ini..
    aaaaaaaaaaaaaa XD thor gua suka banget ff lo..
    sorry thor gue baru komen di akhir, soalnya kmaren bcanya di hp jdi ribet..
    yg jelas gue suka ff lo hehehehe :D
    tetaplah berkarya thor….

  25. Huuuaaaaa,ternyta aku slah,psangan chonsa bukn kai oppa tp chanyeol oppa,.
    Tp tak aplah,crtax ttp menrik,keren,sngat brkesan,pastix sangt D.A.E.B.A.K.!.!

    Sukses terus Thor,;)8-)

  26. huaaaaa!!! endingnya terharu bangeettt =’]
    kai-soona , sehun-heera , baekhyun-sera , suho-jiyoung , dio-(masih kosong) ….
    dan couple yg terakhir dan juga merupakan couple favorit aku chanyeol-cheonsa^^
    seneng banget udah baca ff ini, ga nyesel sumpah baca nya.
    dari mulai cheonsa jadi murid baru, ga punya temen di sekolahnya, chanyeol yang ceria dan jadi temen pertamanya disekolah, kai yang terkesan dingin setiap disapa, sehun yang tampan dan jadi teman setelah chanyeol, baekhyun yang lucu, dio yang betah jadi teman kai, heera yang selalu nempelin sehun, soona-sera yg jahatnya minta ampun saat masa sekolah dan masih banyak lagi kesan-kesan ff ini….
    aku ga akan lupain ff ini! sungguh^^~
    PS: berharap ada sekuelnya hihi =D

  27. daebak :)
    bagus banget critanya
    Dan chanyeol dateng” mau ngelamar chonsa itu sweet banget loh :)
    awalnya aq kira bakalan ama jongin eh taunya ama chanyeol dan aq sempat berfikir kalau soona itu udah nikah ama chanyeol, soalnya mereka itu yg gk tau kabarnya g mana :)
    thor sequelnya dong :)
    soalnya critanya bagus :)
    daebak :)

  28. Annyeonghaseo…. Mian baru comment di part yg ini. Aq cuma mau bilang kalo ff ini keren bgt, apalagi ending nya. Aq ngikutin saran author jdi langsung download lagunya Infinite – Only tears, dan bener bgt feelnya lebih kerasa. Ditunggu karya selanjutnya yah thor, dan semoga bisa lebih berkesan dari yg ini…. :) #Hwaiting !!!

  29. AAAASDFGHJKL KAN BENER KAN AKHIRNYA SAMA CHANYEOL YESHHH AAGILAAK SERU ABIS SUMPAH SAMPE IKUTAN NYESEK ADUH BACANYA. GOOD JOB THOORR!!!! KEEP WRITING EAP MWAH ME LAFF YUUU<3<3<3<3<3

  30. Kyaaa..
    Daebaaaaakkkkk!!!~~ XD

    hadeuh.. Sumveh dah keren banget..
    Aaarrggh!!! Suka nge-fly sendiri bacanya *entah kenapa
    gereget banget ceitanya.. Dan akhirnya namja tinggi menjulang/? balik lagi ke malaikat tak bersayap :D

    ditunggu thor ff selanjutnya ;) buat yg lebiiiihhh seru ya thor :)

    ohiya, mian thor baru komen disini hehe :D

    ~Keep Writting~ :)

  31. Kecewa….
    Kecewa..
    Kai sama chonsa itu cocok bangettt T_T
    Secara gitu mereka udah kenal dari kecil. Seakan akan jodoh banget. Hhft yaudahlah

  32. Ih thor maap ya. Koment ku yg diatas begitu bgt hehehe. Tapi ff kamu daebakkkkk bgt deh. Bikin aku nangis(beneran loh) hihihi
    Sequel dong thor hehehe. Tapi kalo bisa bikin kai gabisa move on biar konfliknya lebih greget (masih berharap kai-chonsa banget)

  33. Bagus banget, Thor! Secara Kai, Chanyeol, sm Sehun biasku. Top, deh, Thor. Oya, mian nggak komen dari awal. Malah komen disini aja. Gapapa kan Thor? Hehe. Kenapa harus End sih Thor. Kan bagus banget. Ending-ny tidak terbaca. Antara Kai sama Chanyeol. Awalnya aku pikir Chonsa bakal sama Kai. Taunya?

    Oya Thor. Satu lagi. Itu Baekhyun jangan sama Sera dong T_T Baekhyun sama Taeyeon aja. #efekbunnymampir.
    Tapi keren, deh. Semangat buat nulis lagi, ya. Hwaiting!! ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s