PULCHRITUDE [ CHAP 9 ]

PULCHRITUDE

Author: Shin Heera

Cast:

  • Kim Jongin (EXO)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Park Chanyeol (EXO)
  • Park Chonsa (YOU)

Minor Cast:

  • EXO Member

Ket:

  • Kai at History era
  • Oh Sehun at 22nd teaser
  • Park Chanyeol at History era
  • Baekhyun at History era
  • Do Kyungsoo at History era
  • Suho at High Cut era

Disclaim: Tuhan yang menciptakan mereka, dua belas bintang besar yang eksotis, EXO. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

Ps:

  • * > masih hari yg sama
  • ** > keesokannya
  • Don’t be silent reader
  • Don’t copy – paste my imaginations!!

……………………………………………………

Last Chapter

“Kai, aku datang.”

Kai yang tengah memilih-milih CD, menyimpan mereka begitu saja dan berbalik dengan cepat dan melangkah dengan langkah yang mantap ke arah Chonsa.

Tiba-tiba tangan kuat namja itu menarik kedua pundak Chonsa dan memeluknya dengan sangat erat.

………………………………………………..

CHAPTER 9

Kedua mata Kai terpejam dan  tetap tidak melepaskan pelukannya. Dia sangat merindukan Chonsa. Tentu saja.

FLASHBACK

“Jangan tinggalkan aku, Angel Park..” ucap Kai sambil memeluk yeoja bernama Angel itu sangat erat.

“Maafkan aku, Kai. Aku harus pergi..”

Kai semakin mempererat pelukannya. Dia tidak peduli ada berapa puluh orang yang tengah menatapnya kali ini di dalam studio.

“Berjanjilah padaku..”

“Untuk apa?”

“Ketika kau berada di pelukanku lagi, jangan pernah kau mencoba untuk melepasnya..”

“Mengapa?”

“Karena sampai kapanpun, aku akan mencintaimu. Berjanjilah, Angel Park..”

Yeoja itu menangis dan membalas pelukan Kai semakin erat.

FLASHBACK END

Dengan perlahan Kai melepas pelukannya pada Chonsa. Kini mata dinginnya menatap permukaan wajah Chonsa dengan sangat teliti dari dekat.

Mata yang sama, alis yang sama, hidung yang sama, bibir yang sama.. Mengapa dia baru menyadarinya?

Tiba-tiba alisnya mengerut dalam. Tidak ada. Tidak ada tahi lalat di bawah bibirnya. Berarti besar kemungkinan hipotesa yang kedua adalah benar.

Kedua tangannya melingkar di pinggang kecil Chonsa dengan matanya yang tetap menatap Chonsa seperti itu. Sangat lembut tidak seperti biasanya. Tiba-tiba Kai tersenyum, mendekat dan mencium kening Chonsa penuh perasaan. Dirinya benar-benar merindukan yeoja ini. Sangat. Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, sampai tidak menyadari perubahan drastis pada Chonsa.

“Mengapa kau tidak jujur padaku dari awal, huh?” tanya Kai sambil mengangkat wajah Chonsa dengan telunjuknya.

Chonsa yang belum dapat menguasai dirinya tidak dapat berkata apapun apalagi berpikir untuk menjawab pertanyaan Kai yang sebenarnya sangat sederhana itu.

Kai tertawa kecil dan kembali memeluk Chonsa. “Baiklah, kau tidak perlu menjawabnya. Yang penting kau sudah bersamaku sekarang. Kau tahu aku sangat kehilanganmu, Angel Park..”

Chonsa melepaskan diri dari pelukan Kai setelah menyadari bahwa dirinya tengah kembali berada di bawah pengaruh Kai. “Aku membencimu, Kai! Bagaimana bisa kau menganggapku sebagai pengganggumu, hah? Padahal aku mendekatimu agar kau cepat menyadari bahwa aku adalah Angel Park! Tapi dimana letak kesensitifanmu sebagai namja? Kau tidak mengenaliku sangat lamaaa sekali! Itu benar-benar parah! Sangat parah asal kau tahu! Apa kau seperti ini karena kau popular, hah? Sulit tersenyum dan bergaul dengan banyak murid? Haish.. Nappeunnom..”

Kai hanya tersenyum kecil sambil menatap Chonsa dengan lekat. Tidak mengeluarkan reaksi apapun selama yeoja itu berbicara. Angel Park, dia tidak berubah sama sekali. Dan sudah keberaparatuskalinya Kai membenci dirinya sendiri, mengapa dia baru menyadari bahwa Park Chonsa adalah Angel? Bodoh.

“Ya~,” ucap Chonsa dengan nada merendah. Pipinya mengeluarkan rona merah yang terlihat sangat manis. Ya, yeoja itu benar-benar malu. Bagaimana bisa Kai tetap terdiam ketika dirinya berbicara sendiri seperti tadi.

“Sudah kukatakan, jangan mencoba untuk lepas dari pelukanku, Angel..”

Seketika Chonsa merasakan debaran keras di jantungnya ketika Kai kembali memeluknya dengan mudah. Tentu saja. Tentu saja dia mengingat kata-kata itu. Kata-kata terakhir kalinya dia berada di dalam pelukan Kai saat itu.

“Ya, Park Chonsa, kemana tahi lalat di bawah bibirmu? Kau menghilangkannya? Tega sekali. Padahal aku sangat menyukainya. Itu sangat seksi, kau tahu,” ucap Kai sambil tertawa kecil setelah berhasil menggoda yeoja itu.

Lagi-lagi Chonsa terdiam. Apa yang harus dia jawab? Kini dia benar-benar tidak tahu apa yang harus ia katakan. Mengaku sebagai penari bertopeng? Jadi dulu dia mengoprasi bagian khasnya itu? Sudahlah..

Kai merangkulkan tangan kanannya di leher Chonsa dan mendekatkan bibirnya di telinga yeoja itu. “Aku sudah tahu semuanya. Kau adalah si penari bertopeng itu, hm?” tanya Kai yang masih tidak juga menjauh dari telinga Chonsa. Berbisik menggelitik di sana.

“Kau.. siapa yang memberitahumu?” Chonsa merasakan debaran di jantungnya semakin cepat. Di pikirannya hanya Chanyeol. Hanya dia yang mengetahui bahwa dirinya adalah si penari bertopeng. Apakah mungkin Chanyeol memberitahu Kai? Tapi untuk apa?

“Siapa yang memberitahuku? Ayolah, aku pintar, Angel Park, kau tahu itu. Biarkan aku ceritakan semuanya. Semua yang telah aku dapatkan..”

FLASHBACK

Mengapa jantungnya berdebar keras? Apa harus malam ini dia mengembalikannya? Ya, ini waktu yang tepat. Dan Kai berharap dalam hatinya, Chonsa belum jatuh tertidur.

Kakinya sudah menaikki tangga setelah bertanya pada penjaga asrama letak kamar Chonsa.

Tiba-tiba tubuhnya menegang melihat dua sosok yang sangat dikenalnya tengah berciuman. Entah mengapa Kai merasakan sakit di dadanya.

Kai menelan ludahnya susah payah lalu kembali menuruni tangga dan bersumpah dia tidak akan kembali mengingat kejadian itu.

Kakinya berjalan dan ia merasakan telapak kakinya seperti tidak berpijak dengan sempurna. Bahkan ketika dirinya sudah sampai di dorm.

Dengan malas dia berjalan dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. Matanya tidak fokus, berlarian. Tapi tiba-tiba matanya tertuju pada satu buah album foto cukup tebal berwarna merah tua yang sudah lama tidak disentuhnya.

Dirinya bangkit, membawa album itu dan kembali duduk di atas sofa. Mulai membuka lembaran pertama. Dia berharap bayangan mesum itu menghilang dengan sempurna setelah melihat semua gambar istimewa di dalam album ini.

Terlihat ibunya yang tengah memakai leotard dan dirinya yang masih mengenakan seragam sekolah. Kai benar-benar merindukan ibunya.

Tidak lama, Kai menghembuskan napasnya ketika gambar seorang perempuan yang dia kenal dengan baik terlihat tengah tersenyum dengan manis. Angel Park.

Yeoja cantik itu memakai leotard merah mudanya sambil bergaya ballerina. Tentu saja dengan dirinya. Kai sangat ingat betul foto ini diambil ketika mereka berlatih dengan keras untuk pertunjukkan besar dan pertama kalinya menjadi penari utama. Tahi lalat kecil di bawah bibir yeoja itu terlihat sangat manis untuk Kai. Dan itu menyimpulkan mengapa Angel sangat banyak berbicara.

Tangannya membuka lagi, lagi dan lagi. Sampai akhirnya matanya terbelalak setelah mengamati foto angel yang satu ini. Sebelum yeoja itu berhenti menjadi penari dan menghilang.

Leotard yang ia kenakan. Dan lambang itu. Sepasang sayap malaikat. Ini benar-benar mengejutkan. Sama persis seperti lambang yang ia temukan di leotard milik Park Chonsa.

Kai kembali membuka halaman awal. Benar. Ketika pertama kali Angel mengikuti lomba sampai lomba terakhir yang ia ikuti dan pertunjukkan-pertunjukkan besar, lambang sepasang sayap putih itu ada di leotard bagian atas dadanya.

Apa Park Chonsa adalah Angel Park? Kai memutar otaknya untuk berpikir. Alisnya berkerut sangat dalam. Matanya kembali berlarian di permukaan gambar yang tengah dilihatnya.

Angel Park, Park Chonsa. Mempunyai marga yang sama. Ada kemungkinan mereka adalah orang yang sama. Kai terkesiap ketika dirinya menyadari bahwa arti dari Chonsa adalah malaikat! Dan jika diterjemahkan kedalam bahasa Inggris adalah.. Angel. Angel Park.

Jantung Kai berdebar keras. Satu-satunya yeoja yang pernah membuatnya gila. Gila sebagai pesaing karena yeoja itu selalu lebih baik darinya dan gila karena dia sudah jatuh cinta pada yeoja itu. Memang sudah lama sekali. Bertahun-tahun dia tidak bertemu dengannya. Tapi entah mengapa Kai merasakan itu kembali.

Tanpa sadar tangannya terus membuka halaman album foto yang sangat tebal itu. Dan secara tidak sadar juga dia tengah memandang seorang penari yang sangat dia kagumi meskipun sangat misterius.

Mengapa penari bertopeng ini sama saja seperti Angel? Menghilang begitu saja.

Matanya menelusuri wajah si penari itu. Ya, Kai berhasil mengambil foto itu dari dekat ketika dirinya menghadiri pertunjukkan si penari bertopeng. Pertunjukkan yang terakhir kalinya dan pertunjukkan terhebat sepanjang tahun.

Sangat cantik. Meskipun hanya hidung dan bibirnya yang terlihat. Tentu saja setengah wajahnya tertutup oleh topeng yang selalu berganti setiap penampilan. Kecuali ketika penari itu membawakan lagu Bella Dona di setiap akhir pertunjukkan. Topeng putih yang benar-benar sangat cantik.

Kai tersenyum melihat bibir si penari itu yang sangat cantik dibalut lipgloss natural dan tengah tersenyum. Lalu turun ke bawah dan..

DEG!!

Alisnya mengerut sangat dalam. Mengapa dia baru menyadari si penari ini memakai kalung berlambangkan sayap malaikat? Tidak hanya itu!! Leotard megah yang ia kenakan!! Ada gambar sepasang sayap malaikat di sana!! Besar dan sangat jelas!!

Kini kebingungan melanda pikiran Kai. Angel Park, Si Penari Bertopeng dan.. Park Chonsa.

Apakah mereka orang yang sama?

Tapi.. Si Penari Bertopeng tidak mempunyai tahi lalat di bawah bibirnya. Lalu bagaimana dengan Park Chonsa?

FLASHBACK END

“Jadi kuncinya adalah lambang sayap malaikat yang ada pada leotardmu. Bagaimana bisa kau ceroboh memakainya di depanku, hm?” tanya Kai sambil merapikan rambut panjang Chonsa agar tidak menghalangi pemandangan indah yang dirindukannya ini.

“Aku, Kai, aku..”

Tiba-tiba Kai melangkah menuju cd player dan memainkan sebuah lagu. Lagu mellow yang sangat indah. Tentu saja keduanya tahu benar lagu ini dan dansa apa yang dibawakan. Big Love Adagio.

Kai mengulurkan tangannya pada Chonsa dan disambut dengan senang hati walaupun terlihat sedikit ragu.

Chonsa melingkarkan kedua tangannya di leher Kai. Sementara Kai melingkarkan kedua tangannya di pinggang kecil Chonsa. Dansa yang sangat sederhana.

Kedua kaki mereka mengikuti ketukan lagu dan menikmatinya dengan sangat indah. Apalagi bersama orang yang dicintai, bukan?

“Bagaimana ciumannya?” tanya Kai tiba-tiba.

Chonsa menengadahkan wajahnya dan kembali menunduk ketika mendapati tatapan Kai yang selalu berhasil membuat jantungnya berdebar keras.

“He is a great kisser..” ujar Chonsa yang sudah mendapatkan kembali dirinya. Dirinya yang tidak pernah kehabisan kata-kata.

“Ya, aku melihatnya. Sepertinya kau bermain lebih hebat dan kau sangat menikmatinya sampai-sampai tidak menyadari keberadaanku.”

Chonsa tertawa kecil. “Tentu saja.”

“Ya, berbeda seperti pertama kali. Meskipun sederhana seperti itu, tapi aku yakin kau tidak akan melupakannya, bukan? Sangat berkesan kau tahu.”

DEG DEG DEG

Dengan susah payah Chonsa mencoba menghirup napas sedalam-dalamnya. Tapi itu semua terasa sulit. Sesak di dadanya benar-benar mengganggu. Kejadian itu kembali terulang di otaknya.

“Sudah, Kai. Kau membuatku malu.” Chonsa memukul dada bidang Kai dengan pelan dan dirinya tidak berani untuk menatap lawan bicaranya.

“Angel, kau menyukai Chanyeol hyung?” tanya Kai dengan nada rendah. Suaranyanya benar-benar seksi.

“Ya, aku menyukainya. Dia namja yang baik dan sangat welcome padaku ketika pertama kali aku masuk SIAS.”

Kai tersenyum. Dirinya menyadari sikapnya pada Chonsa di awal benar-benar tidak berkesan sama sekali. “Jadi kau tidak menyukaiku lagi? Ayolah, Angel Park. Untuk yang kedua kalinya. Dulu kau lebih memilih Oh Sehun dari pada aku. Tapi akhirnya kau tidak dapat lepas dariku. Apa kau tahu? Penyesalan selalu datang di akhir,” jelas Kai diakhiri dengan kekehan kecil.

“Jadi maksudmu, kau ingin aku berada di sampingmu? Untuk apa? Memangnya kau menyukaiku?” tanya Chonsa sambil menatap Kai sekilas dan kembali berkonsentrasi berdansa sambil mendengarkan kata-kata yang keluar dari mulut Kai dengan baik.

“Aku tidak tahu,” jawab Kai datar. Chonsa benar-benar kesal pada Kai kali ini. Sebenarnya apa yang diinginkannya? “Sudah lama sekali kau tidak berada di sampingku.”

“Dan sekarang sudah sangat larut malam. Aku harus kembali..” Chonsa melepaskan lingkaran tangannya di leher Kai dan mulai melangkah. Dan tentu saja Kai menahannya sambil tertawa kecil.

“Karena sudah lama sekali kau tidak berada di sampingku, aku semakin merindukanmu dan kali ini, aku tidak akan membiarkanmu pergi, Angel Park. Aku mencintaimu..” ucap Kai lalu memeluk Chonsa dengan hangat.

**

“Baiklah, kita akan melanjutkannya. Beritahu aku jika kau mempunyai waktu luang,” kata Chanyeol sambil tersenyum manis pada Chonsa.

Mereka berdua tengah berjalan berdampingan di koridor. Pagi ini terasa sangat indah untuk Park Chonsa. Mungkin karena tadi malam dia bertemu dengan orang spesial dan kali ini namja yang membuatnya selalu tersenyum berada di sampingnya.

Lagi-lagi Chonsa menemukan sosok Kai tengah berdiri dengan gaya selengeannya di dinding depan studio satu. Namja itu tersenyum penuh arti. Jantung Chonsa kembali berdebar keras.

“Morning, guys!” sapa Chanyeol pada Dio dan Kai. Tiba-tiba langkahnya ikut terhenti ketika mendapati Chonsa tertinggal di belakang. Matanya melihat jemari yeoja itu sudah berada di genggaman Kai.

Chanyeol yang melihat itu hanya terdiam, merasa aneh dan mengapa ini semua bisa terjadi? Seorang Kai yang sepertinya anti Chonsa, sekarang menggenggam jemari yeoja itu? Berbeda dengan Dio yang terkejut setengah mati dan berteriak berlebihan beberapa kali.

“Selamat pagi, Park Chonsa. Semoga harimu menyenangkan, hm,” ucap Kai sambil mengeluarkan senyumannya yang itu. Yang dapat membuat Chonsa sesak dan sulit bernapas bahkan kehilangan ribuan kata yang selalu tersedia di dalam otaknya.

Chonsa tersenyum salah tingkah. “Ya, kau juga, Kai,” jawab Chonsa lalu menoleh ke arah Chanyeol. “Oppa, kajja!” Chonsa merangkulkan tangannya di lengan Chanyeol dan mengajaknya untuk melanjutkan perjalanan pendek menuju kelasnya.

Kai masih tersenyum di tempatnya. Matanya tetap melihat ke arah Chonsa yang berjalan semakin menjauh.

BUG!!

Pukulan cukup keras mendarat di pundak kanan Kai. “Ya! Sejak kapan kau berubah seperti ini, Kai?!” tanya Dio sambil tersenyum lepas. Dia benar-benar terkejut dengan kelakuan Kai pagi ini. Tidak biasanya.

“Sejak aku benar-benar menemukannya kembali,” jawab Kai seperlunya sambil menoleh ke arah Dio dengan ekspresi datarnya.

“Maksudmu? Menemukan? Menemukan siapa?” Dio mengerutkan keningnya dalam-dalam.

“Sejak aku menemukan Angel Park milikku!” seru Kai cukup keras dan menarik perhatian di sekitarnya.

Dio terdiam. Otaknya berpikir. “Jadi, Park Chonsa adalah Angel Park milikmu?” tanya Dio perlahan dengan suara kecil. Jarang-jarang Dio dapat mengontrol volume suaranya. “Yang sudah lama tidak kau temukan?” tambah Dio.

Kai mengangguk cukup semangat. “Yang lebih membuatku senang, ternyata dia bukan sekedar Angel Park, yeoja yang aku suka, tapi dia adalah idolaku.”

“Idola? Maksudmu?” tanya Dio yang kembali menemukan sesuatu yang tidak diketahuinya.

Kai mendesah panjang dan meninggalkan Dio menuju dalam studio satu yang sudah dipenuhi banyak murid SIAS. Ya, sebentar lagi bel akan berbunyi dan Dio harus lebih bersabar menunggu waktu istirahat untuk merayu Kai.

*

Chonsa merapikan peralatan menulisnya dengan teliti. Jangan sampai ada selembar kertas pun yang jatuh atau tertinggal atau bahkan rusak ketika dimasukkan ke dalam tas berisi puluhan kertas lagu ciptaannya.

“Park Chonsa,” ucap Sera sambil mendekat dengan ragu ke arah Chonsa.

Chonsa menengadah, melirik Sera sekilas dan kembali merapikan barang-barang miliknya. “Hm?”

“Aku.. aku ingin meminta maaf padamu. Aku, aku terlalu sensitif maka dari itu tolong maafkan aku, Park Chonsa..” ujar Sera dengan cukup terbata dan menatap Chonsa dengan penuh harap.

“Aku sudah memaafkannya sejak kau melakukan kesalahanmu, Kim Sera,” ucap Chonsa sambil tersenyum manis.

“Ah, jinjja?! Kamsahamnida, Chonsa-ya!” seru Sera sambil menggenggam dua tangan Chonsa dan melompat kesenangan. Chonsa hanya tersenyum manis. “Ya, apa kau sudah mengumpulkan lagu untuk Song Festival?” tanya Sera.

“Hari ini. Setelah pelajaran berakhir. Kau tahu pelajaran terakhir adalah Mr. Kim. Aku ingin memberikannya langsung dan sedikit ingin bertanya sesuatu padanya. Bagaimana denganmu?”

“Sepertinya aku akan mengumpulkan besok. Tujuh lagu tidak mudah, bukan?” Sera tertawa kecil.

BYURR!!

Chonsa benar-benar terkejut ketika Soona menyemburkan coklat padanya. Ada apa ini? Mengapa tiba-tiba..

“Park Chonsa! Sampai kapan kau merebut semua yang seharusnya menjadi milikku, hah?! Aku membencimu!” teriak Soona lalu melangkah dengan penuh amarah ke luar kelas.

“Chonsa..” ucap Sera sambil mengusap pundak Chonsa dengan pelan. “Aku tahu dia hanya iri padamu. Memang dulu dia selalu menjadi nomor satu di kelas swc. Tapi kini aku lebih mengakui kemampuanmu. Kau lebih hebat darinya,” ucap Sera berharap kata-katanya dapat menghibur.

Chonsa yang terlihat lebih peduli dengan pakaiannya hanya mendesah panjang. Tangannya sibuk membersihkan noda-noda yang menempel di kemeja putihnya dengan hasil nihil.

“Kajja, kita bersihkan saja bajumu di toilet,” ajak Sera dan Chonsa setuju tanpa mengeluarkan kata-kata lagi. Dia benar-benar pasrah.

Setelah dirinya memasuki toilet, tidak banyak orang di sana. Chonsa hanya menemukan sosok Jiyoung yang entah mengapa selalu terlihat menyebalkan di depan matanya.

“Ah, Han Jiyoung kau di sini,” ucap Sera sambil tersenyum pada Jiyoung yang tengah menebalkan bedaknya. “Chonsa, aku akan mencari pakaian ganti untukmu. Tunggu di sini.”

Setelah Sera keluar dari toilet, Chonsa merasakan suasana yang sangat canggung dan ini benar-benar tidak disukainya.

“Kau kenapa?” tanya Jiyoung sambil melihat keadaan Chonsa yang cukup mengkhawatirkan. Untung saja rambut merahnya tidak terkena semburan. Hanya kemeja dan celana biru tuanya saja.

“Ah, coklatku tumpah,” jawab Chonsa sambil tertawa kecil dan kembali membersihkan kemejanya sambil menatap pantulan dirinya di depan cermin dan membuka dua kancing kemeja teratas untuk membersihkan bagian dalam.

Suasana kembali hening.

Hening karena kini Jiyoung tengah terbelalak melihat sesuatu yang tergambar jelas di dada bagian atas tubuh Chonsa. Gambar sepasang sayap malaikat yang terlihat sangat kontras dengan kulit putihnya.

Tanpa berpikir apapun, Jiyoung tahu benar siapa dia. Dia, Park Chonsa adalah Angel Park alias Si Penari Bertopeng itu. Tentu saja. Ketika Chonsa disiksa, Jiyoung melihatnya dengan jelas. Melihat dengan jelas apapun yang menempel di tubuh Chonsa termasuk tatto itu.

“Ah, sepertinya aku harus membawa handuk kecilku di kelas. Aku tinggal,” ucap Chonsa yang dengan cepat ditahan oleh tangan kuat Jiyoung.

“Angel Park, maafkan aku!” seru Jiyoung sambil memeluk Chonsa dengan erat. Chonsa tidak mengeluarkan ekspresi apapun. Bertemu dengan Jiyoung adalah salah satu kesalahan untuknya. “Maafkan aku, Angel. Aku bersalah padamu! Aku menyesaal! Ternyata aku membuat masa depanku sendiri hancur dengan semua cara licik yang keluargaku lakukan padamu! Seharusnya aku tahu dari dulu bahwa aku salah! Aku benar-benar menyesal, Angel..” ujar Jiyoung yang kini sudah tidak dapat menahan air matanya untuk mengalir bebas.

Akhirnya Chonsa tersenyum. “Han Jiyoung, aku sudah tidak memperdulikan masalah itu.” Chonsa melepas pelukan Jiyoung dan beralih menatapnya dengan lembut kali ini. “Sudah lama sekali, bukan? Tidak usah kau ungkit lagi. Aku sudah mempunyai dunia baru sekarang. Menjadi penulis lagu sangat menyenangkan dan aku lebih menyukai dunia baruku dibanding berdansa menjadi seorang Angel Park atau penari bertopeng,” jelas Chonsa sambil menghapus air mata Jiyoung yang sepertinya sudah keluar sangat banyak.

“Kau benar-benar sudah memaafkanku?” tanya Jiyoung sambil terisak.

Chonsa tersenyum manis. “Aku sudah memaafkanmu dari awal, Han Jiyoung. Hapus air matamu.” Chonsa mengelus rambut panjang Jiyoung dengan penuh rasa sayang. Dengan Jiyoung mengakui kesalahannya, itu membuat Chonsa sudah tidak memendam perasaan kesal lagi. Kini semuanya terasa lega.

“Park Chonsa,” ucap Sera yang memasuki toilet sambil membawakan kaus casual berwarna biru muda padanya. “Pakai ini,” katanya sambil memberikan kaus itu pada Chonsa.

“Baiklah.”

*

Tidak lama setelah Chonsa berganti pakaian dan Jiyoung sudah keluar dari toilet, Sera mengajak Chonsa untuk kembali ke kelas. Tentu saja untuk menyimpan baju kotor milik Chonsa.

Sedikit lagi Chonsa masuk ke dalam kelas, tiba-tiba dirinya terkejut menemukan Chanyeol yang tengah berlari dengan tergesa ke arah luar kelas swc itu dan namja itu juga terkejut ketika menemukannya.

Penciuman yeoja itu bekerja dengan baik. Ya, dia mencium bau kertas terbakar dengan sangat jelas.

“Bukan aku, Park Chonsa!” teriak Chanyeol ketakutan.

Chonsa melangkahkan kaki beberapa langkah dan matanya terbelalak melihat tas lagunya tergeletak sembarangan di atas lantai. Yang lebih parah, semua kertas lagunya terbakar. Hancur menjadi abu.

Kini Chonsa menatap Chanyeol dengan tatapan menuduh.

“Percaya padaku, Chonsa-ya..”

Air matanya sudah tidak dapat ditahan lagi. Chonsa menangis dan nyaris berteriak. Matanya menatap Chanyeol dengan lirih. Jantungnya berdebar tidak teratur. Apalagi melihat tangan Chanyeol yang kotor oleh abu. Jelas sekali.

“Aku bersumpah, Park Chonsa! Bukan aku yang melakukannya! Aku dijebak! Ada seseorang yang melakukan ini dan membuat semuanya seakan-akan aku yang melakukannya! Percayalah padaku!”  teriak Chanyeol sambil memegang kedua bahu Chonsa agar yeoja itu percaya.

Dengan susah payah Chonsa berusaha melepaskan tangan Chanyeol dari pundaknya. Tapi akhirnya usahanya berhasil dan dia berlari entah kemana dengan air mata yang mengalir.

“Park Chonsa!” teriak Chanyeol kembali. Kini namja itu terlihat sangat frustasi dan menjambak rambutnya dengan keras lalu menggeram.

Matanya menemukan Sera yang tengah tersenyum sinis. “Kau! Pasti kau ada di balik semua ini, Kim Sera!” bentak Chanyeol dengan amarah.

“Apa kau yakin? Sedari tadi aku bersama Park Chonsa dan aku sama sekali tidak memasuki kelas. Sudahlah, Chanyeol-sshi. Sudah sangat jelas kau yang melakukannya. Aku tidak menyangka.” Sera meninggalkan Chanyeol dengan tawa sinis di akhir.

Ingin sekali Chanyeol menutup mulut yeoja itu dengan apapun sampai dia tidak dapat berbicara lagi. Apalagi melihat ekspresinya yang benar-benar membuat amarah semakin meluap.

Namja itu terdiam. Dengan perlahan matanya melihat seisi ruangan kelas. Kamera CCTV. Hah, ternyata pelaku sudah merencanakan semuanya dengan baik. CCTV ditutup oleh kain hitam.

Lalu apa yang harus ia lakukan?

*

Dari kejauhan Sehun melihat sosok Chonsa yang tengah berlari sambil menangis di koridor yang cukup ramai ini. Sibuk menghindar dari hiruk pikuk murid SIAS yang menghalanginya berlari.

HAP! Dengan satu tangkapan, Sehun berhasil meraih lengan Chonsa dan berhenti di hadapannya.

“Kau kenapa?” tanya Sehun sambil mengerutkan keningnya dan menatap Chonsa penuh tanya.

“Tidak, lepaskan aku, Sehun-ah, maaf kali ini aku tidak bisa-“

“-Ikut aku.”

Dengan cepat Sehun membawa Chonsa keluar dari gedung sekolah dan melangkah menuju danau. Di sana selalu terasa nyaman dan tidak berisik.

Dari kejauhan, Kai menatap Chonsa dengan penuh kekhawatiran.

*

“Semua kertas laguku terbakar dan aku tidak tahu harus berbuat apa, Sehun-ah. Besok adalah hari terakhir mengumpulkan semua lagu untuk SIAS Song Festival,” jelas Chonsa sambil menangis sesegukan. Kembali terlihat jelas di hadapan Sehun untuk yang kebeberapa kalinya.

“Berapa lagu yang harus dikumpulkan?” tanya Sehun dengan lembut dan tenang. Dirinya tidak ingin mencoba untuk ikut panik atau bertanya bagaimana bisa kertas lagunya terbakar. Bagaimana jika Chonsa menjadi frustasi?

“Tujuh lagu,” jawab Chonsa singkat.

“Aku mengingatnya. Aku mengingat semua lagumu, Angel Park,” ujar Sehun yang membuat Chonsa menoleh ke arahnya dengan cepat.

“Jinjja? Sehun-ah, kau tidak berbohong, bukan?” tanya Chonsa penuh harap.

“Hapus dulu air matamu. Setelah itu aku akan membantumu. Bagaimana?”

Chonsa tersenyum sangat lebar dan menghapus semua air mata yang membuat wajahnya terasa dingin tertiup angin.

“Sehun-ah, gomawo,” ucap Chonsa. Dan tiba-tiba Chonsa teringat sesuatu. “Ya, dari mana kau tahu bahwa aku Angel Park?”

Sehun tersenyum penuh arti pada Chonsa. “Aku sudah menyadari kau seorang Angel Park ketika pertama kali kita bertemu di ruang tuthor,” jawab Sehun lalu tertawa kecil.

“Tapi bagaimana bisa secepat itu?”

“Caramu memandang, caramu berbicara dan caramu tersenyum. Aku sangat mengenali itu.”

Chonsa tersipu malu. Jadi sudah dari awal Sehun mengenalinya.

“Sejak itu aku selalu mengawasimu. Kau tahu Soona dan Sera selalu saja mengganggumu.”

Tiba-tiba Chonsa tertawa keras. “Aku malu!!!”

Sehun hanya tersenyum melihat tingkah Chonsa yang kembali normal. Tidak ada tangisan.

*

“Chanyeol-ah, sudaaah! Kau sudah menghabiskan lebih dari lima gelas coklat!” seru Baekhyun sambil memegang lengan Chanyeol.

“Jangan halangi aku, Baekhyun-ah!” seru Chanyeol sambil mengenyahkan tangan Baekhyun dan kembali meminum coklatnya. “Lagipula ini tidak beralkohol..” ujar Chanyeol setelah segelas coklat itu habis dengan sempurna.

“Memangnya apa yang terjadi? Katakan padaku, mungkin aku bisa membantumu,” ucap Baekhyun sambil melihat ke sekeliling food court yang cukup ramai.

“Kertas lagu Chonsa terbakar habis,” ucap Chanyeol sejurus dan membuat Baekhyun terbelalak hebat.

“Mwo?! Bagaimana bisaa?!” tanya Baekhyun kembali menganga dan tidak dapat mengontrol wajahnya.

“Aku tidak tahu. Dan sekarang Chonsa berpikiran bahwa aku yang telah membakar kertas lagunya. Baekhyun-ah, aku yakin kau percaya padaku, bukan?”

“Ceritakan semua dari awal, dude!”

“Ketika aku keluar dari kelas rap, tiba-tiba ada seorang murid yang menghampiriku dan dia berkata Chonsa memanggilku dan memintaku untuk menghampirinya di kelas swc. Dan ketika aku sampai di kelasnya, aku tidak melihat sosok Chonsa. Tapi aku mencium bau terbakar yang menyengat. Ketika aku masuk, aku sangat terkejut. Aku melihat tas lagunya tergeletak di lantai dan semua kertas lagunya terbakar. Waktu itu aku berusaha untuk menyambung-nyambungkan bagian yang masih terlihat tapi percuma. Lalu aku bangkit dan berlari, berniat untuk mencari Chonsa. Tapi ternyata dia sudah berada di hadapanku dan sepertinya dia sangat membenciku sekarang. Baekhyun-ah, aku yakin Sera berada di belakang ini. Dia merencanakan semuanya agar Chonsa benci padaku!” cerita Chanyeol panjang lebar.

“Chanyeollie, aku tidak mempunyai ide sedikit pun. Apa yang harus aku lakukan?” tanya Baekhyun yang terlihat shock. “Menulis lagu itu sangat sulit,” tambahnya. “Poor Chonsa..”

“HAAIISSH!!” seru Chanyeol sambil menghabiskan gelas strawberrycoklat milik Baekhyun.

“Minum saja yang banyak. Kau pasti frustasi, kawan..”

Tiba-tiba Kai dan Dio datang menghampiri Chanyeol dan Baekhyun lalu duduk di hadapan mereka. Wajahnya terlihat sangat serius.

“Hyung..” sapa Kai sambil menatap khawatir pada Chanyeol.

“Kai..” balas Chanyeol sama sekali tidak ada senyuman terselip di bibir manisnya.

“Hyung, aku tahu siapa dalang utama di balik semua ini,” ujar Kai dengan suara rendah.

Chanyeol membelalakkan matanya. “Jadi kau tahu? Kau tahu kertas lagu Chonsa yang terbakar?”

Kai mengangguk. Sementara Dio dan Baekhyun menjadi pendengar setia kali ini.

“Siapa? Katakan padaku, Kai..”

“Kim Soona,” jawab Kai lalu menarik napas. “Aku mendapatkan videonya ketika dia membakar kertas lagu milik Chonsa sambil tertawa kesetanan. Itu semua tersimpan di dalam ponselku,” jelas Kai yang masih bisa menahan amarah. Teringat kejadian sadis itu benar-benar mengesalkan.

“Bagaimana bisa kau sempat merekamnya?” tanya Baekhyun.

“Aku mendengar percakapan dia dan teman-temannya di dalam toilet kemarin. Sejak itu aku selalu mengawasi Soona. Dan ternyata tadi itu aku sedikit terlambat. Jadi aku lebih memilih merekamnya dari pada menghalanginya untuk membakar kertas lagu milik Chonsa. Percuma saja. Kita juga harus bisa bermain lebih bersih.”

“Tapi kenapa, Kai? Sekarang Chonsa kehilangan semua lagunya!” seru Chanyeol. Kedua alisnya berkerut dalam.

Kai menatap Chanyeol dingin. “Sekarang Chonsa sudah berada di tangan orang yang tepat. Oh Sehun. Namja itu jenius. Dia yang selalu menemani Chonsa menulis lagu dan memainkan lagunya. Aku yakin Oh Sehun mengingat semua nada-nada dengan sempurna. Hanya saja dia tidak terlalu biasa menulis not,” jelas Kai yang terlihat sangat mengenal Sehun dengan baik. Tentu saja. Berteman sejak kecil.

“Biar aku saja yang menulisnya,” ujar Chanyeol dengan sangat yakin.

“Great,” ucap Kai dengan cepat.

“Kai, bagaimana kalau nanti sore kita berkumpul di coffee break? Aku ingin masalah ini selesai. Tolong beritahu Chonsa dan Sehun.” Chanyeol memandang penuh harap pada Kai.

Kai kembali tersenyum seadanya. “Baiklah.” Lalu Kai meneruskan di dalam hatinya. ‘Tenang saja, Angel akan kembali padaku apapun yang terjadi.’

*

“HAHAHAHA!!”

Tawa dua yeoja itu terdengar sangat menyeramkan. Siapa lagi kalau bukan Kim Sera dan Kim Soona. Rencana mereka berhasil sempurna.

“Park Chonsa. Sekarang kau hancur. Tidak ada Chanyeol dan tidak ada lagi gelar murid terhebat di SIAS,” ujar Soona sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada dengan angkuh. Senyuman sinisnya tidak juga lenyap.

“Ya. Rencana kita berhasil, Kim Soona. Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Sera.

“Kita berpesta di dormku malam ini. Beritahu semua anak buah. Kita bersenang-senang.” Soona tertawa kembali dengan puas.

“Hahahaha! Aku sangat puas kau tahu. Sebentar lagi Park Chonsa akan mendapat hukuman berat karena aku yakin satu hari bukan waktu yang lama untuk membuat lagu,” kata Sera sambil membenarkan poninya.

“Lalu bagaimana denganmu? Apa kau sudah menyelesaikan lagumu?” tanya Soona sambil mengerutkan alis cantiknya.

“Sepertinya malam ini selesai dan besok akan diserahkan pada Mr. Kim,” jawab Sera terlihat ragu.

“Kau melakukannya lagi? Tidur dengan Suho oppa?” tanya Soona.

“Tentu saja! Hahaha!” jawab Sera yang terlihat sangat bangga dengan hal satu itu.

“Pervert!” ujar Soona lalu ikut tertawa. “Han Jiyoung. Aku kasihan padanya. Bagaimana bisa dia ingin menjadi kekasih dari seorang Suho?”

“Aku memang beruntung..”

*

Akhirnya sore ini mereka sudah berkumpul di salah satu meja coffee break.

Sehun dan Chanyeol duduk bersebelahan sementara Kai dengan Chonsa.

Dengan terang-terangan Kai menggenggam tangan Chonsa dengan mantap. Padahal sudah beberapa kali Chonsa meminta Kai untuk melepaskannya. Tapi Kai tetap tidak melepasnya.

Chanyeol menatap Chonsa tanpa mencoba untuk berpaling. Yeoja itu masih marah padanya. Dia sama sekali tidak menatap Chanyeol sejak tadi.

“Kita sudah berkumpul. Angel, ceritkan semuanya. Dari awal. Kita bereskan masalah ini,” ucap Kai sambil menoleh ke arah Chonsa.

Chonsa mendesah kecil lalu bersiap untuk bercerita. “Setelah bel istirahat berbunyi, Sera menghampiriku dan meminta maaf. Tiba-tiba Soona datang dan menyemburkan coklatnya padaku. Lalu Sera membelaku dan mengajakku untuk membersihkan noda. Setelah aku membersihkan noda coklat di kemejaku, Sera datang dan membawakanku baju ganti. Lalu kami kembali berjalan menuju kelas dan aku melihat Chanyeol oppa di sana,” cerita Chonsa. Masih tidak ingin menatap sosok di hadapannya.

“Giliranmu, Hyung,” ucap Kai.

“Tidak lama dari bel istirahat ada seorang murid yang menghampiriku dan dia berkata Chonsa memanggilku dan ingin aku menghampirinya di  kelas swc. Ketika aku datang, aku sudah menemukan kertas lagu Chonsa yang sepertinya tidak lama baru dibakar.” Cerita singkat Chanyeol sudah dapat membuat Kai mengerti bagaimana rencana yang dibuat Soona. Ternyata sangat sederhana.

“Giliranku. Saat bel istirahat, aku kembali mengawasi Soona dan ternyata dia memang benar-benar sangat mencurigakan ketika aku melihatnya sedang berbicara pada salah satu murid di sekitar studio satu. Aku kembali masuk ke dalam studio untuk membereskan bajuku dan setelah aku keluar, aku tidak menemukan Soona. Dengan cepat aku berlari ke kelas swc dan ternyata aku terlambat. Soona sedang membakar kertas lagu Chonsa dan aku hanya dapat merekamnya. Ini dia..” cerita Kai panjang lebar dan mengeluarkan ponselnya untuk memperlihatkan video yang sudah diambilnya.

Setelah video berdurasi satu menit lebih itu selesai, mereka semua terdiam dan terhanyut dalam pikiran mereka masing-masing.

“Jadi Soona dengan sengaja menumpahkan coklatnya agar Sera dapat membawa Chonsa keluar dari kelas dan dengan leluasa Soona membakar kertas lagu Chonsa. Bagaimana?” Kesimpulan yang diberikan oleh Kai sudah sangat jelas.

Akhirnya Chonsa membuka mulut dan menatap Chanyeol penuh rasa bersalah. Mengapa bisa dia jatuh kembali ke dalam lubang yang dibuat Sera dan Soona?

“Chanyeol oppa.. Maafkan aku,” ujar Chonsa dengan air matanya yang sudah menggenang hampir terjatuh.

Chanyeol tersenyum. “Sudahlah..”

“Sudah dua kali aku berprasangka buruk padamu. Aku memang bodoh. Tidak seharusnya aku percaya pada mereka. Maafkan aku, Oppa. Aku khawatir kau akan membenciku,” ucap Chonsa sambil menumpukkan telapak tangannya di atas tangan Chanyeol yang tersimpan di atas meja.

“Aku yang lebih khawatir kau akan membenciku. Chonsa-ya, kita lupakan saja masalah ini, arasso?” Chanyeol menumpukkan telapak tangan kanannya di atas tangan Chonsa.

Keduanya tersenyum sangat manis dan saling menatap satu sama lain. Cukup lama. Sampai akhrinya Kai berdeham cukup keras dan menyadarkan mereka berdua. Sehun hanya terkekeh.

“Park Chonsa, kita akan membantumu menulis ulang lagu yang akan diserahkan pada Mr. Kim. Aku yang memainkan musik dan Chanyeol hyung yang menulis not lagu,” jelas Sehun.

“Jinjjaeyoo? Aaah, gomawoooo!!” seru Chonsa sambil mengaitkan jemarinya. “Lalu Kai? Apa kau tidak membantuku?” tanya Chonsa sambil melirik gemas pada Kai.

Kai tersenyum. “Kata siapa? Kau akan berada di sampingku menghabiskan malam ini. Bagaimana?”

Chonsa tertawa dan mengangguk beberapa kali. Chanyeol yang melihatnya hanya membuang napas panjang dengan perlahan. Matanya hanya menatap kopinya yang diaduk dengan tidak sadar.

Sementara Sehun hanya tersenyum. Akhirnya Kai sudah menemukan kembali malaikatnya yang sudah lama menghilang. Kini dirinya yakin dengan apa yang harus diperbuat. Mundur. Dirinya selalu kalah jika bersaing dengan Kai. Namja itu memang memukau.

*

“Ayolah, Hyung. Mengapa lagi-lagi kau menghapusnya? Aku lelah harus memainkan part ini berulang-ulang,” kesal Sehun sambil menurunkan biola putihnya.

“AARRGGHH!! Aku tidak dapat berkonsentrasi, Sehun-ah. Bagaimana ini?” Chanyeol meremas rambutnya dan turun mengusap wajahnya beberapa kali lalu mendesah sangat panjang.

“Apa yang sedang kaupikirkan?” tanya Sehun sambil menatap Chanyeol dengan kening mengerut. “Aku tahu. Park Chonsa. Benar?”

Chanyeol balas menatap Sehun dengan sayu. “Kemana Kai membawanya? Aku tidak ingin Chonsa dalam keadaan mood yang buruk. Bagaimana bisa Kai menjadi dekat dengannya? Ini benar-benar aneh!” ucap Chanyeol sambil menepuk pahanya beberapa kali.

“Mereka berdua sudah sangat dekat sejak dulu, Hyung,” ujar Sehun sambil memainkan biolanya dengan asal.

Chanyeol terkesiap dan menurunkan biola Sehun, meminta namja itu untuk berhenti dan mulai bercerita.

“Katakan apapun yang tidak aku ketahui, Sehun-ah!”

“Mereka sudah berteman baik dari grade 3 elementary dan sudah sangat dekat dari grade 6 elementary. Bahkan mereka sudah menjadi sepasang kekasih di tingkat pertama jhs.” Sehun mengangguk sekali pada Chanyeol dengan tatapan datar.

“Bagaimana kau bisa tahu sedetail itu?”

“Kita bertiga berteman baik sampai menciptakan cinta segi tiga,” jawab Sehun sambil tertawa kecil dan memainkan senar biola dengan jemarinya.

Chanyeol tetap mengerutkan keningnya dengan serius sejak tadi. “Bagaimana sikap Chonsa padanya?” tanya Chanyeol.

“Dia benar-benar mencintai Kai. Sangat mencintai namja itu sampai-sampai dia berpaling dariku. Hm, aku sempat mendapatkannya. Tapi tidak lama dan tidak sampai menjadi sepasang kekasih.”

“Apa kau yakin Chonsa sangat mencintai Kai?”

“Tentu saja.”

“Lalu.. apa yang harus aku lakukan?” Bola matanya berlarian cemas. Pikirannya hanya Park Chonsa dan Park Chonsa. “Aku mencintainya..”

TBC ;]

………………………………………………….

HIYAAAAH!! ADA TRAGEDIII!!!

CHAPTER 10 UDAH DIBIKIN POINT2NYA SAMPE TAMAT DAN KEHAPUUUUSSSSS SSEEMMUUUUAAAAA!!!

AAAARRRGGHHH!! STREEESSS!!!

Bantuin ._.

…………………………………………………

59 thoughts on “PULCHRITUDE [ CHAP 9 ]

  1. Kok tbc ;___; huehehehehe keren eon!!!!!! Jadi bingung ini ending nya sama siapa .__. Ayo eon berjuang!!!! Di ingat” part 10 nyaa pasti keinget kok walopun agak beda dikit sama awalnya Jiyoung nya kasiannnnnnnn lanjut eon lanjut .__. Eonni hwaiting!!!

  2. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

    TETEH INI DAEBAKKK !!! >….<

    • HUUUUUUUUUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
      MATATIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIHHHHHHHHHHH :***************************

  3. semakin daebak ceritanya eonni!!!*0* lebar ihh part 10 nya ke hapuss:(( ayoo semangat eonn bikin part 10 lagi!!^^ aku tetap setia menunggu~ =))

  4. TETEH KENAPA SI CHONSA BILANG “HE IS A GREAT KISSER”?! /frustasi/ chanyeol, sayang, bibirmu…… /kejer/ si teteh mah da meni resep bikin aku kesel /api menjalar/ dan itu si kkamjong oh wth maneh lah kai, urang hayang si chonsa jeung chanyeol, lain jeng maneh dasar hideung! seeet eta aya si duo kim, aurana buruk wae hah jeung deuih si sera bubu bayeng suho, suho na deuih bet daek, mending jeung aku junmyeon /dicakar chanyeol/ chanyeol, dun be galau, terus maju pertahankan chonsa, gaplok we si kkamjong mah, maneh jangkung lin? ah sehun, padahal aku nahan2 biar gak suka sama kamu tapi kenapa kamu menggoda hmm? makin seruuuuuuu, part 10 end lah nya, aku sama chanyeol hidup bahagia selamanya. happy ending /nyanyi lagu jay park/ uggghh aku cinta kamyu lah teh, meski sering bikin kesel hahaha next chap asap pokokna mah okeh lopyu muach muach ♥(ノ´∀`)

    • HUAKAKAKAKAK EMAAAAAAAANG XD INGET! CHANYEOL NYIUM AKU! HE IS A GREAT KISSER!!!! AHAHAHA
      NGAKAK LAH!!!! karunya iheuh bisi nangis geura disebut hideung!
      HAHAHAHAHA EH ETA BAHASANYA NGOCOL ATULAAAAAH XD TI KAMPUNG MANA EUY? AKAKAK XD
      yaeyalah pasti loph aku teyuuuuzzhh ahahah MOAAAAH!! X*

      • mulai deui yeuh?  ̄ 3 ̄ oh okeh, aku mah malah udah yadongan sama chanyeol (ya tuhan, mohon abaikan tulisan ini) bwahahaha hade nya? sok atulah chap 10 gera publish, hauuuus yeuh hahaha dan SEKARANG MAH SAYA PASRAH SI CHONSA EK JEUNG SASAHA GE, TITIKSSSSS

  5. Hua!!!! Jadi cinta segi empat nich… Daebak thor, keren & membuat rasa sangat penasaranku makin menjadi-jadi…
    turut bersedih juga thor ats terhapsnya point2 ff part selanjutnya ;’C, saya doakan moga2 kualits ffnya nggak akan berubah dgn musibah ini. Amin

  6. teteh!! akhirnya datang juga FF ini ^_^ haha jinan bacanya senyum2 sendiri lah oh ia arti dari judul FF ini apa sih? ._.
    onnie bukan sama sehun yah akhirnyaaa u,u tak apeu sehunkan sama aku onn :)))
    onn itu chonsa sama kai atau chanyeol akhirnya ._. tragedi part 10 kehapus pas nyesek bin ksel lah onn sabar yah :D semoga muncul ide2 yang jauh lbh dari part 10 yg kehapus yo onn jjang!! :D

  7. Akhirnya Jiyoung tobat sama chonsa.. Kekeke.. Baguslah nyadar kesalahannya sendiri. Untung Chonsa baik banget ^^
    Ini mana nambah lagi pengganggu. Si kim s_a bersaudara (??) Minta dihajar aja. Jadinya chanyeol (lagi) yang kena imbasnya

    Kayaknya bakal ada cinta segitiga antara chanyeol-chonsa-kai nih, (sotoy banget) penasaran sama lanjutannya.
    Yang sabar aja ya eon epep nya kehapus. Aku bakal terus nunggu kelanjutannya kok. Fighting,ya!! J

  8. wadow”.. si abang chanyeol galau..
    kekekekekeekkee
    lanjut thor..
    tpi koq lama bnget y postnya??
    aku nunggu FF ne bnget..
    shari bisa 5 kali bolak-balik ne blog.. *lebaayy~
    tpi akhirnya datang jugaaaa >_<

    lanjut thorrrr~

  9. aaaaaa lama akirnya publish juga.. Whoaaaa seru.. 카이 ya, pertamanya, sok sok an ngga mau sama cheonsa, nah sekarang pas udah tau, maen rebut aja dari 찬열.. Kasian 찬열 nya.. Lanjut thor, next chap jangan lama lama ya?

  10. Aku mau CHONSA SAMA CHANYEOL kakak T___T jangan sama kai, kasian chanyeol sumpah! Chanyeol ud di fitnah mulu gitu ;; dia asDfghjklkjhgfdssdfcbhj hueee itu sumpah soona sera jahat banget! Aku yaaa rada ilfeel sama mereka. Chonsa please pilih chanyeol ;; chanyeol selalu ada buat lo chonsa. Masa udah nemu kai lo ninggalin chanyeol. Jangan habis manis sepah dibuang/apadeh. Tapi beneran sama chanyeol yayayayaya

  11. “Karena sudah lama sekali kau tidak berada di sampingku, aku semakin merindukanmu dan kali ini, aku tidak akan membiarkanmu pergi, Soona. Aku mencintaimu..” ucap Kai lalu memeluk Soona dengan hangat.
    Aku suka part inii maaak ♥(>̯┌┐<)•° !!!
    Lanjuuutt!!

    Beberapa detik kemudian,,,,

    sebenernya aku keseel (۳˚Д˚)۳

  12. waaaaaaahh akhirnyaaaaaa \(^o^)/
    aku nunggu ff ini banget loh, tiap hari cek blog ini haha *inibeneran*
    makin bingung chonsa sama siapa akhirnya.
    pokonya ff nya keren banget lah, suka banget hoho
    semangat ya author buat yg chap. 10, semangat semangat!! ^^

  13. Whuuaaattt???
    TBC nyaaa duuuuuuhhh padahaaal lagi seruuuuu (˘̩̩̩.˘̩ƪ)
    Kok bisa ke apus eon?
    Jangan2 soona-sera lagi niiiih ( ˘͡ -˘͡) hwaitiiing eon!!

  14. KYAAA DAEBAK! Deg-degan mampus bacanya. POKOKNYA CHONSA SAMA KAI><!!! Udah dari keciiiiil huwaaa envy sama Chonsa.
    Yah kok kehapus thor w(-_-w) gapapa deh thor ngulang lagi pasti hasilnya lebih bagus!! Semangat thor!! Fighting jgn nyerah!! Jgn lama2 yak thor gue penasaran bgt sumpeh. Author jjang!

  15. Baru beres UKK, dan baru mampir ke sini lagi taunya udah ada part 9 yuhuuuu
    Keren deh teteeeh gak nyangka ceritanya bisa seluas ini ._.b
    Chonsanya sama chanyeol ajaaaa lah kasian chanyeolnyaaaaa~

  16. Pasrah. PASRAH. Asa ga ada harapan buat si Chanyeol. Liat masa lalu Kai-Chonsa, segitu saling mencintainya mereka. Duka ah duka. Terus kalo Chonsa sm Kai, Chanyeol sm siapa? Sera? Terus Soona? Dio? Sehun-Heera? Ah, lengkap sudah. Aku pasrah ~(-_-~)(~-_-)~

    Ngakak parah itu kelakuan si Chanyeol. Mabok coklat XD

    Demi apa pas scene Jiyoung minta maaf ke Chonsa, cesss, tiis. Adem bgt. Rasanya dunia indah seketika. Tentram bgt. Terus pas scene Sera-Soona ketawa2 gitu. Huh. Bahagia bgt ya mereka. Hatinya berbunga2. Iya, bunga bangke. Plis, mak. Buat mereka cpt2 tobat. Teu tega mereka selalu sesat (?) gitu

    Oke, aku lanjut ke chap 10 ya ;)

  17. akhirnyaaaa….park cheonsa gak jadi marahan sama chanyeol =D
    aku emang suka dan dukung banget cheonsa sama chanyeol, tapi pas denger sehun mundur ko nyesek juga yaa T.T
    “Lalu apa yang harus kulakukan?….aku mencintainya….” chanyeol oppa, manis banget itu^^~
    PS: aku mention kamu loh tapi sampai sekarang belum dibales =[

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s