PULCHRITUDE [ CHAP 7 ]

PULCHRITUDE

Author: Shin Heera

Cast:

  • Kim Jongin (EXO)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Park Chanyeol (EXO)
  • Park Chonsa (YOU)

Minor Cast:

  • EXO Member

Ket:

  • Kai at History era
  • Oh Sehun at 22nd teaser
  • Park Chanyeol at History era
  • Baekhyun at History era
  • Kim Kyungsoo at History era
  • Suho at High Cut era

Disclaim: Tuhan yang menciptakan mereka, dua belas bintang besar yang eksotis, EXO. Pemeran lain hanyalah fiksi yang tidak diketahui keberadaan aslinya. Tapi itu terserah dirimu.

Aku menulis cerita ini murni dari imajinasiku yang selalu saja terlihat berlebihan dan sulit berhenti mencetak ide baru. Tidak ada salahnya juga menyampaikan karya yang tidak terlalu dilirik ini pada kalian, hei para pembacaku.

Ps:

  • * > masih hari yg sama
  • ** > keesokannya
  • Don’t be silent reader
  • Don’t copy – paste my imaginations!!

……………………………………………………

Last Chapter

“Kim Sera! Kemari!”

Sera tidak dapat berbuat apa-apa. Chonsa sudah mengetahui keberadaannya. Akhirnya dia melangkah menghampiri mereka.

Suho tersenyum dingin dan membuka mulutnya untuk mengeluarkan kata-kata. “Kim Sera, sudah lama..”

…………………………………………………

CHAPTER 7

 

Yeoja itu hanya menundukkan sedikit kepalanya, tidak berani menatap mata namja di hadapannya secara terang-terangan. Hah, apa dia tidak merasa rugi menyia-nyiakan pemandangan bagus seperti ini? Suho benar-benar sangat tampan dengan setelan hitam. Kulit putih bersihnya benar-benar membuat iri.

Sementara Chonsa hanya terkesiap. Ternyata mereka berdua sudah saling mengenal. Sejak kapan?

“Kim Sera, bagaimana kabarmu?” tanya Suho sambil tersenyum penuh arti. Ya, dia mempunyai satu kunci emas di tangannya.

“Uh..”

“WOW!!” seru Chonsa yang kelewat antusias sampai memotong jawaban Sera. Dirinya tidak menyesal berteman dengan Kim Sera yang super popular! “Kalian berdua! Kalian sudah saling mengenal juga ternyata!” Chonsa masih tidak dapat berhenti bergerak. Dunia ini sangat mengasyikkan pikirnya. “Bagaimana kalian bisa saling mengenal?!”

Sera tersenyum kecut sementara Suho sibuk tertawa melihat tingkah Chonsa. Sepertinya yeoja ini kelebihan suatu hormon ganas -..-

“Kim Sera! Jawab aku!” pinta Chonsa sambil menarik-narik lengan Sera, memaksa untuk mengatakannya dengan cepat.

“Suho oppa adalah sunbaeku dulu. Bukan begitu?” tanya Sera yang berharap, sangat berharap, Suho tidak mengatakan semua yang sebenarnya pada Chonsa. Tidak. Suho tidak mungkin mengatakannya sampai kapan pun. Tidak henti-hentinya Sera berkomat-kamit dalam hatinya. Rasa takut ini benar-benar menyiksa.

Jika semua terbongkar, rencana untuk menghancurkan Park Chonsa akan gagal total dan Park Chanyeol akan semakin jauh darinya.

“Ya, jawabanmu memang tidak salah juga, Kim Sera,” jawab Suho dengan senyuman itu lagi.

“Sunbae, memangnya dulu kau belajar di divisi apa?” tanya Chonsa pada Suho kini.

Suho merubah cara tersenyumnya pada Chonsa. Sangat memikat. “Sama sepertimu, Park Chonsa.”

“JINJJAAAAA??!! KYAAAH!! Kalau begitu aku bisa belajar banyak padamu, Suho sunbae!! Mohon bantuannya!!” seru Chonsa lalu membungkukkan badannya dengan semangat sampai seratus derajat bahkan lebih. Lutut pun berhasil tercium. Benar-benar aneh.

Suho tertawa.

Sera tersiksa dengan segala macam ketakutan yang memenuhi otaknya. Bagaimana jika Suho benar-benar mengatakannya pada Chonsa suatu hari nanti?

 

*

 

Baekhyun mendorong Chanyeol ketika snacknya dicuri tanpa izin. Chanyeol hanya tertawa lalu memakan hasil curian itu dengan wajah tanpa dosa.

“Mengapa tadi kau tidak membelinya?!” tanya Baekhyun dengan kesal sambil mengunyah chikinya.

“Aku kira tidak enak. Jadi aku tidak membelinya,” jawab Chanyeol yang dilanjutkan dengan membuka satu bungkus coklat.

Baekhyun mendengus kecil dan kembali memasukkan tangannya ke dalam bungkus chiki berukuran sedang itu.

“Tidak bersama Park Chonsa?” tanya Baekhyun. Langkahnya tetap bersamaan dengan Chanyeol. Taman memang selalu terasa nyaman dan santai.

“Tidak,” jawab Chanyeol dan berhenti mengunyah. Matanya menerawang bebas. Kembali terpikirkan. Dia mengambil napas sebanyak-banyaknya ketika merasakan jantungnya berdebar keras.

“Mengapa?”

Chanyeol melirik dan tersenyum jahil ke arah Baekhyun. “Aku merindukanmu, Baekhyunnie,” ucap Chanyeol dengan aegyonya.

Baekhyun bergidik ngeri dan menjauh beberapa meter dari Chanyeol.

“HUAHAHAHAHAHAAAA!! Baekhie-ya! Odigaa?!!”

Ketika Chanyeol sudah berada dekat dengan Baekhyun, matanya terbelalak seketika. Ya, tentu saja menemukan Park Chonsa. Tapi bukan hanya Park Chonsa. Tapi Suho. Namja itu. Sera juga di sana. Ada apa ini?

“Wow.. Park Chonsa.. dia bersama Kim Sera dan Suho sunbae,” ujar Baekhyun sambil menjaga volume suaranya.

Chanyeol sudah tidak merasakan itu lagi. Merasakan sakit ketika mengingat kejadian itu. Dirinya sudah tidak peduli dengan Kim Sera.

Hanya Park Chonsa. Ya, hanya dia. Dirinya takut Suho akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak. Tapi Chanyeol yakin Chonsa adalah yeoja baik-baik dan tidak akan melakukan hal kotor seperti apa yang dilakukan oleh Kim Sera.

“Sudahlah. Kajja, kita ke studio!”

Baekhyun mengangguk dan mengikuti Chanyeol.

 

*

 

Suasana coffee break selalu ramai dan selalu bertambah ramai jika Heera dan Sehun tengah berada di antara kursi di sana, menikmati segelas kopi.

Heera tersenyum sangat manis pada Sehun. “Di sini.. rambutmu..” ucapnya sambil merapikan rambut Sehun yang sedikit tidak tertata rapi. “Kau semakin tampan saja, Sehun-ah. Aku menyesal meninggalkanmu hampir satu bulan lebih..”

Sehun tertawa kecil. “Mengapa?”

“Karena aku melewatkan proses ketika wajahmu terus berubah semakin tampan..” jawab Heera seiring angin berhembus lembut dan menerbangkan rambut Heera yang cantik.

Sehun hanya tersenyum mendengarnya lalu menghisap kopinya dengan perlahan.

Heera kembali tersenyum memandang permukaan wajah Sehun sambil merapikan rambutnya sendiri. “Apa sebulan ini kau tidak mempunyai kekasih?” tanya Heera sambil menahan napasnya beberapa kali. Jawab tidak!

“Tidak.”

Heera bersorak heboh di dalam hatinya.

“Tapi..”

Tiba-tiba jantung Heera kembali berdebar keras. “Tapi?” Heera menelan ludahnya susah payah.

“Aku sedang menyukai seseorang,” lanjut Sehun yang benar-benar membuat Heera tersentak. Sejak kapan Sehun mengakui bahwa dia tengah menyukai seseorang? Selama ini tidak pernah sekali pun dia berkata itu di depan Heera.

Heera tertawa. “Jangan katakan bahwa dia adalah orang yang sama ketika kau bercerita padaku dulu. Angel, yeoja yang kau kenal ketika duduk di bangku elementary..”

“Bukan dia..”

“Siapa? Kalau boleh aku tahu..”

“Sayangnya kau tidak boleh tahu,” jawab Sehun sambil tertawa kecil lalu meminum tetesan terakhir kopinya. “Sebentar lagi bel masuk berbunyi. Aku harus kembali sekolah dan kau harus kembali bekerja. Shin Heera, hwaiting!” seru Sehun sambil bangkit dari kursinya.

Heera ikut bangkit dan memeluk Sehun. Ini benar-benar berhasil membuat semua adam dan hawa di sekitar mereka cemburu. Tentu saja, mantan putri SIAS dan pangeran SIAS..

“Aku tahu.. Park Chonsa. Dia yeoja yang kausuka. Tapi apa kau tahu? Aku akan selalu berada di sampingmu, Sehun-ah..”

 

*

 

“Suho oppa!”

Dengan serentak Suho, Chonsa dan Sera memutar kepala mereka ke asal suara. Seorang yeoja berambut pendek hitam dan manis itu tersenyum.

“Jiyoungie!” seru Suho. “Akhirnya kau menemukanku, haha. Ah, kau sudah mengenal mereka?”

“Aku mengenal Sera dengan baik,” jawab Jiyoung sambil tersenyum pada Sera.

“Kau tidak mengenal Park Chonsa? Ah, kau akan benar-benar menyesal.” Suho terkekeh sambil berkacak pinggang.

 

*

 

Chonsa sedikit tersentak. Han Jiyoung. Ya, dia mengenalnya. Han Jiyoung adalah seorang penari hebat, sama sepertinya. Tiga tahun yang lalu.

Dia benar-benar tidak menyangka ternyata kali ini mereka satu sekolah. Lawannya. Dan juga yang sudah membuatnya meninggalkan dunia yang sangat dicintainya.

“Park Chonsa.. aku Han Jiyoung. Senang berkenalan denganmu,” ucap Jiyoung sambil tersenyum sangat manis.

Chonsa membalasnya dengan senyuman. “Ya, senang berkenalan denganmu, Han Jiyoung..”

“Han Jiyoung adalah kekasihku,” ucap Suho tiba-tiba. Serentak Chonsa dan Sera terbelalak.

“JINJJAAAEYOO?!!” seru Chonsa yang tidak menyadari penyakitnya kembali kambuh. Tidak pernah bertindak biasa saja.

“Wah, kalau begitu sepertinya aku dan Chonsa kembali ke kelas saja. Sepertinya bel akan segera berbunyi,” kata Sera sambil menarik tangan Chonsa. Padahal anak itu masih tertarik dengan hubungan mereka dan ingin memberikan banyak pertanyaan. Bagaimana bisa berpacaran? Bagaimana awalnya? Bagaimana bisa bertemu? Dan sebagainya.

Akhirnya mereka berdua berjalan berdampingan menuju sekolah. Tidak henti-hentinya Chonsa berkicau mengomentari kecocokan Suho dan Jiyoung meskipun di dalam hatinya masih tersisa rasa sakit yang sangat menyiksa tiga tahun yang lalu.

Setelah mereka memasuki koridor, terlihat Kai tengah berbincang seru dengan Dio di depan studio satu. Chonsa tersenyum lebar dan mempercepat langkahnya menghampiri mereka.

“Annyeoong!!” seru Chonsa.

“Park Chonsa!” balas Dio sambil tersenyum sangat manis.

Ha? Kai? Tidak, dia tidak membuat ekspresi apapun. Datar. Seperti biasa.

“Kau tidak menari?” tanya Chonsa pada Kai yang kini menyandar di tembok dekat loker.

“Apa urusanmu?” balas Kai sambil mendelik lalu melemparkan pandangannya menuju arah lain.

“Aku ingin melihatnya,” ucap Chonsa sambil memiringkan kepalanya sekilas. “Dio, kau terlihat segar memakai kaus putih seperti ini!” puji Chonsa dan mereka bercanda. Sera hanya senyum-senyum canggung. Dia tidak begitu mengenal mereka.

Tiba-tiba sosok Chanyeol keluar dari dalam studio. Chonsa sedikit tersentak melihatnya. Padahal di dalam hatinya dia ingin tersenyum dan menyapanya lalu bercanda seperti biasa. Tapi mengapa terasa sulit? Ya, Kim Sera memang menjadi beban.

“Park Chonsa..” sapa Chanyeol dengan wajahnya yang terlihat pucat hari ini.

Chonsa hanya tersenyum simpul. “Aku dan Sera harus masuk kelas. Sampai jumpa semua!”

Chanyeol benar-benar sakit kali ini. Dia benar-benar tidak tahu apa kesalahan yang dibuat sampai-sampai Chonsa terlihat sangat marah padanya.

“Hyung, ada apa dengan kalian? Bukankah kau sangat dekat dengan Park Chonsa,” tanya Dio. Kai terlihat tidak ingin ikut campur. Tapi telinganya benar-benar dipasang sangat tajam kali ini.

“Sepertinya ada kesalahpahaman. Aku juga tidak tahu..” jawab Chanyeol yang terlihat jelas raut kekecewaannya.

“Park Chanyeol! Ini chikimu!” Baekhyun datang dan mencairkan suasana.

 

*

 

Chonsa tersenyum lalu disusul dengan tepuk tangannya. “Aku kira lagu ini sangat buruk ketika aku mengolahnya di dorm. Tapi setelah kau yang memainkan, semua terdengar sempurna.”

“Oya?” tanya Sehun sambil menurunkan biola dari atas pundak kirinya. “Apa kau menghitungnya aku sudah berapa kali memainkan lagumu?” tanya Sehun sambil menatap wajah Chonsa dengan seksama.

Yeoja di sampingnya ini benar-benar membuatnya nyaman. Semuanya terasa sangat indah. Benar-benar indah asal kau tahu.

“Hm.. delapan lagu?” jawab Chonsa lalu tertawa kecil dan balas menatap Sehun. Tiba-tiba tawanya tenggelam berubah menjadi senyuman salah tingkah. “Delapan lagu, bukan?” tanya Chonsa. Tapi Sehun tetap tidak menjawab dan tetap menatapnya. “Berhenti menatapku seperti itu, Sehun-ah..” ucap Chonsa sambil menutupi wajahnya yang sudah memerah. Ini benar-benar memalukan. Bagaimana bisa hanya dengan tatapan Sehun yang seperti itu dia merasakan sesuatu yang aneh.

“Sembilan lagu,” ucap Sehun sambil tersenyum kecil dan beralih pada biolanya.

“Kau membuatku cemas,” ujar Chonsa yang masih berusaha mengembalikan rona wajahnya seperti semula.

Sehun tersenyum lebar. Kini semuanya terasa seperti biasa. “Terimakasih kau sudah mempercayakan lagumu padaku, Park Chonsa..”

Mendengar kata itu, Chonsa kembali teringat Chanyeol. Keraguan muncul kembali. Apa benar Chanyeol oppa mencuri lagu Kim Sera?

“Sehun-ah.. kau tidak akan mencuri laguku, bukan?” tanya Chonsa tiba-tiba.

Sehun tersentak dan dengan cepat menghadap ke arah Chonsa. “Chonsa, lihat aku..” pinta Sehun dan yeoja itu menurut. “Benar-benar tidak terpikirkan sama sekali sebelumnya. Bahkan ketika pertama kali kita bertemu dan aku memainkan lagumu. Aku benar-benar tidak mempunyai niat seperti itu. Semua lagu itu milikmu dan aku menyukainya.”

“Bagaimana dengan Chanyeol oppa?” tanya Chonsa. “Apa kemungkinan dia akan mencuri laguku?” Chonsa mulai mengeluarkan air matanya.

“Karena dia dekat denganmu? Oh, tidak. Park Chonsa, jangan pernah sekali pun berpikiran seperti itu. Chanyeol hyung adalah namja yang sangat baik dan berpendidikan. Dia jenius dan semua murid SIAS mengakuinya. Mana mungkin dia mencuri lagumu atau mencuri lagu siapapun di antara murid swc. Okay?”

Perkataan Sehun benar-benar membuatnya merasa bersalah pada Chanyeol. Seharusnya dia sudah menyadari itu dan melupakan kata-kata Sera, teman yang baru saja dikenalnya.

Air matanya mengalir. Hidung dan bibirnya terlihat memerah. Dengan ragu Sehun merengkuh Chonsa dan Chonsa tidak menolak. Dia benar-benar membutuhkan seseorang untuk mencurahkan semuanya. Dan sepertinya Oh Sehun adalah orang yang tepat. Bahkan dia menangis hanya di depan Sehun saja. Sudah kedua kalinya. Tidak ada siapapun yang pernah melihatnya menangis seperti ini.

“Kau percaya padaku, bukan?” tanya Sehun sambil menguatkan rengkuhannya ketika tangisan Chonsa terdengar lebih jelas.

“Maafkan aku, Sehun-ah.”

“Asal kau tahu.. dengan kau berada di sisiku, itu sudah cukup, Park Chonsa..”

 

*

 

Chonsa melipat kedua kaki dan memeluknya. Matanya hanya menatap puluhan kertas not yang bertebaran di atas karpet ruang utama itu.

Kim Sera. Apa dia mempunyai sesuatu yang membuatnya harus menjauh dari Park Chanyeol? Tentu saja. Chonsa sudah mendapatkan jawabannya.

Sera dengan sengaja membuat cerita bohong agar dirinya menjauh dari Park Chanyeol karena Sera masih mencintainya. Bukan begitu?

Padahal Sera dapat mengatakannya tanpa berbohong seperti itu. Chonsa pasti akan mengerti bahkan membantunya agar hubungan dengan Chanyeol kembali membaik.

Dan Chonsa juga sudah memutuskan, dia akan tetap berteman dengan Kim Sera. Bagaimana pun juga Kim Sera sudah berada dekat dengannya beberapa hari ke belakang.

TING NONG!

Chonsa menoleh dengan cepat ke arah pintu masuk. Dirinya bangkit sambil melihat ke arah jam dinding. Pukul delapan malam. Siapa malam-malam begini bertamu?

“Selamat malam, Park Chonsa..”

Sosok yang berada di hadapannya ini benar-benar membuat jantungnya berdebar keras. Park Chanyeol.

“Oppa..”

“Apa kau mempunyai waktu beberapa menit saja?” tanya Chanyeol dengan wajah cemas. Seluruh tubuhnya terasa dingin malam ini.

“Maaf, Oppa. Aku sibuk mengerjakan tugasku malam ini. Kau bisa kembali dan masuk ke dalam dormmu. Cuaca malam ini sangat dingin,  kau tahu..” balas Chonsa yang berusaha bersikap seperti sebelumnya.

“Apa kau benar-benar tidak mempunyai waktu beberapa menit saja untuk berbicara denganku, hm?”

“Kau mendengar jawabanku tadi, bukan? Selamat malam, Oppa..”

Mulut Chanyeol sedikit terbuka. Dia benar-benar tidak menyangka Chonsa akan bersikap seperti ini. “Baiklah.. kau bisa menutup pintu sekarang,” ucap Chanyeol terdengar pasrah.

“Tidak, aku akan menutupnya setelah kau pergi. Kau tahu tatakrama yang seharusnya..”

“Sekali melanggarnya akan baik-baik saja, bukan?”

“Baiklah jika itu maumu. Pakailah selimut sebelum kau tidur. Selamat malam..”

BLAM!

Chonsa kembali merasakan matanya memanas. Dirinya sendiri juga tidak mengerti mengapa dia terlalu baik pada Kim Sera?

Dengan cepat Chonsa menghembuskan napas dan melangkah ke dalam kamar untuk mencari kaus kakinya. Malam ini benar-benar dingin.

Matanya berhenti di salah satu topeng kesayangannya yang dipajang di dinding untuk menjadi hiasan. Tidak seperti sebelumnya yang selalu terpasang di wajahnya.

Dirinya mendekat ke arah deretan topeng-topeng cantik full colour dan berkilauan itu. Tiba-tiba saja dirinya kembali memutar kejadian masa lalu..

 

FLASHBACK

 

Delapan tahun yang lalu. Ketika dirinya tengah duduk tertegun melihat dua orang penari ballet tengah menari dengan cantiknya.

Dia benar-benar bahagia karena kedua orangtuanya membawa dirinya ke konser  ballet ini sebagai hadiah ulang tahun.

Setelah konser berakhir, keluarga kecil itu pergi ke sebuah restauran dimana kelompok pertunjukan ballet itu akan menyantap makan malam.

Anak kecil berwajah cantik dan berambut panjang itu kembali terkesiap. Apalagi melihat dua orang ballerina yang kini dikenalnya tengah memakai pakaian bebas. Aura cantiknya benar-benar keluar.

“Angel..” panggil ayahnya. “Kau ingin menjadi penari?”

“Tentu saja, Dad!” jawab Angel antusias.

“Kami sudah mendaftarkanmu ke salah satu sekolah ballerina terkemuka. Berjanjilah, kau akan menjadi penari hebat, sayang..” ucap ibunya.

Dengan erat Angel memeluk ibunya sambil tersenyum bahagia. Gigi kecil dan rapinya terlihat jelas dan itu sangat menggemaskan.

“Terimakasih, Mom! Tapi.. aku ingin mereka yang mengajariku..” ujar Angel kecil sambil melihat ke arah dua ballerina yang kini tengah menyantap makan malam dengan anaknya masing-masing.

“Tidak masalah..” ucap ayahnya. “Mom mengenal mereka cukup dekat.”

“Jinjja?!”

Ibunya mengangguk sambil tersenyum dan mengelus rambut Angel dengan sayang.

Selang dua hari, akhirnya Angel menghadiri sekolah balletnya dan dapat berbicara secara langsung dengan dua penari itu.

“Aaah, kau cantik sekali,” puji ballerina yang mempunyai senyuman manis dan berambut panjang bergelombang.

Angel hanya tersenyum manis.

“Kau benar-benar ingin menjadi penari?” tanya ballerina satunya lagi, yang mempunyai rambut ikal sebahu.

“Iya..”

“Baiklah, kenalkan, aku Kim Yora dan ini Oh Anna.”

“Kim sonsaengnim, Oh sonsaengnim, mohon bantuannya!”

Akhirnya Angel memiliki jadwal khusus untuk menari dan kegiatan di sekolahnya dikurangi. Demi berlatih menari ballet.

Angel tidak memiliki teman di kelas balletnya. Dia hanya sendiri dan diajari oleh dua orang ballerina hebat. Kedua orangtuanya memang sudah ingin membuat Angel sebagai penari.

Beberapa hari kemudian dirinya kembali diantar oleh supir pribadi dan kembali belajar ballet.

Ketika dirinya memasuki studio, matanya menemukan seorang anak lelaki yang tengah duduk terdiam di pinggiran.

“Annyeong haseo!” sapa Angel pada anak lelaki itu.

“Siapa kau?” tanya anak itu sedikit menyentak.

“Aku Angel Park. Kau?”

“Pergi!”

Angel membelalakkan matanya karena terkejut. Tapi dengan cepat dia tersenyum. “Apa yang sedang kaulakukan? Apa kau juga belajar ballet? Apa kita belajar bersama?”

“Diam! Sudah kukatakan, pergi!”

“Tapi aku akan belajar ballet dengan Kim sonsaengnim..”

“Kau sudah merebut ibuku!” teriak anak itu sambil bangkit dan berdiri di hadapan Angel.

“Aku tidak merebut ibumu..”

“Ibuku lebih menyayangimu dari pada aku!!”

“Kai!” panggil seseorang pada anak laki-laki itu. Ternyata Kim Yora. “Jangan seperti itu. Angel seorang yeoja dan tolong bersikap lebih sopan padanya..”

“Kau lihat?” tanya Kai pada Angel lalu mengepalkan kedua tangannya sangat erat.

“Angel.. maaf hari ini aku tidak bisa mengajarimu. Ini anakku, Kai. Sepertinya dia sangat membutuhkanku untuk menemaninya malam ini. Anna sonsaengnim akan segera datang beberapa menit lagi. Kau tunggu saja, arasso?” ucap Kim Yora dengan ramah lalu mengecup ujung kepala Angel dengan sayang.

Kai terlihat semakin kesal dan menarik lengan ibunya dengan tidak sabar.

Setelah Kim Yora pergi, dirinya duduk di atas bangku kosong panjang dan mengayunkan kedua kakinya yang tidak menyentuh lantai. Tiba-tiba terdengar sayup-sayup bunyi piano dari salah satu ruangan di sekolah tari ini.

Karena merasa penasaran dan juga tidak ada yang dilakukannya, tidak salah jika dirinya ingin melihat siapa yang sedang bermain piano ketika semua kegiatan sekolah berakhir. Ya, Angel mempunyai jadwal khusus.

Tangannya membuka salah satu studio tari untuk para penari senior. Tentu saja. Di dalamnya terdapat piano besar.

Kini matanya melihat sesosok anak laki-laki tengah bermain piano dengan lancarnya. Baju putihnya benar-benar cocok.

Permainan piano tiba-tiba terhenti ketika anak lelaki itu mendapati sosok Angel yang tengah mengintipnya.

Angel terkejut dan berharap anak itu tidak marah padanya. Ternyata benar. Anak itu tersenyum dan menghampirinya.

“Semua kelas sudah berakhir,” ucap anak tampan itu.

“Aku memang belajar setelah semua kelas berakhir. Lalu bagaimana denganmu?” tanya Angel sambil tersenyum.

“Aku sedang menunggu ibuku.”

Lalu terdengar ketukan sepatu dengan cepat dan sepertinya suara itu semakin jelas dan menuju ke studio ini. Ternyata benar. Dia Oh Anna.

Oh Anna membuang napasnya. “Ternyata kalian di sini. Kalian sudah saling mengenal?” tanya Anna sambil menuntun mereka ke studio awal. Anaknya mengangguk sambil tersenyum. “Sehun, kau bermain piano lagi?”

Kini anaknya mengangguk pelan sambil memasang wajah ketakutan. Ibunya pasti marah.

“Jangan lagi, Sehun-ah. Lebih baik kau menari saja.”

“Maafkan aku, Mom.” Sehun lebih mengeratkan genggaman tangannya di genggaman Anna. “Mom, kau pasti lelah seharian ini.”

“Ya, memang seperti ini..”

Angel hanya mendengar percakapan singkat itu.

Dua jam berlalu, supir pribadi sudah menjemput. Angel bersiap untuk pulang.

“Terimakasih untuk hari ini, Oh sonsaengnim!” seru Angel sambil membungkukkan punggungnya.

Ketika dirinya sudah keluar dari studio dan berjalan beberapa meter, tiba-tiba anak lelaki itu memanggilnya.

“Aku Oh Sehun!”

“Aku Angel Park!”

“Sampai bertemu lagi, Angel!”

 

Tiga tahun berlalu. Keahlian dalam bermain ballet dan berbagai jenis tarian lainnya benar-benar meningkat secara cepat dan selalu menjadi juara dalam banyak perlombaan ballerina dan penari di Korea.

Sampai pada suatu saat, dirinya sudah siap untuk tampil di satu perlombaan besar. Dia diculik oleh beberapa orang dan diikat di atas gedung pertunjukan dan dibiarkan saja kedinginan seperti itu.

Kejadian itu benar-benar membuat Angel shock dan sempat berhenti bermain ballet selama satu tahun.

Setelah mentalnya kembali seperti semula, dirinya mengikuti lomba yang lebih besar daripada sebelumnya. Ada yang berbeda. Dia memakai topeng untuk menutup wajahnya dan menggencarkan dunia ballerina dan dunia entertainment. Penari hebat yang misterius dan tidak pernah membuka topengnya.

Bahkan dirinya sudah tidak berada dekat dengan Anna dan Yora. Ya, mereka sengaja melakukan itu agar tidak ada bahaya datang pada Angel. Bahkan jika mereka terdesak harus bertemu, mereka akan diam-diam dan jangan sampai orang mengetahuinya.

Sampai suatu saat dia kembali diculik ketika tampil di atas panggung pertunjukkan dan tidak ada seorang pun yang bisa menyelamatkannya.

Dia dibawa oleh sekumpulan orang suruhan dan dikunci di dalam gedung besar seorang diri dalam keadaan gelap. Lima hari menghilang dan keesokannya dia ditemukan.

Tidak ada bahkan media dilarang menyebarkan berita ini. Jadi kehilangan penari misterius itu benar-benar membuat orang kebingungan. Tiba-tiba datang menjadi penari hebat dan tiba-tiba menghilang.

Penculikannya ini benar-benar membuatnya trauma sampai terbawa hingga kini.

Yang lebih parah, ternyata kejadian itu berhubungan dengan Han Jiyoung yang tidak ingin terkalahkan oleh Angel dan meminta kedua orangtuanya yang kaya raya untuk melakukan apapun agar dirinya menang.

Lalu Angel dan keluarganya pindah ke Daegu dan menjalani kehidupan normal. Angel sudah tidak ingin menjadi penari lagi. Dan namanya pun berubah menjadi Park Chonsa. Dalam bahasa Korea, artinya tetap Angel. Malaikat.

Chonsa berusaha melupakan ballet dan akhirnya selama satu tahun dia berhasil move on menjadi pecinta musik. Muncullah hobi menulis lagu dan akhirnya dia berhasil masuk ke SIAS, sekolah seni nomor satu di Korea.

 

FLASHBACK END

 

Tapi pikirannya kembali pada kejadian itu. Ketika banyak penculik yang membawanya ke suatu tempat asing, menodongkan pisau ke arah lehernya dan menyiksanya secara brutal lalu ditinggalkan begitu saja di dalam gudang tua bersi patung-patung yang terlihat tua dan horror.

Napasnya kembali sesak. Traumanya kambuh. Dugaan kemungkinan terburuk bermunculan dan dengan napasnya yang tercekat, Chonsa berusaha berjalan ke arah pintu utama dan membukanya.

“Hah, God..” gumamnya sambil menarik napas sebanyak-banyaknya. Tangan kanannya dia simpan di atas jantungnya yang berdebar keras. Chonsa terdiam beberapa saat.

“Park Chonsa..”

Suara berat itu membuatnya terperanjat dan degupan itu kembali muncul. Park Chanyeol. Dia lagi.

Kini Chonsa tersenyum dan apa kau tahu? Itu membuat Chanyeol sedikit tenang. Dan akhirnya namja itu tersenyum penuh perhatian.

“Kau baik-baik saja?” tanya Chanyeol mencoba lebih mendekat.

“Aku baik-baik saja, Oppa.”

“Jangan berbohong. Aku tahu kau tidak baik-baik saja, Chonsa-ya. Apa ada sesuatu yang mengganggumu?” tanya Chanyeol. Chonsa mengerutkan keningnya. “Tikus mungkin..” lanjut Chanyeol.

Chonsa tertawa. “Ayolah, tidak ada tikus di dalam dormku. Mengapa kau belum kembali? Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk pulang dan cepat-cepat berselimut?”

“Aku.. aku tidak tenang..” jawab Chanyeol yang terlihat gugup sambil menatap Chonsa dengan ragu.

“Tidak tenang untuk apa?”

“Kau. Kau yang membuatku tidak tenang.”

“Aku? Kenapa?” tanya Chonsa sambil tersenyum.

“Kau tidak tersenyum sedikit pun.. padaku..” jawab Chanyeol terbata.

Chonsa tertawa sambil menutupi mulutnya. “Bahkan aku tertawa kali ini. Chanyeol oppa, pulanglah.. aku sudah tersenyum dan tertawa, bukan? Jaga kesehatanmu.”

Chanyeol menarik napas sedalam-dalamnya. “Baiklah..” jawabnya sambil menghembuskan napasnya perlahan.

“Aku tidak akan menutup pintu sebelum kau benar-benar pergi. Jangan seperti anak kecil yang egois, Oppa..”

“Ya.. aku pulang. Berjanjilah untuk tidak menjauhiku lagi, Park Chonsa..”

“Menjauhimu?”

“Kau tahu? Rasanya sangat sakit,” lanjut Chanyeol sambil tertawa kecil. “Selamat malam dan mimpi indah. Bye..”

Chonsa hanya tersenyum. Matanya menatap punggung namja itu dengan penuh rasa bersalah. Di belokan sana, Chanyeol kembali menoleh ke arah Chonsa dan memberikan senyuman tampannya.  Lalu akhirnya sosok Chanyeol menghilang di belokan itu.

Chonsa masih terdiam. Ya, itu yang harus dia lakukan. Tidak seharusnya dia menjauhi Chanyeol. Memangnya Sera berhak mengatur hidupnya? Apa pedulinya jika lagunya dicuri? Haha..

 

**

 

Seperti biasa hari ini Chonsa kembali bersama dengan Sera. Kini dia tahu apa yang harus dia lakukan. Jangan mudah mempercayai ucapan orang yang baru dikenal.

“Kim Sera! Di sana ada Kai dan Dio! Bagaimana kalau kita duduk bersama mereka?” tanya Chonsa sambil menunjuk mereka berdua.

“Baiklah, kajja!”

Chonsa melangkah dengan keceriaannya seperti biasa. Apalagi melihat Kai. Moodnya akan benar-benar naik beberapa saat lagi.

“Kaaai!!” seru Chonsa. Tapi Kai hanya meliriknya sepintas dan memutar kedua bola matanya. “Diooo!!!” Sapaannya berpindah untuk Dio.

“Park Chonsaa!!!!” balas Dio sambil menarik kursi kosong di sampingnya. “Duduk di sampingku..”

“Ara..”

Dan mau apa lagi. Sera duduk di samping Kai. Dengan terang-terangan Kai menggeserkan kursinya agar lebih menjauh dari Sera.

“Kai! Aku melihat namamu berada di peringkat pertama divisi dance bulan ini! Chukkaeyooo!!” teriak Chonsa sambil bertepuk tangan heboh. Kai tetap tidak peduli sementara Dio hanya tertawa tidak tertahan. Belum ada yang berani bersikap seperti ini pada Kai sebelumnya. Kebanyakan mereka sudah takut sebelum melihat matanya saja.

“Kai memang selalu di urutan pertama,” tambah Dio dengan kekehannya yang belum habis.

“Tapi di urutan ke enam di divisi rap dan ke lima belas di divisi vocal. Apa itu? Tingkatkan bakatmu, Idolaku. Aku akan tetap menjadi fans nomor pertamamu yang selalu memberi semangat dan dukungan penuh! Tenang saja!” ucap Chonsa masih dengan senyuman cerianya.

“Aku tidak butuh fans sepertimu!” sergah Kai sambil mengibaskan tangan kanannya.

“Mworago? Lalu fans seperti apa yang kaubutuhkan?” tanya Chonsa dengan polos.

Dio ngakak parah.

“Yang tidak mengusikku dengan suara yang dapat merusak pendengaranku!” jawab Kai sambil mengerutkan keningnya.

Chonsa terkekeh. “Jadi kau menyuruhku untuk mengecilkan suaraku?”

“Stop talking, Park Chonsa. What the world that you live in, huh? Fantasy? Go back then..”

Chonsa memanyunkan bibirnya lalu kembali menggoda Kai dengan menatapnya sambil tersenyum sok imut.

“Mwo?!” Kai mengangkat kedua alisnya sekilas. Apa yang sedang dilakukan oleh yeoja aneh ini?

“Kau terlihat lebih tampan saja. Apa kau berdandan? Apa akhir-akhir ini kau sering memakai BB cream?” tanya Chonsa sejurus.

“Ya!! Tutup mulutmu! Aku tidak pernah memakai kosmetik girlish seperti itu! Menjijikkan..”

Chonsa tertawa seketika dan membuat Kai berdegup beberapa saat. Ada apa ini? Benar-benar terasa sesak.

“Kau tidak berubah, Kai..” ujar Chonsa dengan suara lembutnya.

“Hah? Apa? Apa maksudmu?”

“Ah, permisi teman-teman. Aku harus menemui temanku dulu. Chonsa, tunggu aku di sini..”

“Baiklah, jangan lama-lama, Sera-ya!” jawab Chonsa. “Dio!! Aku berbincang denganmu saja! Sepertinya Kai sedang ingin menjadi pendengar setia. Hahahaha!”

 

*

 

“Park Chanyeol!” panggil Sera pada Chanyeol yang tengah berjalan seorang diri menuju sekolah.

Chanyeol menarik napas dalam dan menyeret Sera ke satu tempat yang lebih sepi dan jarang dilewati murid-murid.

“Kau! Ini semua pasti gara-gara kau, Kim Sera! Apa yang kaukatakan padanya sampai-sampai dia menjauhiku, hah?!” tanya Chanyeol penuh nafsu. Benar-benar menyeramkan tapi entah mengapa terlihat semakin tampan saja :3

“Aku bisa saja mengakhiri semuanya. Asalkan kau kembali menjadi kekasihku lalu aku akan berhenti mendekatinya dan membuatnya jauh darimu. Bagaimana?” tawar Sera sambil tersenyum sinis.

“Apa? Menjadi kekasihmu? Jangan banyak berharap, Kim Sera! Aku tidak akan pernah kembali menjadi kekasihmu! Dan asal kau tahu, Chonsa sudah kembali padaku. Dia tidak seperti yang kau pikirkan. Ingat itu..”

Chanyeol meninggalkan Sera dengan keadaan puas.

Lalu bagaimana dengan Sera? Air matanya mulai bergenang dengan cepat dan akhirnya jatuh. Dia kembali menangis.

Aku harus menghancurkan Park Chonsa..

 

*

 

Soona menggigit bibir bawahnya kesal ketika matanya menemukan sosok Kai tengah berbincang dengan Chonsa. Itu benar-benar membuatnya terganggu. Hanya dirinya yang dapat memiliki Kai dan memiliki peringkat teratas divisi swc. Tapi nyatanya kini Kai berada di depan yeoja itu dan dirinya berada di peringkat ke dua setelah Park Chonsa. Memalukan.

Padahal festival lagu akan diadakan beberapa hari lagi. Itu adalah kesempatan besar untuk menarik para pengusaha dunia musik. Kalau seperti ini, Chonsa lagi-lagi menjadi penghalang baginya.

“Semua sudah siap..” ucap seorang bawahannya yang datang dari belakang dengan berbisik kecil.

“Siksa saja dia. Dan pastikan dia membacanya.”

“Baik, Kim Soona..”

Soona merogoh ponselnya dan mengirim satu pesan teks.

To: Sera

‘Kita harus merencanakan rencana lain sebelum acara song festival diadakan. Sepertinya kau tidak berbakat untuk mengelabui Park Chonsa dan Shin Heera tidak ingin bekerjasama dengan kita. Kau tahu? Kalau seperti ini, kita harus berpikir sedikit real dan kejam, huh?’

 

*

 

Tangannya menulis lagu dengan lincahnya di atas kertas-kertas yang selalu setia berada di bawah tangannya. Inspirasi mengalir seperti biasanya dan dia tidak merasakan ketakutan lagi di sini. Tidak ada yang mengunci daerah sekitar danau ini, bukan?

Waktu pulang sekolah. Seperti dia harus menunggu Sehun kurang-lebih sepuluh sampai lima belas menit dan namja itu akan datang menemaninya dengan membawa biola. Suasana sore sangat segar di sini.

Tiba-tiba terdengar satu suara yang mengusik pendengarannya. Chonsa menoleh dan menemukan tiga orang murid SIAS yang tidak dikenalnya tengah berdiri tidak jauh darinya.

“Hai..” sapa Chonsa sambil menyimpan kertas not lagunya dan bangkit dari bangku itu.

Tiba-tiba ketiga orang itu mendekat dan yeoja bertubuh paling tinggi menampar pipinya cukup keras.

“Ya.. apa yang akan kalian lakukan?” tanya Chonsa sambil mengambil langkah mundur dan menahan rasa sakit di pipi kirinya yang memerah. Air matanya mulai keluar.

Ketiga orang itu tidak menjawab apa-apa. Dua orang mendekat dan menyeret Chonsa dengan kasar.

Rambut indahnya dijambak, tamparan dan pukulan menyerangnya sampai ujung bibirnya berdarah. Bahkan baby doll ungunya yang lucu disobek-sobek tanpa perasaan.

“YA!! HENTIKAAN!!” teriak Chonsa yang mencoba melawan dengan mendorong mereka semua. Tapi percuma. Mereka bertiga dan mereka lebih kuat darinya.

Yeoja bertubuh paling pendek mendorongnya sampai terjatuh dan melempar secarik kertas terlipat padanya. Akhirnya mereka pergi.

Masih dalam keadaan terjatuh dan rasa sakit yang ia rasakan di seluruh tubuhnya semakin terasa. Dia menangis dengan lirih sambil mencoba menutupi bagian sobek di bagian atas bajunya.

“Apa salahku..” gumamnya pelan.

Tangannya meraih secarik kertas dan membacanya.

‘Park Chonsa, kau menikmatinya, bukan? Aku yakin itu. Sakit? Ah, tidak kurasa. Bukankah kau adalah yeoja yang tidak pernah terlihat murung, hm? Ini belum seberapa. Jika kau masih berani mendekati Kai, kau akan merasakan yang lebih parah dari ini. Lihat saja, Park Chonsa. Aku tidak akan membiarkan kau berada di dekatnya!!’

“Apa yang harus aku lakukan..?” tanyanya lebih pada dirinya sendiri sambil menyusut air matanya.

Lima menit kemudian telinganya mendengar ketukan sepatu yang mendekat dan tengah berlari. Dia sangat yakin kalau itu adalah Sehun.

Dengan cepat Chonsa menghapus semua air matanya dan menundukkan wajahnya. Dia tidak ingin Sehun melihatnya menangis apalagi terluka seperti ini. Sudah cukup Sehun melihatnya menangis dua kali.

“Park Chonsa!!!” seru Sehun lalu menghampiri Chonsa dan berlutut di sampingnya. “Chonsa..” ucap Sehun sambil meraih dagu Chonsa dan memutar wajah gadis itu sampai berhadapan dengannya.

“Sehun-ah..”

“Apa.. apa yang terjadi?” tanya Sehun sambil melihat permukaan wajah Chonsa yang merah dan ujung bibirnya yang mengeluarkan darah.

Jujur saja Chonsa tidak dapat menahannya. Dia menangis. Dengan cepat Sehun memeluknya dengan erat dan mengusap rambut Chonsa dengan penuh kekhawatiran.

Jujur saja, Sehun merasakan amarah yang sangat besar kali ini.

“Siapa yang melakukan ini?”

“Aku tidak mengenal mereka,” jawab Chonsa sambil terisak. Kedua tangannya meremas kaus hitam berlengan panjang milik Sehun.

“Apa yang kaurasakan? Dimana sakitnya?” tanya Sehun sambil menatap permukaan wajah Chonsa yang putih bersih.

“Tidak. Sudah tidak terasa sakit. Ini hanya luka ringan, Sehun-ah..” jawab Chonsa lalu tersenyum. Dia tidak ingin membuat Sehun lebih khawatir.

“Sudah ketiga kalinya. Disiram oleh minuman, seember air, lalu sekarang kau dipukul seperti ini. Mereka benar-benar tidak tahu diri..” omel Sehun sambil menjilat bibir bawahnya cemas.

“Oh Sehun..”

“Hm?”

“Terimakasih..”

“Aku harus membawamu ke klinik. Kajja!” ajak Sehun sambil menarik lengan Chonsa. Tapi yeoja itu menolak.

“Mengantar ke dorm saja. Bagaimana?” Kini Chonsa tersenyum meskipun di dalam hatinya dia masih ingin menangis.

“Park Chonsa..”

“Please..”

“Baiklah..”

“Maafkan aku, Oh Sehun..”

“Untuk apa?”

“Karena kau harus melihatku menangis lagi.”

Sehun meletakkan telapak tangannya di pipi kiri Chonsa lalu tersenyum sangat mempesona.

“Tidak masalah. Kau bisa menemuiku jika kau mendapatkan masalah yang harus kaubagi, Park Chonsa.”

Mereka berdua tersenyum.

 

*

 

Kini lukanya sudah tidak terasa sakit dan dia sudah tidak ingin menangis lagi. Untuk apa? Menangis hanya membuatnya lebih merasakan sakit. Bukan begitu?

Lagi-lagi Chonsa tengah memeluk kedua kakinya yang dilipat. Sofa nyamannya memang selalu membuat betah.

Matanya tengah berkonsentrasi melihat satu pertunjukkan ballet di televisi.

“Ah, gerakan itu kurang tepat,” ujar Chonsa kesal. “Kurang satu putaran!”

Menari.. apa aku masih mengingat itu semua? Sudah lama sekali. Apa aku harus mencobanya kembali? Hanya sekali saja? Tapi bagaimana jika ada yang melihatku menari? Tidak mungkin. Ini sudah pukul tujuh malam. Sekolah pasti sepi, bukan? Ya, aku akan mencoba menari lagi. Aku sedikit merindukan duniaku dulu.

Chonsa bangkit dari atas sofa lalu melangkah memasuki kamarnya untuk memakai leotard dan dibalut mantel tebalnya setelah memakai stocking hitam panjang dan setelan tarinya yang benar-benar simple.

Setelah berpikiran panjang, Chonsa meminta kunci cadangan pintu belakang sekolah pada penjaga asrama dan akhirnya dia diijinkan.

Kini kakinya melangkah dengan cepat menuju sekolah dan membuka pintu belakang dengan sukses lalu kembali menguncinya dari dalam.

Setelah menyalakan saklar lampu-lampu koridor, Chonsa kembali melangkah dan memasuki studio satu dimana Kai selalu berlatih.

Tangannya mengeluarkan sesuatu dari balik saku mantel. CD. Ya, CD berisi lagu-lagu yang selalu mengiringinya ketika menari ballet.

Dengan jantungnya yang berdebar, tangannya menyalakan tombol on dan memasukkan CD itu. Dia tahu benar, lagu yang pertama diputar adalah lagu favoritnya. Kismet.

Lagu sudah mulai terdengar. Dengan perlahan Chonsa membuka mantelnya dan kini dia hanya memakai leotard hitam dan legging hitam dibalut mini skirt merah muda. Tubuhnya yang melekuk indah terlihat sangat jelas.

Jantungnya berdebar keras. Matanya terpejam mencoba mengingat gerakan dengan cermat. Ya, dia mendapatkannya dan segera menari dengan lincah, menggairahkan dan benar-benar sempurna.

 

*

 

Kai mengerutkan keningnya ketika melihat lampu koridor terlihat menyala dari arah luar. Dia mencoba membuka kunci pintu belakang sekolah dan ternyata terkunci.

Apa Jung ahjusshi lupa mematikan lampu? Itu tidak mungkin.

Kini dirinya mendengar sayup-sayup musik yang terdengar dari arah studio. Pasti ada seseorang yang memakai studio selain dirinya malam ini. Tapi mengapa bisa?

Dengan cepat Kai menyeret kakinya. Setelah studio satu semakin mendekat, langkahnya melambat. Matanya dipertajam. Studio satu dalam keadaan menyala.

Jantungnya berdegup kencang. Studio satu tidak bertembok tapi memakai kaca dan otomatis terlihat jelas siapa yang menari, kau tahu. Dan Kai mengetahui siapa yang sedang menari ballet itu.

Napasnya tercekat melihat yeoja itu tengah menari. Benar-benar ekspresif dan sangat menghayati isi dari lagu yang dimainkan.

Sepertinya yeoja ini menyimpan banyak rahasia. Dia bukan penari biasa.

Kai menambah langkahnya dan semakin mendekat ke arah pintu studio. Matanya tetap terpaku pada Park Chonsa yang masih berkonsentrasi dengan gerakannya yang sempurna.

Akhirnya Kai membuka pintu studio satu dan dengan tiba-tiba Chonsa terkejut lalu kehilangan keseimbangan ketika gerakan berputar beberapa kali.

Dengan cepat Kai meraih pinggang kecil Chonsa dan mendapatkan yeoja itu ke dalam pelukannya.

Mereka berdua saling pandang dengan jarak wajah yang sangat dekat seperti itu.

Keduanya merasakan debaran yang tidak normal dan sulit untuk bernapas. Kai mempererat lingkaran lengannya di pinggang Chonsa.

Sementara yeoja itu sudah kehilangan akalnya.

 

TBC ;]

 

……………………………………………………

Siapa yang ga sabar nunggu next chap ngacung bareng Bacooon XD

…………………………………………………

 

27 thoughts on “PULCHRITUDE [ CHAP 7 ]

  1. KYAAAAAAA TETEH I LOVE YOU MUACH MUACH MUACH {} ETA ETA SI CHONSA DEKET LAGI SAMA CHANYEOL, ADEUUUH SAYANG LOPYU AH MUACCCH *bekas baekhyun
    ANJIR SERA MANEH MENI MENTA DISEBLOK KU SEMEN!! JADI AWEWE TEH PIKASEBELEUN PISAN *aura gelap*
    TETEEEEH IH AKU MAKIN CINTAAAA SAMA TETEEEH *cium lagi*
    NEXT CHAP NEXT CHAP *ngacung brg bacon*

  2. KYAAAA !!! INI DAEBAKK !! >.<d
    Chanyeol melirik dan tersenyum jahil ke arah Baekhyun. “Aku merindukanmu, Baekhyunnie,” ucap Chanyeol dengan aegyonya.
    Baekhyun bergidik ngeri dan menjauh beberapa meter dari Chanyeol.
    “HUAHAHAHAHAHAAAA!! Baekhie-ya! Odigaa?!!”
    LOL BGT PAS BAGIAN ITU TEH XD

    KAI.nyaaaaaaaa kyaaaaaaa… pacar ku !!
    *melt*
    part 8 nya di tunggu ya teh ! :D

  3. EMAAAAAKKSS!!
    ITU SUHO BILANG APA MAKSS? Han Jiyoung KEKASIHNYA?? DEMI APASIH AKU GULING-GULING SAKING BAHAGAIAAAA~ *joget hawai*
    TAPI KUNAON ATUH ETA SI JIYOUNG JAHAT DEUI WAE =,=

    EH, SI SERA NYA IH CENTIL, TEU BOGA KAERA HIH !! *diduruk ijem*

    AKU SUKA BANGET LAH AMA CHANYEOL, ANJIRRR MEMPESONA MEEEN~
    BAEKHIE LUCUUU ATUH EUY, DIO JUGAAA KYAAAAAH >.<
    CHAP 8 CEPET SIH MAK!! *ngacung bareng bacoon*

  4. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AKHIRNYA RELEASE JUGA PART 7!!!!!!!
    BUNUH JIYOUNG!!!!!!! KASIHAN KAN SI CHONSA GABISA MENARI LAGI:(:(:( masa aku mikir nanti Kai sama Chonsa berkolaborasi menari._. Wkwkwk:B
    YEEEYYYY CHANYEOL:*:* jangann bikin chanyeol digantung gini dong didiemin sama Chonsa (?) Kasihan kan:( wkwk
    Sehun~~~~ AAAAAAAAA disini karakternya Sehun bikin melting deh:3:3
    Terus si Sera -____- gasuka bgt deh ngeliat Chanyeollie sama Chonsa(?) Mati aja dah(?) Wkwk:B
    Ditunggu next chapternya kak! Hwaiting!!!!

  5. Eonni!!!!!!!!! *gebukin berkali”* kenapa tbc di pas itu!? Padahal uda deg”an pas bacanya -_- eon post kelanjutannya hari ini eon ayoo eonn ayooooooooo Щ(ºДºщ) kai kai kai kai *gigit bantal* aaaaaaaaaaaaaaaaaaa *hening*

  6. Saya gak sabaaaaar….!!! *gigit jari*
    Publish part selanjutnya besok ya…

    Eh, itu sera makin ngajak ribut. Enyah saja kau sera! Malah merusak kehidupan chonsa. Eh, jangan-jangan kai malah jadi suka chonsa nanti. Chonsa udah hebat buat lagu, hebat nari pula!! Ayo-ayo-ayo cinta segi empat!! (?)
    Perasaan di ff ini banyak bebenyit-nya. Kaya sera, jiyoung atau mungkin soona..

  7. EMAAAAAKKKKKK!!!
    KENAPAA EMAK BIKIN AKU TAMBAH CEMBURU LAAH SAMA SII CHONSAA!!!
    SEBLEEEHHH AKU CEMBURU BERAAAT!!!

    MIMITI MIMITI GEUS DIBERE SUHO SII SENYUM YANG MENAWAAANNN~!!
    AAAARRRGGGGHHH!!
    DAN DIA TAMPAK TERTARIK PADA CHONSA!!
    PLIISH LAAH CHONSA DEUI CHONSA DEUI MEENNN!!!
    GEEEEZZZZZZ!!!!
    KEBAYANG LAAH BETAPA HAWATIRNYA SII SERA SOAL RAHASIANYA,,
    DEG DEGAN PASTIINYAAA~
    UNTUNG SII SUHO NYA BLM KE PIKIRAN SAMPE SITUU!!
    DAAAAN ITUUUUUU JIYOOUUUNNGGG!!!
    UWOOOWWWWW SII DIA TERNYATA BERPACARAN DENGAN SUHO!!
    *keprok buat emon

    ADA BAEKHYEOL MOMEENTT!!!
    SUKKAAAAAAAAA~
    LAWAAK TAPII UNYUUU~
    KETIKA SUASANA GALAU MEREKA MEMBERIKAN KESEGARAN BUAT READER,,
    #eeaaaaaa

    YEOL ,, AKU MAU PUNYA PACAR KAYA YEOL!!
    KALO AKU JADI SERA PASTII NYESEK LAAH!!
    DIA PASTI NYESEL BANGET UDAH NGIANATIN CINTA TULUSNYA SII YEOL,,
    SEKARANG YEOL PERHATIAN MATI MATIAN KE SII CHONSA DAN NGEBUAT AKU JELEOUS JUGA!!!
    UWOOOOWW (۳˚Д˚)۳

    HOOOO JADI BEGITU MASA LALLU SII CHONSA,,
    JADII SEBENERNYA SII SEHUN SAMA KAI SAMA CHONSA DAHULU KALA PERNAH KETEMU!!
    WAAH RADA GA ENAAK PERASAAN,,
    APALAGI PAS MAU TBC!!
    SII KAI UDAH MAU TERPESONAA KA SII CHONSA!!
    JANGAAANNNN!!
    POKONYA KAI CUMAN BOLEH NERIMA CERITA TULUSNYA SII SOONAA!!!
    BERII DUKUNGAN PADA SOONA!!
    SOONA PASTII BISAA MELULUHKAN HATII KAI!!

    GINII WEEH MAAK!!
    SII KAI SAMA SOONA
    SII YEOL SAMA SERA
    SII SEHUN SAMA HEERA,,
    SUHO SAMA JIYOUNG,,
    KALO SII CHONSA SAMA,,
    SAMAAA,,
    SAAMAAA NIEEEL (˘▼˘)ง !!

    #digorokEmak
    #ngaruksakFFEmak
    #diciumKai

    Wkwkwkwkwkwkwkwk!!!

    LAANJJUUTTKAAANN MAAAKKKKK!!!
    KUDUU DII GEDEERR!!
    WAJIIBBB,,
    BISI DICIUM KU SII NIEL!!

  8. AKU!! /angkat tangan XD
    Aaa akhirnya chonsa ga mau ngejauhin chanyeol lagi kan :3
    Sera jahat ;; mau ngehancurin chonsa kannnn ;;
    Aaa chonsa nari balet!! Ngebayangin dia nari, terus di liat sm kai aaa >///< adegannya romantis!!
    Tp aku brhrp chonsa sm chanyeol u_u

  9. Akhirnya! Onnie daebak! Ditunggu pisan lanjutannya ngacung ngangkat sehun! Haha penasaran onnie :3
    Onnie hwaiting! :D

  10. Pls chonsa sama sehun aja abisan lebih ada chemistry nya gitu kalo sama kai terlalu dingin doi sedangkan chanyeol cocokan jadi abang nya chonsa. Sehun itu paket lengkap disini dia yg paling berpotensi dpetin chonsa dia mulu kan yg selalu nemuin chonsa klo ditindas dan itu menurut ku sweet bgt :) , mending sama sehun tidak ada yg terluka nnti heera sama kai , sera sm chanyeol , aku sama baekhyun haha

  11. Huaaaaaahhhh,
    Nyaris ajaaa lupa baca yg chap7 .. Tadi lgsg aja mau baca chap 8 -_-”

    Daeee~baaaakkk!!!
    Nggak nyangka kalo mrk trnyata kenal dr kecil

  12. gmna klo dibwt film aja nieh FF’a?….kekkekeke
    klo bsa pke pemain asli sesuai namanya…kekekeke
    saya siap jady Park Chonsa’a…*ngarep*

    BAGUS BGT DEEHHHHH~~~~ *capslock jebol*

  13. A-yo! Aku dataaang~ huahahaha

    OMG! OMG! Jiyoung umma muncul! Pacarnya Suho meeen! Yakin lah si umma jingkrak2 ini. Tp tetep ya, auranya gelap (?)

    Ga nyangka bgt itu Chonsa dulunya penari balet. Dan Sehun kayanya lbh suka dunia musik drpd tari. Huwow!

    Eeeh? Itu endingnya mencurigakan. Plis, Chonsa sm Chanyeol aja. Heera takluk sm Kai. Biarin Sehun sendiri aja. Pokoknya Sehun jgn sm Heera #ababil :p

    Aku ga jamin bisa rajin komen ya. Bacanya aja nyuri2 waktu di angkot. Kkk~

    HWAITING!!

  14. Huaa tebakan aku bener kalo chonsa itu dulunya emang penari. Yaampun 2S ngelakuin hal yang lebih parah dari penculikan yang chonsa pernah alamin, poor chonsa. dan kyaaa ternyata first lovenya sehun disini juga chonsa, bener-bener kejutan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s