DEAR EXO [ CHAP 1 : CHANYEOL ]

DEAR EXO

Author: Shin Heesa

Cast:

  • EXO

Disclaim: Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

Ps:

  • Don’t be silent reader
  • Don’t copy – paste my imaginations!!

…………………………………………………………………………………..

(Author POV)

Kini semua member EXO-K tengah berkumpul didalam dorm mereka, tepatnya diruang tengah dimana mereka selalu menghabiskan waktu luang bersama disana.

Dio, ia tengah membuat pancake untuk seluruh member. Baekhyun dan Sehun tengah bermain jujur berani sambil menonton televisi. Chanyeol dan Kai tengah asik tersambung dengan dunia maya dilaptopnya, dan sedangkan Suho tengah duduk di atas sofa dengan tatapan kosong.

Beberapa menit kemudian Dio datang dengan senyum yang merekah. Ia membawa enam piring pancake dengan tangannya yang terbatas ke ruang tengah.

“Wey pancake sudah jadi! Kajja, kita makan..”

Seluruh aktifitas member terhenti dan mereka segera berlari ke arah pancake yang tersimpan tidak beraturan diatas karpet nyaman mereka, terkecuali Chanyeol dan Suho. Chanyeol masih tetap anteng dengan kegiatan yang tengah ia lakukan, yaitu mengecek youtube dan segala jejaring sosial ataupun website yang bersangkutan dengan EXO. Sedangkan Suho, masih dengan pikirannya yang kosong.

“Ya! Chanyeol-ah, Suho hyung, jika kalian tidak akan memakan pancake kalian, kita akan dengan senang hati memakan pancake ini, “ucap Baekhyun dengan mulut yang penuh dengan pancake kunyahannya. Sehun, Dio dan Kai mengangguk semangat kemudian berhigh-five dengan hebohnya.

Seketika pandangan Suho teralihkan pada dongsaeng-dongsaengnya, kemudian kembali menatap kosong ke arah lain. Dio yang melihatnya hanya mengerutkan keningnya heran.

“Suho hyung, apa kau tidak apa-apa?” tanya Dio khawatir. Tanpa melihat pada Dio, Suho menggeleng kecil. “Arasso.”

Triliing~

Seketika Chanyeol tersentak. Ia menyipitkan matanya lalu membenarkan kacamatanya. Ia melihat ada bentuk persegi panjang berwarna hitam berada di ujung monitor. Dan tiba-tiba saja ada tulisan yang diketik cukup cepat diatasnya, dengan font berwarna putih.

Annyeong EXO-K! WE ARE ONE! ^^

Maaf jika keberadaanku yang tiba-tiba ini mengganggu kalian. Aku hanya ingin berbincang sedikit dengan kalian, ^^

Chanyeol menarik nafas panjang dengan perasaan cemas. Ia merasakan hal yang tidak enak akan hal ini.

Dan sebaiknya ia tidak memberitahu pada yang lainnya.

Aku tahu kalian tengah memakan pancake hasil buatan Dio Oppa. Bagaimana rasanya? Apakah enak? Dan mengapa Chanyeol Oppa dan Suho Oppa tidak ikut mencicipinya? ^^

Chanyeol menarik nafas panjang. Siapa yeoja ini? Mengapa ia bisa memblok kegiatannya didunia maya dengan mudahnya?

Ah, Chanyeol Oppa? Apa kau tidak memberitahu kepada semua member EXO tentang keberadaanku? Wae, Oppa? Wae?

Jantung Chanyeol berdetak sangat cepat..

Chanyeol oppa? Mengapa kau terdiam, hm? ^^

“Hyung? Ada apa..”

Tiba-tiba Chanyeol tersentak lalu segera menutup laptopnya kasar ketika Sehun menghampirinya.

“Ah, Hunnie.. aniya. Tidak ada apa-apa..”

“Jinja? Tetapi ekspresimu terlihat cemas,” ucap Sehun sedikit acuh. Chanyeol memandang dongsaengnya itu lalu tersenyum kagok.

“Sudah malam, Hunnie. Kau harus cepat tidur. Besok kita akan perform SM Town, bukan?” ucap Chanyeol mengalihkan pembicaraan. Sehun mengangguk.

Sehun berjalan ke arah Suho lalu menarik tangannya. “Hyung, ayo kita tidur. Kelihatannya kau lelah sekali,” ucap Sehun perhatian. Suho menengadahkan kepalanya untuk melihat Sehun lalu tersenyum secukupnya.

“Ara, Sehun-ah..”

Akhirnya Sehun dan Suho pergi ke kamar mereka. Chanyeol menghampiri Dio yang masih mencuci piring di dapur.

“Aku bantu,” ucap Chanyeol lalu mengambil piring kotor dan mencucinya. Dio melihat ke arah Chanyeol dengan mata bulatnya lalu tertawa kecil.

“Tumben, haha. Arasso.. gomawo,” ucap Dio dengan senyum lebarnya. Chanyeol hanya tersenyum kagok, ia masih mencemaskan pesan yang tiba-tiba muncul dilayar laptopnya beberapa saat yang lalu.

Setelah selesai, Chanyeol mengelap tangannya dengan sapu tangan. Kai tiba-tiba menghampiri Dio lalu memberinya backhug singkat. “Umma, ayo tidur. Kkamjong ngantuk..”

Dio meleletkan lidahnya lalu berlari ke arah kamarnya. Kai mengejarnya dengan cepat sampai mereka sudah berada di dalam kamar.

Chanyeol menarik nafas panjang dengan gelisah. Ia berjalan ke arah laptopnya lalu membukanya kembali. baekhyun yang sedari tadi mengamati tingkah laku Chanyeol yang aneh segera menghampirinya.

“Yeol? Ada apa?” tanya Baekhyun sambil duduk disamping Chanyeol dan ikut melihat layar laptop. Baekhyun terkejut ketika ia melihat tulisan-tulisan yang terketik dengan cepat.

Huah, akhirnya seluruh member sudah masuk ke dalam kamar. Tinggal kau dan Baekhyun Oppa kini yang masih berada diluar kamar. Apa kalian tidak mengantuk? Bukannya besok ada konser SM TOWN? ^^

Baekhyun dengan otomatis memegang tangan Chanyeol karena takut. “Siapa ini, Yeol? Mengapa kau tidak memberitahu yang lainnya?”

“Sssh.. diamlah Baekkhie..”

Oh, ternyata kalian sedang berkonsentrasi membaca pesanku? Haha, ara. Kini aku sedang menyiapkan tali untuk besok konser SM TOWN. Aku bersumpah tali ini akan membuat seluruh fans heboh dan berteriak! Percaya padaku, Oppa! Annyeong! Cepat beristirahat, Oppa! Haha ^^

Chanyeol menutup laptonya dengan kasar lalu menarik tangan Baekhyun dan menyeretnya ke dalam kamar.

Setelah berada di dalam kamar, Chanyeol segera mengunci pintu kamar lalu menatap Baekhyun cemas.

“Yeol?”

“Baekkhie, apa kau tahu tentang Sasaeng?” tanya Chanyeol khawatir. Baekhyun menggeleng polos. “Sasaeng adalah fans yang gila. Mereka akan melakukan apapun agar mereka bisa berada dekat dengan idola mereka. Mereka bisa saja menyakiti idola mereka sampai terluka atau cedera demi kepuasan mereka.”

Baekhyun terdiam, mencermati kata-kata Chanyeol yang baru saja memberitahunya apa itu Sasaeng.

“Lalu apa?” tanya Baekhyun bingung.

“Entahlah, Baekkhie. Aku merasa tidak enak akan hal ini.”

“Fans yang berada dilaptopmu itu?”

“Ya. Aku takut dia Sasaeng dan tengah mengincar kita. Kau sendiri tadi melihat bukan dia menulis apa saja yang tengah kita lakukan? Artinya dia bisa melihat apa yang kita lakukan..”

“Apa dengan kamera?”

“Aku tidak tahu, Baekkhie. Aku tidak tahu..”

Baekhyun juga ikut merasa cemas seperti Chanyeol. Namun ia segera memeluk Chanyeol dan menepuk pundak sahabatnya itu, menenangkan.

“Tenang, Chanyeol. Aku yakin tidak akan terjadi apa-apa.”

Chanyeol tersenyum lalu memeluk Baekhyun erat. “Aaaah kau begitu kecil, Baekkhie. Haha.. gomawo.”

“Hm. Tentu, Yeol,” balas Baekhyun sambil tersenyum.

Pelukan yang hangat. Pelukan yang menenangkan. Pelukan seorang sahabat.

***

“Mari kita semua berdo’a kepada Tuhan, semoga konser pertama kita, SM TOWN, sukses besar!” ucap Sooman menyemangati anak-anaknya. Kini mereka semua berdo’a sangat khusyuk. Ya, semoga sukses.

Akhirnya opening dimulai. Seluruh artis SM TOWN berlari ke atas panggung dan memberikan senyum hangat kepada fans mereka. Senyum yang menandakan bahwa mereka sangat menyayangi fansnya. Kini, fans seperti sebagian dari hidup mereka.

*

“Ya! EXO SEMANGAT! KITA HARUS BUKTIKAN BAHWA KITA BISA!” ucap Kris menyemangati yang lainnya. Seluruh member EXO mengumpulkan tangan mereka ke tengah-tengah, lalu menyorakan ‘WE ARE ONE!’ sebelum benar-benar pergi ke atas panggung.

Sorakan para EXOTIC terdengar sangat menggelegar dikonser itu. mereka menyoraki idola mereka masing-masing dan berharap mendapatkan –sekurang-kurangnya kontak mata dengan idola mereka, sehingga mereka rela menghabiskan suara mereka demi kesempatan kecil itu.

Chanyeol terlihat sangat melupakan kejadian semalam. Ia menari sangat lincah di atas panggung dengan lagu MAMA yang tengah menghiasi konser itu. dan ketika tiba EXO-K harus berganti dengan EXO-M, dengan ujung matanya Chanyeol melihat seorang fans berada dibarisan paling depan. Ia memakai masker dan memakai kacamata hitam dengan tali –yang sepertinya kuat, yang tengah ia genggam. Dan jantung Chanyeol seketika berhenti ketika arah penglihatan orang itu tepat ke arahnya, dan mengikutinya.

Dibelakang panggung, Chanyeol menggigit jarinya cemas. Fans itu.. benar-benar ada dan membawa tali yang terlihat sangat kuat. Apa yang akan ia lakukan dengan tali itu sehingga akan membuat para fans heboh?

Chanyeol sama sekali tidak menginginkan jawabannya. Ia hanya berharap semuanya akan baik-baik saja.

*

Ending dari SM TOWN akhirnya tiba. Seluruh artis SM telah memakai kaos berwarna merah muda yang bertuliskan SM TOWN diatasnya. Chanyeol yang masih berada diruang ganti EXO dengan cepat membuka bajunya lalu mengambil kaos SM TOWN yang sudah disediakan. Chanyeol segera memakainya dan merapikan penampilannya. Ia kini hanya sendiri berada diruang ganti, entah mengapa hal itu bisa terjadi.

Seketika pintu terbuka. Chanyeol tersentak ketika melihat seseorang datang mendekat ke arahnya. Dan orang itu..

“K.. kau..”

“Annyeong, Oppa!” ucapnya sambil menyimpan tas hitamnya di atas meja rias. Kemudian yeoja itu melangkah semakin mendekat pada Chanyeol. Chanyeol tidak bisa berbuat apa-apa selain melangkah mundur menjauhinya.

Meskipun ia namja, tetapi entah mengapa ia merasa sangat takut.

“Oppa.. yang kujanjikan akan benar-benar terwujud. Para fans akan berteriak heboh di akhir konser nanti. Apa kau percaya, Oppa? Hahaha..”

*

Ditengah-tengah keramaian ending konser, Baekhyun menyadari akan suatu hal yang janggal. Ia tidak menemukan dimana Chanyeol berada. Meskipun ia sudah berkeliling panggung, tetap saja Baekhyun tidak menemukannya.

Puncak konser telah tiba. Balon-balon berwarna merah muda berjatuhan menghujani para artis juga para fans. Pita-pita merah muda, juga kertas berkelipan yang semakin mendukung suasana hangat itu.

“AAARRGH!! AAAARGH!! AA…”

Seorang fans sepertinya mendengar teriakan yang menjanggal itu. segera ia melihat ke atas ketika ia tahu darimana sumber suara itu berada. Dan seketika mulutnya terbuka lebar.

“KYAAAAA!! CHANYEOOL OPPAAA! CHANYEOOL!!!”

Teriakan itu membuat fans yang berada disekitarnya melihatnya dengan heran. Dan ketika mereka melihat ke arah apa yang dilihat olehnya, mereka ikut berteriak heboh.

Para artis juga seketika terdiam. Mereka melihat ke arah Chanyeol yang tengah tergantung dari arah balon-balon dan pita-pita masih berjatuhan dengan tali yang melingkari lehernya. kakinya ia gerakan kesana-kemari, tanda ia kehabisan nafas.

Baekhyun melangkah maju ke depan panggung. Kini semua tatapan mengarah pada Chanyeol.

“CHANYEOOL! CHANYEOOL!! KAU BISA MENDENGARKU??!!” teriak Baekhyun sekuat tenaga. Namun Chanyeol masih berusaha bertahan sambil menarik nafas dengan susah payah. “CEPAT BANTU CHANYEOL! CEPAT SELAMATKAN DIA, BANGSAT!”

Baekhyun marah. Akhirnya seluruh staff segera menghampiri dimana tempat Chanyeol tergantung. Namun, beberapa detik kemudian Chanyeol tidak bergerak lagi. Wajahnya terlihat membiru dari kejauhan. Matanya tidak mengedip kembali, dan tangannya sudah terjatuh lemas.

Baekhyun terduduk lemas. Tanpa sadar ia menangis. “Yeol..”

Tidak hanya Baekhyun menangis, tetapi seluruh fans dan artis SM pun menangis. Tangisan yang membuat seluruh hati tersayat bagi siapapun yang mendengarnya.

Dan seketika itu juga ada beratus kertas berawarna putih turun menghujani panggung dan fans. Baekhyun mengambil kertas itu lalu membaca isinya.

Saranghaeyo, EXO! We are one! Fighting! ^^

Baekhyun memejamkan matanya. Ia meremas kertas itu dan menggeram marah.

***

Dua minggu setelah kejadian itu, akhirnya EXO hadir kembali ke atas panggung. Mereka berusaha terlihat tegar meskipun kini tanpa Chanyeol yang menemani.

Ketika berada dalam dorm, Baekhyun membuka laptop Chanyeol kembali lalu melihat-lihat apa yang berada didalamnya.

Baekhyun menangis kembali ketika melihat poto seluruh member EXO tengah tersenyum ke arah kamera dengan senangnya, termasuk Chanyeol.

Suho kemudian datang lalu menepuk pundak Baekhyun. “Sudahlah Baekkhie. Biarkan Yeol tenang.”

Baekhyun meringis kesal kemudian menghapus air matanya dengan kasar.

TBC :(

…………………………………………………………………………………

semoga hal ini nggak terjadi. Amin. ._.

ini hadiah buat para readers yang udah ngamuk nungguin cerita ya, huakakak~

happy reading and leave a comment!

………………………………………………………………………………….

25 thoughts on “DEAR EXO [ CHAP 1 : CHANYEOL ]

  1. FFnya bagus thor^^
    aiss sasaeng fansnya bikin bacon marah._.
    huaaa tapi FF electric sama pulchritude nya kapan dilanjutiiiiin? *setelah menunggu lanjutannya berabad-abad lamanya ternyata malah ada FF baru* haha :D
    penasaran~

  2. thor,,
    ni ff horor ya,,,
    merinding euy bcax..
    tpi2 thorrr,,,,
    Pulchritudex kpan klwarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr…
    gq sbar pngen bca niiii

  3. Huaaa! Dasar sasaeng fans! Apakah yeol oppa mati? Ah, andwaeee!! Chapter 2nya nnt bacon lg kah?? Ah, luhannya aku tggu yaa. Oya thor, ff electricnya kok lma bgt publishnya sih? Aku udh tggu sampe2 tumbuh jenggot nih *?* electric dn dear exonya cepetan ya thor, keep writing, fighting ! ^^

  4. demi na. Sieun atulaaah -A-

    Kalo ga salah, ini ff pertama km dg genre begini kn? Bagus nih bagus! Ayo gali terus potensimu! SEMANGAAAT!

  5. APAAAA ?! CH-CHANYEOL MATI ?! ANDWEEEEEE~ ㅠㅠ gue bener2 kaget thor kalo disini chanyeol tuh meninggal TT

    Penasaran sama yg bikin chanyeol khawatir…next thorr 화이팅!! :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s